
Ceklek.......Kivandra membuka pintu kamar Kaivan.
"Kak, ayo makan" ucap Kivandra
"Kalian makan aja dulu. Aku belum lapar" ucap Kaivan
"Gak usah ngambek kaliiiiii. Toh gak ketemu Kak Tri satu hari tidak akan buat kamu mati" ucap Kivandra
"Bukan gitu.....aku udah janji sama dia tapi papa......" Kaivan menggantung ucapan nya.
"Kan bisa bisa via telepon kan?? Atau video Call aja biar puas. Ya udah aku mau makan dulu" ucap Kivandra
"Eh kamu mau tidur di kamar ku lagi malam ini?" Tanya Kivandra
"Hmm. Kenapa? Kamu keberatan?" Tanya balik Kaivan
"Gak sih. Hanya nanya doang. Bye...." jawab Kivandra lalu dia keluar dari kamar Kaivan
Kivandra sudah bergabung di meja makan bersama dengan yang lain.
"Kaivan mana?" Tanya Mama Hesty
"Belum lapar kata nya" jawab Kivandra
"Biarin aja. Kalau dia lapar pasti akan makan juga" ucap Papa Chandra
Kring.....kring.....kring....ponsel Tri berdering.
"Hallo, kenapa video call? Harus tidur di rumah orang tua kamu ya?" Tebak Tristan
"Hmm. Maaf ya aku harus tidur di rumah mama" ucap Kaivan
"Gak apa-apa kok." Ucap Tristan
Ceklek.......Freya masuk ke dalam kamar.
"Eh kamu udah mau tidur?" Tanya Kaivan
"Hmm. Eh Tri thanks di kampus tadi" ucap Freya
"Gak usah berterima kasih" ucap Tristan
"Oh ya Kaivan belum makan malam tuh. Dia lagi ngambek karena harus tidur di sini" ucap Freya
"Hehehe aku juga belum lapar. Ya udah gih kamu tidur, aku ke kamar Kivandra" ucap Kaivan
Kivandra melihat interaksi antara Kaivan, Freya dan Tristan.
"Aku seperti nya gak bisa kalau di posisi Freya. Mencoba happy di antara mereka berdua." ucap Tristan
"Eh Kivandra....." ucap Kaivan melihat Kivandra di pintu kamar.
"Hai Tristan......." sapa Kivandra
"Ooowwwwhhh Tristan?? Okeyyy ini bukan di Amerika loh. Aku lebih tua dari mu" ucap Tristan
"Hehehe sorry" ucap Kivandra
"Eh Van, kamu harus ke sini dong. Udah lama kita gak ketemu" ucap Tristan
"Okey, nanti aku datang ke tempat mu" ucap Kivandra
"Hmm aku tunggu" ucap Tristan
"Yuk kita ke kamar. Selamat malam Freya" ucap Kaivan
"Mimpi indah ya" timpal Kivandra
Ceklek.......Kivandra menutup pintu dari luar
Hmmmm ternyata Kivandra dan Tristan sudah saling mengenal. Oh iya, Tristan dari Amerika juga. Batin Freya.
β€π€β€π€β€π€β€
Keesokan hari nya mereka sedang sarapan bersama.
__ADS_1
"Kaivan selesai sarapan papa mau bicara sama kamu" ucap papa Chandra
"Hmm ada juga yang ingin aku bicarakan dengan papa" ucap Kaivan
Setelah sarapan Kaivan dan papa Chandra di ruang kerja.
"Apa yang ingin papa bicarakan?" Tanya Kaivan
"Kamu aja dulu" jawab Papa Chandra
"Papa aja" ucap Kaivan
"Ya udah. Pasti Kivandra sudah menceritakan tujuan nya datang ke sini. Dan soal kebohongan yang papa katakan pada nya." Ucap Papa Chandra
"Hmmm kebetulan aku mau bicara soal itu juga" ucap Kaivan
"Mmm apa kamu tidak keberatan jika posisi kamu digantikan Kivandra?" Tanya Papa Chandra
"Tidak sama sekali. Tapi apa Kivandra benar-benar mau atau tidak, siap atau tidak tanpa paksaan dari papa" jawab Kaivan
"Hmm dia pasti mau dan siap" ucap Papa Chandra
"Mau dan siap?? Dia tidak akan datang jika papa tidak berbohong bukan? dan mengorbankan s2 nya" Ucap Kaivan
"Iyaa papa tahu. Tapi, dia harus mau" ucap Papa Chandra
"Biarkan Kivandra merasakan kebebasan setelah lulus kuliah. Begitu juga dengan Freya. Aku mau kapan saja jika Kivandra sudah benar-benar siap untuk menggantikan ku tanpa ada paksaan dari papa" ucap Kaivan
"Hmm baiklah. Papa akan bicara dengan kivandra soal ini" ucap Papa Chandra
Di kampus.........Freya yang sedang di ruang musik dihampiri Tristan.
"Hai....." sapa Tristan
"Hmmm" jawab Freya
"Kamu udah gak digosipin sama mahasiswa lain kan?" Tanya Tristan
"Hmm" Freya mengangguk
"Iya. Malah mereka minta maaf karena bicara seperti itu kemarin" jawab Freya
"Bagus lah. Kamu katakan saja pada ku jika ada yang berani mengganggu mu" ucap Tristan
"Emang nya kamu mau ngapain kalau ada yang ganggu aku? Toh gak ada juga yang berani" ucap Freya
"Hehehe iya juga sih. Yaaaa maksud nya kan jika ada" ucap Tristan
"Ya ya ya aku akan melaporkan nya pada mu" ucap Freya
"Hhmmm harus. Aku senang kita bisa ngobrol lagi walau pun gak seperti dulu" ucap Tristan
"Emang nya kamu bisa gak ngobrol sama aku?" Tanya Freya
"Gak" Tri menggelengkan kepala nya
"Maka nya.....hahahha" mereka tertawa bersama.
πππππππ
Sepulang dari kampus Freya masih pulang di rumah mama Hesty. Sementara Kaivan belum pulang dari kantor.
Kivandra menelpon Tristan untuk memberi tahu bahwa dia akan ke apartemen nya.
Tut.....tut.....tut.....
"Hallo" ucap Tristan
"Haiiiiiiii" ucap Kivandra
"Oh Vandra......" ucap Tristan tahu Kivandra yang menelpon
"Kok kamu tahu sih?" Tanya Kivandra
"Hmmm Kaivan udah kasih tahu ke aku kalau kamu minta nomor ku" jawab Tristan
"Yaaaahhhh gak seru deh. Eh aku mau datang ke apartemen mu" ucap Kivandra
__ADS_1
"Hmmm datang lah. Aku akan kirim lokasi nya" ucap Tristan
"Okey. Mmmm aku boleh ajak Freya?" Tanya Kivandra
"Freya??? Ya boleh bangat kok." Jawab Tristan
"Okey, kalau begitu see you" ucap Kivandra lalu memutuskan sambungan telepon kemudian menemui Freya yang sedang makan.
"Freya......" panggil Kivandra
"Hmmm" jawab Freya
"Mmmm temenin aku ke apartemen Kak Tri ya" ucap Kivandra
"Ha?? Kenapa kamu harus ditemenin? Dan kenapa harus aku yang nemenin?" Tanya Freya
"Ya ya ya aku tidak mau jadi obat nyamuk. Pasti Kak Van ada juga. Trus aku gak ada temen yang bisa aku ajak. Jadi, kamu temeniΒ aku ya? Ya ya ya." Jawab Kivandra
"Ada tugas yang harus aku selesaikan Kivandra Hirunkit. Jadi, pleaseee jangan ganggu aku" ucap Freya
"Tugas apa??? Nanti aku bantu kok" tanya Kivandra
"Hmm? Kamu bisa bantu aku?" tanya Freya
"Bisa. Coba apa tugas mu?" Tanya balik Kivandra
"Buat lagu dan harus selesai dalam tiga hari" jawab Freya
"Freya Cindy Bishop, serahkan pada ku. Aku bisa membuat lagu hanya satu hari" ucap Kivandra
"Sungguh?" Tanya Freya
"Hmmm. Aku buktikan jika kamu mau temenin aku" jawab Kivandra
"Okeyyyy. Awas saja kalau kamu gak bisa" ucap Freya
"Hehehe kamu tenang aja" ucap Kivandra
β€β€β€β€β€β€
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
Dijual Suamiku
__ADS_1