sebuah cinta

sebuah cinta
seorang ibu, seorang ayah dan seorang nenek.


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan pukul 2 malam. tetapi zhea belum juga tertidur. matanya masih terang terjaga. sedari tadi sudah seribu gaya ku lakukan untuk menina bobokkannya tapi tidak berhasil. matanya terus saja terbuka. mungkin ini efek karna siang tadi dia tertidur lama. alih-alih menidurkan justru aku yang mulai merasa lelah dan mengantuk.


nak,, ayoo bobo,, ini sudah jam berapa loh,,


ku bujuk zhea dengan tanganku sambil tetap mengayunnya di dalam ayunan. kulantunkan lagu tidur legend yang entah sudah berapa kali ku ulang-ulang. sambil bersenandung juga sambil menutup mata yang tidak lagi bisa ku tahan.


zheaa,,, boboo,, ohhh,, zheaa,,, boboo,,


kalau tidak bobooo,, di gigit nyamuk,,


bobooo,,lahh,,boboo,,zhea kuu sayaaangg,,


kalau tidak bobooo,, di gigit nyamuk,,,,


mataku sudah mulai tak kuat lagi menahan. segera ku turunkan zhea dari ayunannya. lalu ku coba mengambil hp untuk menghubungi abi.


assalamualaikum,, bi,,,


dimana ? belum pulang ?,,,,


umi sudah ngantuk ini,,, ketikku di chat wa


iya sedikit lagi mi,,.saabar,,


balasnya segera


hmm,, jangan lama-lama bi,,


ku pandangi zhea dengan kesal. dia masih juga terjaga diatas kasur miliknya.


ya allah anak ini belum tidur juga. apa ku biarkan saja ? abi juga pulang kok lama sih. setiap hari begitu.


kedongkolan di dalam hatiku yang selalu saja ditinggal abi kerja ku bawa terlelap. ku biarkan zhea sendirian.


karna jika seandainya ku paksakan menjaganya dengan kondisi mataku saja yang sulit untuk ku buka. maka akan memicu emosi. aku tak mau menyakiti bayiku.


.............


ngoee,ngoeeeee,,,, ngoeeeeeee,,,,


suara tangisan zhea menggelegar di kamarku. mama berlari dari kamarnya menuju kamarku. mengecek kenapa zhea menangis hebat.


llaa,,


ehh,,


anakmu ini nangis nak. sudah kasih susu kah ? panggil mama mertuaku membangunkanku


hmm,, sudah tadi ma, jam berapa ini ? jawabku segera ketika sadar tertidur lama


jam 3 kayaknya kenapa ?


ohh,,, tidak kenapa ma. zul belum datang ?


belum tuh,, sambung piket pagi mungkin?


ahh tidak kok, dia tidak bilang apa-apa tadi.


oh ya sudahh ,,, sini mama puk puk pantat zhea.


mama kemudian menggendong zhea dan mencoba menidurkannya. segera ku gunakan kesempatan itu untuk tidur kembali.


mumpung mama jagain zhea. aku tidur saja,,


sebentar lagi baru bertarung. yang penting aku sempat tertidur.


..............


mii,,, miii,,,, panggil abi. dia mencoba menepuk pipiku

__ADS_1


hmmm,, yahh?


eh,, sudah pulang? jam berapa ini ?


jam 4 subuh mi,,


ha ??? kenapa baru pulang ?


baru ada yang ganti piket makanya baru bisa pulang.


mi,, itu anakmu sudah minum susu ?


hmm,, belum. sudah boleh di kasih lagi kayaknya. sudah jam 4 kan ?


berapa sendok susunya ? biar abi bikinkan


satu sendok di 20ml,,


jawabku mencoba mengingat-ingat. otakku masih lambat merespon akibat baru bangun tidur. setelah ku jawab abi segera mengambil stok dot bersih yang ku simpan di atas lemari. kemudian membuat susu dan memberikan lagi padaku. dan aku segera menyodorkan susu itu ke mulut zhea.


kata bidan bila asi seret coba berikan susu pendamping per 2 jam. karna, asiku memang seret pasca lahiran. maka ku ikuti sarannya. tapi itu tidak berarti membuatku berhenti mengAsihinya. abi tetap menuntut aku harus memberi walau sedikit. jadi ku putuskan untuk mempumping asi bila ada celah kesempatan. agar zhea bisa merasa asi ibunya juga merasa kenyang menyusu dengan susu formula.


.............


abi,, umi lapar,,,


umi belum makan?


malas bi, umi bosan menunya itu-itu saja.


ya sudah beli mie instan di masak dengan telur saja. nanti abi belikan,,,


ha? mie instan ? bisa marah mama. dari kemarin umi tidak di kasih mama loh,, makan yang aneh-aneh. katanya asi jadi bau dan tidak bagus buat perut bayi.


nanti abi masak,, abi bawa ke kamar,, umi ikut makan,, tapi jangan bilang mama.


oh ya sudah,, cepat sana,, umii laapaar,,


.......


mi,,,, ada kang ice cream lewat. umi mau ?


iyaaa,, mauuuu,,, abi pinter deh,, pas cuaca lagi panas begini.


abi kemudian keluar kamar membeli yang dia tawari tadi. agak lama juga ku tunggu abi kembali ke kamar. tapi belum ada muncul batang hidungnya membawa ice cream. penasaran maka ku susul abi keluar kamar. memastikan apa ice creamnya jadi di beli atau tidak.


abii,, mana??


masaa,, dia mau kasih kamu ice cream lla,, kan tidak boleh yah,, bisa flu nanti anakmu.


jawab mama memotong pertanyaanku pada abi.


mana ku tau ma,,, jawab abi singkat.


kalau semua tidak bisa di makan. yah bunuh saja aku sekalian. jawabku ketus lalu masuk ke kamar dan mulai menangis.


abi pun menyusul dan mencoba menjelaskan padaku maksud baik mama.


mi,,, kenapa lagi ?


umi mau ice cream bi,,


nanti zhea jadi flu. kan dia masih ***** ke umi juga,,


mitos itu abi,, percaya saja,, umi yang siksa.


iya,, tapi tidak enak sama mama,, nanti lain kali abi belikan yah,,


aku mendengar itu tak mau menjawab. yang kulakukan hanya terus menangis kecil di kamar. karna kekesalanku pada mama selama beberapa hari ini. batasan yang mama buat terlalu mengada-ada membuatku tersiksa. tersiksa sebab mulutku sulit membantah. baru tadi ku lakukan itu pun refleks .

__ADS_1


aku yang menangis selama beberapa jam membuat abi berbicara singkat, padat dan jelas. dan itu bukannya membuatku lega malah aku merasa tersudut.


umi,, jangan menangis. jangan membuat abi harus memilih antara umi dengan mama. karna dua-duanya abi sayang. tidak bisa abi memilih. lagi pula mama seperti itu karna sayang sama umi dan zhea,,,


ucapannya ku dengar tanpa membantah. air mataku belum bisa ku hentikan. ku ratapi hari-hariku yang suram. tangisanku ku hentikan kala zhea terbangun.


selama tiga minggu di rumah mama pasca lahiran. rasanya aku ingin pulang ke kost. entah mengapa aku tidak merasa nyaman disini. apalagi abi sering sekali meninggalkan ku kerja. kadang dari pagi ke pagi. kadang dari sore ke malam. tak ada teman bicara hanya tangisan zhea yang kini mulai ku hafal.


selain rasa yang tidak nyaman ku rasakan. aku juga merasa tidak ada yang mengerti aku. aku tidak pernah sama sekali membangun komunikasi banyak dengan mama apalagi bapak. itu kulakukan hanya bila ada yang ku perlu. jujur saja perasaan tertekan terus terngiang-ngiang di otakku. membuatku takut walau hanya sekedar bergerak. apalagi memaksakan duduk di ruang tv sekedar ngobrol biasa bersama mereka. itu sangat mustahil terjadi.


aku tidak pernah berharap lebih. semenjak aku tahu pernikahan kami pernah di tentang oleh orang tua abi. semenjak itu pula ku buat dinding pembatas yang tinggi. bukan karena membenci tetapi aku cukup tahu diri mengharapkan kasih sayang mertuaku yang jelas-jelas tidak memilihku. cukup sekali aku merasakan sakit hati. jangan lagi, sekalipun terjebak disini aku tidak mau berharap hanya untuk merasakan sakit yang sama.


aku sudah banyak belajar tentang kekecewaan semenjak aku di besarkan di rumahku dulu. bagiku jika itu terjadi lagi bahkan untuk kesekian kalinya di rumah ini. setidaknya perasaanku tidak sesakit itu. kalimat harapan-harapan itu sudah sejak lama ku buang jauh dari diriku. saat ini aku hanya merasa menghargai mama dan bapak sebagai orang tua abi. karna rasa cintaku pada abi. bila mama menyayangi ku dengan tulus maka aku akan sangat bersyukur. namun bila tidak alias hanya karna alasan pilihan anaknya. aku pun tak mengapa. sekali lagi aku tidak mengharapkan kasih sayang itu. aku tahu diri.


aaaahh aku mau pulaaaaaaang,,, ku peluk gulingku erat-erat.


.........


bi,,, kapan kita balik ke kost lagi ? tanyaku dengan nada merengek


tapi abi tidak menjawabku. dia mengacuhkanku dengan menutup wajahnya menggunakan bantal guling.


abiii,,,,, jawaaab,,, ku guncang-guncang badannya


apa umi,,,,? pulang ? kita mau makan apa ? tau sendirikan abi belum gajian,, jawab abi ketus di balik bantalnya


mendengar kalimat itu sekali lagi aku hanya bisa menangis tersedu-sedu. rasa tak kuat lagi berada di rumah ini. ditambah harus menahan kepahitan mengingat uang yang bahkan seribu perak pun tak punya membuat tangisanku terus menjadi-jadi.


umii,,,sini,,, abi mau bicara ,, abi menarik tanganku yang sedang menangis di atas kasur.


sabar,, kalau sudah gajjan kita pulang. zhea kan butuh popok dan susu. kita juga butuh makan kan ??? umi tidak betah ??


iyaa,, tapi abi janji tidak lebih dari sebulan.


iyaa,, janji. kenapa ? umi tidak betah disini ?


hmm,, tapi abi jangan marah,,


umi tidak tahan disalahkan terus bi,,


umi kan mamanya zhea. lagi pula apa hubungan nya zhea kolik dengan puding dingin yang aku makan. kan adikmu juga sudah menjelaskan penyebabnya ke mama. mama tetap menyalahkan umi terus. kayak apa umi ini ? kayak bukan mamanya zhea. jawabku ragu tapi mulai berapi-api


namanya juga seorang nenek. begini saja nanti abi bicara sama mama lagi. umi jangan nangis terus,, adik juga bilang kalau umi sering nangis dan mudah tersinggung itu hanya karna mengalami baby blues. coba deh umi googling biar bisa umi atasi,,


ohh,, iyakah bi?? hm,, nanti umi cari solusinya di google. tapi abi jangan lupa bicara sama mama.


iyaa,,, ya sudah sini,, nangis terus nanti zhea bangun loh.


ku dekati abi dan tidur memeluknya. aku agak sedikit kaget mendengar kalimat baby blues. maklum, belum lama menjadi seorang ibu. pokoknya besok kalau senggang aku akan kupas pembahasannya di google.


.........


anak kalau dikasih tau cuman membantah yah memang begitu. sudah di bilang jangan makan yang dingin. eh,,masih juga dibuat.


zul juga istrinya malah diikutin maunya. pokoknya kalau ada apa-apa sama zhea tanggung sendiri.


aku terus membatin sambil menonton tv . tak habis pikir punya anak mantu dikasih tahu tapi suka ngeyel. dua-dua anak itu memang sama saja. tukang bantah sama orang tua. yang hidup lebih duluan kan aku. tapi tidak pernah dengar kalau di nasehati.


.............


alhamdulillah tidur juga umi. kasian juga sih dia. sabar mi,, kalau sudah ada uang kita pindah. biar umi tidak sering nangis lagi. kasian juga nanti zhea. zhea pasti ngerasain juga.


ku sapu kepala istriku yang keras ini. menurutku dia tidak salah, mama pun tidak salah. dua-duanya hanya menjalankan peran mereka masing-masing. aku yakin suatu saat semua akan mereda.


suatu saat zhea pasti bisa meredakan keretakan mereka. aku yakin itu.


.........


terdengar suara jangkrik di kesunyian malam.

__ADS_1


memecah keheningan malam itu. semoga akan ada hari yang cerah di esok pagi......


__ADS_2