
haloo pembaca yang budiman,,
ini adalah sesi not prolog ke 2 !
disini thor akan menceritakan buah manis thor/aku/ella dalam menjalani kepahitan hidup.
menurut pepatah mengatakan di setiap puncak pasti akan ada akhirnya jua. begitu pula kisah yang thor ceritakan ini. jadi menyambung dari episode sebelumnya sedikit akan author ceritakan.
saat mengalami guncangan perekonomian yang hebat. aku dan suami menjalani semuanya tetap pada porsi kami masing-masing. walau seribu rintangan mendatangi kami. kami berdua berusaha tetap ikhlas dan tegar akan kenyataan yang kami hadapi.
aku pribadi juga terus selalu berusaha tabah menjalani hidup yang sudah aku pilih. tanpa pernah merasa menyesal atau pun menjadi ragu akan suamiku sebagai kepala rumah tangga. walau memang manusiawi rasanya bila ada rasa kekecewaan yang terselip di hatiku. namun bagiku seperti yang sudah-sudah aku tau akan selalu ada ending dari sebuah masalah. cepat atau lambat semua akan menjadi sebuah kenangan bagi kami.
kami berdua sejujurnya sudah terlatih dari zaman masa-masa pacaran. jadi jika ada masalah rumit apalagi menyangkut persoalan ekonomi. aku selalu berusaha menyemangati suamiku. mengingatkan padanya bahwa kita juga dulu pernah di tahap pelik tapi toh pada akhirnya kita berdua tetap bisa melewati itu semua. sebaliknya suamiku juga selalu berusaha menjadi obat penenang bagiku. kadang jika aku benar-benar sedang dalam keadaan down saat itulah suamiku menjadi orang yang berusaha kuat dan menghibur hatiku. serta mengesampingkan egonya. dan aku selalu menyadari bahwa suamiku selalu berusaha memberi contoh padaku tentang sebuah kalimat ikhlas dan tegar dengan selalu menutupi kekecewaannya pada dirinya sendiri.
........
pembaca yang budiman,
__ADS_1
singkat cerita thor jabarkan disini. jadi ketika motor kami sudah tidak ada. disini barulah aku merasa bahwa karunia tuhan kepada keluarga kami ternyata sangat berlimpah.
waktu itu pasca motor ditarik leasing. selang beberapa bulan kami berdua memutuskan untuk tinggal sendiri dan tidak lagi mengontrak rumah bersama keluarga temannya suamiku.
di kepindahan kami yang ketiga kali barulah terlihat mukjizat yang Allah swt beri padaku ternyata tak terhingga. karna memang saat melewati masa sulit sebelumnya sempat terbesit di benakku pertanyaan mengapa selalu kami yang di uji dengan cobaan yang berat.
tapi ketika kami sudah di rumah baru. agak terasa sedikit ada peningkatan perekonomian pada keluargaku. yup, walaupun tidak sesenang saat di tempat tinggal pertama sih. tapi bisa dibilang anak-anakku kini bisa terjamin lebih baik segala kebutuhannya. ketimbang kami hidup di kontrakkan kedua sebelumnya.
begitupun aku dan suami kami sudah mulai bisa lagi menikmati hidup. seperti jalan bersama anak-anak, pesan makanan delivery sesuka hati, nongkrong dan menikmati segala hiburan malam. yang sempat kami rasakan waktu dulu akhirnya kini mulai bisa kami rasakan kembali saat tinggal menyendiri di rumah ketigaku. padahal kalau di pikir secara logika kendaraan milik suamiku sudah tidak ada. tidak mungkin hidup kami bisa se happy itu. tapi nyata nya selalu ada rezeki tak terduga yang mendatangi kehidupan kami berdua.
pernah suatu waktu suamiku sampai harus berjalan kaki untuk pergi bekerja. pernah juga kami merasakan tidak ada makanan. tapi kembali lagi jika di banding dengan masa-masa ngontrak bersama dengan mereka. rasanya saat itu lebih mencekam ketimbang memilih ngontrak sendiri. dulu bisa di bilang hampir dua minggu beruntun kadang aku dan anak-anak makan mie instan. alhamdulillah ada perubahan yang keluargaku rasakan. ahh pokoknya moment-moment susah itu menurutku menjadi sejarah terpahit seumur hidupku. yang akan ku ceritakan pada anak-anakku kelak.
disini aku tidak menggiring opini mencari penyebab akan kesusahan kami. sungguh tidak sama sekali. justru aku sangat bahagia pernah ada di fase itu membuatku selalu mengingat Sang pencipta.
dampak saat kami pindah ke tempat baru membuatku tersadar akan sesuatu hal. aku sangat senang, bahwa ternyata memasrahkan rezeki kepada Allah swt itu sangat indah. hanya dengan ikhlas, berusaha juga berdoa ternyata rezeki itu seperti air mengalir tidak terbatas. aku yang mendoakan dan suamiku yang menjemput rezeki. Allah swt akan melimpahkan apa pun yang kita minta jika kita bersyukur akan sesua nasi yang kita makan. hanya dengan bersyukur. ya Allah sungguh besar karuniaMu pada keluargaku.
suamiku juga tidak pernah patah semangat dalam membiayai kehidupan kami. dia kesana kemari meminjam motor temannya hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. dan aku sudah mulai terbiasa sering di tinggal tidur malam bersama anak-anak. suamiku juga suka menebus kesalahannya dengan membawakanku rezeki uang atau sekedar mengajak kami jalan-jalan.
__ADS_1
yang aku sangat senangi suamiku juga di kelilingi oleh teman-teman nya yang sangat baik. aku senang dia memiliki teman yang tidak hanya memandang dia dari materi. selama aku hidup bersamanya. baru kali ini aku melihat dia berteman dengan orang yang benar.
niat kami untuk pindahan lagi yang ke tiga kalinya beserta keikhlasan-keikhlasan yang kami usahakan di balik semua musibah membuat aku dan suamiku semakin tegar dan kuat menjalani biduk rumah tangga kita. semua kepahitan yang kami jalani berbuah manis.
pokoknya intinya segala musibah pasti ada penyebabnya. Allah swt tidak menimpakan sebuah musibah jika tidak ada maksut dan tujuannya. aku yakin bahwa abi, aku dan anak-anak adalah orang pilihanNya yang kuat.
ada satu hal yang perlu pembaca budiman perlu tau. selama kami menjalani masa-masa sulit. kami berdua sama sekali tidak pernah melibatkan orang tua kami untuk masuk ke ranah biduk rumah tangga kami. ada sesekali aku berkunjung ke rumah mama karna memang saat itu makanan kami tidak ada. tapi aku selalu berusaha menutupi kekurangan suamiku dengan tidak banyak mengeluh kepada orang tuaku. begitu pun sebaliknya aku ke mertuaku. hubungan kami baik. aku kepada mertuaku juga tidak pernah mengeluh akan hidup yang kami jalani. dan hal ini menjadi poin penting bagiku. aku bukan tidak menganggap orang tua kami tidak ada. tapi aku tidak ingin rumah tangga kami kacau karna munculnya pihak yang bisa membuat adanya ketersinggungan. sejelek-jeleknya suamiku dia adalah laki-laki yanh bertanggung jawab. begitu pun aku sekeras-kerasnya hatiku. aku berusaha tidak melalaikan tugasku sebagai ibu juga istri dengan sengaja.
.......
pembaca yang budiman,,
akan ada dua episode setelah ini dan barulah author akan menamatkan kisah cinta manis ini. serta juga akan ada prolog yang berisikan kalimat sayangku kepada seluruh keluargaku. yuk lanjutkan membaca dua episode terakhir dariku.
mohon diambil bagian yang baiknya dan dibuang bagian buruknya.
semoga terinspirasi.
__ADS_1
selamat membaca
salam sayang dari author