Sebatas Formalitas

Sebatas Formalitas
BAB 8


__ADS_3

Hari pernikahan Kaivan dan Freya tiba. Semua wartawan sudah berkumpul di tempat pernikahan mereka begitu juga para undangan.





Begitu pun dengan Tristan, Nayra dan Neva sahabat Freya sudah hadir.


Rasanya sangat sakit melihat pacar kita sendiri bersanding dengan orang lain. Tristan tetap tersenyum melihat Kaivan dan Freya.


"Tri, semangat ya?? Hehehe" ucap Nayra


"Hmm?" Tristan tidak mengerti dengan ucapan Nayra


"Mmm gak kok." Nayra menggelengkan kepalanya


Kaivan sesekali mencuri pandangan pada Tristan yang sangat terlihat tampan.


Setelah upacara pernikahan selesai, waktunya Kaivan memperkenalkan Freya di seluruh tamu undangan.


"Terimakasih saya ucapkan kepada para tamu undangan yang sempat hadir pada hari ini. Mungkin inilah waktu yang kalian harapkan saat saya harus memperkenalkan istri saya karena tentunya semua soal informasi tentang nya tidak bisa diakses. Freya Cindy Bishop yang sekarang telah berubah namanya menjadi Freya Cindy Bishop Hirunkit adalah mahasiswa Fakultas Music di Universitas Silpakorn. Saya tidak ingin menceritakan awal pertemuan kami berdua karena saya ingin semua momen hanya kami berdua yang tahu. Dan saya harap kalian menghormati Freya seperti kalian menghormati saya. Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Rektor dan seluruh dosen yang hadir, saya harap kalian memperlakukan Freya sebagaimana biasa tanpa melihat Freya adalah istri saya. Begitu juga untuk teman-teman Freya, para mahasiswa di Universitas Silpakorn tolong jaga dia untuk saya. Terimkasih" ucap Kaivan


Berakhir dengan tepuk tangan yang meriah dan acara pun selesai. Nayra dan Neva menarik Tristan untuk menemui Freya.


"Freya selamat ya. Pak saya sangat senang akhirnya bapak membalas perasaan Freya." Ucap Nayra


"Selamat pak dan Freya semoga kalian bahagia dan.......cepat memberikan kami keponakan" ucap Neva


Freya salah tingkah sementara Kaivan melihat ke arah Tristan.


"Tri.....giliran kamu" Nayra menyenggol Tri.


"Hmm. Selamat untuk kalian berdua" ucap Tristan


"Hmm sama-sama. Terima kasih kalian sudah hadir" ucap Freya


"Harus dong Freya. Kalau begitu kami pergi dulu ya" ucap Neva


"Selamat bulan madu" bisik Nayra


Setelah kepergian mereka bertiga, Orang tua Freya dan Kaivan menghampiri mereka berdua.


"Papa harap kalian bahagia nak" ucap Ibu Misna


"Tolong jaga Freya untuk kami Kaivan, Pak Chandra dan Ibu Hesty" ucap Pak Prabu


"Pasti pak, bu. Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir" ucap Kaivan


"Freya sudah jadi tanggung jawab kami. Jadi bapak dan ibu tidak perlu khawatir" ucap Pak Chandra


"Mulai sekarang, Freya panggil kami seperti Kaivan memanggil kami begitu juga untuk Kaivan." Ucap Ibu Hesty


"Iya ma, pa" ucap Kaivan dan Freya bersamaan.


💖💘💖💘💖💘💖💘


Kamar pengantin sudah tertata dengan rapi. Membuat jantung Freya berdetak sangat cepat.



Apa aku akan melakukan nya sekarang?? Aaaaahh aku sepertinya belum siap. Batin Freya


"Kamu mau mandi dulu?" Tanya Kaivan


Deg......aaaahhh apa maksud nya? Batin Freya


"Mmmmm hmmm" Freya mengangguk


"Okay kamu mandi dulu ya. Aku mau keluar sebentar" ucap Kaivan


"Hmmm" Freya kembali mengangguk


Aaaahh otaku tolong berhenti berpikir yang tidak-tidak. Batin Freya


Ceklek......Kaivan menutup pintu dari luar. Tak lain adalah Kaivan pergi menemui Tristan. Dia tidak ingin Tristan salah paham dan berpikir yang buruk soal dia dan Freya.

__ADS_1


Ting......pintu apartemen terbuka. Tri berlari ke arah pintu dan melihat Kaivan.


"Ka....kamu kenapa di sini???" Tanya Tristan


"Mau bulan madu dengan dengan orang yang aku cintai" jawab Kaivan lalu dia langsung mencium Tri dan mereka pun berakhir di atas ranjang.


Sementara Freya sampai ketiduran menunggu Kaivan yang tak kunjung kembali.


Keesokan hari nya pukul 05.30 Kaivan berpamitan dengan Tri.


"Apa harus pergi pagi-pagi buta seperti ini?" Tanya Tristan


"Hmm. Aku harus pulang sebelum papa mama bangun" jawab Kaivan


"Hmmm ya udah hati-hati ya" ucap Tristan


"Bye. CUP...." Kaivan mengecup kening Tristan.


Sesampainya di rumah baru beberapa langkah melewati pintu masuk Kaivan dikagetkan dengan suara Papa Chandra.


"Dari mana kamu?" Tanya Papa Chandra


"Mmm mmm"


"Kamu ninggalin Freya dan baru kembali?" Tanya Papa Chandra


"Pa, bukankah aku sudah melakukan apa yang papa minta? Aku sekarang bebas mau bertemu pacar ku" ucap Kaivan


"Oh kamu nginap sama pacar mu dan ninggalin istri kamu? Kaivan.....setidaknya lakukan hal itu setelah orang tua Freya pulang ke kampung mereka" ucap Papa Chandra


"Tap....."


"Temui Freya sekarang. Buat dia mengerti karena kamu sudah mengabaikan nya. Ingat, lakukan semau mu setelah orang tua nya kembali ke kampung" potong Papa Chandra lalu pergi meninggalkan Kaivan.


Hmmmmmmm. Kaivan mengeluarkan nafasnya dengan kasar. Lalu berjalan menuju kamar nya.


Ceklek......Kaivan menutup pintu dari dalam.


Freya masih tidur menggunakan baju tidur yang dibelikan mama nya.


Dia pandai juga merawat tubuhnya. Tapi sayang aku tidak tertarik. Dia sepertinya berpikir aku akan meminta nya melayaniku. Batin Kaivan dengan senyum smirk.


Freya membuka matanya perlahan, matanya langsung terbelalak melihat sosok Kaivan yang sedang memperbaiki dasi nya di depan kaca.


"Kam....kamu kapan sampainya?" Freya langsung menarik selimut untuk menutupi dirinya.


"Maaf aku bertemu dengan rekan-rekan kerja dan.....baru bisa kembali pagi ini. Maaf ya" ucap Kaivan lalu duduk diranjang samping Freya.


"Oh gak apa-apa kok" ucap Freya


"Ayo sekarang kita sarapan. Pasti orang tua kita sedang menunggu" ucap Kaivan


"Hmmm kamu pergi terlebih dahulu nanti aku nyusul mau ganti baju dulu" ucap Freya


"Okay. Jangan lama-lama ya" ucap Kaivan


"Hmmm" Freya mengangguk.


💟💗💟💗💟💗💟💗


"Freya mana Kaivan?" Tanya mama Hesty


"Masih di kamar ma. Bentar lagi kesini kok" jawab Kaivan


"Ohya Kaivan, Pak Chandra, Ibu Hesty kami hari ini pulang ke kampung. Gak enak lama-lama di sini" ucap Mama Misna


"Oh gak apa-apa kok. Kita kan sekarang sudah keluarga" ucap Mama Hesty


"Iya kalian bisa lama-lama kok di sini" timpal Papa Chandra


Kaivan pun langsung menatap Papa Chandra.


Kini Freya bergabung dengan mereka di meja makan.


"Maaf aku terlambat" ucap Freya


"Gak apa-apa sayang" ucap mama Hesty

__ADS_1


"Ohya Freya, mama dan papa kamu pulang hari ini. Apa kamu tidak keberatan? Suruh mereka untuk tinggal beberapa hari lagi" ucap mama Hesty


Kaivan hanya bisa nenatap papa Chandra karena keberatan dengan ucapan mama nya.


"Hmm mama dan papa tinggal beberapa hari lagi ya" ucap Freya


"Nak, kamu kan sekarang udah jadi seorang istri gak enak loh kalau kita masih di sini. Kamu juga kan mau mulai kuliah nya" ucap Mama Misna


"Hmm lusa udah mulai masuk kuliah. Gimana lusa aja papa dan mama pulang. Ya ya ya? Pleaseeee." Ucap Freya


"Iya Bu Misna, Pak Prabu. Pulangnya lusa aja" ucap Ibu Hesty


"Hmm ya udah kalau gitu" ucap Papa Prabu.


"Aku udah selesai sarapan. Kalau begitu aku pamit berangkat ke kantor" ucap Kaivan


"Kamu masuk kantor hari ini? Bukankah masih....." Mama Misna menggantung ucapan nya.


"Iya mama Misna aku harus masuk kantor. Jika sehari saja aku gak masuk akan banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan" ucap Kaivan


"Gak apa-apa kok nak" ucap Papa Prabu


"Freya antarin Kaivan di depan ya" ucap mama Hesty


"Iya ma" ucap Freya


Setelah mengantar Kaivan, Freya mengecek ponsel nya yang dipenuhi pesan kepo dari Nayra dan Neva.


"Gimana malam pertamanya??"


"Aaaaaahh aku gak bisa membayangkan Freya"


"Kamu harus cerita ya saat kita masuk kampus"


"Hmmm setuju. Harus ya Freya"


Freya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya sementara Tristan dengan senyum smirk membaca pesan mereka.


"Hmmm malam pertamanya sangat mengesankan. Kaivan selalu memuaskan ku" ucap Tristan


❤❤❤❤❤❤


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga




Dijual Suamiku


__ADS_1



__ADS_2