Sebatas Formalitas

Sebatas Formalitas
BAB 31


__ADS_3

Tok.....tok....tok.....


Ceklek........pintu terbuka


"Freyaaaaaa" ucap Papa Prabu


"Papa......." Freya memeluk Papa Prabu


"Freya?? Apa aku tidak salah dengar?" Ucap mama Misna dari dapur.


"Mah......mama.......ada Freya" teriak Papa Prabu


Mama Misna pun buru-buru keluar dari dapur.


"Freya......" Mama Misna memeluk Freya dengan erat.


"Kamu datang dengan siapa nak?" Tanya papa Prabu


Freya menguraikan pelukan nya.


"Sendiri pah. Aku diantar sama supir, tapi supir nya udah pergi" jawab Freya


"Ayo duduk dulu" ucap Mama Misna


"Emang Kaivan tidak ikut dengan mu?" Tanya Papa Prabu


"Apa dia sibuk?" Tanya mama Misna


"Iya mah, pah, Kaivan sibuk maka nya tidak bisa ikut dengan ku. Tapi Kaivan mengirim salam dan minta maaf karena tidak bisa datang" jawab Freya


"Oh gak apa-apa toh dia memang sibuk." Ucap Papa Prabu


"Kamu istrahat aja dulu, sebentar lagi makanan udah siap. Kamu pasti udah lapar" ucap Mama Misna


"Aku bantu mama aja" ucap Freya


"Gak usah nak. Kamu istrahat aja pasti capek juga kan" ucap Mama Misna


"Iya, biar papa yang bantu mama. Gih kamu ke kamar" ucap papa Prabu


"Ya udah. Aku ke kamar dulu" ucap Freya


Ceklek......Freya menutup pintu dari dalam lalu dia menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang.


"Sebenar nya apa yang direncanakan papa Chandra memisahkan kami seperti ini?? Hmmm" ucap Freya


💙❤💙❤💙❤💙❤


sebuah Mobil berhenti di depan rumah Freya.


Seseorang turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Freya.


Tok......tok.....tok......


"Siapa ya? Biar papa bukain" ucap papa Prabu


Ceklek.....pintu terbuka.


"Mmm Freya nya ada?"


"Oh ada. Maaf dengan siapa ya?" Tanya Papa Prabu


"Saya teman nya Freya Om"

__ADS_1


"Oh silahkan masuk. Saya panggil Freya dulu" ucap Papa Prabu


Tok.....tok....tok......Freyaaaa panggil Papa Prabu


Ceklek........"Makanan nya udah siap pah?" Tanya Freya


"Hmmm tapi ada tamu yang datang. Kata nya teman mu" jawab Prabu


"Teman ku?" Tanya Freya memastikan


"Iya, seperti nya teman kamu dari Kota. Soalnya papa baru melihat nya. Dia ada di ruang tamu sekarang" jawab Papa Prabu


"Ya udah. Aku temui dia dulu" ucap Freya


.


.


"Tri......." Freya kaget dengan kedatangan Tristan di kampung halaman nya.


"Hai......" sapa Tristan


"Kamu tahu dari mana rumah ku?" Tanya Freya


"Kan kamu pernah bilang. Yaa aku bisa tepat karena siapa sih yang gak kenal kamu sekarang? Ya kan?" Jawab Tristan


"Freyaaa" Mama Misna dan papa Prabu menghampiri Freya di ruang tamu.


"Mah, pah, ini Tristan teman kampus ku. Dia juga wisudah sama-sama dengan ku tapi gak sempat aku kenalin sama mama dan papa" ucap Freya


"Tristan tante, om" ucap Tristan lalu bersalaman dengan Mama Misna dan papa Prabu


"Ya udah. Makanan udah siap, kita makan sekarang ya. Ayo Tristan, kamu juga pasti lapar" ucap Mama Misna


"Iya pah" ucap Freya


Setelah selesai makan, Freya dan Tristan ngobrol di ruang tamu.


"Aku udah tahu apa yang terjadi. Tante Hesty yang memberi tahu ku." Ucap Tristan


"Kamu sempat ketemu dengan Kaivan atau Kivandra?" Tanya Freya


"Tidak. Aku bangun tadi pagi sudah ada orang yang berdiri di depan pintu apartemen ku. Padahal aku mau menemui Kaivan di bandara sebelum dia pergi ke London. Tapi apa?? Jangan kan pergi ke Bandara keluar Apartemen aja gak bisa" jawab Tristan


"Trus gimana cara nya kamu bisa sampai di sini?" Tanya Freya


"Aku minta tolong sama teman di sebelah kamar ku untuk mengajak para penjaga itu keluar sehingga aku bisa keluar dan berhasil deh. Maka nya aku sampai di sini" jawab Tristan


"Eh kamu punya ponsel gak? Ponsel kamu gak diambil mereka kan?" Tanya Freya


"Taraaaaaaa" Tristan mengeluarkan ponsel nya.


"Aku diberi tahu mama Hesty untuk mengeluarkan SIM card ku sebelum mereka meminta ponsel ku. Dan dalam perjalanan ke sini aku membeli ponsel baru. Jadi,......" Tristan menggantung ucapan nya


"Jadi, Kaivan bisa menghubungi mu?" Tebak Freya


"Yes.....Karena dia hafal nomor ku" jawab Tristan


"Aaaaaahhhh syukurlah" ucap Freya


"Hmm kalau udah sampai pasti Kaivan akan menghubungi ku dengan begitu kamu bisa bicara juga dengan Kivandra" ucap Tristan


"Hmn kita tunggu saja Kaivan menghubungi mu" ucap Freya

__ADS_1


"Ya aku pasti akan menunggu nya. Aku sangat berterima kasih sama Tante Hesty sudah memperingatkan ku soal SIM card. Kalau tidak habisss kita" ucap Tristan


"Hmm mama sudah membantu kita" ucap Freya.


Kertas yang diselipkan Kivandra pada mama Hesty sebelum dia berangkat ke Bandara adalah agar mama Hesty memberitahu Tristan soal SIM card tersebut.


Kivandra sudah memprediksi bahwa Tristan juga akan ada yang mengawasi dan tentu nya ponsel nya akan di sita.


Mama Hesty yang mengerti perasaan mereka hanya bisa membantu seperti itu. Kalau untuk membujuk Papa Chandra pasti papa Chandra tidak akan mendengarkan mama Hesty.


💙❤💙❤💙❤💙❤


Di London.


Kaivan dan Kivandra bekerja sama agar bisa membeli ponsel sehingga bisa menghubungi Tristan dan Freya tanpa sepengetahuan para bodyguard mereka.


Saat bertemu dengan klien, Kaivan meminta tolong pada asisten klien nya Laura untuk membelikan dua ponsel dengan SIM card nya Kaivan bermohon agar saat memberikan ponsel itu pada nya harus tanpa sepengetahuan siapa pun termasuk atasan nya.


Mereka akan bertemu kembali besok dan itu adalah kesempatan Laura untuk membelikan Kaivan ponsel dan akan diberikan besok hari juga.


"Ah aku tidak sabar kak, besok" bisik Kivandra pada Kaivan saat mereka dalam perjalanan kembali ke Hotel.


"Hmm aku juga." Ucap Kaivan


🖤🤍🖤🤍🖤🤍


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga




Dijual Suamiku



__ADS_1


__ADS_2