
Malam hari nya mama Hesty pergi ke rumah Kaivan untuk menemui Freya.
"Dia pasti udah pulang dari kampus jam segini" ucap Mama Hesty
Setelah sampai di rumah Freya kaget dengan kedatangan Mama Hesty.
"Mama......" ucap Freya
"Mama mau lihat kamu aja sayang." ucap Mama Hesty
"Oh silahkan duduk ma" ucap Freya
"Iya nak. Ohya Kaivan belum pulang?" Tanya Mama Hesty
"Belum ma. Dia pasti sekarang berada di rumah pacar nya" jawab Freya
"Ka....kamu sudah tahu?" Tanya Mama Hesty
"Hmmm Kaivan sudah cerita" jawab Freya
Mama Hesty menggenggam tangan Freya.
"Maafkan mama nak." Ucap Mama Hesty lalu memeluk Freya
Air mata Freya pun membasahi pipi nya.
"Ak.....aku harus nya tidak mencintai pria seperti Kaivan. Kenapa harus aku di antara banyak wanita yang mencintai nya? Hiks....hiks....." ucap Freya
Mama Hesty menguraikan pelukan nya lalu mengusap air mata Freya.
"Kamu bisa cerita apa pun ke mama Freya. Bahkan kamu bisa memaki Kaivan sesuka mu dihadapan mama. Mama gak keberatan sayang." Ucap Mama Hesty
"Apa mama bisa nginap di sini? Temenin aku tidur" tanya Freya
"Boleh sayang. Mama akan nginap di sini" jawab Mama Hesty
Bibi Hana menghampiri Mama Hesty dan Freya.
"Maaf bu, non Freya, makan malam nya sudah siap" ucap Bibi Hana
"Hmm. Ayo sayang kita makan malam dulu ya" ucap mama Hesty
Setelah makan malam Freya terlebih dahulu ke kamar sementara Mama Hesty menelpon Kaivan.
Tut.....tut.....tut....tut.....
"Hallo ma" ucap Kaivan
"Apa setiap malam kamu biarkan Freya tidur sendirian?? Di mana kamu sekarang?" Tanya Mama Hesty
"Mama di rumah bersama Freya?" Tanya balik Kaivan
"Hmm. Mama akan tidur di sini nemenin Freya" jawab mama Hesty
"Hmm baguslah mama nemenin Freya. Trus papa gimana?" Tanya Kaivan
"Papa pergi ke Amerika ada urusan" jawab Mama Hesty
__ADS_1
"Oh yaudah. Selama papa di Amerika mama di rumah aja ya nemenin Freya. Ak...."
"Besok pagi kamu pulang. Kasihan Freya sendirian. Matanya bengkak karena sering menangis. Harusnya kamu bertanggung jawab pada nya." Potong Mama Hesty
"Kalau saja papa gak paksa aku, ak...."
"Gak usah salahin siapa-siapa. Nasi sudah menjadi bubur. Kasihan Freya. Kamu harus buat dia nerima kenyataan kalau pernikahan kalian hanya sebatas formalitas. Mama tidak sanggup melihat dia terpuruk seperti itu" potong mama Hesty
"Iya ma. Aku juga udah bebasin dia mau ngapain aja selama tidak merusak reputasi aku. Bahkan aku menyuruh nya untuk membuka hati pada pria lain agar dia bisa lupain aku. Dia berhak bahagia walaupun terikat dengan pernikahan ini" ucap Kaivan
"Hmm semoga saja dia mau melakukan itu. Ya udah sampai ketemu besok. Mama tunggu loh Kaivan" ucap Mama Hesty
"Iya ma. Aku tutup telepon nya sekarang" ucap Kaivan lalu memutuskan sambungan telepon.
"Kamu mau pulang sekarang?" Tanya Tristan
"Gak kok. Mama suruh aku pulang besok. Sekarang mama nginap di rumah memenin Freya sampai papa balik dari Amerika" jawab Kaivan
"Oh aku pikir mama suruh kamu pulang sekarang" ucap Tristan
"Kenapa? Apa kamu tidak mengizinkan ku?" Tanya
Kaivan mendekatkan wajahnya pada Tristan
"Kamu mau bertanya atau mau mencium ku? Hmm?" Tanya balik Tristan
"Mencium mu" jawab Kaivan lalu mendorong dan menindih Tri.
Ceklek.......Mama Hesty menutup pintu kamar dari dalam.
"Freya....." panggil mama Hesty dengan lembut
"Ya ma" jawab Freya
"Mama harap kamu lakukan apa yang Kaivan katakan pada mu. Kamu berhak bahagia sayang. Mama akan dukung kamu" ucap mama Hesty
"Untuk sekarang aku fokus dengan kuliah ku ma. Apalagi sekarang tahun keempat dan gak lama lagi aku akan lulus. Aku hanya memfokuskan diri aku melatih kemampuan ku" ucap Freya
"Hmmm kamu tidak perlu buru-buru untuk jatuh cinta dengan pria lain. Apa pun keputusan kamu mama akan selalu dukung kamu" ucap Mama Hesty
"Hmm makasih ma" ucap Freya
"Tidak perlu berterima kasih sayang. Hanya ini yang bisa mama lakukan untuk mu" ucap Mama Hesty.
💟💟💟💟💟💟
Di Amerika.
"Papa.........what are you doing here?" Tanya Kivandra kaget dengan kedatangan papa Chandra.
"Papa ada urusan di sini" jawab Papa Chandra
"Mama gak ikut?" Tanya Kivandra
__ADS_1
"No" jawab papa Chandra
"Why??? Aku merindukan mama" tanya Kivandra
"apa kamu tidak merindukan papa??" Tanya balik papa Chandra
"Kenapa malah balik bertanya? Aku telepon mama saja kalau begitu" ucap Kivandra
"Lihatlah jam terlebih dahulu sebelum menelpon. Bagaimana kuliah kamu? sudah tahun keempat, tahun ini kamu akan selesai. Apa kamu bisa menyelesaikan nya hanya 6 bulan?" Tanya papa Chandra
Kivandra menyimpan kembali ponsel nya setelah mendengar pertanyaan papa nya.
"Emang kenapa pa? Aku akan melanjutkan S2" jawab Kivandra
"Papa mau istrahat dulu. Baru kita bicara lagi" ucap Papa Chandra lalu pergi bersama asisten nya.
Apa sebenar nya tujuan papa datang ke sini?? Perasaan ku tidak enak. Aku harus menanyakan nya pada mama. Batin Kivandra
❤❤❤❤❤❤
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
Dijual Suamiku
__ADS_1