sebuah cinta

sebuah cinta
prolog,,


__ADS_3

Setelah pernikahan kami di bulan mei 2017 kami masih tinggal di rumah hangat itu. Mama masih belum menyetujui kepindahanku ke hunian baruku. Baru nanti di bulan juli 2017 bertepatan bulan ramadhan aku dan suami sepakat pindahan dari rumah mama. Kami pindah lebih cepat dari mama, mungkin jeda waktunya sekitar semingguan. Sementara kakakku dengan suaminya pindah satu hari sebelum mama. Jadi mama lah orang terakhir yang keluar dari rumah peninggalan almarhum papa.


Letak hunian baru mama dan kakak posisinya cuman bersebelahan tetapi masih satu pagar, satu teras. Mama membeli rumah minimalis itu memang tujuannya agar bisa hidup sendiri tapi juga bisa memantau cucu-cucunya ( anak dari kakakku )


Sementara hunian baruku ?,,,, aku memilih tinggal di kosan suamiku sebelumnya. Bagiku mengontrak rumah dan tinggal sendiri adalah cara kami berdamai dengan keluarga kami masing-masing. Ibarat pepatah mengatakan " anak yang jauh baunya tercium sangat harum namun bila anak yang dekat tercium baunya sangat busuk". Aku hanya ingin hidup tenang dan merasakan hidup berumah tangga dalam keadaan damai. Walaupun aku tau betul bahwa konsekuensinya kami tidak bisa lagi di bantu secara finansial sehingga bergantung pada gaji bulanan suamiku saja.


Selama jeda kepindahan kami seminggu itu sebenarnya aku masih datang untuk menemui mama di rumah. yah,, sekedar membantu beberes dan mengatur barang yang bakal mau di angkut untuk ikut dibawa pindahan.


Barang-barang mama yang sangat banyak membuatku kasihan hingga kepikiran. Maka ku putuskan sering-sering menengok mama. Mungkin sampai nanti barangnya sudah terangkut semua. Jadinya adalah sekitar satu atau dua malam aku ikut tidur dengan mama waktu itu. Sekalian saja, toh juga aku masih sering di tinggal suamiku kerja.


Jadwal suamiku yang masih sering piket membuatku sepi sendirian di kostku itu. Aku masih merasa asing dengan suasana kamar ini.


Kostku juga masih agak kotor belum tertata rapi. belum punya kesempatan barengan dengan suami untuk beberes.  Yah,, karna yang ku bilang tadi,,Jadwal piket suamiku masih berantakan. pasca izin pernikahan dan izin perpindahan. Banyak jadwal teman piketnya yang tergeser-geser karenanya. Dan wajib dia tutupi kembali.


Rasa asing yang terasa juga membuat hatiku masih kurang srek dengan kost itu. Penghuninya baru tiga orang tambah kami berarti masih empat kamar yang terisi. Suasananya selalu sunyi dan sepi setiap malam. Ah,,, aku masih belum bisa move on dengan suasana malam di kamarku yang dahulu.


Ada sedikit kronologis yang ingin ku ceritakan secara singkat diprolog ini. hari dimana kami prepare pindahan telah terjadi tragedi yang antara mama dan kakak hingga terbawa-bawa kepadaku. Seisi rumah menjadi berantakan, banyak barang yang pecah akibat lemparan maut kakakku. Mirisnya kami jadi bahan tontonan tetangga wkwkwk,,,


Sebelum pada kronologisnya akan ku paparkan hubungan intim kami sekeluarga seperti apa. Biar para pembaca budiman paham dan mengartikan sendiri mengapa bisa menjadi pelik seperti ini. tanpa kami sekeluarga sadari, hal kecil itu membentuk karakter keras pada masing-masing personal bahkan menjadi bahan ketidak nyamanan kami berada di rumah selama ini.


Jadi, antara kakakku dengan suamiku sebenarnya ada terjadi problem tersembunyi. Hubungan mereka tidak pernah baik. Hanya saja suamiku banyak mengalah karna mengingat posisi aku saat itu. Sikap kakak yang agak kurang bersahabat di waktu tertentu membuat suamiku kadang merasa tersinggung terang-terangan. Namun enggan memberi tahu padaku bila dirinya sering di hina dan di tertawakan oleh kakak dan iparku. Ia memilih menyembunyikan karna melihat karakter keluarga kami yang cukup keras. Nanti pada saat kami resmi sebagai suami istri barulah dia terbuka. Suamiku takut akan terjadi pertumpahan darah pada kami berdua. Iya,, kami berdua ibarat kompor minyak tanah. Sedikit saja ada pihak yang menyulut maka pasti akan langsung menyala lalu meledak.

__ADS_1


Banyak hal sebenarnya yang masih ingin ku ceritakan disini mengenai apa penyebab kakak menjadi seperti itu. Tetapi mungkin prolog ini tidak akan cukup menampung ceritaku yang bisa ber episode bila kuceritakan semua.


Pokoknya Intinya kakak memang sedari kecil tidak menyukai keberadaanku di tengah keluarga kami. Ia cukup lama menyimpan sendiri dan tidak menampakkan kepada siapapun termasuk aku. Aku yang hanya seorang anak angkat di asuh sejak bayi menurutnya menjadi penghalang kasih sayang antara dia dengan orang tuanya ( itu yang ku tangkap ).


Sikapku yang sangat egois dan cuek membuat dia merasa tidak ku hargai. Padahal menurutku, aku sudah berusaha berbuat baik padanya. Tapi memang manusia ini yang sulit di tebak. sikapnya bisa tiba-tiba baik kadang juga tiba-tiba meledak-ledak. Aku bingung dan semakin bingung ketika semua kebaikan suamiku dianggap biasa olehnya. Bahkan kadang dirinya tersinggung ketika sudah kami bantu.


Bagaimana hubungan kami? Hubungan kami dulu saat masih kecil hingga ia memutuskan menikah terbilang cukup baik sebagai seorang kakak beradik. Tidak ada kejanggalan yang aku rasakan. Lalu kemudian menjadi berbeda ketika ia menikah, semakin memanas semenjak kakak memiliki empat orang anak.


Lalu bagaimana sikap mama terhadap kami sebenarnya? Sikap mama tidak jauh berbeda antara mama padanya dan mama padaku. Mama kepadaku adalah sebagai sosok ibu yang sangat amat mengerti. Dia paham cara membesarkan aku akan sangat berbeda dengan cara membesarkan kakakku. Di zaman remaja kakak saat itu masih di kelilingi adat istiadat yang kental. Belum ada gadget apalagi sosial media untuk berkeluh kesah. papa yang masih hidup kala itu sangat tegas pada anak perempuannya. Membuat kakak cukup tertutup pada semua orang.


Sementara di zamanku. saat aku mulai beranjak remaja, papa telah di panggil Sang Khalik. Era modern dan gadget membuatku tumbuh menjadi anak yang terbuka bahkan pada orang tuaku sendiri. Diriku yang terlihat sebagai pekerja keras sejati dan di kelilingi teman yang banyak membuat mama menaruh besarnya kepercayaan dia padaku. Saking besarnya kepercayaan itu pada akhirnya memicu kecemburuan sosial dalam diri kakak tapi tidak padaku. Sungguh aku merasa semuanya biasa saja.


Jadi sekali lagi ini bukan persoalan uang yang sering di duga-duga oleh kakak. Asumsinya karna aku bekerja dan kadang memberi mama uang membuat aku di bebaskan mama dalam segala hal. Itu adalah asumsi yang salah. Padahal sejatinya mulut mama tak kalah pedas ketika marah dan mengatahi aku. Tidak ada sama sekali perbedaan sikap. Tidak ada yang dibedakan antara kami berdua. Semuanya bagi mama anak-anaknya. Tidak ada anak kandung juga tidak ada anak angkat. Hanya kakak saja yang berpikir negativ merasa dirinya tidak dihargai cenderung dibedakan.


Kita masuk ke kronologis pertengkaran saat itu. di picu debat masalah barang kepemilikan mama yang banyak mama berikan padaku tanpa aku minta. Membuat pagi itu adu mulut juga adu fisik terjadi.


Mungkin bagi mama karna kakak mendapat 90% hak atas penjualan rumah membuat mama membiarkan barang rumah tangganya yang masih bagus dan tidak terpakai berpindah kepemilikkan padaku. Kakakku sepertinya tidak terima dan menyimpan kekesalannya di hati. Tapi pagi itu semua meledak, tindakan kakak yang mencoba melukai mama membuat aku dan suamiku terpancing emosi. Mirisnya Kejadian heboh itu di tonton oleh banyak tetangga sekitar yang berdatangan akibat suara kami yang ribut ketika bertengkar.


Mama popon yang turut menyaksikan aksi ricuh itu mencoba menarik aku. mengingat posisiku sebagai ibu hamil. Mungkin tante takut akan ada apa-apa dengan janin ku nanti. Lalu sebagian tetangga lain juga ikut melerai dan menenangkan kakakku yang sudah sengaja melempar barang pecah belah menuju ke arahku.


disini posisi suamiku hanya ingin menolong istri dan membela mertuanya. Bukan untuk cari muka biar dapat perhatian dan uang dari mertuanya. Tidak sama sekali. Tetapi sekali lagi orang yang tersudutkan malah suamiku. Tidak terima maka suamiku memukul kakakku dengan gagang sapu besi. 

__ADS_1


Pokoknya pertengkaran ini berakhir di laporan kepolisian. Mama melapor ada tindakan penyerangan padanya yang di lakukan oleh anak kandungnya sendiri.


Dan aku yakin kejadian itu membuat semua orang yang terlibat terluka hatinya. Namun, pada akhirnya ada yang berbeda para pembaca budiman sekalian.,,,


sejak kepindahan kami yang terpisah. Waktu membuat hubungan kami yang kisruh menjadi lebih baik. Lahirnya anak ku di muka bumi ini membuat mama sering menjumpaiku di kontrakan kecilku. Dan kakak ? Sikapnya pada anak-anakku bahkan sampai saat ini sangat baik juga perduli. Terlihat dari kemauannya ikut membantuku menjaga anak-anak ketika liburan di rumah mama atau sekedar memberi uang untuk menambah biaya popok dan susu.


Ku sadari anak perempuan ku inilah yang menjadi arus balik dari problem kehidupanku. Dia malaikat kecilku. tempatku belajar, tempatku menangis, tempatku bahagia, serta menjadi kunci pelurus hubunganku yang tidak membaik kepada seluruh keluarga. Dia pula obat penenang kala aku dan suami sedang berbeda pendapat.


Anak perempuanku ini juga yang menataku. menjadikan aku sosok seorang ibu yang tegar setegar karang.


"Ketika bagi orang lain ibu adalah pendidikan pertama bagi seorang anak. justru Bagiku adalah anak yang menjadi pendidikan pertama bagi orang tuanya".


anak benar-benar bisa mengajarkan arti kata sabar sesungguhnya pada diriku. Sabar menghadapi siapa saja dan sabar menghadapi polemik kehidupan berumah tangga. Sifat egoku, sifat emosionalku bahkan sifat kerasnya suami seketika berubah pelan-pelan seiring waktu berjalan bersama membesarkan anak-anak.


Jadi apa pembaca budiman percaya dengan pendapatku barusan ?


Next akan aku suguhkan episode berikutnya tentang bagaimana rasanya menjadi seorang ibu sekaligus istri yang mandiri. Dan sisi lain dari suamiku sebagai seorang ayah yang hidup matinya berada diluar rumah demi menafkahi anak-anaknya. Menjamin kehidupan keluarga kecilnya agar hidu layak dan bahagia. So,,dilanjutkan yah membacanya,,


Semoga menginspirasi kalian semua.


Salam hangat dariku,,

__ADS_1


untuk seorang anak yang merasa kehilangan jati dirinya di dalam lingkungan keluarganya khususnya untuk ibu muda di luaran sana yang sedang berjuang merawat anak-anaknya....


Terima kasih


__ADS_2