sebuah cinta

sebuah cinta
jalan yang ditakdirkan,,


__ADS_3

assalamualaikum ka,,,


waalaikum sallam,, kenapa pik,, ?


boleh piko tanya sesuatu ?,,


iya,, kenapa ? tanya saja,, apa ada yang bisa kakak bantu,,


emm,, apa kakak hamil lagi ?,, maaf sudah lancang bertanya ke kakak,,


sejenak ku tatap layar hpku ini. lalu segera ku letakkan hpku di kasur tempat tidurku. tepatnya ku selipkan pas dibawah bantal tidurku. entah mengapa perasaanku menjadi tidak enak membaca wa chat dari adik iparku atau lebih jelasnya aku tidak ingin membalas pesannya. aku sedang tidak mood melakukan pembahasan tentang kondisi kehamilanku.


piko adalah adik satu-satunya dari abi. adik perempuan dari suamiku ini salah satu wanita yang perduli dengan kami berdua sejak jaman pacaran dahulu. hanya saja kami jarang sekali berkomunikasi dengannya. kecuali by via telepon atau chat atau saling memantau kabar dari sosial media. dia juga tidak tinggal dengan mertuaku karena dia sudah menikah dan hidup bersama suami, anak dan juga mertuanya. walaupun dia adik ipar tapi piko sudah duluan menikah sebelum kami. bahkan sebelum kami berdua memiliki hubungan spesial.


entah dari mana adik iparku ini tahu tentang kondisiku saat ini. perasaan aku tidak pernah memproklamirkan kehamilanku di sosial media atau pun bercerita dengan orang disekitarku. apa lagi menyampaikan ini pada mama mertuaku, itu sangat mustahil. satu-satunya orang yang tahu semuanya hanya suamiku saja.


jujur aku juga sama sekali tidak pernah berniat akan memberitahukan kepada keluarga. karna tekadku untuk menggugurkan janin ini masih sangat membara. ketidak siapanku menjadi ibu dua orang anak membuat kegilaan itu terbesit di benakku hingga saat ini.


kini usia kandunganku memasuki usia 3 bulan. namun masih belum juga ada tindakan pengguguran yang ku lakukan. mengingat utang cicilan motor baru ditambah lagi biaya kebutuhan lainnya menurut kami berdua lebih utama. memang sih,, harga obat itu tidak seberapa. tapi abi memintaku menahan dulu keinginanku tersebut. abi maunya dia ada dulu pegangan uang lebih . takut kalau-kalau terjadi resiko yang tidak diinginkan saat aku menelan obat itu.


kendala itu juga yang membuat akhir-akhir ini aku dan abi sering bertengkar. aku tahu betul ketika memasuki usia kehamilan 3 bulan maka, jangan coba-coba melakukan tindakan pengguguran. perkembangan janin di usia segitu sudah bukan lagi sebuah gumpalan daging biasa. ia memasuki fase dimana janin sudah mulai membentuk menjadi manusia dan Allah swt sudah meniupkan ruh di dalam janin tersebut. resikonya akan sangat besar bila kita mengambil tindakan itu. dan itu sama saja berarti kita membunuh seorang manusia yang tidak berdosa.


tapi aku juga tidak bilang kalau tindakan pengguguran yang ingin ku lakukan bukan merupakan sebuah dosa. aku tahu ini adalah sebuah dosa besar. tetapi melihat situasi yang amat tidak memungkinkan dalam proses merawat nanti. apalagi harus melibatkan orang tua aku tidak mau itu sampai terjadi. jika sampai kejadian itu bisa mengakibatkan baby bluesku kumat kembali. maka mungkin ini adalah jalan yang harus ku pilih. tentu saja kelak aku sendiri yang akan mempertanggung jawabkan semuanya di akhirat nanti.


........


lega beberes rumah kini aku ingin rebahan di kasur. saat rebahan aku baru teringat kalau tadi aku mendapat pesan dari piko. aku menjadi lupa beneran dengan pesan itu akibat dari hp yang sengaja ku sembunyikan di bawah bantal tadi. percuma juga sih,, sebenarnya aku pura-pura belum membaca pesan piko tadi. kan bisa kelihatan dari garis centang dua berwarna biru. yahh,, jadinya aku terlihat seolah-olah mengabaikan wa chat dari iparku. merasa tidak enak hati maka segera ku ambil hpku untuk membalas pesannya.


sebenarnya sih,, aku tidak ingin berterus terang padanya. tapi aku juga butuh seseorang untuk di ajak bicara. dan iparku adalah orang yang tepat menurutku. pertanyaan yang dia tanyakan tadi kini ku iya kan. kemudian ku suruh dia datang ke tempatku untuk membahas kondisi kehamilan ini sekalian mendengar curhatanku.


..........


jadi kak bagaimana ?


tanya iparku yang air muka nya terlihat panik.


hm,,, ? jadi apa ? jawabku singkat


itu perut kakak jadi gimana ?


mama sudah tahu ?,,,


tidak, jangan beri tahu mama. karna rencananya kakak dan kakak zul mau menggugurkan kandungan ini,,,


haa? apa? digugurkan ?,,


kenapa kak?,,,


kakak belum siap saja de,,


zhea masih butuh kasih sayang dan kakak belum siap kalau harus merawat dua sekaligus. piko kan tahu sendiri kakak paling tidak suka melibatkan orang tua ikut mengurus anak kakak,,


iya,, tapi kan kak,, dosa loh,,

__ADS_1


iyaa,, kakak tahu. cuman kan lebih dosa lagi kalau kakak menganggap ini nanti bukan anugerah dari Allah swt. kamu tahu kan rasanya baby blues seperti apa ?,,


piko yang mendengar penjelasanku hanya terdiam namun kelihatan berpikir sejenak. lalu kami melanjutkan lagi obrolan itu.


ok,, terus,, sekarang usia kehamilan kakak berapa bulan ? kakak sudah periksa?


kakak belum periksa sihh,, kakak masih malas memeriksakan kandungan kakak,, em,, cuman kalau kakak hitung manual yaah,, mungkin kurang lebih sekitar 2 bulan. eh,, tepatnya sisa 1 minggu lagi dia masuk 3 bulanan,,,


nah,,, ka,, resikonya besar loh,, gimana dong,,


bisa bahaya nanti kak,, piko pernah dengar cerita kayak gini dari teman piko dulu,,


tiba-tiba abi yang datang dari arah dapur masuk ke kamar ikut menyambung obrolan kami.


kita periksakan saja dulu kebidan mi,, siapa tahu bidan bisa memberi resep untuk penggugur kandunganmu itu ? gimana?


hm,, mana ada bidan buka praktek umum dan sudah dikenal orang banyak berani melakukan hal segila itu. emangnya ada ?,,


siapa tahu, kita kan belum coba ,,, jawab abi lagi


iya,, ka,, periksa dulu saja baru kakak mengambil tindakan,,


sambung piko yang sedang menyimak obrolanku dengan abi.


hmm,,okelah,, tapi apapun jawaban bidan nanti. kakak tetap akan melakukannya,,


iya,,iya,, yang penting kita periksa dulu,,


biar tahu juga resiko apa yang akan terjadi jika kita melakukan itu,, jawab abi


jawabku menutup obrolan kami bertiga.


akhirnya setelah kami tiga berbincang panjang lebar. piko pamit pulang karena sudah merasa mulai larut malam. dia pulang di jemput oleh suaminya. aku juga langsung masuk ke dalam kamar untuk menidurkan zhea. zhea yang saat itu masih asyik bermain ditemani oleh abi.


.......


lalu keesokkan malamnya kami bertiga ( zhea kita bawa ikut juga ) pergi ke klinik untuk melakukan pemeriksaan sekalian mengambil obat penggugur kandungan yang kami inginkan.


bi,, antriannya panjang sekali. kita ngalah dulu aja,, tidak enak di dengar sama ibu-ibu lain.


iya,, jangan lama-lama kasian zhea ngantuk ini,,


tunjuk abi pada zhea yang tertidur di dalam gendongan yang abi kenakan.


kami pergi memeriksa kandunganku di klinik tempat aku melahirkan zhea dulu. klinik yang ukurannya agak sedang ini tidak memiliki ruangan khusus untuk berkonsultasi. jadi itu akan membuat semua orang diruangan bisa saja mendengarkan obrolan konsultasi kita dengan bidan secara terbuka.


itu sebabnya aku agak sedikit mengalah dari antrian panjang para ibu-ibu yang datang berkonsultasi. aku risih dan malu jika semua ibu-ibu disini tahu akan niatku yang ingin menggugurkan kandunganku. aku tidak mau jadi bahan tontonan orang banyak.


akhirnya setelah agak lama menunggu. kurang lebih sekitar sejam. kini giliranku untuk berkonsultasi dengan bidan pembantu tersebut. kebetulan sekali aku berkonsultasi dengan bidan ini. kan dia yang menolongku waktu di persalinanku sebelumnya.


halooo,, ibu,,, apa ada yang bisa aku bantu,,


sapa bidan itu kepadaku

__ADS_1


iya,, jadi ini aku mau tanya. apakah disini menyediakan layanan untuk bisa menggugurkan kandungan ?,,


jawabku agak sedikit berbisik kepada si bidan itu.


mendengar kalimatku barusan spontan bidan ini melepas pulpen ditangannya. yang dia gunakan untuk menulis dataku ke buku pengunjung dari kartu keanggotaanku pada salah satu asuransi jaminan kesehatan milik negara yang aku berikan padanya. sebagai persyaratan klinik bila ada ibu hamil yang datang melakukan konsultasi di tempat tersebut.


kemudian bidan ini juga memperbaiki posisi duduknya dan menatapku dengan seksama. kemudian mulai menanyaiku kembali.


bu,, sekarang ibu mengalami kehamilan yang keberapa?


hm,, ini anak kedua. kan dulu yang membantuku melahirkan anak pertamaku itu bukannya bidan ?


tanyaku mengingatkannya


ohh? aku ? heheheh,,


maaf aku lupa bu,, soalnya sudah terlalu banyak pasien yang aku bantu persalinannya disini,,


ohh, iyaa tidak apa-apa hehehhe,,,,


jadi gini bu, kita disini tidak menjual obat seperti yang ibu minta. bagaimana kalau kita periksakan dulu usia kehamilan ibu itu ?


hm,, ok,, boleh, aku tidak masalah. silahkan diperiksa bidan,,


baik,, sebelumnya kapan terakhir ibu menstruasi ?,,,


eh,,kalau tidak salah, sekitar 2 bulan yang lalu. aku lupa tanggal tapi ingatnya sekitar 2 bulan lalu,,


oke,, em,,katakanlah di 2 bulan lalu pada pertengahan minggu. jadi jika kita tarik jarum penghitung ini ke minggu terakhir di bulan ini maka usia kehamilan ibu itu,, sekitar 2 bulan atau bisa jadi 2 bulan memasuki 3 bulanan. dan jika niat ibu tadi mau dilaksanakan maka itu akan sangat beresiko sekali baik pada janinnya maupun pada ibunya,,


terang bidan dengan menggunakan alat hitung kehamilan secara manual di tangannya.


lalu bagaimana ?? aku tidak bisa melakukannya? tanyaku lagi ragu-ragu


kita belum bisa melakukan usg pada perut ibu. karena usia 2 bulan itu belum terlalu keliatan bentuk janinnya. tapi,, disini bisa dilihat. diusia bayi yang ke 3 bulan si bayi tersebut sudah mulai membentuk seperti manusia dalam bentuk yang kecil. bagian tangan dan kaki nya mulai ada. dan sudah bisa bernafas. nah,, sekarang aku mau tanya. apa ibu tidak sayang padanya ? ,,,


bidan ini menatapku lama kemudian melanjutkan penjelasannya kembali.


begini bu,, sebenarnya ada tiga hal yang harus kita ingat sebelum niat ibu itu akan ibu lakukan.


yang pertama jika ibu melakukan itu dengan usia kandungan segini bisa jadi ibu mengalami kematian mendadak karna mengalami kekurangan banyak darah !


yang kedua jika itu berhasil. apa ibu yakin tidak terjadi cacat fisik pada anak yang ibu lahirkan nanti ?


yang terakhir jika itu juga berhasil. ibu aman-aman saja dan bayi sudah gugur. apakah ibu tidak takut pada Allah swt ?,,,


aku yang mendengar kalimat itu keluar dari mulut bidan. langsung sedih dan berlinang air mata. dadaku sesak aku merasa seolah aku menemukan mata air di tengah gurun pasir. namun bayang-bayang kesendirian di malam hari ketika merawat zhea juga masih jelas di dalam hatiku. namun sekali lagi kali ini aku tidak bisa menolak apa yang sudah Allah swt gariskan pada hidupku. suka atau tidak suka aku harus menjalani apa yang sudah Allah swt tetapkan. walau sebenarnya aku masih bertanya di dalam hati kecilku ini. kenapa harus aku ? kenapa bukan wanita lain saja ? bukannya Allah swt maha melihat semua kesusahanku selama ini. lalu sebenarnya mengapa harus aku?,,


bidan yang melihat ku menangis seketika memelukku dan menguatkan aku. katanya ada banyak ibu-ibu yang datang ke klinik itu mengalami kasus serupa. saran terakhir yang mereka beritahu bahwa jika memang tidak yakin. tetap dijaga dulu kandungannya. nanti jika sudah dilahirkan bisa diberikan kepada orang yang membutuhkan. namun pada akhirnya ketika ibu-ibu itu datang dan melahirkan di klinik. setelah lahiran mereka malah membatalkan niat pengadopsian bayi mereka. ada perasaan rasa sayang yang tumbuh dan menyesali apa yang mereka pikirkan.


akupun yang mendengar penjelasan terakhir dari bidan mulai berpikir. aku juga merasa tidak akan mungkin setega itu bila sudah ku lahirkan dan di sumbangkan pada orang lain. itu namanya jelas-jelas menyiakan-yiakan semua rasa sakit selama 9 bulan yang kita alami. mungkin hanya orang gila yang mau membuang anaknya sendiri atau kecuali jika memang orang tuanya tidak mampu secara ekonomi.


obrolan singkat itu juga menjadi penutup segala keinginanku yang nekat mengambil tindakan konyol tersebut. aku membatalkan segala niat yang sudah ku bangun sejak tahu aku sedang hamil. namun, itu tidak membuat perasaan sayang atau naluri keibuanku muncul pada calon bayiku ini. aku memang berubah pikiran akan mempertahankan kehamilan ini tetapi aku masih saja bersikap seolah tidak peduli bahkan masih saja bersikap menutupinya dari semua orang yang ada di sekitarku.

__ADS_1


pokoknya aku tau kalau aku itu sedang hamil namun itu tidak membuatnya menjadi sesuatu yang special. hal-hal seperti pemeriksaan kandungan dan mengkonsumsi vitamin juga susu hamil tetap ku lakukan. tetapi antusiasnya tidak seperti waktu zhea dulu. semua biasa saja malah kadang jika datang kecemasanku akan nasib yang ku lalui kelak bila anakku telah lahir. aku akan menangis sejadi-jadinya. saat itu pasti yang ku inginkan justru melupakan semua kenyataan kalau saat ini aku tengah hamil anak keduaku.


ego itu masih terus berlanjut 2 bulan lamanya. namun, akhirnya berakhir juga saat bencana alam melanda kota tempat kelahiranku. di situlah aku mulai mengetahui rencana-rencana Allah swt kepadaku.........


__ADS_2