sebuah cinta

sebuah cinta
Musibah baru datang lagi


__ADS_3

abi mana yah ?


jam segini belum pulang ? aku terus membatin mencari abi yang belum juga pulang ke rumah sejak pergi semalam dan sedari tadi subuh sampai siang ini no hp nya tidak bisa-bisa ku hubungi.


ahh,,ya sudahlah,, mumpung anak-anak tidur aku mau mandi pagi. rasanya gerah sekali,,


tumben siang hari ini cuacanya cerah dan sehangat ini,,


aku pergi keluar kamar menuju teras untuk mengambil handuk mandiku yang ku jemur di luar. tapi saat baru mau keluar kamar aku merasa harus membunyikan kembali nada dering hpku yang sejak semalam sengaja ku silent agar tidak mengganggu anak-ankku yang tidur. jadi aku ingin membunyikannya biar ketahuan kalau ada pesan balasan dari abi saat aku mandi nanti. hp ku akan ku letakkan di atas galon air minum yang posisinya tidak jauh dari arah kamar mandi.


saat membuka pola pada hpku. alih alih membesarkan nada dering. aku malah melihat logo pesan baru yang muncul di atas bagian tempat notifikasi. penasaran aku segera mengecek pesan baruku itu. ku baca pelan-pelan dan entah kenapa perasaanku rasanya tidak enak.


abi !


mi,, motornya kita sudah tidak ada. motor itu sudah di tarik sama leasing,,


nanti kalau ada uang kita beli lagi hehehe,,,


15 menit lagi abi sampai di rumah,,


yang ku rasa setelah membaca pesan itu seketika dada ku bergemuruh, perutku tiba-tiba mulas, dan lututku serasa lunglai. entah musibah apa lagi yang di hadirkan kepada kami. seolah tidak pernah berhenti, terus mendera kami tanpa sedikit pun berjeda . macam belum sembuh luka lama kami harus dengan terpaksa menerima luka baru.


aku juga membaca status profil milik suamiku saat itu. aku penasaran karna manusia ini paling malas mengunggah status kecuali ada hal yang penting menurutnya.


apa masih kuat? apa masih sanggup?


ahh,, statusnya membuat hatiku tertampar perih. tidak terasa air mataku telah berlinang. motor itu adalah tumpuan kaki suamiku untuk mencari nafkah buat kami. lalu dia harus pakai apa lagi ke kantor dan pergi narik ojek. tentu saja dia merasa beban berat sekali lagi menghantam hidupnya. tentu saja dia lebih terpuruk ketimbang aku dan anak-anak.


menenangkan hatiku sendiri segera aku ke dapur mengambil air minum. ku minum air itu dengan keadaan diriku tengah sesenggukkan menahan tangis di dada. aku terus menahan tangisku agar tidak pecah. karna aku tidak ingin anak-anakku mendengarnya. zhea itu anakku yang paling sensitif kalau melihatku menangis. bisa-bisa dia lebih hebat nangisnya ketimbang aku.


assalamualaikum mii,,,


suara abi datang di depan pintu rumah


waalaikum sallam,,


jadi abi di antar siapa ?


aku berlari kecil ke ruang tamu. lalu bertanya dengan muka yang sudah hampir menitikkan air mata


hm,,, umi kenapa ? sabar,, nanti kita beli lagi yang baru,,


tidak menjawabku abi malah memelukku dengan sangat erat. dia tau aku sedang tidak enak hati.


aku mendapati diriku di peluk oleh abi. menjadi tak tahan lagi, ku peluk abi sambil menangis sekencang-kencangnya di pelukannya. air mataku membuat tangan kanannya basah. dan abi hanya bisa mengelus belakang dan juga kepalaku. saat itu dia masih bisa memperlihatkan senyumnya padaku. walaupun aku tau harusnya dialah orang yang paling merasa sakit hati hari ini.


saabarr mi,,,


nanti kita bisa beli lagi,, biar pun motor kita sudah tidak ada. abi bisa kok menjamin kalian bertiga. sabar yah,,


abi menarik badanku untuk duduk bersamanya di lantai.


hmmm,,, iyah,,


ku hapus air mata dan ingusku yang sudah meleleh kemana-mana dengan menarik baju di lengan kananku.

__ADS_1


tadi abi di antar sama siapa ?


tanyaku lagi karna tadi belum di jawab sama abi


abi tadi pesan ojek online. emm,, jadi abi itu tadi di berhentikan penadahnya sewaktu mengendarai motor itu di jalan raya. jadi karna mereka tidak enak ke abi. sebagai permintaan maaf mereka. abi akhirnya mereka pesankan ojek online kesini.


ohhh,, iyahh,,


aku menjawab sekedarnya dengan pikiran masih menerawang. aku masih merasa musibah barusan adalah mimpi. dan aku ingin segera terbangun dari mimpi buruk itu.


...........


mi,,,


abi memanggilku yang tengah asyik menghayal di teras depan rumah


hmm,,


kenapa bi ?


aku menoleh padanya


temannya abi nanti rencananya mau meminjamkan motornya ke abi. jadi abi masih bisa kemana-mana naik motornya. hehehhe,,


memangnya motornya free?


hmm,, sepertinya sihh,,


soalnya dia lagi menunggu pencairan uangnya di bank. jadi temanku itu mau beli mobil baru.


berati kita masih bisa jalan-jalan,,


abi juga masih bisa pergi bekerja pakai motor itu.


ohh iya mi,,


nanti bulan april kontrak kerja abi kan habis. jadi abi sudah bisa penarikan uang jaminan abi yang selama 9 tahun abi bekerja di perusahaan itu. nanti saat itu kita baru bisa beli motor cash. jadi umi bersabar yah,,


insya allah kehidupan kita tahun depan akan lebih baik,,


aamiin,,


hmm? terus kerjaan abi gimana?


hahahha,, di lanjutlah,, masa berhenti,,


abi kan hanya mau penarikan jaminan dengan perusahaan lama. nanti akan ada perusahaan baru yang memegang kontrak kerja baru dengan kami para karyawan. jadi tanggungan jaminannya dan kontrak kerjanya terhitung baru lagi,,


ohhh,,, gitu,,,


iya deh,, umi soalnya sudah trauma kalau mau nyicil lagi,, umi kapok bi,,


kita kan sebenarnya mulai bermasalah bayar itu semenjak bencana melanda kota ini. terus di perparah lagi gaji abi yang selalunya di transfer lambat ke rekening. belum lagi kebutuhan susu dan pampers anak-anak meningkat.


hh,,,

__ADS_1


akhirnya motor baru ludes melayang,,


eeh,,jangankan motor sih. zio saja sudah pernah ngerasa minum air tajin,,


aku mengingat-ingat kronologi tunggakan motor juga moment-moment sedih waktu zio masih new born.


iyaa,, abi tidak sangka masalah kita akan separah ini. tapi abi masih kuat demi anak-anak kok,,


abi masih tersenyum juga menatapku seolah mengatakan kalau aku ini kuat loh mi !


hm iyaaa,,,,


asal jangan suka bikin masalah sendiri bi,, coba abi tidak tidur di kantor semalam. mungkin motornya kita masih ada. kita sisa menunggu pelunasan bulan april nanti,,


heheh,, iya maaf mi,,,


maaf seekaaaliii,,, heheh,,,,,


hmm ya sudah nasi sudah jadi bubur juga kan ! ayolah kita masuk ke dalam. umi lapar ! pengen makan,,


bahas itu terus bikin umi nyesek teruss,,


aku beranjak dari kursiku dan melewati posisi abi yang masih betah duduk di kursi. dia tidak ikut masuk bersamaku


..........


aku bukannya marah padanya. tapi ini sudah kali kedua kita mengalami kesusahan karna kecerobohannya sendiri. jadi rasanya sekali-kali aku perlu juga mengingatkan dia. bahwa apapun pesan dari istri. apa lagi menyangkut feeling buruk seorang istri. itu semuanya pasti 100% benar adanya. tapi orang ini selalu saja menanggapi semuanya dengan sikap santai. akhirnya bukan cuman dia yang kena batunya. aku dan anak-anak harus ikut merasakan musibah itu juga.


sebagai seorang istri aku bukan tidak bersyukur hidup dengannya. tapi alangkah lebih bagusnya jika kita lebih mawas diri. tidak ada orang yang ingin jatuh berulang kali di tempat yang sama. jadi kalau musibah terus terjadi karna keteledoran sendiri. apa bukan bodoh namanya ? lalu bagaiamana jadinya jika aku kelepasan ngomong kalimat itu barusan ! iya kalau abi terima aku katai dia begitu.


makanya tiba-tiba saja entah kenapa aku jadi bersikap dingin padanya. untuk menutupi sedikit kekesalanku karna dia orangnya suka gegabah. dan aku tidak tau apakah abi bisa merasakan perubahan moodku atau tidak merasa sama sekali.


pokoknya yang aku tau aku harus berusaha membatasi diri dulu berbicara padanya. aku takut emosiku tiba-tiba meledak dan tidak bisa me rem kalimat-kalimat kasarku yang bisa saja melukai hatinya sebagai seorang suami. sungguh aku tidak ingin bertengkar hanya karena faktor ekonomi. karna menurutku. sekali pun seluruh isi rumah ku ini ku pecahkan. itu tidak akan bisa mengembalikan moment-moment kita dulu waktu saat masih hidup senang.


aku selalu berusaha mensyukuri sekecil apapun rezeki yang Allah telah berikan pada keluargaku. yah,, siapa tau dengan begitu maka akan terus di limpahkan rezeki yang sudah ada. dan aku tau barangkali mungkin masih ada orang lain di luaran sana yang nasibnya lebih buruk dari nasibku. jadi aku hanya bisa terus mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadaku lewat keringat suamiku.


dan aku pun selalu meyakini bahwa setelah badai pasti akan ada surutnya juga. aku yakin kelak anak-anakku nanti akan kami besarkan dengan baik. mereka berdua akan menjadi penyambung sayap-sayap kami yang telah patah.


seringnya di timpa masalah menjadikan ada satu hal yang aku pelajari di sini. bahwa jangan pernah lelah untuk bermimpi. jangan pernah mematahkan semangat seorang anak untuk menggapai apa yang dia mau. hanya karena merasa tidak mampu membiayai. bisa jadi sebenarnya anak itu lebih tau batu loncatan mana yang harus dia tempuh untuk bisa hidup lebih layak dan terpandang di dunia ini.


salah satunya seperti mematahkan keinginan anak-anak untuk kuliah. bukankah memang sudah semestinya sebagai orang tua kita harus mengusahakannya. hidup di zaman modern dan semakin canggihnya teknologi saat ini. membuat kurva pencarian para pencari kerja terus berkembang naik. tentu saja persaingan akan ada disana. bagaimana bisa anak-anakku nanti bersaing. jika kami tidak mengusahakan dana untuk mereka dan memasrahkan diri dengan keadaan.


hidup memang bukan hanya melulu soal dunia. selalu harus ada penyeimbang juga yaitu tentang urusan akhirat. tapi faktanya kita ini hidup bukan cuman butuh makan. kita juga butuh barang-barang layak pakai, butuh kecanggihan alat-alat mesin dll. jadi kami harus memenuhi persyaratan hidup itu sebagai manusia dengan salah satu caranya memantaskan anak kami secara akademi. karna tidak mungkin dia terus bergantung pada orang tuanya jika sudah dewasa nanti.


sebaliknya kalau kami hanya berpasrah diri dan terus memohon tanpa usaha. apa doa itu akan artinya. sekali lagi rezeki memang Allah swt sudah atur sesuai porsinya. tapi akan lebih baik lagi jika kita berusaha semampu kita. dengan tidak cepat menyerah pada keadaan.


bukankah rezeki umatNYA juga sudah Allah swt jamin. lalu apa yang kita khawatirkan. jika hanya mengambil satu langkah akan terasa sulit. mengapa memilih meninggalkan langkah itu dengan harus menghujani diri sendiri dengan kepahitan hidup berada di garis yang terus saja standar tanpa adanya peningkatan.


bukankah memiliki orang tua yang miskin bukan merupakan sebuah warisan. anak-anak tidak harus merasakan kepahitan yang sama jika ingin menelaah hidup. bukankah bisa jadi anak orang kaya bisa saja saat dewasa akan jatuh miskin juga. lalu apa yang di takuti jika hanya tentang persoalan susahnya biaya untuk melanjutkan sekolah anak ke tahap perkuliahan. miris bagiku jika kemiskinan terjadi pada anak hanya karna kesalahan letak impian orang tuanya.


dan aku berharap faham yang aku anut ini bisa di terima suamiku. sehingga kelak kehidupan anak-anakku akan lebih baik dari kehidupan kami berdua. terus terang aku masih saja merasa bersalah pada diriku sendiri. andaikan waktu itu aku belum tergiur bekerja. mungkin saat ini aku di tempatkan di posisi yang bagus karna aku melanjutkan kuliah dan memiliki gelar sarjana atau mungkin barangkali saat ini aku sudah memiliki usaha dagang yang bisa menghasilkan uang tetap pada keluargaku. namun sayangnya dulu keegoanku masih belum bisa ku taklukkan. aku lebih memilih bekerja dini ketimbang masuk ke dunia perkuliahan.


tapi aku juga bukan tidak bahagia memiliki karir sebagai ibu rumah tangga. hanya saja aku akan lebih bahagia bila aku bisa menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir. aku ingin juga menjadi penambah financial dalam keluargaku. sayangnya mungkin bagiku itu hanyalah mimpi. dan insya allah mimpiku itu akan dilanjutkan oleh anak-anakku utamanya zhea.


aku ingin mereka memiliki hidup yang lebih baik, lebih terpandang, lebih menjanjikan dan bisa menjadikan harta mereka sebagai bekal mereka menuju akhirat nanti. tidak muluk-muluk. tidak perlulah menjadi seorang yang kaya raya. asal jangan sampai merasakan apa yang orang tuanya rasakan. bagiku terlalu bodoh mengulang-ulang kesalahan yang sama...

__ADS_1


__ADS_2