
yeay,, time to holiday!!!!!!
makan
berhubung lambat sahur aku putuskan tidak puasa hari ini ( iblis sedang menggodaku hari ini )
nyalon
yuk mari luruskan rambut , di treatment, dan dipotong lagi bagian yang jelek
jangan lupa posting dong
untuk membakar jiwa para haters haha,,biar terlihat happy setelah resign dari kerjaan
abi mana yah ??
hahahah,, cuman mau niat pamer saja. secara rambut baru gitu lohhh!
intinya hari ini adalah hari hura-hura seumur hidupku. 4 tahun kerja terintimidasi akhirnya aku tidak akan menghadapi muka-muka itu lagi.
selamat ella,,, kamu bebas !!!!! happy weekend, ramadhan tenang, lebaran libur panjang. walau pengangguran tapi aku bahagia. soal pengeluaran kan ada calon suami yang biayain. nanti dulu cari kerja baru. ahh senangnya aku,,,,
ku pandang-pandang diriku di cermin sambil menyemangati diri sendiri. sudah sejak tadi juga aku disalon ini tapi batang hidung abi tidak nampak sama sekali. aku pun sudah mulai bosan dengan step by step yang dilakukan karyawan ini. mulutku juga sudah lelah mengunyah dan tanganku juga sudah capek mengutak atik hp ku sejak tadi. tidak sabar pokoknya aku menunggu hasilnya.
by the way mungkin kalau masih kerja , pasti hari ini aku sedang stress di depan komputerku. karna, barusan tadi popon menelponku menanyakan data lama nasabah yang sudah ku burning ke CD tapi tidak terbaca. wkwkw,,
alhamdulillah aku cuti disaat yang tepat. sisa menunggu sms bangking thrku cair. kalau itu cair berarti malam ini next belanja. mumpung diskon mendekati malam lebaran sudah bergentayangan . biasalah cewek doyan sale haha,,, pokoknya lebaran tahun ini yang pastinya sisa menghitung hari akan mengembalikanku ke hati yang fitri. tidak ada lagi saling sikut menyikut. alhamdulillah,,, walau dihatiku agak sedikit gusar. sebab, bakal jadi calon pengangguran tapi tidak membuat aku menyesal dengan pengunduran diriku. demi menjaga kewarasan. hehehe,,
.........
lelah juga rasanya seharian dari holiday. saking lelahnya kali ini abi yang biasanya sepulang kita dari jalan pasti duduk dulu sebentaran diterasku. tetapi dia memilih pulang, matanya juga sudah berkantung ku perhatikan. seharian benar-benar kita menghabiskan waktu untuk jalan dan buang-buang uang. tentunya uang THR kita masing-masing. begitu masuk ke rumah yang ku inginkan hanyalah berbaring. tulang bagian belakangku sakit sekali, betis kaki juga nyut-yut terasa. tapi,, baru saja masuk ke kamar dan mencoba untuk berbaring. mama langsung masuk ke kamar. dari wajahnya keliatan ada yang serius ingin dibicarakan. mungkin ada sesuatu lagi yang terjadi dengan mereka berdua. didalam kamar mama masuk dan duduk sambil memperhatikan rambut baruku.
__ADS_1
ella,, mama mau tanya. kalau mama jual rumah ini menurutmu bagaimana?
mama mau jual ? untuk apa ?
aku kaget mendengarnya. akhirnya keputusan mama yang sering diucap kini mama utarakan didepanku.
ada beberapa utang yang mau mama lunasi , mama juga sepi disini mama mau cari rumah di kompleks perumahan tante tini,,
hm,,terserah mama saja, ini kan rumah mama. mama yang berhak,, jawabku dengan tegas
tapi? kakak bagaimana ? tanyaku lagi.
biar nanti mama bicara dengan dia. itu urusannya mama,,
iya ,, nanti cari saja orang yang mau beli rumah ini ma,,
mama sudah dapat lla,, makanya mama bicarakan ini sama kamu
mama aku mau tidur dulu, pegal leherku seharian habis treatment rambut.
ellaaa,ellaaa jangan buang-buang uang. ingat besok. ingat kamu sudah tidak kerja,, jawab mamaku sambil berjalan keluar kamar.
mama,,, cantik itu mahal ma,,
ku jawab mama dan langsung berbaring menghadap dinding supaya tidak berkepanjangan pembahasan rambut ini wkwk,, begitu mama tutup pintu kamar aku bangun lagi dari tidurku dan melepas seluruh pakaianku . ku ganti dengan pakaian tidur baru yang ku pesan online kemarin siang. tubuhku sudah nyut-nyut semua rasanya. kali ini inginnya langsung tidur dan malas cuci muka. abi juga tidak menghubungi ku lagi. biasanya setiba dirumahnya pasti ada obrolan kecil kita di hp sebagai pengantar tidur. entah itu sekedar chat biasa atau teleponan. tapi kali ini juga tidak ada. sepertinya dia lelah sekali hari ini. biarlah akupun sudah tidak kuat lagi.
.......
kalau sudah ada uangmu nak,, ya sudah lamar saja ella,, mama melihatku lebih dalam
menikah itu tidak gampang, tidak mudah, apa kamu sudah siap ? adat istiadatnya juga banyak. ini bukan perkara mudah, ada prosesnya. celoteh bapak panjang lebar.
__ADS_1
jawaban dari mama dan bapak tiriku masih sama. tidak ada yang berubah malah kedua kali ini lebih dramatis lagi. padahal hantaran hampir 30 persen sudah di persiapkan dirumah umi,, mama saja yang tidak tau.
aku tidak menjawab lagi, sudah cukup ! jangan di perpanjang. belum saatnya berdebat juga. uangku belum cukup betul. insya Allah akan dimudahkan semuanya.
kalau bukan karna sepatu piketku ketinggalan mungkin aku tidak terus kesini, mending tadi aku langsung terus ke kosan ku. hanya karna besok pagi mau piket dan sepatu itu disini maka aku kesini. akhirnya masalah ini jadi dibahas lagi,, mumet otakku.
..........
abi,,, malam takbiran besok tidak piket kan ?
ku tanya abi untuk memastikan jadwal offnya. tujuannya yahh,, supaya bisa bebas jalan-jalan.
tidak mii,, sengaja abi ambil piket kemarin pagi sampai pagi tadi supaya besok abi bisa off,,
mendengar jawaban itu aku sangat happy. karna deretan cake yang ku buat sudah menunggu untuk pengantaran. dengan ada dia akan terbantu. karna aku cukup duduk cantik di motor sambil memegang pesanan dibagian belakang. tidak perlu lagi pusing mencari alamat hahaha,, inilah kami berdua dengan kesederhanaan yang hakiki. walau bukan mengendarai mobil ( karna memang belum punya ) tapi kami tetap bahagia kok. apa lagi persoalan uang yang akan mencair di malam-malam takbiran. kami sangat bahagia. tentunya sepulang pengantaran kita tambah planing baru lanjut jalan cari pakaian atau sepatu baru. biasalah tradisi masa kecil yang dibawa sampai ke dewasa. lebaran belum ok tanpa barang baru. sebenarnya sih abi tidak begitu suka belanja barang. dia lebih senang belanja urusan perut. cuman karna ini mauku. maukuuu gitu loh !! ,,, jadi marilah kita saling menghargai pendapat hehheheeh,,,
jadinya sesi malam ini dibagi dua lagi belanja dan makan. ahh ,,, masa pacaran memang masa yang sangat indah .
.........
lelah jalan-jalan kita menikmati sisa gema takbir di teras rumahku yang indah ini. kami bergumul dihati masing-masing. dengan tema yang sama yaitu menikah. kami sibuk memainkan hp tetapi juga otak kami dua sibuk berpikir. memikirkan nasib kami kedepan bagaimana. maju tanpa dukungan itu tidaklah muda bagi kami berdua. akan tetapi keputusan kami menikah juga sudah telak tak bisa lagi dibantah, diam-diam kami sudah melakukan proses persiapan beberapa seserahan dan mahar untukku. abi juga sudah berniat mengancing dan mempost-post pengeluaran beberapa bulan ke depan. agar lancar jaya persiapan pernikahan kami itu.
tentu saja dibalik dari semua ***** bengek itu ada satu keputusan yang harus kami ambil dan sepakati bersama. keputusan gila yang kami berani ambil ini resikonya sangat besar sekali dan di situasi yang tidak tepat. aku pun tau akan ada beberapa hal yang harus dibuang bahkan malu bila ketahuan. dimana orang tua abi yang masih menimbang-nimbang serta di saat situasi rumahku yang kacau akibat pergumulan mama dan kakak yang masih berdebat soal penjualan rumah. bahkan aku yang tidak tau menahu hal menjadi tersangka yang dituduh memprovokator mama , mata duitan dan masih banyak lagi tudingan oleh kakakku . sebenarnya aku bingung manusia itu kenapa ? membenciku sebegitunya, aku tidak merasa pernah dengan sengaja menyakitinya. tapi dia sebenci itu padaku.
kesepakatan gila juga kegilaan kami berdua yang terus tersulut akibat omongan orang disekitar kita tentang kapan nikah dan blaa..bla..bla.. tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya itu justru membuat kami kuat. walau ditengah kekuatan itu kami tidak tau menyikapinya harus bagaimana dan entah akan berdampak apa pada kami. kami hanya coba mencari jalan tengahnya yang bisa mengikat kami tanpa ada lagi tentangan.
sebenarnya sudah sangat lama kesepakatan itu kami uji coba dari terhitung aku masih bekerja di kantor asuransi itu. tepatnya kami mulai menguji coba semenjak pertama kali ada penolakkan dari orang tua abi dan pemaksaan dari keluargaku yang ingin dipercepat semuanya. sayangnya benih itu belum juga hadir ditengah kami berdua. lama rasanya kami menunggu. kira-kira sudah sejak dari awal tahun 2016 lalu.
bayangkan saja dua pendapat berbeda dari keluarga kami itu bak kutub utara dan kutub selatan sangat bertabrakan sekali polanya. tapi kami bersikukuh mencari jalan. padahal kalau diiyakan tidak akan memakai cara ini . apa lagi aku seorang wanita pasti akan berada di pihak yang sangat malu tapi nasi sudah menjadi bubur. mama terlanjur mendorongku ke jurang itu. aku juga berpikir jalan yang kami pilih ini juga mungkin doa dari sumpah serapah mama selama ini. sejujurnya kalau aku ditanya dengan secara waras, aku tidak akan pernah ingin mengambil langkah ini. tapi seolah dunia sudah memberi isyarat bahwa aku harus nekat melakukan dosa itu. bukan hanya cuman persoalan perbedaan pendapat antara dua keluarga kami tetapi keinginan mama yang menjual rumahnya dan membeli rumah agak sedang membuatku ngeri. ngeri membayangkan hariku dirumah baru itu yang akan terus mendengar pertengkaran sengit. bayangkan jika dirumah seluas ini saja hal itu menegangkan( sebab bukan cuman adu mulut saja kadang menjurus ke barang tajam). bagaimana jika dirumah ukuran minimalis seperti perumahan btn kompleks yang berdempetan. apakah tidak bakal ribut rumah kami dikerubuni tetangga ? pikiranku yang sudah jauh kesana membuat aku bertekad menikah dan betul-betul hilang dari permukaan bumi semesta . terserah dengan cara apa saja. sebelum aku mulai hancur untuk kesekian kalinya. pindah dari rumah lama itu saja sudah sangat menyakitkan sebenarnya. apa lagi kalau disuguhkan pertengakaran setiap harinya dirumah baru. bisa gila aku ini menghadapinya sendiri. dengan menikah aku bisa pergi dari semua yang kutakuti itu.
sosok seorang zul juga sudah lama ku pertimbangkan. dia orang yang sangat tepat menurutku. selama 2 tahun berpacaran hingga masuk di penghujung tahun ke 3 ini. aku sudah melihat kegigihannya dalam segalanya. termasuk cerita membiarkan leasing motor menagih cicilan tunggakan motor kerumahnya hanya untuk membantuku membeli obat. obat untuk penyakitku yang notabene hanya seorang pacar bukan istri sahnya. belum lagi makan dan foya-foyaku yang dia tanggung dengan ikhlas dan masiiiih banyak lagi,,, pertimbanganku terhadapnya.
__ADS_1
maka kesepakatan kami aku iyakan secara tidak langsung. tujuanku agar aku bahagia walau aku tau itu adalah dosa terbesarku sebagai makhluk ciptaan Allah swt yang ku tanggung seumur hidupku. tapi aku yakin aku berada ditangan orang yang tepat. jauh sebelum aku memikirkan resign pun dia ada dalam pertimbanganku. dia pun sangat mendukungku selama itu terbaik buatku. keliatan dari selama beberapa bulan aku nganggur pun semua biaya hidupku dia tanggung. aku tidak melihat ada gelagatnya pelit padaku. semua masih terlihat sama seperti biasanya. jadi aku yakin kesepakatan inilah menjadi fase awal dari pernikahanku. meski harus ku buang muka dan menutup telingaku . meski aku harus menanggung malu. aku tidak perduli, aku ingin bahagia tidak ingin lagi hancur kesekian kalinya.....