Sebatas Formalitas

Sebatas Formalitas
BAB 14


__ADS_3

Malam hari nya Kivandra pergi ke rumah Kaivan. Setelah memasuki halaman rumah dia melihat Freya berjalan keluar rumah tampak sempoyongan.


Apa dia habis minum alkohol? Batin Kivandra


Kivandra turun dari mobil dan menghampiri Freya.


"Freya........." panggil Kivandra


Freya menoleh dan..........pingsan. Kivandra dengan cepat menolong nya.


"Hei........kamu pucat sekali. Badan nya juga panas" Kivandra menggendong Freya masuk ke dalam rumah.



Setelah mengompres Freya, Kivandra menelpon Kaivan.


Tut......tut......tut......nomor yang anda tuju....


"Shi*.....gak dijawab. Aku gak punya nomor Kak Tri lagi." Ucap Kivandra


"Apa dia tinggal sendiri?? Oh ya pak Security......."


Kivandra menemui Security.


"Pak....hanya bapak yang kerja di sini?" Tanya Kivandra


"Sama bibi Hana. Tapi, Bibi Hana masih pulang kampung" jawab Pak Nico


"Oh ya udah. Tolong beliin obat demam ya" pinta Kivandra


"Baik. Apa non Freya baik-baik saja?" Tanya Pak Nico


"Hmmm dia demam. Saya udah kompres kok untuk nurunin panas nya" jawab Kivandra


"Oh syukurlah ada kamu nak. Pak Kaivan jarang pulang ke rumah" ucap Pak Nico


"Hmmm pergilah beli obat nya" ucap Kivandra


Pak Nico pergi membeli obat dan Kivandra pun masuk ke rumah.


Kivandra menatap Freya yang terbaring di sofa dengan wajah pucat. Lalu kembali menelpon Kaivan yang lagi-lagi tidak dijawab.


"Shi*....." umpat Kivandra


Pak Nico masuk ke dalam rumah untuk memberikan obat kepada Kivandra.


"Makasih ya pak" ucap Pak Nico


"Maaf, kalau boleh tahu kamu siapa? Teman nya non Freya?" Tanya Pak Nico


"Saya adik Pak Kaivan" jawab singkat Kivandra


"Oh maaf-maaf pak. Saya tidak tahu" ucap Pak Nico


"Panggil Kivandra aja." Ucap Kivandra


"Mmmm apa den Kivandra mau bertemu dengan Pak Kaivan?" Tanya Pak Nico


"Hmmm." Kivandra mengangguk


"Pak Kaivan jarang pulang. Kasihan non Freya. Apa den Kivandra tidak bisa temenin non Freya?" Ucap Pak Nico

__ADS_1


"Hmmm??? Saya akan telepon Pak Kaivan. Bapak tidak perlu khawatir" ucap Kivandra


"Oh baiklah. Semoga saja Pak Kaivan pulang. Saya permisi dulu" ucap Pak Nico


Sebenar nya Kakak di mana sih? Gak jawab telepon ku. Batin Kivandra


Freya perlahan membuka mata nya dan kaget melihat Kivandra.


"Ka....kamu ngapain di sini?" Tanya Freya


"Minum obat dulu" Kivandra memberikan obat pada Freya.


Freya pun meminum obat nya.


"Aku mau ketemu Kak Kaivan dan kamu pingsan di halaman rumah" ucap Kivandra


"Oh makasih ya dan maaf ngerepotin. Kaivan tidak akan pulang sebaik nya kamu pulang juga" ucap Freya


"Hmmm Pak Nico sudah memberitahu ku kalau suami mu jarang pulang." Ucap Kivandra


"Hmm kamu pasti sudah tahu jawaban nya kenapa dia jarang pulang. Kamu pulang lah sekali lagi terimakasih" ucap Freya bangkit dan hendak pergi tapi tubuh nya masih lemah sehingga hampir jatuh tapi Kivandra menolong nya.


"Tubuh kamu masih lemah. Apa kamu sudah makan??" Tanya Kivandra


Freya menggelengkan kepala nya.


"Ayo......" Kivandra mengajak Freya ke dapur tapi Freya menolak.


"Aku gak lapar. Kam....." Kivandra menggendong Freya membawa nya ke dapur.


"Hei......kamu apa-apaan sih. Turunin aku" ucap Freya


"Hmmm kakak ipar hanya formalitas saja jadi kamu tidak perlu begitu" ucap Freya


"Pernikahan itu sakral walaupun hanya formalitas bagi kalian tapi kalian sah suami istri. Lagian kenapa juga kamu menyukai kak Kaivan? Banyak pria baik di luar sana" ucap Kivandra


"Oh berarti kamu mengakui Kaivan tidak baik?? Hmmm kamu benar. Dia benar-benar jahat" ucap Freya


"Dia baik kok. Sangat baik. Kalau gak baik mana mungkin dia mengambil semua tanggung jawab yang diberikan papa." Ucap Kivandra


"Hmm memang darah lebih kental dari pada air." Ucap Freya


❤🤍❤🤍❤🤍❤🤍


Freya sudah tidur di kamar nya. Setelah panas nya menurun Kivandra pulang ke rumah nya. Sesampai nya di rumah Mama Hesty menunggu nya di ruang tamu sampai ketiduran.


"Mama......" Kivandra membangunkan Mama Hesty


"Eh nak. Kamu udah pulang. Kamu dari mana saja?" Tanya Mama Hesty


"Aku dari rumah kakak." Jawab mama Hesty


"Emang Kaivan nya ada di rumah?" Tanya mama Hesty


Kivandra menggelengkan kepala nya.


"Hmm dia jarang pulang nak." Ucap mama Hesty


"Emang nya dia tidur di mana ma? Kasihan istrinya sendirian. Lagi sakit pula" tanya Kivandra


"Dia tidur di apartemen bersama pacar nya. Tunggu.....Freya sakit?" Tanya mama Hesty

__ADS_1


"Hmmm tapi udah minum obat. Maka nya aku baru pulang, Kak Kaivan tidak menjawab telepon ku dan asisten rumah tangga sedang pulang kampung" jawab Kivandra


"Ohhhh untung kamu datang ke sana. Freya sudah mama ajak tinggal bersama mama tapi dia menolak" ucap Mama Hesty


"Hmm dia kaya nya keras kepala. Bahkan menolak untuk makan. Tapi aku memaksa nya" ucap Kivandra


"Hhehehe sama kamu juga. Keras kepala" ucap mama Hesty


"Gaklah beda. oh ya di mana apartemen yang mama maksud?" tanya Kivandra


"mama juga gak tahu. Papa kamu tahu nanti mama akan tanyakan pada papa" jawab mama Hesty


"Oh okey. mmm mama punya nomor telepon Kak Tri?" tanya Kivandra


"gak ada. papa seperti nya punya" jawab Mama Hesty


"hmmm papa sungguh tahu semua nya. ya udah Aku ke kamar dulu, mama tidur juga di kamar jangan di ruang tamu" ucap Kivandra


"Iya nak" ucap Mama Hesty


Kaivan benar-benar ya. Istri nya lagi sakit dia gak tahu. Malah adik nya yang merawat Freya. Batin Mama Hesty


❤❤❤❤❤❤


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga




Dijual Suamiku



__ADS_1


__ADS_2