
sudah masuk ke penghujung tahun 2015. masih belum ada tanda juga kapan berakhir masa lajangku. semua teman sudah pada menikah. seharusnya memang aku belum ke tahap itu. baru juga setahun ya khann?.
tapi mama ! jangankan sabar di arisan tadi sudah kayak kompor meleduk mengompori semua sepupuku panjang lebar sampai menurutku mengada-ada . daan hmm,, jangan tanya respon sepupuku yang super lebay membuatku muak. muak untuk membahas itu sebab mereka selalu memandang dari pola pandangannya sendiri. rasanya pengen cepat pulang dari arisan ghibah itu.
berdebat dengan mama pun tidak akan berguna selain dosa, mama juga tidak akan pernah bisa dikalahkan, percuma ! tidak berujung. dia juga akan mencari pendukung lain untuk menguatkan alasannya. siapa lagi kalau bukan tanteku, adik-adik mama. alasan mama memang masuk diakal tapi terlalu lebay menurutku. alasan yang selalu saja dia ulangi saat dia menasehatiku,,bahwa dia malu diliat orang. haji kok anaknya pacaran? blaa..blaa...blaa..
nah kalau tidak pacaran terus nikah . eh,, taunya cerai ada lagi alasan jadi bahan ghibah. selalu ku jelaskan ke mama. apapun yang kita perbuat tidak akan pernah baik dimata orang. tapi mama selalu dengan ketusnya menjawab aku anak yang sok tau suka membantah dan bla..bla..bla..
kenapa harus sibuk memikirkan hal rumit itu sih mamaaa.
saat kita susah jangankan saudara , tetangga saja tidak perduli zeeyank ! kita tidak akan sesempurna itu dimata netijen maha benar.
jangan cuman pikirkan mereka dong. pikirkan juga perasaanku yang sering mama sakiti. doakan anakmu ini jadi manusia yang baik. bukan berbicara yang tidak sepantasnya. ucapan kan adalah doa mamaa,,
lamunanku terhenti ketika mendengar suara motor abi sudah datang. iya abi.. panggilan kesayangan kami berubah mengikuti arus. abi dan umi. hmm,,jika netizen mendengar semua bakal menyaut bukan orang arab lah, ih sok-an panggilannya biar apa? dan masih banyak lagi bentuk irinya para netijen terhormat. dasar netijen nyinyir..
ellaa,,, teriak mama diluar kamar
yaa,, ma,, bergegas keluar kamar dan menutup pintu kamarku. menuju ke teras rumah. ku percepat gerakan tanganku memakai sepatu. karna fillingku sudah tidak enak.
jangan pulang larut. ingat apa kata tetangga.
zull,, kasih tau ella! dia itu paling susah dikasih tau. mama bicara sama zul tapi menunjuk ke arahku yang sibuk pakai sepatu.
ehh, iya mah,, nanti kita pulang lebih awal. jawab zul segera.
mama kemudian masuk kedalam rumah dan menutup pintu utama.
umi, mau kemana kah ? pake sepatu ?
ke mall,, temani daku sayang. ada yang mau ku beli. candaku membuat suasana luluh akibat ketegangan ucapan mama tadi.
iya sip ibu boss, tapi nanti singgah makan langsung cuss pulang balik sini yah bu,,
ya ampun abi,, baru juga pergi. jawabku ketus
__ADS_1
iya tapi malam ini kita pulang cepat dulu. nanti abi temani duduk diteras. tidak enaklah umi sama mamanya umi,, bujuk abi padaku
iya. baiklah bosku,, ku peluk abi agar perdebatan itu segera selesai.
benar saja abi langsung diam seribu bahasa kecuali membalas memelukku lebih hangat.
.......
abi,,, mau minum air es ? tanyaku yang sudah kehausan dari tadi.
sensasi pedis dimulutku semakin terasa. setelah belanja kebutuhan wanita di mall tadi sesuai rencana kita berdua singgah makan di warung favorit kita berdua. hanya saja tidak sempat minum karna yang disediakan hanya air hangat. memutuskan segera pulang biar bisa nemu air es yang ada batu es nya. rasanya lebih segar. untung saja letak warung makan ini tidak jauh dari kompleks tempat tinggalku. setidaknya kita sudah menepati janji pada mama pulang tepat waktu.
iya,, mi,, pakai gelas besar, jangan lupa yang ada batu es nya,,
aku segera menyimpan barang belanjaanku di kamar dan ke dapur mengambil air yang kutawari tadi.
......
bingung harus mulai dari mana. ahhh ya sudah , semoga responnya abi bagus.
kenapa memang ? tidak mau ? jawabnya menyelidik.
abi belum ada kesempatan bicara panjang lebar sama mama,, terangnya lagi.
bukan,, bukan begitu. cuman berpikir saja prosesnya pasti lama. sementara sepupuku maunya secepat itu. abi tau sendirilah keluargaku kayak apa. mendesak terus kayak anaknya sudah dibuntingi.
sabar mi,, begitu sudah manusia. hanya bisa melihat orang. diri sendiri saja belum tentu bisa diurus.
terus ? ku potong penjelasannya yang sudah kemana-mana
besok , abi usahakan bicara sama mamaku. sabar yah. sambil memelukku dari samping
hmm,, besok terus. asal yang serius ini.. desakku manja
iya,, besok umi paling cantik di sriwijaya dan sekitarnya. godanya sambil mencubit gemas pipiku.
__ADS_1
hmm,, cuman cantik dijalan sini saja.? godaku balik
hahhaha,,, dia tertawa tanpa membalas godaanku. hanya mengisap rokoknya lalu memelukku lagi.
aku tau bi, ini akan sulit dan berkepanjangan,,
tapi percayalah aku menantikan hari itu. hari dimana kebebasanku terlaksana . dan aku bisa bersamamu tanpa ada mulut nakal yang mengomentari hidup kita lagi. ella
umi,, sejujurnya ada rasa takut dalam hatiku. menikah denganmu adalah impianku juga. hanya kamu yang mengerti aku dalam situasi apapun. tapi,,,,ada yang berat yang sulit kukatakan padamu. zul
abiiiii,,,, panggilku setengah teriak. kenapa menghayal sih? apa ada sesuatu ?
tidaklah, tenang saja. abi cuman menghayal kita bakal kayak apa kalau dipelaminan nanti.
huuu jawabku sambil ketawa bahagia.
eh,,mi,, sudah jam 11 lewat,,abi pulang . jadwal piketku jam 12 ini. lirik abi pada jam tangannya.
ok,,, pak boss.. tapi bantu diriku.
sambil menunjuk motor mama yang memang setiap malam kalau ada abi dibantu dorong masuk ke dalam rumah.
.......
jam 01.00 malam aku baru benar-benar prepare mau tidur. sejak tadi yang kulakukan menghayal sambil menata barang belanjaan bulananku dilemari membuat semuanya makan waktu berjam-jam.
setelah selesai beberes ku coba rebahkan badanku ditempat tidur. dikapala ku masih dengan mimpi pernikahan itu. lalu aku berdoa kepada Allah swt agar supaya hatiku tenang serta mimpi indah. yah,,,dikamarku inilah tempatku mengadukan nasibku setiap malam-malamku. ku tengadahkan tanganku ke atas lalu berdoa seperti biasanya.
ya Rabb ,,, ku panjatkan doa padamu. agar tercapai keinginanku. menikah dengannya. mohon berikan kebahagiaan itu. aku ingin bahagia,,
doaku malam itu sebagai pengantar tidurku. doa yang selalu ku panjatkan selama setahun ini dengan harapan yang amat sangat besar. tanpa tau ada rintangan yang mengharuskan aku dan abi untuk kerja keras mencapai tali suci pernikahan.
......
umi,,, doakan abi banyak rezeki. meski terhalang restu jika rezekiku melimpah akan kuwujudkan mimpi kita.
__ADS_1
ku terawang langit yang tadinya penuh bintang namun kini mulai terlihat ditutupi awan di langit. terus ku melihat ke langit dari kejauhan dibawah atap post penjagaanku. berharap cemas akan apa yang terjadi kedepannya antara aku dan umi juga antara aku dan mamaku.......