
sudah jam setengah 12 ini. mana dia ? masa cuman pergi beli rokok di depan tapi belum kembali lagi ? apa ku susul saja di depan gang sana,,,
aku pun langsung berjalan keluar dari pagar pembatas antara kost baru ini dengan jalan gang sempit. aku yang sedari tadi berdiri di depan pagar menunggunya datang mulai merasa lelah dan putus asa. dengan getir ku langkahkan kakiku berjalan di bawah terik matahari menelusuri lorong gang sempit ini. hatiku kini mulai was-was merasa tidak karuan. mengapa sudah satu jam lebih temanku pergi membawa motorku dan tak kembali. aku yakin tidak terjadi apa-apa. karna tidak ada tanda mencurigakan darinya. tetapi mengapa motorku belum kunjung dibawa kembali ? ada apa ?
ketika sampai di depan jalan raya aku mencari pohon rindang untuk berteduh. sekalian menengok arah kanan kiri. berharap iki datang dengan membawa motorku, berharap motor itu bukan dibawa lari, juga berharap motorku bisa kembali lagi padaku untuk ku bawa pulang. mengingat 2 jam lagi aku harus berada di post penjagaan kantor untuk bekerja.
berkali-kali aku memperhatikan motor yang menuju ke arahku. tapi masih saja belum ada tanda dari kejauhan motorku terlihat sedang di kendarai iki. maka, sekali lagi ku tengok jam di hp ku. agaknya sudah 10 menit lagi berlalu. berarti sudah sekitar 2 jam lewat aku menunggunya. dari aku masih berada di depan pagar sana sampai berada dibawah pohon sini.
kalau dia kehabisan bensin atau ban motor itu bocor pasti sudah sejak tadi aku di hubunginya. kenapa belum ada kabar ? apa memang motorku dibawa lari sama iki ? ah,, coba ku telepon papanya. siapa tahu iki ada pulang ke rumahnya.
ku ambil hp di saku celanaku. untung saja hp ini ku letakkan di kantong celana kiriku. jika ku isi di dalam tas yang ku bawa tadi. mungkin sekarang hp ku juga sudah raib bersama motor dan tas yang kuletakkan di motor bagian depan tempat kaki. tas itu berisikan baju kerjaku yang akan ku pakai sebentar setelah proyek selesai ku kerja. rencananya aku dari sini tidak akan pulang ke rumah langsung lanjut ke kantor saja. makanya ku bawa tas itu bersamaku. takku duga akan ada kejadian seperti ini. merasa tak ada firasat buruk akhirnya bukan cuman tas yang dibawa lari bahkan dengan santai kunci motor ku berikan padanya.
ahh,,, penyesalan memang selalu terlambat. batinku
assalamualaikum om,,,
waalaikum salam,,, iya kenapa zul ?
ini om, tadi iki pinjam motorku ke kios di depan lorong tempat proyek kami bekerja. katanya sih mau pergi beli rokok. kenapa belum kembali yah ? sudah hampir 2 jam ku tunggui dibawah pohon depan jalan raya sini,,,
tapi si iki belum datang juga. apa iki ada pulang kerumah om,,??
ohh,, tidak,, iki tidak ada disini nak,, tadi pagi dia kan pamitnya mau pergi ke tempatmu !
loh,, sekarang kamu ada dimana,,, ?
di jalan XX berdiri tepat dibawah pohon besar di samping lorong WW ini om,,.
siapa tau om bisa jemput aku dulu. aku kepanasan disini om. lagi pula ini sudah mau masuk jam 3 sore. satu jam lagi aku mau piket di kantor,, aku mau pake motor itu ke tempat kerja. bisa om telepon iki? atau jemput aku disini ? em,, kalau bisa om,, tolong,,
ya,, sudah tunggu situ. nanti om jemput. si iki nih ada-ada aja,,
setelah telepon ku tutup. ku coba hubungi umi di rumah, ku chat dia di WA nya saja. aku tidak menelpon karena baterai hpku mulai low. takutnya iki nanti menghubungi tapi posisi hpku sudah mati. ku kirim pesan pada umi perihal kabar iki apakah ada datang atau menelpon untuk menanyakan keberadaanku.
mi,,,, piu,, piu,,,
ya,, kenapa abii?
eh,, iki ada ke situ ? kalau ada tolong bilang sama dia motor mau abi pake kerja.
ha? bukannya abi sama iki tadi. katanya mau pemasangan meteran listrik di proyek.
iyaa,, cuman tadi dia pake motorku,,, katanya mau beli rokok di depan lorong,,
terus mana dia sekarang ? abi sudah telepon ?
sudah,, tapi tidak aktiv nomer hp nya. dia juga di rumahnya tidak ada,, abi,, barusan menelpon papanya,,
haaa? maksutnya dia pergi bawa lari motor abi ?? maksut abi begitu kan? setelah motor dia pinjam, dia langsung tidak ada kabar.
__ADS_1
aduhh,, mi,,,, sudah dulu penjelasannya. abi mau kerumahnya dulu. ini papanya sudah datang jemput abi,,
..........
ku tatap hpku lama dan membaca pesan abi berulang-ulang. otakku terus mencerna kejadian itu. lalu ku putuskan menghubungi dua nomer ponsel iki yang pernah dia pakai menghubungiku sehari lalu. tapi hasilnya nihil, nomer hp itu tidak ada yang aktiv.
agak lama ku duduk diam termenung sambil terus menelpon nomer itu secara bergantian. aku juga terus memperhatikan sms di hpku. siapa tau sudah terlihat centang dua disana. sebagai tanda pesanku terkirim. jadi aku bisa langsung menelpon si iki ini. namun masih belum ada juga perubahan, smsku masih terpending.
saat tengah menunggu kabar iki. kemudian tiba-tiba ku dengar pintu pagar besi di didorong. menyusul suara deru mesin motor yang masuk ke area lorong teras kost. karna suara deru motornya lain ( bukan seperti suara motor abi) spontan langsung segera kedepan pintu rumah. memastikan apakah abi yang datang atau bukan ?
ternyata abi yang datang. tapi abi memakai motor siapa? tidak pernah kulihat motor itu sebelumnya.
penasaran aku pun ingin langsung bertanya pada abi. tapi ku batalkan niatku itu. dia terlihat buru-buru mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
hm,,sepertinya abi ingin pergi bekerja. ku lirik jam di hpku sudah menunjukkan pukul 4 sore.
dengan sabar ku tunggui lagi abi selesai dari kamar mandi dan mengganti pakaiannya. baru akhirnya aku duduk dan bertanya ketika dia memulai memakai sepatu kerjanya.
ku tanyakanlah kronologi kejadiannya tadi bagaimana. tapi bukan jawaban yang ku dapat. abi malah menjawab kesal padaku tanpa melihat wajahku dan terus memakai sepatu kantornya. katanya abi dia juga pusing. tolong jangan banyak tanya dulu.
melihat reaksi itu aku tau ada yang tidak beres. dan aku yakin kalau kami berdua ada dalam masalah besar. jadi tanpa bicara lagi aku langsung kembali ke dalam kamar.
............
lla,,, zhea pup itu,, sudah jam 6 sore ini. anak kok sudah sore belum dimandikan? ucap kakakku yang sedari tadi datang untuk menginap dirumahku.
tunggu lah mey,,, ini saya masih stalking sosial media nya iki. siapa tau ada tanda dia dimana sekarang ini. ini belum 24 jam hitungannya motorku hilang. iki pasti masih bisa di dapat. mungkin saja dia ada dikostnya sebentar malam.
kakakku tidak menunggu aku menjawab ucapannya tadi. dia langsung menggendong zhea ke toilet dan membersihkan badan zhea. dia juga tidak bicara apa-apa padaku perihal kehilangan motor itu. setelah ku jelaskan padanya saat siang pertama kali dia datang. sepertinya dia cukup tau. sikapku yang cuek dengan zhea adalah dampak dari hilangnya motor tersebut.
ohhh jadi disini rupanya dia ngekost ? ok aku kesana sekarang. ku intai saja dulu kalau motor ada aku langsung ambil saja motorku. kan kunci serepnya ada ku simpan di dalam dompetku situ.
setelah berpikir panjang aku langsung bicara pada kakakku. karena aku butuh bantuannya untuk menjagai zhea sebentar.
mey tolong jaga zhea yah,, aku mau mengintai kostan si iki ini,,
hm,,
tapi jangan pergi sendiri. ajak om penghuni kamar nomer dua di depan itu. nanti ada apa-apa di jalan,,. jangan pergi sendiri,,
segera aku berlari ke kamar depan mencari si om yang kakak bilang tadi. alhamdulillah si om itu setuju mengantarku. lalu aku kembali ke tempatku untuk bersiap mengganti pakaian dan tidak lupa menggunakan helm sebelum pergi.
saat di boncengi om, sepanjang jalan aku berharap dan berdoa semoga motor itu ku temukan di parkiran depan kost milik iki. tapi sekali lagi saat itu keberuntungan tidak berpihak padaku. ketika sampai disana hanya kost kosong tanpa penghuni yang kita temui. kost itu adalah kost kosong yang terlihat baru di bangun dan belum ada yang tinggali. terlihat dari luar pagar bagian dalamnya semua lampu dalam keadaan mati. motorku juga tidak terlihat di parkiran situ. kakiku yang sudah mulai terasa lelah ku turunkan dari tembok pagar.
aku malam ini ibarat pencuri yang mencoba memanjat-manjat pagar tembok kost milik orang. aku juga tidak hanya terpaku di kost satu ini. malam itu ku telusuri kost yang berada di gang sempit ini . setiap kost ku intai. jika ada yang mencurigakan maka aku pasti memanjat lagi memastikan apakah ada motorku terpakir di dalam pekarangannya atau tidak.
tapi semua usaha itu tidak membuahkan hasil. yang ku cari tidak ada di gang itu. padahal aku yakin titik lokasi dia terakhir berada di dalam gang ini. itu yang ku lihat berdasarkan google map dari akun sosial mediaku saat menstalking dinding sosial medianya tadi.
ah,,, berarti dia merencanakan ini tug sudah dari jauh hari. abi juga terlalu percaya sama orang yang baru dikenal. hh,,,,
__ADS_1
tau usahaku sia-sia. aku segera menelpon teman sahabat abi untuk menjemputku nanti ketika aku tiba di kostku. kupanggil sahabat abi mengantar sekaligus menemaniku pergi ke kantor abi. aku masih ingin bertanya pada abi dan memperjelas sejelas-jelasnya tentang kronologis hilangnya motor itu. om yang ku ajak ini tidak mungkin bisa ku bawa ikut menemaniku lama disana. mungkin kalau hanya mengantar dia bisa. tapi nanti aku pulangnya pakai apa . om juga ada anak istri yang harus di temani nya di rumah. jadi sahabat abi adalah orang yang paling tepat untukku mintai tolong saat ini.
............
subuh ini aku terbangun mendengar suara umi menangis. sejak dua hari lalu saat motor kami hilang. umi diam saja tidak banyak bicara. tapi kali ini umi menumpahkan semua kesedihannya di sajadah nya. agaknya ramadhan tahun ini kami diberi ujian kesabaran extra. dua hari lalu saat motor itu hilang seharusnya umi membuatkan cake ulang tahun buatku. buat kita pakai berbuka puasa bersama. na'as motorku malah hilang bersamaan dengan hari perayaan ulang tahunku.
aku tidak tau harus bagaimana menghadapi umi saat ini. karna aku tau dia seperti apa karakternya. dia wanita yang ku kenal adalah wanita paling rapuh tapi selalu mencoba untuk tegar. jadi bila sedikit saja aku menampakkan wajah kesedihanku. maka umi lah pasti yang akan menangis hebat. membujuknya sudah pasti akan berjam-jam lamanya. jujur aku tidak mau dia sesedih itu.
tapi aku juga tidak bisa melakukan banyak hal lagi kali ini. berusaha tenang di depannya saja membutuhkan tenaga yang super extra. seharusnya aku yang merasa kehilangan motor itu. sebab itu hasil dari keringatku selama bekerja di salah satu kantor BUMN di kotaku.
sebagai suami aku mencoba meyakinkan dia akan ada hari yang baik setelah kejadian ini. walaupun aku tau kehilangan motor itu akan menyulitkan aku dalam mencari nafkah. baik itu nafkah dari kantor maupun juga nafkah tambahan dari luar kantor.
kini,, subuh ini ku peluk umi dan membiarkan dia menangis sepuas hatinya. aku tau wanita hanya bisa tenang jika sudah mengeluarkan air mata. mungkin umi tidak butuh kalimat klise sebagai penenang. dia hanya butuh sandaran untuk menangis. dan aku siap menjadi sandarannya.
setelah umi tenang ku pindah ke tempat tidur memeluk zheaku. anakku yang kini berusia 6 bulan pasti akan memerlukan banyak biaya tambahan membeli popok juga susu. jadi aku tak boleh patah semangat. aku harus kuat dan tidak berputus asa. ujian ini pasti hanya untuk menaikkan level kehidupan kami.
papa harus kuat demi zhea dan mamamu,,
doakan akan ada hari bagus setelah badai ini yah nak,,
.................
ya Allah ya rabbi,,, mohon kuatkan keluarga kami. bantulah abi dalam mencari nafkah. jika boleh ku minta kembalikan motor itu dengan cara apapun. motor itu terlalu menyimpan sejuta kenangan saat kami masih berpacaran dulu. kami juga belum punya uang untuk beli baru. zhea masih butuh pakaian baru di lebaran nanti, susu, popok, dan ahh,, membayar hutang kami. ya Allah kuatkan kami. dan berikan kami rezekimu yang luas,, aamiin ,,,
doa itu sebagai penutup rakaat sunnahku di subuh ini. ku lanjutkan sholat wajib shubuh. setelah sholat ku coba masuk ke kamar untuk tidur kembali disamping abi dan zhea. dengan tidur mungkin akan membuat hatiku tenang. dan bisa berpikir tentang langkah apa yang harus di tempuh selanjutnya.
yaaahh,,semoga akan ada hari indah yang menyapa keluargaku di hari esok. dan buat iki semoga engkau mendapat balasan yang setimpal dari perbuatanmu pada kami. baik itu motor kau gunakan sendiri atau kau jual lalu hasilnya kau nikmati dengan keluargamu. ku doakan tidak akan menjadi berkah didalam hidup anak dan istrimu.
mi,,,,
mi,,,
panggil abi memecahkan khayalan emosiku
hmm,, kenapa ?
tidur cepat. pagi kita ke kantor polisi siapa tahu biaa nemu keberadaan motor itu. mungkin dia jual. dia kan keliatan kayak pemakai narkoba.
hm,,
abi,, lain kali apa-apa dengar dulu pendapat umi. abi juga bisa liat sendiri tampang dan pakaiannya. tapi abi gegabah percaya pada dia. jangan karna butuh uang jadi kita gampang teriming-iming dengan orang. sekarang bukan untung malah buntung kan. umi,, bukan mau menyalahkan abi. tapi semoga abi bisa berhati-hati dalam kerjaan. ingat feeling seorang istri hampir 90℅ benar.
iyaa yahh,, seandainya waktu itu abi dengar umi mungkin kejadiannya tidak begini. tapi abi pikir zhea butuh biaya tambahan. jadi abi mau ikutan proyek pemasangan meter itu sama dia. ternyata abi malah ditipu.
hmm,, iya,, next lebih hati-hati lagi kalau mau kerjasama dengan orang.
emm,, by the way sepertinya memang sudah ada kerja sama antara dia dan bapaknya. papanya seperti orang bingung-bingung jika ditanyai. tapi juga update terus keberadaan iki pada kita kan,,
emm,, pokoknya pagi sebentar kita buat laporan saja. biar bisa diusut. sekalipun motornya tidak ketemu. setidaknya si iki itu ketemu. kalau motornya dia jual sama orang. kan bisa kita ambil kembali. toh kita yang punya. kita masih berhak atas kepemilikan motor itu
__ADS_1
kami pun mencoba untuk tidur dan berharap besok menemukan titik terang keberadaan motor kami yang hilang...........