
di episode kali ini aku akan menceritakan rangkuman perjalanan hidupku yang di jalani oleh aku sendiri yang notabene seorang wanita biasa dengan kenyataan perencanaan hidup yang luar biasa dari Allah swt.
bahwa ternyata ada banyak hal yang tak di sangka terjadi dan telah kami kupas bersama-sama selama pernikahan kami yang kini sudah berjalan masuk di tahun ke empat. perjalanan cinta yang mungkin tidak semua orang bisa kuat dalam menjalaninya. berkali-kali kami berdua terjatuh dan mencoba bangun dari keterpurukan, berkali-kali juga kami berdua merasakan patah hati yang amat sangat dalam. alhamdulillahnya saat ketika sekarang aku menuliskan novel ini. aku masih saja tidak pernah merasa marah ataupun kecewa kepada Sang maha penciptaku.
walau sebenarnya aku juga bingung sendiri. entah dari mana bakat sifat sabar ini muncul dalam diriku. apakah sifat ini di turunkan orang tuaku padaku? aku juga tak paham soal hal itu. kesabaran itu membuatku bisa bertahan dan tersenyum menjalani hari-hariku hingga saat ini. atau memang mungkin saja, Allah swt sudah menanamkan sebuah energi kekuatan padaku sejak lahir. Dia memilihku menjadi manusia kuat yang bisa menjalani part garis kehidupan yang sedang ku jalani kini.
dulu sejak aku mengetahui bahwa aku terlahir bukan dari keluarga yang membesarkanku. hatiku tentunya sangat kaget dan tak menerima kenyataan. namun tetap saja jauh di dalam lubuk hatiku. tak sedikit pun ada perasaan kecewa yang terselip di dalam sana. padahal dulu aku juga merasa tidak mudah untuk hidup di ruang lingkup keluargaku itu. aku hanya berusaha menjalani masa kecilku senormal anak-anak lainnya. sampai akhirnya aku membesar dan lulus dari sekolah menengah atas.
saat usia remajaku yang nota bene baru lulus sekolah itu. aku belum juga bisa menemukan teman sahabat yang pas karena kebanyakan dari mereka adalah palsu belaka. hingga akhirnya kemudian aku memaksakan diriku di giring ke dunia pekerjaan yang seharusnya belum boleh aku lewati. dengan tujuan bisa punya uang dan punya sahabat sejati.
lalu aku teringat lagi ketika akhirnya aku mulai menemukan ( di tahun yang berbeda waktu itu tidak bersamaan ) dua orang wanita yang menurutku cocok menjadi sahabatku. kami menjalaninya dengan suka cita. hubungan persahabatan kami pun sebenarnya juga tidak serta merta membuat kami saling turut campur akan hal-hal pribadi dan sangat privasi pada kami. kami memang bersahabat namun kami juga masih saja menjalani tanggungan kehidupan sosial kami masing-masing. kami berusaha bertanggung jawab penuh atas kebutuhan pribadi masing-masing tanpa saling turut campur urusan hidup kami. tugas kami betul-betul hanya saling mengingatkan dan saling menghibur antara sesama sahabat. hal itu membuatku tetap saja merasa kosong jika mereka sedang lagi tidak bersamaku. aku akan terus kesepian jika sehari tidak bersama dengan mereka berdua.
lanjut lagi ke tahap yang akhirnya aku tumbuh menjadi wanita dewasa. aku merasa tidak lagi hanya butuh seorang sahabat. aku mulai memiliki hasrat sepi di tengah keramaian bersama mereka berdua. rasanya aku butuh sentuhan sebuah cinta sejati. perasaan itu sangat kuat tumbuh di hatiku. aku menjadi terjebak dengan hari-hari yang berat akan pertimbanganku sendiri dalam urusan memilih pasangan. yang kadang tak ayal membuat aku berkali-kali bertemu dengan orang yang salah. hingga akhirnya berkali-kali juga mengalami sedihnya putus cinta wkwk,,
pikir saja bagaimana rasanya menjalani kehidupan remaja dengan sebuah pencarian jati diri tanpa di tuntun oleh orang tua. saat itu aku sangat paham usia mereka orang tuaku yang sudah tidak muda lagi. membuat mereka tidak sadar kalau anaknya sedang ada di fase itu, fase pencarian jati diri dan mirisnya saat itu aku lebih memilih menutupinya saja dari orang tuaku ketimbang bercerita tentang kisah cintaku pada mereka. apalagi khususnya pada mama.
aku selalu menghibur hatiku dari rasa-rasa kecewa hanya dengan menikmati kerjaan dan uang gaji hasil dari jerih payahku. aku terus memanage diri biar tetap menjadi wanita yang baik. tanpa di sadari segala bentuk kekuranganku termasuk kepahitankh terus ku tutupi dari orang-orang di sekitarku. termasuk menutupi dari sahabatku juga. mungkin hanya 80% yang sahabatku ketahui tentang sejatinya diriku ini. aku seakan-akan terlihat bahagia namun ternyata batinku kosong. berdikap diam itu terus berlarut-larut menahun dalam hidupku yang dulu. entah mengapa jadinya aku memang berhasil bahagia menjadi anak remaja di tahun itu namun rasa bosan pada akhirnya mulai menyeruak ke dalam jiwaku. aku selalunya ingin part yang terbaik dan terbaru di dalam hidupku.
muncullah angan-angan di diriku ini. aku ingin sekali ada seorang lelaki yang cintanya tulus padaku. rasanya tak butuh waktu lama bagiku. ada juga cinta sejati yang datang menghampiriku. aku hanya perlu memastikan hati bahwa ini orang bukan lagi orang yang salah seperti yang sudah-sudah. tanpa meminta pendapat orang lain karna sudah mulai bisa membaca situasiku saat itu. dengan sikap beraniku di tengah peliknya situasi aku kembali memutuskan sebuah keputusan penting di dalam hidupku yaitu menikah dengan pacar pilihanku yang kini telah menjadi suamiku. pernikahan ? part inilah yang menurutku akan mudah ku lalui tapi ternyata justru di sinilah lika liku hidup lebih banyak ku jalani sendiri dan derai air mata nyatanya masih saja mengalir di malam-malam tidurku. tak seindah yang aku bayangkan hehehe,,
__ADS_1
pernahkah suatu hari aku berpikir tentang tragisnya garis hidupku. seperti berpikir mengapa aku ? kenapa bukan orang lain yang anak angkat ? kenapa aku di besarkan tidak dengan orang tua yang lebih kaya lagi ? kenapa aku di pertemukan terus dengan orang yang salah ? kenapa aku menikahnya harus dengan cara yang begitu ?
jawabannya iya pernah. aku sering bertanya pada Allah ketika lelah menjalani hidupku sendiri. aku bertanya dan bingung akan kehidupan yang di gariskan padaku. sedihnya saat itu aku tak pernah sedikit pun menemukan jawaban atas pertanyaan ku. padahal aku berjuang dengan doa-doaku. namun tetap saja tak ku temui apa maksut dari semua itu.
hebatnya aku sebagai wanita dan manusia biasa aku tetap ridho menjalani seemuaanya. terus berusaha hidup waras meski tak sesuai dengan segala harapanku. kepahitan itu tidak membuat aku jatuh. aku berusaha terus kuat menapaki langkah yang telah ku pilih. nanti barulah aku mulai tersadar ketika aku telah melahirkan zea. pelan-pelan aku menyadari ada maksut Allah swt dari hidupku yang dulu untuk bekal menjalani pernikahanku kini.
aku tersadar mungkin saja dulu jika masih ibu kandungku yang merawatku. mungkin aku tidak bakalan bisa meneruskan sekolahku karna tersangkut masalah ekonomi dan tentunya aku tidak akan pernah merasakan hidup lebih baik dari takdirku yang sebenarnya. itulah sebab beliau menitipkan aku pada sepupunya ( mamaku yang kini).
aku juga teringat dan pelan-pelan tersadar bahwa kenapa selalu lelaki yang salah yang ku dapat. kenapa tidak langsung pada orang yang tepat. barulah nanti sekarang saat aku menikah ini dan punya anak ku temukan jawabannya. bahwa mendapati lelaki sabar seperti suamiku ternyata tidaklah mudah. butuh ribuan patah hati untuk bisa memiliki pasangan yang luar biasa pengertiannya seperti abi. dia lelaki yang sifat dan sikapnya bisa saling mentolerir dengan keadaan kita. iya,, karna menikah itu tidak segampang yang ku bayangkan dulu.
nah kini apakah aku harus bertanya lagi. tak etis rasanya jika aku masih saja bertanya kenapa pernikahanku tak seindah cerita dongeng ? karna aku pun juga tau. bahwa memang pernikahan di tahun-tahun awal merupakan hal terberat dan tersulit.
aku teringat salah satu contoh nasehat orang tuaku yang sangat keras dan membekas. ( kalau makan itu nak harus ingat orang yang dibelakang ) ternyata ilmu sekecil itu kini menjadi sangat bermanfaat. ilmu tentang makan harus mengingat anggota lain yang mungkin saja belum makan hari itu. ternyata membantuku menjadi istri dan ibu yang baik hati. setiap kali makan aku pasti selalu menyisakan untuk semua orang di rumahku. hal seperti ini bukan hanya karna persoalan uang. tapi supaya uang yang tidak perlu di pakai beli makanan tambahan bisa di pakai untuk kebutuhan lain. aku jadi pintar mengirit keuangan dalam rumah tanggaku karna terbiasa hidup disiplin sejak kecil.
thats right,, sesimple itu ternyata cara Allah swt mendidikku. hanya dengan mengirimkan aku lahir dari rahim ibu kandungku yang notabene punya masalah ekonomi. hingga kemudian dengan keikhlasannya aku di lepas di titipkan kepada sepupunya sendiri. aku di berikan pelajaran kehidupan sederhana yang layak sesuai usiaku ( bukan sejak dini karena faktor terlahir miskin ) agar kelak ketika aku susah dalam rumah tanggaku. aku menjadi tau cara menghargai uang dan makanan yang ada dan tidak mudah patah arang.
ahhh,, Allah swt memang zat yang sangat ajaib dan hebat. bahkan aku tau hanya dengan meminta dan bersyukur aku selalu menemukan mukjizat yang aku iming-imingkan di hati. meskipun waktunya aku tidak tau kapan pastinya. tapi aku selalu di berikan kemudahan dalam kepahitanku. lalu sebagai manusia nikmat mana lagi yang aku dustakan. jika ternyata sebuah kepahitan juga ada maknanya. apa lagi jika Allah swt sudah memberikan nikmat dari sebuah pernikahan.
rasanya sebagai manusia yang penuh khilaf Allah swt terlalu baik padaku.
__ADS_1
seperti juga keputusan abi yang resign dari perusahaan tempat dia bekerja. keputusan itu yang sempat membuat anxiety ku kambuh karna larut dalam ke khawatiran. namun kembali lagi bahwa ternyata Allah swt juga sudah menakdirkan itu pada kami. kami seolah di suruh keluar dari zona nyaman. untuk berani membuka usaha sendiri dan memiliki penghasilan yang lebih baik lagi untuk keluarga kecil kami dan mungkin jika suamiku tidak mengambil keputusan itu. mungkin kehidupan anak-anakku masih saja kedepannya standar bahkan mungkin bisa saja dewasa nanti anak-anakku dalam status rawan ekonomi hehheh,,,
keluarnya tunjangan tanggungan pensiun abi menjadi jawaban atas doa-doa kesedihanku dulu dan sekali lagi ternyata Allah swt sebaik itu menjabah doa umatNya. dia tidak akan memberi jawaban jika tidak di perlukan. tugas kita sebagai manusia hanyalah meminta dan mensyukuri serta menunggu waktu yang pas dengan ribuan ikhlasan.
belum lagi mengingat hikmah nikmatnya yang kudapati nanti tentang menjalani peranku yang sekarang menjadi seorang ibu mandiri. mungkin kini aku akan terlelah-lelah menjalani semua kenakalan anak-anakku. mungkin aku merasakan sepi karna telah meninggalkan masa mudaku. namun Allah swt pasti masih punya kisah unik lagi buat diriku ini. lewat segala ujian kesabaran menjadi seorang ibu. selain Surga yang sudah jelas dijanjikan Allah swt bagi seorang istri dan ibu yang sabar dan ikhlas. aku yakin ada alasan mengapa Allah membolak balikkan hatiku untuk membiarkan aku memilih diriku hidup sendiri dalam merawat anak-anakku. aku tau, aku akan mendapati jawaban diriku yang kini nanti di masa mendatang seperti yang sudah-sudah. intinya aku hanya harus perlu bersyukur sudah di berikan anak-anak yang sehat, lucu, cerdas dan indah parasnya. serta tidak boleh mengeluh atas keputusanku sendiri. anak-anak yang kelak akan menjadi tempat bersandarku juga,, insya allah,,
buat para pembacaku yang budiman,,
teruslah berdoa dalam segala kepahitanmu. jangan menyerah, jangan berputus asa. jika ingin menangis maka menangislah. namun jangan merasa diri hina dina. karna cepat atau pun lambat Allah akan menjawab semua permintaan kita. berimanlah dengan segala kerendahan hati. insya Allah kepahitan itu akan digantikan dengan cerita yang indah. ambillah seluruh pelajaran di masa lalu untuk bekal perjalanan hidup kita di masa sekarang. berbuat baiklah agar kelak anak kita mendapatkan kebaikan yang sudah kita tanam padanya lewat tangan orang lain. bersungguh-sungguhlah menjalani hidup seolah hidup ini indah tanpa harus menyakiti orang lain. sebab karma selalu berlaku untuk kita kini dan anak kita kelak.
kehidupanku juga masih akan terus berlanjut. bisa jadi setelah menulis novel ini aku akan menjadi sukses. atau kembali di uji lagi dengan kesakitan hidup. tapi aku berdoa dan berharap bahwa kelak di masa tuaku. hidupku indah dan tidak menyusahkan orang lain. serta anak-anakku hidup, sehat, bahagia, bertumbuh kuat dan menjadi penyelamatku di akhirat kelak dengan kesholehaannya. aaamiin yaa rabbal alamiinn..........
sekali lagi semoga tulisan ini menginspirasi terutama bagi para pejuang subuh, bagi para pencari cinta sejati, bagi orang-orang yang mengalami ribuan kesakitan hidup, bagi para ibu muda, bagi para istri-istri yang mencari keridhoan suaminya, bagi para insan yang mencari kebahagiaan hakiki dan khususnya bagi para anak-anak yang merasa tidak beruntung dalam hidup :(
jangan menyerah, keep strong, jangan lupa bahagia dan jangan lupa tertawa.
wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuu........
terima kasih
__ADS_1
salam kenal dari aku/ella/author