
Satu minggu kemudian papa Chandra sudah pulang dari rumah sakit. Kaivan dan Freya berada di rumah Papa Chandra.
"Freya besok kamu pergi ke rumah orang tua mu dulu" ucap Papa Chandra
Kaivan, Kivandra dan Freya saling menatap.
"Ak......"
"Kamu akan di antar supir papa sampai ke rumah orang tua mu" potong Papa Chandra
"Pah......" Ucap Kivandra
"Bukan kah kamu merindukan mereka Freya?" Tanya papa Chandra
"I i iya pah" jawab Freya
"Kalau begitu kamu akan pergi besok. Dan untuk kamu Kaivan, kamu akan melakukan perjalanan bisnis ke London untuk menjalin kerja sama dengan klien papa di sana. Kivandra juga akan ikut menemani mu" ucap Papa Chandra
"Pah.......ak......"
"Lakukan apa yang papa katakan atau kalian ingin papa cepat mati" ucap Papa Chandra lalu beranjak dari tempat duduk nya.
"Mah, bantu papa ke kamar" ucap Papa Chandra
❤💙❤💙❤💙
"Apa sebenar nya yang papa rencanakan sih?" Ucap Kivandra
"Freya, kamu segera kabari Ibu Sonam. Bahwa kamu akan pergi ke kampung halaman mu dan sementara tidak menerima pekerjaan" ucap Kaivan
"Hmmm" Freya mengangguk
Ting tong.......bell pintu berbunyi.
Setelah asisten rumah tangga membuka nya empat orang masuk dan duduk bersama Kaivan, Kivandra, dan Freya.
"Perkenalkan, saya Bagas, saya Arm, saya Gun, dan saya Bas." Ucap mereka secara bergantian
"Kami akan mengawasi kalian." Ucap Bagas
"What do you say?" Tanya Kivandra
"Apa papa menyuruh kalian??" Tanya Kaivan
"Ya, kami disuruh Pak Chandra untuk mengawasi kalian." Jelas Bagas
"Mari Pak Kaivan dan Ibu Freya, kami akan mengantar kalian di rumah" ucap Arm
"Apa?? Aku masih ingin di sini" ucap Kaivan
"Maaf, Ibu Freya dan Pak Kivandra tidak bisa bertemu" ucap Arm
"shi*......kenapa aku tidak bisa bertemu dengan Freya?" tanya Kivandra
"Maaf, saya hanya melakukan perintah. Pak Kaivan bisa bertanya langsung pada Pak Chandra jika ingin tahu" jawab Arm
__ADS_1
"Hmm aku mau saja bertanya kalau papa mau mendengarkan pertanyaan ku." ucap Kivandra kesal
"Mari Pak Kaivan" pinta Arm
"Kami akan berbuat kasar jika Pak Kaivan tidak mau bekerja sama" timpal Bagas
Bas dan Gun memegang kedua tangan Kivandra dan memaksa nya masuk ke dalam kamar.
Sementara Arm dan Bagas mempersilahkan Kaivan dan Freya berjalan keluar sebelum mereka akan memaksa seperti yang mereka lakukan pada Kivandra.
Ceklek........klik......pintu kamar Kivandra tertutup dan dikunci. Bas dan Gun berdiri di depan kamar Kivandra
"Shi*......." umpat Kivandra di dalam kamar nya.
🖤❤🖤❤🖤❤🖤❤
Ponsel Kaivan, Freya dan Kivandra pun di sita sehingga mereka tidak bisa saling berkomunikasi.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif......
"Kenapa nomor Kaivan gak aktif?? Coba aku telepon Vandra" ucap Tristan
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif......
"Loh kok gak aktif juga sih. Coba Freya deh"
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.....
"Apa kebetulan nomor mereka tidak aktif?? Atau.........tadi Kaivan bilang kalau Papa nya sudah keluar dari rumah sakit. Apa nomor mereka tidak aktif karena sengaja?? Hmmm aku harus cari tahu" ucap Tristan.
Ting......pesan masuk di ponsel mama Hesty.
"Iya gak apa-apa. Tapi tante tidak bisa menerima telepon dari kamu karena tante sedang bersama Papa Chandra. Katakan saja jika ada yang ingin kamu katakan" balas Mama Hesty
"Mmm gini tan. Nomor Kaivan, Kivandra dan Freya tidak aktif. Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Tristan
"Oh. Papa Chandra menyita ponsel mereka dan menyewa bodyguard untuk mengawasi mereka bertiga" jawab mama Hesty
"Pantas saja. Makasih ya tan atas informasi nya" ucap Tristan
"Sama-sama. Besok, Freya akan pergi ke rumah orang tua nya dan untuk Kaivan, Kivandra mereka akan pergi ke London" ucap mama Hesty
"Terima kasih banyak tan atas informasi nya" ucap Tristan.
Setelah membaca pesan dari Tristan, mama Hesty mematikan ponsel nya.
"Astagaaaa apa ini rencana pak Chandra agar Kaivan dan Kivandra melakukan apa yang dia perintahkan?? Aaaah kalau saja Kivandra dan Freya tidak ada hubungan apa-apa pasti semua masalah ini tidak terjadi" ucap Tristan
💙❤💙❤💙❤💙❤
Tok.....tok....tok....Kaivan mengetuk pintu kamar Freya.
Ceklek.....Freya membuka nya.
"Apa kamu sudah siap?? Para bodyguard yang menyebalkan sudah menunggu mu" tanya Kaivan
__ADS_1
"Hmmm" Freya mengangguk
"Ayo aku bantu bawa koper nya." Ucap Kaivan
Sebelum masuk ke dalam mobil Kaivan mengirimkan salam pada orang tua nya Freya dan juga permintaan maaf karena tidak bisa mengantar nya.
"Iya nanti aku sampaikan. Gak apa-apa kok. Mama papa pasti ngerti kamu sibuk, maka nya gak bisa antarin aku. Ya udah kamu hati-hati ya ke London dan sampaikan salam ku pada Kivandra" ucap Freya
"Hmm pasti aku sampaikan. Kamu hati-hati juga ya" ucap Kaivan
Freya pun pergi di antar Bagas sementara Kaivan di antar Arm ke Bandara.
Sebelum Kivandra pergi, dia meyelipkan kertas di tangan mama Hesty saat mama Hesty mengantar nya di mobil.
"Hati-hati ya nak" ucap mama Hesty
"Iya ma" ucap Kivandra
Kepergian Kaivan dan Kivandra pun bersamaan dengan berita yang keluar bahwa Kaivan dan Kivandra pergi ke London untuk menjalin kerja sama dengan pengusaha ternama di sana dan juga Freya yang hiatus untuk sementara karena mau liburan ke rumah orang tua nya.
🖤🤍🖤🤍🖤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
Dijual Suamiku
__ADS_1