sebuah cinta

sebuah cinta
masa kritis itu datang


__ADS_3

bi,,,


dimana sekarang ? popok nya anak-anak habis,,,


yaa,,


ini di kantor, nanti sebentar abi singgah kan popok,,


sudah dapat uang abi ?


ada,,


Tapi cuman 10 ribu. insya allah besok dapat rezeki lagi.


aamiin,,,


iya kalau sudah ada antar kesini saja popoknya,,


ku simpan hp ku di atas bantal. Agak tenang rasanya perasaanku setelah membaca pesan balasannya abi. meski sebenarnya masih belum 100℅ enakkan. jujur aku masih sangat gusar. karna sudah sampai jam 12 malam begini uang yang abi dapat baru 10 ribu rupiah. sementara tagihan uang kontrakan, cicilan motor dan lain-lain sudah menanti. susu formula milik zio juga tinggal sedikit dan popoknya tinggal satu buah.


abi sengaja mencari uang tambahan sampai harus tidur di kantor setiap malam. pulang nya pagi besoknya dan langsung sambung kerja lagi piket di kantor. biar bisa dapat rezeki kecil-kecil hasil dari tip orang kantor yang memintai tolong pada abi. untuk dia bawa pulang menafkahi kami bertiga.


semenjak gaji abi sering lambat masuk. semenjak itu pula dia sering keluar rumah bekerja sampingan. dan semenjak itu pula aku sering ditinggal bertiga dengan anak-anak. merawat anak-anakku sendirian saja di rumah.


ku coba tutup mataku, kepalaku agak terasa sakit di sebelah kanan. Mungkin karena malam ini banyak sekali berpikir atau mungkin juga jatah makan ku malam ini tidak cukup untuk diriku. Zio yang masih kuat menyusu membuatku selalu saja cepat lapar.


Sebenarnya jika mau memasak nasi. aku masih punya stok beras bila hanya untuk malam ini. tapi bila ku masak nasi malam ini. maka besok pagi aku dan zhea tidak punya makanan lagi. Jadi terpaksa ku irit demi supaya besok zhea dan aku masih bisa makan.


Saat menutup mata otakku masih saja terus berpikir keras. terlalu banyak masalah yang ku pikirkan sejak tadi. salah satunya tentang anak-anakku dan keuangan kami. kini anakku zio sudah mau menginjak usia 6 bulan. Dari sejak seminggu lalu aku sebenarnya sudah memberinya mpasi. Maka aku bingung, besok dia mau makan apa? Karna jika beras yang sisa sedikit itu ku bagi dua menu. Bahkan bukan cuman aku yang merasa tidak puas. Zhea juga akan lapar lagi. Dan pasti dia akan minta minum susu berkali-kali. Susunya itu nanti jadi cepat habis. kalau caranya seperti itu bisa jadi besok tidak sampai ke malam hari sudah habis duluan.


Ya allah,,,


Bagaimana ini ? Kondisi keuangan kami betul-betul kritis. Sementara gaji abi juga belum tau kapan akan di transfer. dari mana lagi kami dapat uang tambahan.


tiba-tiba zio membuatku kaget dari lamunanku. Zio menangis dengan suara memekik. Ku perhatikan dia mengangkat kedua kakinya ke atas. dan menariknya naik turun.


ahhh,, apa dia sakit perut ?


ku pegang bagian perutnya yang terasa mengeras.


Segera aku bangun dari tidurku untuk mengambil minyak telon yang ada di atas lemari baju anak-anak. lalu ku lorotkan celana juga popoknya. ku usapkan minyak tadi ke seluruh bagian perutnya. Dengan menggunakan tekhnik memilin bagian pusarnya. Aku mencoba membantunya mengedan dan benar saja sekitar lima menitan kemudian wajahnya memerah.


Ahh,, sepertinya kotorannya sudah keluar .


Aku pun segera keluar dari dalam kamar. aku mengambil air seadanya di sebuah wadah. ku bawa kembali bersamaku ke kamar untuk membasuh pantatnya zio. setelah beres dan bersih semuanya. aku kemudian berdiri di depan lemari anak-anak. mengambil celana baru dan popoknya zio yang mau ku pakaikan padanya.


Saat mengambil popok itu aku baru ingat kalau stok popoknya zio sisa satu. popok itu rencananya akan ku pakaikan besok pagi setelah mandi.


Sesaat aku menghela nafas panjang di depan lemari. aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. dadaku rasanya sesak. tak terasa ada sedikit air mata yang jatuh di pipiku.


segera ku usap air mataku dan tetap mengambil popok tadi.


Ku pakaikanlah zio popok dan celananya. saat itu aku menangis tapi mencoba menahan suara ku. agar zhea tidak terganggu dan bangun dari tidurnya.


Ya allah,,,, 


Jika ada dosa ku juga dosa suamiku maka maafkanlah kami. Sungguh anak-anakku tidak pantas menerima semua kesulitan ini. Bantulah hamba ya rabb,,

__ADS_1


Aku lalu menarik nafas panjang untuk meredakan kegusaran dihati. ku pangku zio di pangkuanku dan menina bobokkannya kembali.


saat itu ku lemparkan pandanganku di tempat tumpukkan baju kotor yang ada di balik pintu kamar. tumpukkannya kini telah hampir menggungung. akibat beberapa hari aku sakit dan tidak mencuci baju. sebenarnya aku tidak suka menumpuk-numpuk baju kotor. Namun bila ku paksakan bekerja. Aku bisa sakit nantinya. apalagi aku mencucinya manual menggunakan tangan. Tentu saja akan menguras banyak tenaga. Aku tidak ingin kelelahan hanya karena urusan yg seharusnya bisa ku tunda.  jika aku sakit lalu siapa yang akan merawat mereka semua.


Abi saja yang bapaknya bergantung padaku. Jadi aku selalu berusaha mencari bagian mana yang di prioritas duluan dari semua pekerjaanku. Kalau tidak begitu. Aku bisa mati mendadak karna kelelahan.


emm,, kalau sampai ini malam abi tidak mengantar popok. Ya sudah terpaksa besok anak-anak tidak ku pakaikan popok sehabis mandi. Batinku sedih


aku menatap anak-anakku yang sedang tertidur. Zhea terlihat memeluk bonekanya. Sementara zio, dia sedang tersandar di dadaku dengan mata yang hampir tertutup rapat. agaknya dia menikmati buaian yang ku beri. melihat wajah lugu mereka membuatku merasa bahwa kami adalah orang tua yang gagal.


Mulai tumbuh lagi rasa takut di hatiku. Aku takut kelak anak-anakku menjadi orang yang berkehidupan susah. sungguh aku takut mereka akan di kucilkan di lingkungannya nanti.


ya Allah jangan sampai terjadi. semoga kelak anak-anakku menjadi anak yang sukses dunia akhirat. derajatnya di tinggikan di mata manusia juga dimata Mu ya rabb,, aamiin ya Allah,,


Malam ini sekali lagi ku lewati dengan kisah pilu, gelisah, sedih, sendiri tanpa ada yang bisa membantu. suamiku pun bahkan tak bisa membantu. kami berdua terjebak akan situasi yang kami tidak sangka. kesedihan yang ku rasakan hanya Allah yang maha tau, dan hanya kepada Allah tempat ku mengadu atas segala semua rasa kesakitan yang kurasa.


............


Jam 05.00


Oh,, masih subuh toh


Aku bangun dari tidurku. Ku perbaiki rambutku yang acak-acakkan sambil mengingat lagi memory semalam. Tiba-tiba aku terpikir akan menjual tas kesayanganku saja. supaya bisa mendapat uang tambahan.


Ku lihat tasku yang ku letakkan di atas lemari pakaian kami. tas ini adalah tas kedua yang ku jual. Aku menjual dengan penuh rasa bersalah dan tidak ikhlas sebenarnya. Karna tas itu ku beli dari gajiku dulu. Tapi demi anak-anak apapun akan ku lakukan. jangankan tas, uang mahar kami yang dibingkai cantik saja sudah ku cabuti satu persatu dua minggu lalu. demi supaya anak-anak bisa terjamin


Ah,,, aku sholat dulu. Baru setelah itu ku posting tasku ini. Siapa tau ada yang minat jadi uangnya bisa ku belikan susu dan pampers. Sekalian sebentar aku mau kirim chat ke abi. ku suruh saja dia singgah sama mama untuk minta beras dan lauknya biar ada makanan hari ini.


Oh iya aku masak nasinya manual saja. Supaya bisa ku ambil sedikit nasi lembeknya sama air tajinnya. Buat mpasi zio sama air tajinnya ku campur di sufornya. Kalau dia kenyangkan agak berkurang intens nyusunya. Jadi kalau dia haus bisa nyusu langsung ke aku saja. nanri kalau dia sudah haus betul baru ku kasih lagi air tajin itu.


Semoga zio tidak bab. air tajinnya aku bikin banyak saja deh ,,


eh,, iyaa,, semoga saja malam ini sudah ada transferan ke rekening abi. Aamiin,,


Aku pun segera ke dapur untuk berwudhu. Lalu ku tunaikan kewajibanku kepada Allah swt. Setelah sholat aku mulai memposting tasku tadi. Baru setelahnya aku memasak untuk anak-anak


Ok menu pagi ini terong goreng!


Aku mulai memasak menu pertamaku. Ku olah terong yang sudah ku simpan sejak dua hari lalu. terong ini rezeki dari tetangga yang katanya dia bawa dari kampungnya. dan dibagikan ke tetangga termasuk kepadaku


Kemudian aku memasak lagi menu keduaku. memasak nasi di dandang. sengaja ku masak nasiku secara manual bukan menggunakan rice cooker. Karna rencananya saat nasinya sudah mulai mendidih. nanti akan ku bagi lagi menjadi beberapa bagian.


Jadi ketika airnya nasi sudah mulai mendidih


ku ambil si air tajinnya dan ku simpan di wadah lain. Setelah itu nasi yang agak lembek di bagian atasnya juga ku ambil ku pisahkan juga ke wadah yang lain untuk di olah kembali menjadi bubur saring.


........


Ayo sini nak minum susu,,,


ku tarik kereta zio dan juga ku ambil tangan zhea yang sedang berdiri di depan pintu luar.


Ini susu zhea dan ini susu zio,,


aku mencoba menjelaskan susu mereka mading-masing yang mana


Zhea pun dengan tertawa-tawa datang ke arahku mengambil botol dot yang ada padaku. Setelah dia mendapati dotnya dia segera berjalan ke kamar untuk menyusu sambil tiduran.

__ADS_1


aku pun beranjak berdiri mengikuti zhea masuk ke kamar. tidak lupa ku angkat zio dari keretanya. di kamar zio ku susui dengan susu formula campur air tajin. Saat menyusukan di mulutnya. Tak terasa air mataku menetes mendengar suara nafas zio yang cepat saat minum. Aku tau anak ku sudah sangat kehausan. Tapi malah ku beri racikan susu formula.


ya Allah bahkan susu formula murahan saja tidak bisa ku belikan buat zio,, hiks,,hikss


Aku kini sudah tak bisa membendung segala kesedihanku yang ku tahan sejak semalam. Aku menangis sejadi-jadinya di depan anak-anak. Zhea tiba-tiba datang di pangkuanku dan memeluk aku. melihat tingkahnya hatiku bukannya senang malah semakin teriris. seorang anak kecil seperti zhea saja mungkin mengerti kalau ibunya sedang sedih.


.........


Assalamualaikum,,,


Mi,,,,


Umi,,,


Tak ada sahutan dari dalam. Aku mencoba membuka pintu dan ternyata tidak terkunci. aku masuk saja berjalan menuju ke arah kamar. aku terhenti di depan pintu kamar. Kudapati zhea dan umi dalam keadaan menangis. Aku kaget, ada apa dengan mereka berdua. umi saat itu sempat melirikku sesaat. tapi kemudian dia melanjutkan tangisannya sambil memeluk zhea yang ikut menangis bersamanya.


lalu aku masuk dan menutup pintu kamarku. aku mendekati umi. aku ingin tau apa yang terjadi sehingga mereka berdua menangis.


Umi kenapa ?


Umi sakit ? Atau zhea yang sakit mi,,?


Tanyaku pada umi yang masih saja menangis dan acuh padaku.


Umi lalu menurunkan zhea dari pangkuannya dan memeluk diriku erat. Sambil sesenggukkan dia memberi tau kepadaku kalau barusan zio dia berikan air tajin campur susu formula. dia juga memberi tahu kalau tasnya dia jual dan kini sudah. tinggal menunggu pengantaran ke rumah si pembeli.


Mendengar ucapan umi aku sangat terpukul. aku tidak tau harus mengucapkan apa padanya. kata terima kasih baginya mungkin tidak cukup untuk menggantikan semua kesabarannya selama bersamaku. dia bahkan dalam keadaan segenting ini masih bisa mencari solusi yang selalu membuatnya sakit hati. Aku tau betul istriku. bagaiamana dia memperlakukan barang-barangnya. Jika sampai ada tindakan menjual tas itu berarti otaknya sudah buntu berpikir. Apalagi soal anak-anak. Jangan kan air tajin, anak-anak tidak makan saja dia stress. Apalagi jika dirinya sendiri yang memberi air tajin pada zio. Sudah pastilah dia sampai menangis seperti ini.


Kini yang ku lakukan hanya bisa menghiburnya. Siapa tau info yang ku beritahu padanya bisa membuatnya bahagia.


Mi,,, tas nya tidak usah di jual,,


umi kirimi pembeli itu pesan. beritahu dia kalau penjualannya umi cancel. bilang saja umi ada urusan mendadak.


Terus setelah itu umi ganti baju,,


Umi menatapku lama. sampai akhirnya dia menyeka air matanya dan bertanya padaku


Kita mau kemana bi ?


memangnya abi sudah punya uang ?


kenapa di cancel ? kita kan butuh uang !


tanya umi bingung


Kita mau pergi belanja keperluan hari-hari. karna gaji abi sudah di transfer tadi. Terus nanti malam kita bawa zhea main-main di mall. jawabku padanya untuk menjawab rasa bingungnya padaku


respon umi saat mendengar ucapanku barusan langsung tersenyum. dia menyeka lagi air matanya memakai kerah bajunya yang dia tarik ke atas. melihat kelakuannya. maka kucubit pipinya dan memeluknya.


Pokoknya malam ini kita jalan-jalan. Terserah kemana umi mau. Sepuas hati umi,,,


abi mau menyenangkan hati anak istrinya abi,,


Terserah umi mau kemana. Senangkan hatimu mi,, biar hati anak-anak kita juga senang. maaf bila sering membuatmu terluka.


ku cium kening umi dan ku cium juga anak-anakku. aku sangat senang meski gajiku kecil tapi umi selalu sabar. umi selalu berusaha mengerti dengan semua keadaan.

__ADS_1


__ADS_2