Sebatas Formalitas

Sebatas Formalitas
BAB 9


__ADS_3

Hari kuliah setelah libur semester tiba, Freya dan Kaivan serta Pak Chandra dan Ibu Hesty mengantar orang tua Freya naik mobil pulang ke kampung mereka.


"Hati-hati ya pak Prabu, Ibu Misna" ucap Ibu Hesty


"Iya bu Hesty. Kami titip Freya" ucap Ibu Misna


"Hmm pak Prabu dan Ibu Misna tidak perlu khawatir." Ucap Ibu Hesty


Setelah kepergian Pak Prabu dan Ibu Misna giliran Freya berangkat ke kampus diantar Kaivan.


Selama perjalanan tidak ada percakapan di antara Freya dan Kaivan.


Setelah pernikahan Kaivan berubah drastis menjadi sangat dingin pada ku. Aku dan Kaivan tidak pernah tidur sekamar, dia selalu pulang pagi entah benar-benar bekerja atau tidak. Aku pun tidak berani bertanya. Bahkan hari ini aku dan Kaivan akan pindah ke rumah baru hadiah pernikahan dari mama Hesty dan papa Chandra.


Apa setelah pindah hubungan kami akan kembali seperti dulu?? Hmmm aku berharap bahwa Kaivan seperti ini karena capek dengan pekerjaan nya. Aku harus mencari kesempatan untuk menanyakan ada apa dengan nya sebenar nya.


Batin Freya


Mobil Kaivan sampai di gerbang kampus, semua mata menatap ke arah mobil Kaivan.


Kaivan turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Freya.


"Senyumlah" bisik Kaivan


Kenapa aku merasa dia seperti menyuruh ku berpura-pura bahagia?? Bukankah dia lebih tahu bagaimana perasaan ku sekarang??Β  Hmmm Freyaaaa berpikirlah posotif. Batin Freya


Cekrek......cekrek....cekrek.......suara kamera saling beradu memotret Kaivan dan Freya.


Nayra dan Neva menghampiri Freya.


"Selamat pagi pengantin baru..." ucap Nayra


"Tolong jagain Freya ya" ucap Kaivan


"Siaaaappp" ucap Nayra


Kaivan pun pergi setelah Freya masuk ke dalam kampus.


Kaivan yang mengantar Freya ke kampus pun menjadi berita utama di berbagai media.


"Wawwwwww kamu benar-benar beruntung mendapatkan suami seperti pak Kaivan" ucap Nayra


"Hmmm" Freya tersenyum tipis


Tristan menghampiri mereka bertiga. Seketika Nayra dan Neva saling memandang.


"Hai....." sapa Tristan


"Haiiii" sapa balik Freya


"Mmm sepertinya kalian berdua sudah bisa keluar dari kelas kami" ucap Tristan


"Dasar.....iya iya iya. Yuk Nayra. Sampai ketemu lagi ya Freya" ucap Neva lalu mereka pun meninggalkan Freya dan Tristan.


"Aku masih tidak menyangka kamu sudah menikah" ucap Tristan


"Hmmm" lagi-lagi respon Freya hanya tersenyum tipis.


"Are you okay?? Kenapa kamu tidak seperti biasa nya??" Tanya Tristan


"Oh aku.....aku hanya tidak enak badan aja" ucap Freya berbohong.


"Tidak enak badan? Apa Pak Kaivan tahu? Kenapa ke kampus kalau gak enak badan?" Tanya Tristan


"Mmm aku gak apa-apa kok. Aku ke toilet dulu ya" jawab Freya menghindari pertanyaan Tristan


Tristan mengambil ponsel nya lalu mengirim pesan pada Kaivan.


πŸ‘¨β€πŸ¦±: Van, kata Freya dia gak enak badan


Kaivan pun membalas chat Tristan.


πŸ‘¨β€πŸ’Ό: Dia baik-baik aja kok tadi


πŸ‘¨β€πŸ¦±: Apa aku suruh dia pulang saja?


πŸ‘¨β€πŸ’Ό: Gak usah. Dia baik-baik aja kok. Aku kerja dulu ya😘😘


πŸ‘¨β€πŸ¦±: Baiklah. Fighting😘😘


πŸ€πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€πŸ–€πŸ€


Pulang dari kampus Freya dijemput supir menuju rumah baru. Freya menelpon Kaivan tadi tidak dijawab oleh nya.


"Hmmmmm" Freya mengeluarkan nafas nya dengan kasar lalu memejamkan matanya.


Sore hari nya dia sudah bersiap mau pergi ke rumah Nayra. Sampai di ruang tamu Freya melihat ponsel di atas meja.

__ADS_1


"Bukankah itu ponsel Kaivan?" Freya mengecek ponsel nya dan benar milik Kaivan.


Terdiam beberapa detik Freya memutuskan untuk mengecek pesan Kaivan tapi tiba-tiba notifikasi pesan dari Tristan muncul.


"Cepat balik ya. Aku udah kangen😘😘"


Isi pesan nya.


Freya kaget membaca pesan nya.


"Mine" nama kontak pengirim pesan tersebut.


Freya tidak tahu bahwa pengirim pesan itu adalah sahabat nya sendiri.


Air mata Freya membasahi pipi nya, Kaivan melihat Freya memegang ponsel nya pun langsung mengambil nya.



"Siapa dia? Dengan nama Mine di ponsel mu?" Tanya Freya


"Nanti aku jelaskan. Sekarang aku harus pergi" jawab Kaivan


"Pergi?? Kamu mau pergi nemuin dia?? Tidak mungkin kamu kerja dengan pakaian seperti ini" ucap Freya


"Sebentar lagi ada pengurus rumah tangga dan beberapa security datang. Jangan kemana-kemana sebelum aku pulang" ucap Kaivan lalu ia pergi meninggalkan Freya


Freya hanya bisa menatap kepergian Kaivan. Dia lalu kembali ke kamar nya dan meluapkan rasa sedih nya.



Ting.......pintu apartemen terbuka. Kaivan berjalan ke kamar menemui Tristan.


"Freya membaca isi pesan mu" ucap Kaivan


"Apa???? Kok bisa??" Tanya Tristan


"Aku pergi ke toilet sebentar dan meninggalkan ponsel di meja ruang tamu. Aku gak tahu Freya akan keluar kamar nya" jawab Kaivan


"Trus??" Tanya Tristan


"Aku akan bicara dengan nya besok." Jawab Kaivan


"Dia pasti sedang menangis sekarang. Le...."


"Udah ya. Aku akan urus dia besok. Sekarang aku mau istrahat. CUP....." Kaivan memotong ucapan Tristan


Keesokan hari nya Freya sudah siap berangkat ke kampus, mobil Kaivan pun baru sampai di halaman rumah nya.


"Aku antar ya" tawar Kaivan


"Sekarang jelaskan siapa dia" ucap Freya


Kaivan menyuruh pengurus rumah tangga dan security pergi dari rumah nya dan bisa kembali siang hari. Dia tidak mau mereka melihat pertengkaran antara dia dan Freya.


"Okay. Sebelum nya aku minta maaf. Aku ga*" ucap Kaivan to the point


"Ap....apa?? Ga*??? Apa kamu sedang bercanda?" Tanya Freya


Kaivan menggelengkan kepala nya.


"Maaf. Aku menikahi kamu agar papa tidak mengganggu hubungan ku dan Tristan" jawab Kaivan


"Tristan???? Tristan siapa maksud kamu?" Tanya Freya


"Tristan Jutamas. Aku sudah lama menjalin hubungan dengan nya jauh sebelum dia pindah dari Amerika" jawab Kaivan


Plaaaaaaakkkkk tamparan mendarat di pipi Kaivan dengan sempurna. Lalu Freya memegang kerah Kaivan



"Brengsek, bajingan. Apa kalian merencanakan semua ini ha??????? Apa salah ku pada mu dasar bajingan" tanya Freya


"Salah kamu adalah mencintai ku Freya. Kalau kamu tidak mencintai ku, aku tidak akan memanfaatkan mu dan menjadikan pernikahan kita hanya sebatas formalitas saja" ucap Kaivan


"Kalau papa tidak mendesak ku menikah, semua ini tidak terjadi. Dan kamu tidak bisa lari dari ku Freya. Kamu akan terus menjadi Nyonya Hirunkit. Aku pernah membuat mu mabuk dan menandatangani surat kontrak bahwa kamu tidak akan pernah keberatan jika tahu siapa aku sebenar nya kalau tidak orang tua mu akan kena akibat nya" lanjut Kaivan


Freya hanya bisa mendengar ucapan Kaivan. Ingin rasanya dia memutar waktu dan menolak lamaran Kaivan.



"Pergi dari hadapan ku......aku mohon......" ucap Freya sambil menangis sesegukan lalu melepaskan tangan nya dari kerah Kaivan.


"Kamu gak usah ke kampus. Aku akan menelpon dosen untuk memberitahu kalau kamu belum bisa masuk hari ini" ucap Kaivan lalu dia berdiri dan meninggalkan Freya.


πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Tok.....tok....tok.....

__ADS_1


Freya membuka pintu kamar nya dan melihat sosok Tristan dan Kaivan.


"Apa kalian mau menertawakan aku menemui ku para pria brengsek?" Tanya Freya


Tristan langsung memeluk Freya.


"Maafkan aku. Seharusnya bukan kamu di posisi ini" ucap Tristan


Freya mendorong Tristan lalu menampar nya.


"Aku mau kamu segera pindah kelas. Oh tidak biar aku saja yang pindah kelas." Ucap Freya


"Ak....aku sudah pindah kelas kok. Aku tahu kamu tidak bisa sekelas dengan ku lagi" ucap Tristan


"Dan jangan pernah muncul dihadapan ku. Aku mohon pada mu" ucap Freya


"Bagaimana dengan Nayra dan Neva?? Apa yang akan kamu katakan pada mereka?" Tanya Tristan


"Aku tidak bisa punya sahabat dekat dengan pria selain wanita karena aku harus menjaga nama baik pria brengsek seperti Kaivan Hirunkit" jawab Freya


"Aku ada meeting 30 menit lagi. Kalian bica...."


"Pergi dari hadapan ku sekarang" potong Freya lalu menutup pintu dengan keras.


"Kaivan, dia pasti akan mengurung diri. Kita harus berbuat sesuatu agar dia bi...."


"Freya jangan lupa makan. Supaya kamu punya tenaga memaki ku." Teriak Kaivan


"Kaivan....." tegur Tristan


"Kamu gak usah khawatir. Dia pasti akan menerima keadaan nya. Tunggu saja." Ucap Kaivan


"Atau setidak nya suruh ART untuk memasak makanan kesukaan Freya dan membujuk nya untuk makan" ucap Tristan


"Iya-iya...." ucap Kaivan


Kring.....kring.....kring......ponsel Tristan berdering.


"Hallo Neva" ucap Tristan


"Kamu udah jenguk Freya?? Nomor nya masih gak aktif" tanya Neva


"Udah kok. Dia baik-baik saja. Kalian gak usah khawatir. Aku juga hanya sebentar menjenguk nya, kalian tahu kan status Freya sekarang." Jawab Tristan


"Oh syukurlah. Hmm iyaaaaa dia sekarang nyonya Hirunkit yang gak sembarang orang bisa bertemu dengan nya. Okay aku tutup telepon nya" ucap Neva


"Hmmm" sambungan telepon terputus.


❀❀❀❀❀❀


Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.


jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul




Hamil di Luar Nikah




Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)




Aku bukan Pelacur




Cinta Segi Tiga




Dijual Suamiku



__ADS_1


__ADS_2