sebuah cinta

sebuah cinta
siapa aku ?


__ADS_3

"rasanya telingaku panas, setiap hari selalu saja ada pertengkaran didalam rumah ini. heran saja, apa tidak bisa dalam sehari rumah ini tenang? pikirku sambil menutup muka dengan bantal . rasanya mau jalan lagi malam ini, sepertinya karaoke ok juga ! "


ku ambil hpku coba menghubungi my genks.


nyai dimana?


*nyai adalah panggilan kesayangan kami


malam ini tujuan kita kemana lagi ?


bosan dirumah, ayolah kita nongki atau karaoke ?


setelah mencoba mengechat kanis. sesaat ku lepas hpku , ku pejamkan mata, hanya untuk melepas kelelahan karna seharian berada di depan laptop kerjaku.


dan kini sudah 15 menit berlalu tapi masih belum dibalas juga,,


hmm,, barangkali tinggal saja dulu hpku,, rasanya pengen mandi,,seharian dikantor badanku jadi pegal. mungkin selesai mandi baru ada balasan jadi nanti bisa langsung otw. oh iya apa perang diluar sudah selesai ? suara mereka sudah hening.


ku tengok pelan-pelan sambil membuka pintu kamar.


hmm,, manusia ini. apa dia senang haa ?


omelku dalam hati melihat sesosok makhluk tidak berguna di depan tv.

__ADS_1


terus berjalan sambil mengintip lagi di ruang tengah dan memastikan aman , aku berlari kecil menuju kamar mandi yang berada dibagian belakang rumah ini, yah tepatnya di area dapur. rumah sederhana ini adalah peninggalan mendiang papa yang dia bangun sendiri. namun begitu kaki melangkah didapur dan melewati pintu kamar mama, ku lihat mama sedang menangis. dan seperti biasa aku tidak menanyakan ada hal apa lagi ? karna mungkin bukannya membantu keadaan tapi hanya membuat adu mulut antara kakak dan mamaku. belum lagi iparku yang bukannya melerai malah asyik tidur didepan tv.


.........


ku basuh badanku untuk melepaskan penat sambil mandi sambil berkhayal. khayalan yang selalu menari diotakku. entah kapan bisa kesampaian ?


kapan bisa pergi dari sini , pindah dan punya kehidupan lain diluar sana. lelah rasanya tapi , kasian mama kalau ku tinggal . hmm,, apa dia memikirkanku juga ? siapalah aku yang cuman seorang anak angkat. biar bagaimanapun dia kan anak kandung mama sementara aku bukan siapa-siapanya.


ada rasa perih jika terus memikirkan kalimat itu setiap hari .


..........


di kamar aku bergegas sesegera mungkin. sambil prepare tidak lupa ku tengok hpku apakah ada balasan dari chatku. dan benar saja baru mau buka lemari baju notifikasi hpku berbunyi.


aku ada di cafe XX . ku tunggu disini.


apa langsung check room sekalian dilantai atas ?


atau mau pesan makan dulu dicafe? balasnya


diroom sajalah ! aku ingin bersantai


makannya didalam room saja nyai, tunggu yah .

__ADS_1


balasku sekenanya sambil melempar hp ke kasur.aku pun bergegas memilih baju mana yang cocok untuk kupakai malam ini. tidak lupa make up adalah kewajiban penting bagi seorang wanita jomblo . mana tau bakal nemu calon pacar baru.


.......


30 menit prepare, mengecek apa ada barang yang tertinggal , make up sudah ok, tapi baru juga mau tutup pintu kamar mama sudah komplain.


kemana lagi ? tanya mama ketus


keluar sama kanis ma,,,,,jawabku melangkah tanpa berbalik meladeni mama.


kamu itu keluaaar terus, maiiin terus, tiiaap hari , tidak bosan ? kan mama sudah bilang,, kamu menikah saja supaya tidak ada lagi beban pikiranku. biar rumah ini saya jual, percuma ! tidak ada yang perduli,,,


mama terus bicara panjang lebar lagi seperti biasa. yang menurutku itu hal biasa bila moodnya sedang tidak bagus. ku percepat langkahku naik ke motor dan berlalu pergi. meninggalkan suara mama yang masih terdengar berceloteh hingga akhirnya tidak terdengar lagi.


memangnya mau nikah sama siapa ? laki-laki mana ? memang yah , selalu saja diriku yang kena imbasnya kalau habis perang. bukan tidak mau nikah tapi kan belum ada yang cocok dan bla..bla..bla.. pikiranku menerawang sambil membawa motor dan tidak terasa tiba di cafe XX diriku terus membatin dari parkiran sampai masuk cafe . tapi panggilan kanis membuyarkan pikiranku.


nyai, ayo sebelah sini,,sapa kanis sambil berjalan menuju room yang dipesan.


aku hanya bisa diam saja mengikuti dia dari belakangnya. kalau sudah begini rasanya jalan saja kemana hati senang. pulang juga tidak membuat duniaku berubah.


dan seperti malam-malam biasa kita berdua menghabiskan waktu bersama apalagi popon ikut juga malam ini. aaa,,,, makin ramai makin seru. kekompakkan kami menghabiskan malam seperti biasanya.


yah hanya malam sepertinya yang hidupku tunggu....

__ADS_1


__ADS_2