
semenjak kepulanganku berlibur dengan abi dalam rangka merayakan tahun baru di luar kota. aku merasa badanku sering pegal, demam juga kadang naik turun padahal aku merasa tidak melakukan aktivitas berat. bangun pagi ini juga rasanya perutku begah , kembung pokoknya tidak nyaman jika melakukan gerakan apa pun. apa lagi memeluk guling serasa ada yang full di bagian dalam perutku.
apa mungkin aku masuk angin ? karna jalan semalam aku kan tidak menggunakan jaket . semalam juga aku hanya makan mie instan. pasti aku masuk angin serta maagku kambuh lagi.
aduuuuh sumpah rasanya tidak enak. aku harus minum tolak angin juga obat maag biar bisa segera keringatan dan keluar gas dari perutku ini.
aduhhh lupa lagi, kalau stok obatku habis. sebentarlah aku beli, masak bubur dulu keburu perutku nanti makin sakit.
sembari berjalan ke arah dapur aku mencium sesuatu.
ehh,, by the way tetangga sebelah masak ikan kuah asam . ahhh mauuu, semoga mama sebentar ke pasar jadi bisa ku request makanan itu ke mama untuk di masak.
ku langkahkan kaki ku ke dapur dengan gontai. hanya bubur sepertinya yang bisa ku telan karna aku tau memakan nasi disaat begini akan memperburuk keadaan. aku tidak boleh terlalu kenyang juga tidak boleh terlalu lapar. jadi bubur lah menu pas jika maagku kambuh.
tapi kenapa saat memasak, ku aduk bubur itu rasanya aku jijik. membuat nafsu makanku hilang. sambil memasak ku pikir lagi kembali apa yang harus ku makan selain bubur.
mama belum masak apa-apa pagi ini . hanya ada ikan goreng di meja dan sisa nasi semalam di rice cooker.
akhirnya bubur ini kembali menjadi pilihanku. setelah buburnya matang ku buka sedikit penutup wadahnya lalu ku tinggal. aku pergi berjalan kaki ke kios di kompleks sini tidak jauh dari rumah untuk membeli tolak angin dan obat maag. sepapan obat maag dan dua bungkus tolak angin ku pikir cukup mengusir begah dan nyeri diperutku. rencananya ku minum dulu si tolak angin, makan buburku , sejam kemudian baru ku telan obat maagku.
........
ini sumpah kenapa masih begini sih rasanya. duduk tidak enak, bangun tidak enak, dibawa jalan kecil apa lagi. padahal aku kan sudah minum tolak angin dua bungkus dan sebiji obat maag. biasanya aku akan buang angin atau berkeringat. ini malah no respon sama sekali. ahhhh perutku sakittt,,,
ku pukul-pukul perutku tujuannya biar bisa buang angin. tapi sia-sia yang ada rasanya aku eneg. terpaksa untuk menghilangkan eneg ku hirup udara minyak telon sebanyak mungkin.
Apa mungkin ini karna bubur yang ku makan cuman sedikit ? ihh tapi kan rasanya tidak enak. sebaiknya ku buang bubur itu. mama tidak suka melihat ada makanan disia-siakan begitu. bisa ngomel nanti,,
segera ku bangun ke dapur lagi dan membuang si bubur ke tempat penampungan sampah basah dibelakang rumah. bubur yang ku masak tadi niatnya ingin ku makan malah ku aduk-aduk sana mari di atas piring makanku. model bubur yang lembek dan baunya yang tidak asik sukses membuatku mengaduknya tidak karuan. benar saja baru juga dua suap masuk ke mulutku. aku serasa mau muntah. ku hentikan makanku dan menyimpan piring itu di atas meja. lalu pada akhirnya aku pergi kedapur untuk menyembunyikan eh,, tepatnya membuang bubur malpraktekku ini.
ellaaaaa,,, teriak iparku
yaaa,, teriakku kaget saat mencuci piring bekas makanku.dengan segera ku simpan piring itu.
piringnya sengaja aku cuci untuk menghilangkan jejak si bubur tadi agar tidak keliatan oleh mama. wkwkwk,,,
adaa tamu nih cari kamuu,,
siapa ? siang bolong begini ?
ku cek ke teras rumahku segera. penasaran siapa yang nekat jalan-jalan kesini di siang buta begini.
eh,, ibu sama babe , dari mana ? aku kaget melihat dua orang tua ini plus pakaiannya yang seperti mau ke kondangan.
ndaa,,, ibu mo nitip motor di parkir sini. itu ada pesta di jalan sebelah. keluarga ibu itu, cuman parkiran disana padat jadi mau ku parkir disini motorku. bolehkan ?
ohhhhh,, iya parkir saja bu,, sebelah sana tunjukku
__ADS_1
setelah memarkirkan motornya ibu tersenyum lalu mendekatiku lagi.
ella,, kamu sakit ? sambil megang tanganku dia memperhatikan seluruh tubuhku dari atas sampai bawah.
haa? sakit ? eh iya bu,, maagku kambuh sepertinya. ini perutku begah sekali.
ibu menatap perutku dengan lama lalu dia mendekatkan bibirnya ketelingaku.
hamil kali kamu nak? matanya mendelik ke arahku
ahh ibu ini,, mana ada bu hahaha,,
oh yakin ?? sudah periksa ?
eh,,ya sudah ibu buru-buru ke pesta ya nak. nanti itu periksa tunjuk ibu ke perutku.
ku pegang perutku lalu berpikir secepat kilat . itu TIDAK MUNGKIN !
dalam bingungku, kuantar ibu sampai ke depan lorong lalu kembali ke rumah tepatnya ke kamarku. dikamar aku sibuk mengingat kapan hari haid terakhirku. tapi ku coba tepis dengan kalimat " ini maag, ini cuman masuk angin biasa" .
ibu dan babe adalah orang tua ku yang kesekian kali. mereka orang tua temanku sebenarnya. dulu aku pernah tinggal dirumah mereka selama sebulan. bertengkar hebat dengan kakakku membuatku pergi dan tinggal lama di rumah babe dan ibu.kebetulan anak mereka cuman satu perempuan jadi aku sekalian menemani si titi . remaja kecil yang baru saja menamatkan SMA nya ini sedang sibuk mendaftar kuliah di universitas pilihannya dengan jurusan arsitektur.
.........
abi,,, mana test peck yang umi titip beli tadi ?
iyaa,,, sini ituu,, nanti orang liat.
ku timang barang itu sambil berpikir semoga tidak sesuai dugaanku. aku menginginkan hamil sih, tapi jangan sekarang juga. aku kan belum siap. jujur saja semenjak ibu menegur siang itu. aku jadi cemas, suka kepikiran terus. anehnya mual ku belakangan ini menjadi-jadi. bukan cuman mual, makanan yang ku makan belum sampai barangkali di perutku malah sudah aku muntahkan. muntah itu ku sembunyikan di tumpukan baju kotorku yang sudah menggunung. entah kapan bisa aku cuci. aku sangat curiga pada kondisi tubuhku ini sebenarnya. itu kenapa ku suruh abi membelinya di apotek. aku ingin memastikan kalau ini maag bukan makhluk hidup.
.........
sudah 3 hari berlalu, aku tidak keluar rumah. aku menikmati mual muntahku dengan secara tragis. bertemu dengan abi pun hanya kalau misal aku ingin makan sesuatu. rasanya juga aku keliyengan dan eneg jika kena hembusan angin. tidur dikamar cuman itu yang aku butuh saat ini. selama 3 hari ini juga aku belum menggunakan test peck itu. butuh mental yang kuat bagiku. aku takut hasilnya akan membuatku gelisah seumur hidupku. tapi pagi ini setelah aku bangun dari tidur dan mengalami kondisi perasaan pusing seolah habis naik mobil perjalanan jauh. maka ku putuskan menggunakan barang itu juga. tentu saja menunggu orang rumah pergi dulu. kalau sampai ada apa-apa setidaknya ekspresi wajahku tidak keliatan.
pagi ini sekitar jam 8 adalah jadwal senam mama di klinik kesehatan prodia. kakakku juga akan pergi mengajar seperti biasa dan iparku ke tempat kerjanya. anak-anak juga sudah berangkat sekolah sedari jam setengah 7 pagi tadi. aku masih bersembunyi dikamarku menunggu waktu tepat ( padahal aku haus sekali tapi ku tahan ). saat keadaan sudah mulai sunyi baru aku beringsut keluar dari kamar.
hal yang pertama yang ku lakukan menggiling pakaian bekas muntahanku di mesin cuci. yup, selama beberapa hari aku memuntahkan semua isi perutku di baju kotor yang bekas ku pakai bahkan menarik sembarang baju bersihku untuk menutupi suaraku ketika sedang muntah ( apa tidak tragis namanya itu ). baju kotor itu langsung ku simpan rapi di bagian dalam keranjang baju kotorku agar tidak nampak kelihatan orang rumah. muntah dikamar sembunyi membuat leherku jadi luka. tapi aku tau tidak ada yang bisa ku lakukan selain menutupi semuanya dulu.
.........
setelah membiarkan mesin cuci menggiling bersih bajuku. aku masuk ke toilet untuk mencoba test peck itu. harapan dan rasa cemasku berdoa semoga bukan positiv.
agak lama ku tutup mataku . aku masih takut melihat posisi garis yang sudah mulai muncul samar di bagian ujung sisi kanan.
setelah yakin dengan diriku. ku coba buka lagi mataku dan mengintip pelan-pelan.
astaga,,, dua garis biru ? artinya ?
__ADS_1
ku baca petunjuk penggunaan dibelakang kemasan test peck. tanda dua garis itu menandakan aku positiv hamil. segera saja ku cuci tanganku dan pergi menyimpan barang bukti itu di dalam lemari bajuku. hasilnya ingin ku perlihatkan pada abi malam nanti.
.........
lama aku termenung di dalam kamar. berpikir keras cara menjelaskan pada mama nanti. barangkali aku akan ditampar mama atau dimaki-maki.
oh,,, rumah cepatlah engkau terjual. masalah ini akan memperburuk emosi mama kalau ku beri tahu sekarang,, mama kan sudah pusing karena di gantung si pembeli rumahnya. masa iya ku tambah lagi dengan kabar ini.
ku elus perutku dan mencoba meraba tapi tidak ada tanda benjolan didalam sana. aku pergi ke depan cermin dan ku angkat bajuku lalu ku perhatikan perutku.
ahhh belum kelihatan,, jangan bicara sekarang. bisa mati aku. hm,, kira-kira ini sudah berapa bulan yah ? bukannya desember kemarin aku masih menstruasi ?
aduuh abii,,, hmm,, sebentar malam akan ku kabari abi dulu. ahhh bagaimana ini??????
...........
apa?? umi hamil ?? alhamdulillah. abi pikir umi mandul hahaha,,,
eh,, mandul gundulmu,, itu buktinya kan ada. lama dapat bukan berarti mandul abi,,,,
lelaki ini senyum mendengar ucapanku. dia masih belum percaya laporan keadaanku jadi dia mencoba membaca maksut dua garis biru di test peck tersebut. yup,,sama seperti caraku membaca penjelasan di balik kemasannya. lalu abi tersenyum sumringah menatap diriku.
isss hamil niyehhhh,,, godanya
abi,,,, terus bagaimana ?? umi takut,,,
segera ku ambil test peck itu dan ku simpan di saku celanaku. aku tidak memperdulikan candaannya barusan. aku masih sangat cemas.
mi,, berarti kita sudah dikasih jalan untuk menikah. jalani saja semua, abi akan temani umi janji,,, kita hadapi berdua yah,,
iyaaa,,,, tapi menjelaskan ke mama bagaimana caranya ?
ya tinggal ngomong toh. tapii,,rampungkan dulu maharmu baru kita bicara,, abi juga akan jujur ke mamaku. kita bisa menikah menunggu dua bulan kedepankan ? biar uang abi juga cukup untuk pesta nya.
mendengar ucapan abi, aku cuman bisa diam saja. kalimat abi barusan tidak membuat diriku tenang seperti biasanya. karna pasalnya aku memiliki watak lumayan keras dan mama cukup menaruh percaya padaku. selama ini dia tidak begitu mengkhawatirkan pergaulanku hingga cukup memberikan ku kebebasan dalam hal apapun. baru kali ini saat usiaku menginjak 25 tahun dan sudah sering jalan dengan abi, mama agaknya mulai khawatir berlebihan. dengan memberi tahu mama keadaanku sama dengan mencoreng kepercayaannya. tapi jika tidak diberitahu juga bukan solusi yang benar. dia akan kaget nanti, kok usia pernikahan belum lama tiba-tiba aku pecah telur. lebih baik malu bersama mama dari pada sembunyi seumur hidup dari mama itu menurutku. setidaknya mama akan tetap menjadi mamaku dalam keadaan apapun.
ellaaa,elaaaa mestinya berpikir dulu sebelum bertindak. pikirku penuh penyesalan
kegalauanku saat itu menuatku melupakan visi dan misi awalku sesungguhnya. aku sebenarnya hanya tidak menyadari saja. hormon ibu hamil ternyata di masa kehamilan trimester pertamanya akan berubah-ubah . efeknya membuat si bumil jadi mood swing dan kelelahan akibat seringnya keluar cairan alias muntah.
...........
alhamdulillah ya Allah,, top cerrrrr,,teriakku bahagia dalam hati.
sepanjang jalan aku tarik gas motorku sambil memainkannya. membayangkan rencana kami berhasil sukses membuatku bahagia malam itu. tidak akan ada lagi halangan untuk kami berdua. dan aku akan jadi suami sekaligus ayah.
hmm, apa cowok atau cewek ? aaaarghhhhhhhh akuu bahagiaaaaaa malam ini...........
__ADS_1