Sebatas Formalitas

Sebatas Formalitas
BAB 50


__ADS_3

Kaivan dan Freya sudah sampai di rumah Pak Prabu dan Ibu Misna.


"Ayo nak masuk" ucap Ibu Misna


"Mm kalau begitu saya pamit pulang duluan. Ada yang harus saya urus" ucap Pak Chandra


"Iya Pak Chandra" ucap Pak Prabu


"Kaivan, mama pulang bareng kamu ya. Papa pulang duluan" ucap Papa Chandra


"Iya pah" ucap Kaivan


"Hati-hati pah" ucap Freya


"Iya nak" ucap Papa Chandra


"Freya, Kaivan, kalian bisa jelaskan pada kami sekarang?" Tanya mama Misna


"Sebelum nya aku mohon maaf sebesar-besar nya pada mama Misna dan Papa Prabu atas perceraian kami. Aku dan Freya tidak bisa lagi mempertahankan pernikahan kami, mah, pah, aku minta maaf. Aku minta maaf tidak bisa memberitahu alasan nya kenapa kami memilih bercerai" jawab Kaivan


"Apa kalian sudah memikirkan baik-baik sebelum kalian bercerai?? Apa tidak bisa diperbaiki lagi? Hmm?" Tanya Mama Misna


"Maaf mah" jawab Kaivan


"Aku harap mama dan papa ngerti" ucap Freya


"Sekali lagi aku minta maaf pah, mah." Ucap Kaivan


Pak Prabu mengambil nafas panjang lalu berbicara.


"Sudahlah. Terima kasih kalian mengembalikan Freya dengan baik-baik. Dengan begitu saya percaya jika kaivan dan Freya bercerai secara baik-baik juga." Ucap Pak Prabu


"Iya, hal itu yang paling utama. Kaivan dan Freya bercerai secara baik-baik begitu juga dengan kita selaku orang tua mereka. Saya selalu mendoakan untuk kebahagiaan Freya dan kelak dia akan mendapatkan pria yang lebih baik dari Kaivan" ucap Ibu Hesty


"Yah, kami mendoakan untuk kebahagiaan Kaivan juga" ucap Pak Prabu


"Bagaimana jika kalian nginap di sini malam ini?? Kalau balik sekarang akan kemalaman nanti di jalan" tanya Ibu Misna


"Baiklah. Kita nginap ya Kaivan" jawab Ibu Hesty


"Iya mah" ucap Kaivan


Kenapa belum ada laporan soal Daniel?? Apa Tri masih di kamar Daniel sekarang?? Shi*......aku juga gak mungkin menolak tawaran Mama Misna untuk nginap. Batin Kaivan.


β€πŸ’™β€πŸ’™β€πŸ’™


Bruuuukkkkk Tristan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Dia baru saja sampai dari Hotel tempat Daniel menginap.


"Apa yang harus aku lakukan??? Sudah sejauh ini hubungan ku dengan Kaivan, mana mungkin aku merelakan nya. Aku sangat mencintai nya. Daniel benar-benar jahat, tapi......dia seperti nya tidak main-main dengan ucapan nya. Jika foto ku dan Kaivan tersebar MATI aku. Hubungan ku dengan Kaivan selesai. Shi*......aku harus bagaimana??aaaahhhhh" ucap Tristan


Ting.......pesan masuk di ponsel Tristan.


"Aku tunggu jawaban mu besok Tristan. Pikirkan lah baik-baik pilihan mu" isi pesan dari Daniel.


"Fuc*......" umpat Tristan lalu melempar ponsel nya.


Kring.....kring....kring.....ponsel Kaivan berdering.


"Hallo" ucap Kaivan


"Pria yang menemui Daniel sudah keluar pak"


"Apa tidak ada hal yang berbeda dengan pria itu sebelum dan sesudah menemui Daniel?" Tanya Kaivan


"Dia terlihat sedang emosi pak sedangkan Daniel yang melihat nya dari pintu kamar nya tersenyum menatap kepergian nya"


"Oke, kamu awasi terus pria brengsek itu" ucap Kaivan


"Baik pak" panggilan berakhir


Kaivan langsung menelpon Tristan.


Tut.....tut....tut.....tut.....tut.....


"Hallo" ucap Tristan


"Kok lama jawab nya. Kamu sedang apa?" Tanya Kaivan


"Maaf. Aku lagi rebahan, ponsel ku jauh makanya agak lama menjawab telepon mu" jawab Tristan


"Oooh. Aku tidak bisa pulang malam ini" ucap Kaivan


"Why?" Tanya Tristan


"Aku sekarang di rumah orang tua Freya. Dan aku akan nginap di sini" jawab Kaivan


"Apa semua baik-baik saja?" Tanya Tristan


"Iya semua nya baik-baik saja. Aku datang menemui orang tua Freya untuk minta maaf secara langsung karena perceraian kami. Mama dan papa juga menemui orang tua nya tapi papa balik duluan sedangkan aku dan mama masih menginap" jawab Kaivan


"Ooohh. Ya udah. Aku ngerti kok." Ucap Tristan


"Hmm apa kamu keluar dari Apartemen?" Tanya Kaivan


"Mm gak kok. Dari tadi aku di Apartemen gak kemana-mana." Jawab Tristan berbohong


Hmm dia tidak mau jujur padaku. Batin Kaivan


"Oh ya udah. Sampai ketemu besok ya" ucap Kaivan

__ADS_1


"Hmmm byeeeee" ucap Tristan lalu memutuskan sambungan telepon.


"Tristan ya?" Tebak Freya


"Hmm" Kaivan mengangguk


"Oohh. Mmm ini kali pertama kamu nginap di rumah aku ya? Aku gak nyangka ini menjadi yang pertama dan terakhir" ucap Freya



"Hmm aku juga gak tahu akhir dari hubungan kita adalah perceraian. Aku yakin kamu pasti akan dapatkan pria yang lebih lebih lebih lebih baik dari ku. Mencintai mu dengan tulus dan bisa menjaga kamu selama nya" ucap Kaivan


"Hmmm aku doakan kamu dan Tristan bahagia selalu. Aku harap kita masih bisa berkomunikasi walaupun kamu dan Tri ke Amerika" ucap Freya


"Iyaaaa. Kita bisa komunikasi kok" ucap Kaivan


"Eh Freya aku boleh menanyakan sesuatu pada mu?" Tanya Kaivan


"Hmm tanyakan saja" jawab Freya


"Kamu tahu kelemahan Daniel?" Tanya Kaivan


"What? Daniel?? Ada apa dengan nya? Apa urusan kalian belum selesai?" Tanya balik Freya


"Yaaaaahh dia masih ketemuan aja dengan Tri. Aku hanya khawatir" jawab Kaivan


"Mmm gak tahu juga sih apa kelemahan nya. Dia pasti mau minta maaf sudah mengganggu hubungan kalian. Pokok nya kamu gak usah mikirin yang akan membuat mu ragu pada Tri. Oke?? Tri sangat mencintai mu" ucap Freya


"Hmmm. Makasih ya" ucap Kaivan


"Hehehe gak usah makasih juga kali. Yuk masuk, aku bantuin mama untuk siapin makan malam kita, kamu panggil mama Hesty ya di kamar" ucap Freya


"Hmmm yuk" ucap Kaivan.


Keesokan hari nya, Tristan mengecek ponsel nya sudah ada pesan dari Daniel.


"Morning😍😍 aku tunggu jawaban mu😘" pesan dari Daniel


"Dia membuat ku mau muntah pagi-pagi begini. Apa dia tidak tidur?? Dasar pria brengsek....." ucap Tristan


DI RUMAH FREYA🏑


"Eh Kaivan udah bangun, ayo nak sarapan dulu" ucap Mama Misna


"Iya mah. Freya mana?" Tanya Kaivan


"Di kamar nya. Katanya masih ngantuk setelah bantuin mama di dapur" jawab Mama Misna


"Aku panggil dia untuk sarapan" ucap Kaivan


"Hmm makasih ya" ucap Mama Misna


"Dia masih terbiasa panggil kalian mama dan papa" ucap Ibu Hesty


"Hmm gak apa-apa kok. Kami tidak keberatan dia memanggil kami dengan sebutan itu" ucap Ibu Misna


"Iya lagian Freya sama juga masih memanggil Ibu Hesty dan pak Chandra dengan sebutan Mama dan papa" timpal pak Prabu


"Iyaaa. Kami juga tidak keberatan kok Freya panggil kami seperti itu" ucap Ibu Hesty.


Tok....tok.....tok....Kaivan mengetuk pintu kamar Freya.


"Masuk......" ucap Freya dari dalam kamar.


Ceklek......Kaivan membuka pintu nya.


"Eh ayo sarapan, mama papa udah tungguin kita di meja makan" ucap Kaivan


"Aaaahh aku tidak ingin sarapan sepertinya" ucap Freya


Kaivan merebahkan tubuhnya di samping Freya.



"Hei apa yang kamu lakukan??? Kalau ada lihat gimana?" Tanya Freya


"Aku juga masih pengen bobo tauuu. Kalau mereka lihat emang kenapa? Toh kita gak ngapa-ngapain" jawab Kaivan santai


"Dasar......ayo bangun." Ucap Freya


"Bentar aja" ucap Kaivan


"Kaivaaaaann. Mereka pasti udah nungguin kita. Ayo bangun" ucap Freya


"Iya-iya. Dasar......ayo" ucap Kaivan


Setelah sarapan, Kaivan dan Ibu Hesty sudah siap balik sedangkan Freya masih tetap tinggal.


"Aku senang dengan hubungan kita sekarang Kaivan. Semoga kamu bahagia selalu" ucap Freya memegang pipi Kaivan



Kaivan tersenyum dan memegang tangan Freya.


"Aku juga senang Freya. Kamu juga bahagia ya, kamu bisa telepon aku kapan aja" ucap Kaivan


"Hmmm" Ucap Freya


Mereka pun berpelukan lalu Freya berpelukan juga dengan Mama Hesty.

__ADS_1


"Kamu bisa datang kapan saja di rumah Freya, mama pasti akan merindukan mu" ucap Mama Hesty


"Iya mah, aku juga akan merindukan mama. Mama jaga kesehatan ya, papa juga" ucap Freya


"Iya nak" ucap Mama Hesty.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Ting......pesan masuk di ponsel Tristan.


"Aku di depan apartemen mu sekarang" pesan dari Daniel


"Shi*......." umpat Tristan


Daniel pun sekarang berada di dalam apartemen Tristan.


"Aku tahu Kaivan tidak ada makanya aku datang ke sini" ucap Daniel


"Kamu tahu dari mana? Apa kamu memasang CCTV tersembunyi di sini?" Tanya Tristan


"Aku tahu dari snap nya Freya. Kamu jangan menuduhku" jawab Daniel


"Kalau kamu tidak memasang CCTV kenapa kamu punya foto intim aku dengan Kaivan? Ha?" Tanya Tristan


"Heiiii Tristaaaannn. Sekarang bukan saat nya kamu bertanya, kamu harus nya memberikan jawaban mu pada ku" ucap Daniel


Kring.....kring....kring.....ponsel Kaivan berdering.


"Mah, aku jawab telepon dulu" izin Kaivan


"Apa penting?? Kan kamu lagi nyetir bahaya nak" Ucap Mama Hesty


"Iya mah penting." Ucap Kaivan


"Biar mama aja yang jawab" ucap Mama Hesty


"Jangan mah. Toh aku pakai Earphone, gak apa-apa kalau lagi nyetir" ucap Kaivan


"Ya udah tapi jangan lama ya. Kamu bisa gak fokus nyetirnya. Bahaya tau." Ucap Mama Hesty


"Iya mah" ucap Kaivan lalu menjawab telepon nya.


"Hallo" ucap Kaivan


"Pak, Daniel keluar dari kamar Hotel nya dan sekarang dia berada di apartemen yang sering bapak kunjungi"


"Apa?? Di pergi ke kamar nomor berapa?" Tanya Kaivan


"Di Lantai 25 kamar nomor 3000"


Shi*.....berani nya dia datang ke kamar Tristan saat aku tidak ada. Batin Kaivan


"Apa dia masuk ke dalam?" Tanya Kaivan


"Iya pak, dengan pria sama yang datang ke kamar Hotel nya yang membukakan pintu nya"


"Oke, kamu tetap awasi dia." Ucap Kaivan lalu memutuskan sambungan telepon


Shi*.....Shi*.....Kamu benar-benar keterluan Tri. Sudah tidak berteman dengan nya tapi masih saling mengunjungi diam-diam tanpa sepengetahuan ku? kenapa dia datang saat aku tidak ada?? apa mereka memang janjian?? aaahh shi*...Oke..tunggu aku sampai di sana dan lihat apa yang akan aku lakukan pada kalian berdua. Batin Kaivan


πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga




Dijual Suamiku



__ADS_1


__ADS_2