sebuah cinta

sebuah cinta
baby zhea arumi hiola


__ADS_3

Ku pandangi bayi mungil di pelukanku. Ku dekap iya dengan segenap hatiku. Tak ku sangka aku akan melahirkan seorang bayi mungil , lucu dan berparas cantik. Lama ku pandangi dirinya seolah bayiku mengerti dia memberi respon membuka matanya sesaat. lalu kemudian menggeliat sambil menutup nya kembali.


Kulitnya yang halus, pipinya yang tembem, bibir mungilnya yang indah, warna kulitnya yang cantik, rambut beserta bulu halus yang tumbuh di badannya, jari-jari kaki dan tangan yang imut.


Ya allah sungguh indah ciptaanMu yang Engkau titipkan pada rahimku. Dia sangat cantik. Aku suka kado terindah dari Mu. Terima kasih Ya rabb. Terima kasih atas semua yang Engkau beri di hidupku.


Aku sudah menyiapkan anakku sebuah nama panggilan mulai sejak dari usia kandunganku 6 bulan. aku mencari nama yang bisa mencerminkan harapan-harapan ku, nama yang akan menjadi syafaat bagi dirinya. Siapa tahu dengan sering nya nama itu di sebut kelak akan menjadi doa serta mukjizat untuk nya.


Aku menjatuhkan pilihan pada sebuah nama yang menurut ku indah. Maka ku beri saja dia nama panggilan yaitu baby " Zhea arumi hiola " Arti dari nama tersebut yaitu, Zhea berarti anak perempuan kami, arumi berarti sesuatu yang harum semerbak/mewangi, sedangkan hiola merupakan marga dari bapaknya yang berasal dari kota gorontalo. Jadi bila di gabungkan menjadi arti yang sangat cantik. Secantik parasnya.


Zhea arumi hiola atau anak perempuan kami keturunan hiola yang wangi nya harum semerbak. Ah,,, semoga dengan nama itu anakku akan di sayangi, disukai banyak orang. Semoga mewangi tadi akan mencerminkan perilakunya saat dewasa.


Zhea terlahir secara normal di salah satu klinik bersalin terhandal di kota ini. Dia di tangani oleh tiga bidan pembantu dan satu bidan ahli . klinik yang ku tempati ini terkenal memiliki bidan-bidan bertangan dingin. Di klinik ini tidak satu pun ibu yang melahirkan secara caesar. Semua pasien sangat di usahakan bisa melahirkan anaknya secara normal. Jika terlihat ada indikasi yang mengharuskan tindakan caesar maka, bidan sekaligus pemilik klinik sekaligus rumah ini akan membawa pasiennya langsung segera ke rumah sakit terdekat.


Termasuk aku, aku salah satu pasien yang melahirkan secara normal. zhea lahir pada tanggal 07 november 2017. Tepat di pukul 10.02 pagi. Dia terlahir dengan berat 3,1 gram dan panjang 50cm. Tentu saja aku tidak heran mengapa aku kewalahan saat proses lahiran berlangsung. Aku juga beruntung tidak ada sesi gunting menggunting yang di lakukan bidan. Zhea keluar dengan cara yang alami. Tanpa ada sobekkan di bagian perineum itu membuat ku terbebas dari jahitan pasca lahiran. Dengan proses yang mulus itu membuatku kurang dari 24 jam sudah bisa duduk normal seperti tidak terjadi apa-apa. Ada sih,,sedikit rasa perih yang ku rasa namun itu tidak mempersulit gerakanku saat jalan, duduk, mau pun berdiri.Tangan-tangan bidan disini memang sangat dingin sesuai dengan rumor beredar yang pernah ku dengar dari teman suamiku.


Tadi ketika bapaknya mengadzani anakku. Aku ikut berdoa kecil di dalam hati. Semoga lantunan suara adzan yang di bisikkan ke telinganya kelak akan menghantarkan zhea menjadi anak yang sholehah dan bermanfaat bagi orang di sekitarnya. Kelak aku ingin dia menjadi penerus sayap-sayap mimpiku yang telah patah. Dan aku berdoa semoga orang yang mengadzani anakku ini juga di limpahkan kesehatan serta rezeki yang luas. Biar bisa mewujudkan apa yang diimpikan zhea kelak.


Aku teringat lagi proses-proses ketika aku dan suamiku menunggu adanya kontraksi pada janinku. Kurang lebih sekitar dua hari dua malam aku berjuang untuk bisa melahirkan dengan proses normal. Saat itu aku tidak merasakan kontraksi atau satu pun tanda- tanda mau lahiran. padahal menurut bidan anakku sudah waktunya dilahirkan di lihat dari posisi kepala janin yang sudah masuk ke arah jalan lahir.


Selama menunggu mulailah terjadi drama di ruanganku. dari yang di wajibkan tidur harus miring kiri.  Tapi aku seenaknya tidur hadap kanan bila si bidan sudah pergi meninggalkan ku dari ruangan. Beberapa kali aku di pergoki tapi tetap ku lakukan. Rasa bosan dan sakit di belakangku membuatku tidak tahan tidur menghadap kiri lama.Konyolnya malah suamiku mengikuti kemauanku. Melihat itu si bidan memarahinya. Heheheh,,

__ADS_1


Penantian panjang yang memakan waktu yang cukup lama. Ternyata membuat suamiku ikut merasa deg degan juga. Siapa juga yang bisa tenang,,, bayangkan saja ketika tiga dari pasien baru yang masuk belakangan semua pasien itu sudah pada lahiran. sementara aku yang duluan masuk di rawat di klinik ini sejak dua hari lalu masih belum juga mengalami kontraksi.


Mengakali rasa deg degan penantian panjang lahiran tadi. Suami membelikan aku stok snack yang banyak. Kami memakan semuanya sembari bersenda gurau menertawai orang lain yang mengalami proses histeris saat lahiran, belum lagi rusuh-rusuh nya kita berdua bolak balik wc. Dia agak kerepotan menurunkanku dari tempat tidur. Selain karna aku susah bergerak. Keinginanku pipis sudah diujung tanduk. Kerusuhan itu sekali lagi membuat bidan menegur kami berdua.  Si bidan takut suara kami yang berisik bisa menganggu ketenangan bayi-bayi pasien lama yang sedang tidur.


Ketika pagi datang. Ad sempat rasa down  menghampiri perasaanku mendengar suara tangisan bayi milik pasien lain yang baru saja di lahirkan pagi itu di ruangan persalinan. Muncul perasaan patah hati menduga-duga kalau kehamilanku mungkin ada masalah. Tetapi karna suamiku terus menguatkan. membuatku terus mencoba cara-cara tips jitu lahiran normal yang diajarkan bidan padaku. Seperti Mencoba berjalan kaki kecil menelusuri halaman klinik ini, tidur menghadap kiri, terapi air putih yang banyak, serta menggosok belakang punggungku ke tembok. Semua ku lakukan berulang-ulang kali.


Akhirnya rangsangan itu berhasil. Saat aku berjalan kecil ke arah gerbang depan klinik rasanya perutku mulai mules tak karuan. Panik ku balik arah kembali menuju klinik. Merasa tidak sanggup akibat susahnya berjalan cepat maka ku panggil suamiku untuk memapahku jalan. Yang kurasa jalan saat itu seperti ada sesuatu yang menggajal di antara kedua kakiku. Membuatku tidak nyaman dan takut bayiku jatuh saat berjalan.


detik-detik kontraksiku pun muncul. Berjam-jam merasakan sakit. Berjuang di antara hidup atau mati. Gentingnya keadaanku kala itu membuatku bertumpuh hanya pada suamiku. Dan yang ku rasa suamiku berubah menjadi super hero sesungguhnya pada hari itu. Dia menemani setiap teriakan-teriakan kesakitan ku. Tanpa mengeluh dan marah. Dia berusaha menguatkan agar aku tidak menyerah. Bahkan dia menjadi bagian dari tim yang solid bersama para bidan-bidan membantuku saat proses mengedan. Pokoknya semua yang terjadi disaksikan suamiku secara live di depan matanya.


Aku bersyukur mempunyai suami kuat seperti dia.


selain suamiku tercinta tidak ada lagi kerabat atau keluarga yang menemaniku di ruangan persalinan. Mama mertua yang sedari tadi datang hanya duduk di luar menanti kabar gembira. Sementara mamaku tengah berada di kota makassar untuk liburan panjang sejak dua minggu yang lalu.


Mama mertuaku menyampaikan itu saat menyuapiku makan sesaat sebelum aksi heroik ketika aku jalan kecil di luar klinik tadi.


Proses persalinan zhea berjalan lancar jaya. Zhea terlahir dengan kondisi sehat sempurna tanpa kekurangan satu pun anggota tubuh. Saking speechlees nya melihat ada bayi yang ku lahirkan aku langsung menanyakan hal itu ke si bidan. Ada rasa takut sebenarnya ( efek minum tolak angin + obat maag) aku takut bayiku cacat fisik wkwkwkkwk,,,,


Sempat ku perhatikan air muka suamiku. Terlihat sekali raut wajah takjub disana ketika seorang bayi keluar dari diriku bermandikan cairan bercampur darah. Tapi raut mukanya berubah lagi saat dia melempar arah pada anakku. Raut mukanya berubah menjadi cemas. tindakan membolak balikkan badan zhea oleh bidan di responnya dengan mencoba memegang erat tanganku.


Aku sendiri tidak banyak bicara. Tenagaku melemah meski hanya untuk bertanya mengapa zhea di buat seperti itu. Dalam diam ku perhatikan gerakan-gerakan cekatan para bidan-bidan ini. Aku percaya mereka lebih paham dan aku berusaha meyakini bahwa semua akan baik-baik saja. Zhea ada di tangan yang tepat.

__ADS_1


Benar saja, ketika zhea di bolak balik kemudian di tidurkan di kaca penghangat bayi. suara zea akhirnya menggelegar di seluruh ruangan. meskipun hanya sekali teriakkan tapi kami semua tertawa senang. Bayiku hidup dan selamat. Barangkali tadi dia masih belum sadar telah dilahirkan ke muka bumi. Mungkin dia merasa tengah bermimpi bertemu orang tua nya. Hahahaha,,,


Kemudian ada lagi proses inisiasi menyusu dini atau disingkat menjadi imd. Prosesnya memakan waktu sekitar satu jam. Lamanya proses imd membuatku tertidur sejenak dengan posisi anakku berada diatasku.


Tapi Ketika terbangun anakku tidak lagi di posisi yang sama. ku cari keberadaan anakku. Melempar pandangan ke semua sudut ruangan. Ah,, ku pikir hilang atau jatuh ternyata zhea di pindahkan dan di letakkan di atas kasur lain. suamiku tengah sibuk membersihkan dan mengganti popok zhea.


Hal kecil ini menyadarkan aku bahwa bukan hanya di malam ini kami akan menjadi orang tua baru. Tetapi Akan ada malam-malam berikutnya. Jika ditanya apakah aku siap ? Aku tidak tau harus bersiap dari bagian mana. Aku hanya bisa berjanji menjadi seorang ibu yang berusaha dengan segenap hatiku untuk melakukan yang terbaik bagi anakku. Aku juga berjanji akan menjaga amanat dari Allah swt sebaik mungkin.


( ella/mama zea/ibu/umi )


.............


Ku pandang dengan seksama wajah istriku kala dirinya tertidur lelap. kusadari hari ini istriku sudah berusaha semampunya untuk melahirkan buah hati kami. Telah banyak tetesan darah yang dia keluarkan demi membiarkan anak kecilku lahir ke muka bumi ini. Aku bisa merasakan kini bagaimana perjuangan seorang ibu demi anak nya. Jauh dari sejak zhea di lahirkan di muka bumi. Istriku sebagai calon mamanya zhea adalah sosok ibu yang mencintai anaknya. Dia mencintai zhea jauh sebelum melihat wajah zhea di lahirkan di muka bumi ini.


Ada rasa sedih dihatiku mengenang masa-masa mengidam yang di alami istriku. Saat itu hanya hari-hari suram yang istriku jalani. Jujur aku merasa terlalu banyak bersalah padanya. Di hari suramnya aku tidak bisa stay 24 jam menjaganya. Istriku dengan berani mengambil resiko terburuk hanya untuk hidup bersamaku. Proses mengidamnya bagiku membuat dirinya terlihat seperti mayat hidup. Tetapi dia kuat menjalani hari-hari suramnya. ucapan maafku mungkin tidak bisa merubah semua kesakitannya. membuatku bingung harus memulai dari mana untuk minta maaf.


Melihatnya tertidur lemas dengan lengan yang di tusuk jarum infus setelah berjuang mati-matian dan mengeluarkan banyak darah. Membuatku yakin dialah wanita terpilih dari Allah swt yang akan melahirkan anak-anakku. Dialah istri yang senantiasa harus aku bahagiakan. Aku pun kembali menyadari dialah wanita terhebat kedua setelah mama. Jika mama yang telah berjuang melahirkanku maka istriku yang telah berjuang melahirkan anak-anakku.  jangan pernah ada yang aku kecewakan satu diantaranya.


Tekadku saat ini cuman satu. Aku akan berjanji tidak akan pernah lelah untuk menafkahi juga menjamin hidup keluarga kecilku. Aku ingin Kelak sesuap makanan yang istriku suapkan pada anak-anakku akan di aliri titik-titik air keringatku juga. menyatu dengan darah istriku yang telah dia korbankan. Air kehidupan itu akan mengaliri anak perempuan ku. Insya allah akan memberkahi perjalanan hidupnya kelak.


dia akan menjadi wanita yang hebat ketika dewasa. Sehebat ibunya, sehebat neneknya.

__ADS_1


Anakku sayang,, terima kasih telah hadir di antara kami berdua. Karenamu mama dan papa bisa bersatu. Anakku jadilah engkau orang yang disayangi oleh orang-orang disekitarmu. semoga cita-citamu tercapai dan tidak merasakan lagi rasa kesusahan yang pernah kami alami. Aamiin yaa rabal alaamiin.


Ku cium kening istriku dan ku usap pipi anakku. Bagiku hari ini adalah hari bersejarah kedua setelah hari pernikahanku. Yang tidak akan pernah ku lupakan sampai aku tutup usia...... ( zul/papa zhea/ayah/abi )


__ADS_2