Sebatas Formalitas

Sebatas Formalitas
BAB 55


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Kaivan sudah bisa pulang dan menemui Tristan di apartemen.


Sebelum membuka pintu Kaivan diam sejenak untuk mempersiapkan diri bertemu dengan Tristan yang belum ditemuinya.


Ting....pintu apartemen terbuka. Perlahan Kaivan melangkah menuju ruang tamu dan melihat Tristan yang tidur di sofa.



"Kenapa dia tidak tidur di kamar?" Ucap Kaivan


Kaivan ke kamar dan melihat ranjang yang tertata rapi.


"Apa dia selalu tidur di sofa jika aku tidak ada?" Ucap Kaivan


Perlahan Tristan membuka matanya. Matanya langsung terbuka lebar saat melihat sosok Kaivan.


"Ka....Kaivan...." ucap Tristan dan duduk.


"Hmm. Apa aku membangunkan mu?" Tanya Kaivan


"Oh gak kok" Tristan menggelengkan kepalanya.


"Lama kita tidak bertemu ya" ucap Kaivan


"Hmm. Ak aku mau mandi dulu" ucap Tristan


"Hmm" Kaivan mengangguk


Sambil menunggu Tristan selesai mandi, Kaivan membuat sarapan untuk Tristan.


Setelah mandi mereka sarapan bersama dengan suasana canggung.


"Makasih untuk sarapan nya." ucap Tristan


"Hmmm" Kaivan mengangguk


"Ap....apa kamu baik-baik saja? Udah sembuh total kan?" Tanya Tristan


"Hmm aku udah sembuh makanya diizinin dokter untuk pulang" jawab Kaivan


"Syukurlah" ucap Tristan


Ting.....pintu apartemen terbuka.


Kaivan kaget karena ada yang tahu password nya selain dirinya dan Tristan.


"Morning Beb........." ucap seseorang


"Tri.....kamu......" Kaivan tidak bisa melanjutkan ucapan nya dan langsung menghampiri orang yang datang itu.


"Owwwwww kamu udah sembuh ternyata" ucap Daniel


Kaivan mengambil nafas dengan tenang lalu bertanya pada Tristan.


"Bisa kamu jelaskan pada ku sekarang Tristan Jutamas" ucap Kaivan menahan emosinya.


"Ma...maafkan aku. Aku mau kita.......putus." ucap Tristan


"Kamu udah dengar kan?? P U T U S" ucap Daniel dengan gaya meledek


"Tri....ka......"


"Maafkan aku" potong Tristan lalu dia berlari keluar apartemen meninggalkan Kaivan dan Daniel.


"Kamu kalah Kaivan Hirunkit." Ucap Daniel lalu keluar juga menyusul Tristan.


Kaivan menjatuhkan tubuh nya di sofa.


"Apa aku sedang bermimpi??? Tri mau putus dengan ku dan memilih pria itu?? Shi*......" ucap Kaivan. Air mata membasahi pipinya.

__ADS_1


"Aku yang harusnya minta putus pada mu Tri......aku harusnya yang marah, ak....aku.......apa salah ku???" Ucap Kaivan


💙❤💙❤💙❤


Kivandra baru pulang dari kantor dan langsung menuju kamar Kaivan. Tapi Kaivan tidak ada, dia pun menanyakan keberadaan Kaivan pada mama Hesty.


"Mah, Kakak di mana? Kok gak ada di kamar nya?" Tanya Kivandra


"Dia dari rumah sakit langsung menemui Tristan. Sampai sekarang belum balik. Dia pasti akan tidur dengan nya dan Tristan juga akan merawat nya" jawab Mama Hesty


"Ohh. Ya udah, aku menemui Kak Kaivan dulu" ucap Kivandra


"Vandra.....bukan nya kamu akan mengganggu mereka? Kalau kamu datang sekarang?" Tanya Mama Hesty


"Gak kok mah. Aku pergi sekarang" jawab Kivandra lalu pergi.


Dalam perjalanan Kivandra menelpon Kaivan. Telepon pertama dan kedua tidak ada jawaban setelah ketiga kalinya seseorang menjawab telepon Kivandra.


"Hallo, kamu di mana? Dia apartemen kak Tri?" Tanya Kivandra saat sambungan telepon tersambung


"Maaf pak Kivandra, ini saya Arm. Saya sekarang berada di depan Bar xxx bersama Pak Kaivan" ucap Arm


"Apa??? Oke saya ke sana sekarang" ucap Kivandra lalu memutuskan sambungan telepon.


10 menit kemudian Kivandra sudah berada di Bar tempat Arm mengatakan nya.


Arm keluar dari mobil setelah melihat kedatangan mobil Kivandra.


"Saya hendak mengantar Pak Kaivan di rumah" ucap Arm


"Kamu kenapa bisa ada di sini bersama nya?" Tanya Kivandra


"Pak Chandra menyuruh saya untuk mengawasi pak Kaivan. Takutnya terjadi apa-apa dengan kondisinya karena sebenarnya dia tidak diizinkan Pak Chandra untuk keluar tapi karena pak Kaivan memakasa akhirnya pak Chandra menyuruh saya untuk mengawasi nya" jawab Arm


"Ohhh. Kenapa dia kamu biarkan mabuk? Ha? Dia masih sakit. Trus apa dia dari apartemen Tristan?" Tanya Kivandra


"Maaf pak Kivandra. Saya tidak bisa melarang nya untuk minum dan ya pak Kaivan ke apartemen Tristan. Saat Tristan dan Daniel keluar dari apartemen tak lama Pak Kaivan keluar juga dan langsung ke bar" jawab Arm


"Iya pak. Sekarang Pak Aldi sedang mengikuti Daniel" jawab Arm


"Oke makasih kamu udah jagain kak Kaivan. Ohya suruh Pak Aldi menelpon saya untuk melaporkan soal Daniel" ucap Kivandra


"Baik pak" ucap Arm


"Sekarang bantu saya membawa kak Kaivan ke mobil saya" ucap Kivandra


"Iya pak" ucap Arm


❤💙❤💙❤💙


Bruukkkkkk Kivandra menjatuhkan Kaivan di ranjang lalu menyelimutinya.



"Sebenarnya apa yang terjadi kak?? Kenapa kamu sampai mabuk seperti ini? Pasti ada hubungan nya dengan Daniel. Shi*.....kenapa bisa Daniel ada juga di apartemen kak Tri??" Ucap Kivandra


Sebelum keluar dari kamar Kaivan, Kivandra mengganti baju Kaivan terlebih dahulu karena bajunya yang bau alkohol.


"Kamu harus menjelaskan pada ku Kak, apa yang sebenarnya terjadi. Aku pasti akan memberikan pelajaran pada orang yang menyakiti mu termasuk Tristan brengsek" ucap Kivandra.


Ceklek......Kivandra sudah selesai mandi.


Kring.....kring....kring.....ponsel nya berdering.


"Hallo" ucap Kivandra


"Hallo pak Kivandra. Saya Aldi" ucap Pak Aldi


"Oh iya-iya" ucap Kivandra

__ADS_1


"Mm apa pak Kivandra tidak sibuk?? Saya di depan rumah pak Kivandra. Saya ingin melaporkan secara langsung soal Daniel" ucap pak Aldi


"Oh ya ya ya. Saya keluar sekarang" ucap Kivandra lalu memutuskan sambungan telepon


Kivandra buru-buru memakai baju lalu menemui Pak Aldi yang sedang menunggu nya.


"Maaf ya saya lama" ucap Kivandra


"Oh tidak apa-apa pak" ucap Pak Aldi


"Hmm ada apa dengan pria brengsek itu?" Tanya Kivandra


"Saya mengikuti Daniel yang menyusul Tristan saat Tristan keluar dari apartemen. Dan....ini pak, saya mengambil video nya walaupun gak terlalu bagus kualitas nya" jawab Pak Aldi


"Hmm tak apa. Yang penting terdengar jelas apa yang mereka bicarakan" ucap Kivandra


"Iya pak. Ini....." Pak Aldi memberikan ponsel nya pada Kivandra


DANIEL DAN TRISTAN


"Maafkan aku Kaivan.....maafkan aku...hiks.....apa kamu puas brengsek" ucap Tristan


Daniel ingin memeluk Tristan tapi langsung didorong Tristan.


"Jangan menyentuh ku brengsek" ucap Tristan


"Hmm oke sorry. Tapi aku senang kamu udah putus dengan Kaivan. Oh My God......aku sangat senang melihat ekspresinya tadi saat kamu bilang mau putus dengan nya. Hahahahahahahaha ingin sekali aku memotretnya. Hahahah" ucap Daniel


"Kamu benar-benar jahat Daniel. Dasar brengse*, baj*ngan" umpat Tristan


"Maki aku sepuasmu. Yang penting kamu sekarang milik ku Tristan Jutamas" ucap Daniel


💔💔💔💔💔💔


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga




Dijual Suamiku


__ADS_1



__ADS_2