
lama ku pandangi diriku di cermin. ada banyak rasa sesal dihatiku hari ini. aku kurang beruntung apa lagi bisa memiliki anak lucu sepertinya. kenapa aku tak bisa sabar menghadapinya. perasaan bersalahku terus membuncah kala melihat zhea anakku tertidur pulas bersama dot pink kesayangannya.
mengapa selalu begini ? menyesali segalanya saat melihatmu tertidur nak. maafkan kalau mama berlaku kasar padamu, maaf jika tidak sabar menghadapimu. mama lupa kalau zhea masih baby usia 3 bulan. Harusnya mama tidak egois dan mengerti zhea. Harusnya kasih sayang dan pelukkan yang ku beri bukan cubitan itu,, hikss,hikss ,,,
ku cium tangan kecil mungil itu. tangan yang berkali-kali ku cubit dengan sengaja. hanya karna ego yang tidak ingin tidurku diganggu, hanya karena zhea sering terjaga malam membuat tidurku tidak tenang, hanya karna dia yang sering menangis dan butuh susu.
Ah,,Mungkin dia ingin mengajakku bicara dan bermain. Tapi apa yang kulakukan. aku malah terus mencubitnya.
entah mengapa ketika malam datang dan melihat wajah innocent zhea membuat aku merasa menjadi ibu terjahat sedunia.
zheaa maaf yaa nak. maaf,,maaf,,maaf,,,
Bahkan jika mama menyuruhmu membalas cubitan mama. Kamu pasti takkan bisa membalas. Betapa jahat nya aku ini. Hiks,,hiks,,
Aku duduk bersila terpaku melihatnya. menatap tubuhnya yang lemah sedang tertidur. Air mataku berlinang begitu cepat. Menyesali semua perbuatanku padanya ternyata sesakit ini.
......
beberapa hari ini entah mengapa moodku tidak pernah menentu. kadang seharian hanya diam saja melihat keaktivan zhea. kadang juga emosi tidak terkendali. Namun beberapa kali aku selalu bisa mengedalikan tanganku agar tidak main fisik.
zhea yang berusia 3 bulan ini sudah mulai bisa membalik-balik badannya. dia sudah bisa mengangkat kepala dan merespon semua barang yang di lihat nya. Aku bahagia dengan kemajuan siklus perkembangannya. Bahkan gigi zhea sekarang saja terhitung sudah 4 gigi. Untuk anak seusianya itu sudah sangat luar biasa. Dari beberapa anak teman yang lahir hampir bersamaan cuman beda bulan. Zhea lah anak yang tercepat perkembangannya. Aku bahagia dan merasa jadi ibu yang sukses merawatnya.
Namun mengapa sesi menidurkan dia adalah bagian yang paling aku tidak suka. Entah kapan zhea bisa membedakan antara siang dan malam. Ketika siang dia banyak tidur, eh,,, malam justru bermain. Jika zhea bisa tertidur cepat itu merupakan suatu keberuntungan. apalagi jika tidurnya keterusan sampai pagi hari tanpa harus bangun main tengah malam. Aku bisa tidur nyenyak dan tidak perlu repot lagi mengayun zhea dengan mata 5 watt. Sayangnya hal itu jarang kejadian kecuali zhea memang lagi sedang bermalas-malasan.
By the way besok teman lamaku akan berkunjung kesini membawa oleh-oleh buat anakku. Jujur aku agak malas dengan kerabat atau teman lama yang biasa berdatangan. Alih-alih menjenguk zhea tapi malah senang sekali menyakiti orang dengan komentar pedas.
Kenapa minum susu formula? Kenapa tidak asi saja ? Kenapa tidak di bedong ? Dan masih banyak kenapa yang lain-lain. Membandingkan mereka dahulu dengan kita yang sekarang. Apalagi kalau yang datang masih gadis. Wah,,wahh ribuan judge di mulutnya. Padahal dirinya belum mengalami apa yang kita alami saat ini.
Ada satu pertanyaan yang masih ku ingat. pernah suatu hari temanku bertanya padaku. kenapa sih tidak memakai ayunan otomatis saja? Tidak capek apa? Mendengarnya serasa membuatku tidak mampu saja membeli barang itu. Aku sangat tak suka pertanyaan itu. yah kalau memang kamu merasa kasian padaku dan berniat baik Gampang kok tinggal belikan saja. Jangan segan-segan padaku pasti akan ku terima bingkisannya. Tapi aku yakin pertanyaan itu pasti tujuannya untuk meremehkan kami alias seolah kami pelit atau tidak mampu beli.
Memang kadang seseorang ketika bertanya tidak pernah memikirkan perasaan orang lain Atau mungkin niatnya sengaja menyakiti. Seharusnya Jika ingin bertanya tolong di pilah dulu bahasanya. Dan jangan suka sok tau. Setiap orang tua punya cara sendiri merawat anaknya.
Hhh,,, rasanya pengen ku cubit mulutnya si tamu-tamu tak diundang. Yang tiba-tiba mengabari akan datang tapi membawa duka.
Kami bukan tidak bisa beli ayunan otomatis begitu sebenarnya atau pelit pada anak sendiri. seandainya bisa ya pasti sudah suamiku usahakan uangnya. masalahnya anakku ini tidak suka orang yang ayun dia posisinya tiduran. maunya orang itu harus duduk sambil menyanyi untuknya. Kalau orang yang ayun ikut tiduran atau pergi meninggalkan dia dalam posisi di ayun sudah pasti dia bukannya tidur malah bermain dengan ayunannya. Itu saja kalau aku yang ayun kakinya harus ku tahan karna suka menendang-nendang. Jika ku biarkan zhea bisa jatuh nanti dari ayunan. Alasan lainnya juga ketika anak bayi 0-12 bln masa istirahat/tidur jamnya kurang dampaknya akan membuat perkembangan motorik anak terhambat. Otaknya yang masih baru butuh fase istirahat lama agar bisa melatih kemampuan otak kanan dan kiri secara seimbang. Banyak ibu-ibu yang heran melihat anaknya makan bergizi tapi badannya tidak naik atau perkembangannya tidak ada kemajuan. Padahal penunjangnya bukan cuman dari makanan dan susu tapi juga dari fase istirahat yang mencukupi. Selain itu imun anak juga akan membentuk antibodi mencegah anak sering sakit. Jangan heran mood anak-anak yang tidurnya cukup dan tidak cukup terlihat berbeda. Jadi tidur bagi bayi adalah hal sepele tapi banyak fungsinya. Jika dengan mengayun zhea maka itu semua bisa terjadi yah kenapa tidak ? Demi anak sendiri ini kok.
Alasan itu lah sebenarnya yang otomatis dan membuat kami memutuskan zhea harus di ayun dan tidak usah memakai ayunan otomatis. Cuman kan tidak bisa juga jika di tanya harus di jawab sedetail itu. Ada ibu yang faham tapi ada juga yang malah tidak mau menerima informasi penting. Pokoknya aku heran aja. Zaman sudah secanggih ini hidup kok dibuat susah. Yang lebih heran lagi mengapa kebahagiaan yang kita miliki harus selalu butuh penjelasan sih ? Aneh sekali,, padahal kan warga negara indonesia berhak dan bebas memiliki pendapat. Selama itu tidak merugikan orang lain kenapa harus ada penjelasan?
Pada intinya setiap anak memiliki perkembangan masing-masing. Ada yang cepat ada juga yang lambat perkembangannya. Peran ibu hanya memberi rangsangan motorik pada anak agar dia cepat menyesuaikan diri ditahap pertumbuhannya sesuai usia/bulannya. aku yang tidak pernah percaya dengan mitos, Apalagi mitos yang berbau asumsi pribadi. Membuatku kesal bila ada yang bicara sampai tidak sadar menyumpahi anak orang. Misal "jangan suka makan ikan nanti asinya bau, anakmu nanti sakit perut" atau "anak jangan di ayun nanti hidupnya statis kayak ayunan tidak berkembang". Hmm,, tanpa a,i,u,e,o pasti langsung ku bantah habis-habisan.Wong,, apa sih sebenarnya hubungannya. Sama sekali tidak ada. Jaman secanggih ini sudah bermodal tekhnologi dan gadget masih percaya dengan mitas mitos. Padahal tinggal ngegoogle scroll-scroll udah nemu jawabannya. Dari kreativitasnya kita saja mau mencari tahu apa digoogle.
Aku sangat percaya zhea adalah anak sehat dan cerdas. Jadi apapun bentuk perubahan yang terjadi sejak dia new born sampai 3 bulan ini ku pantau di google. Aku yakin segala perubahan pola tingkah laku pasti ada maksutnya. Tidak melulu karna mitos. Seperti kehamilanku dulu juga begitu banyak di beri petuah mitos. Alhamdulillah zhea lahir sehat, lancar jaya tanpa kandas di depan pintu ( katanya bumil jangan suka berdiri depan pintu nanti lahiran anaknya bisakejepit di pintu rahim jadi susah keluar . bisa mati kehabisan tenaga nanti ibunya karna ngedan terus tapi si anak tidak keluar-keluar ) wkwkwk,, wong,, anak pertama memang susah keluar kok. Kan nunggunya sampai 10 pembukaan. Lagian waktu lahirin zhea aku kejadiannya tidak kayak gitu. Pas pembukaan sampe nunggu kontraksi malah masih bisa becanda. Eh,, ngedan 5 kali ya udah dia nongol deh di muka bumi. Tidak ada tuh sendat-sendat kayak mitos itu padahal aku sering sekali nongkrong di depan pintu waktu hamilin zhea. Wkwkkw,,
itu sebenarnya dari kepercayaan kita. Kalau kita percaya maka akan terjadi. Apalagi bila sering diucap berulang kali. Bisa-bisa jadi doa loh,, wkwk,,
Tinggal di sini jauh dari manusia jahil adalah keputusanku yang terbaik. Untuk menghindari permusuhan antara ibu-ibu. Termasuk mama dan mama mertua. Meski kadang masih ada juga yang datang membawa duka. Aku bukan tidak suka pada orang lain atau pun keluarga. Hanya saja bagiku setiap ibu punya cara unik merawat anak-anaknya. Dan setiap anak berbeda-beda perkembangannya. Pola pikirku yang cenderung modern membuatku sering adu pendapat. Aku sebenarnya tidak perduli apa kata orang tetapi jika di ulang-ulang juga terasa memuakkan. Jadi menyendiri itu jauh lebih baik. Dan keputusan yang sangaaat briliaaan.
__ADS_1
Sudah jauh begini aja masih bisa dikomentarin apa lagi di tengah kota dekat sama orang-orang atau saudara. Bisa mati berdiri ngedengerin kalimat mematikan dari orang-orang yang sok tau dan menjudge seenaknya.
............
bicara terus kamu,,, ayo bicara,,
biar ku lempar asbak ini kemulutmu,,,
Abi memegang asbak rokoknya dan menatapku tajam.
kenapa ? kenapa aku tidak bisa bicara ? haa ? Karna aku cuman di kasih makan di sini ?
aku loh capek. Tuh,, capek melipat baju itu. kalau emosi jangan barang dong di pukul,,,,memangnya kalau rusak bisa langsung diganti ? Ini bajunya jadi kemana-mana di tendang. Lipat ulang kek, semuaaa umii,, pembantu apa ? Aku dinikahi cuman buat jadi pembantu?
Tau begitu mending aku sendirian aja. Tidak usah menikah segala,,,
aalaah diam kamu,,
sudah mulai membantah kamu yah,,, kalau tidak senang pergi dari sini,, sanaa,,,
ohh,,, jadi kamu mengusir aku bii,, ? baik aku akan pergi besok. tapi ingat zhea aku bawa. jangan harap bisa ketemu dia lagi. jangan mentang-mentang aku anak angkat jadi kamu kira tidak ada yang peduli padaku. Aku masih punya keluarga sungguh di kalimantan. Mamaku juga masih peduli sama aku dan zhea,,
ohh,,, begitu ! Coba saja , langkahkan kakimu dari sini,,, maka jangan kembali lagi,,,
Tapi aku tidak perduli. aku terus mengomel mengeluarkan seluruh uneg-unegku yang ku simpan belakangan ini. Secara lantang dan tegas ku beberkan semuanya. Sambil menangis tersedu-sedu mengayun zhea memakai kedua kakiku.
ayoo,, bicara terus yah,, kamu disitu,, keluarkan semuaa,,, biar tau saya. Kamu kayak apa sebenarnya,,,
seketika aku mengancing omonganku. dan menangis sejadi-jadinya. aku tak menyangka beginilah sifat asli abi kalau sedang marah. Selama ini dia biasanya banyak mengalah padaku. Tapi kali ini persoalan kecil malah jadi membesar.
Dalam tangisanku aku tersadar. apakah aku tidak salah pilih orang ? ini bukan sifat orang yang ku pilih menjadi imamku. Kenapa bisa dia bicara setega itu padaku?,,
Kurubah lagi posisiku dengan meletakkan zhea di atas kasur lalu aku tidur di sebelahnya mengahadap zhea. Melihat zhea dan juga dinding dibelakangnya membuatku sedikit agak tenang. Walaupun kadang aku masih terdengar terisak-isak tetapi dengan tidak melihat wajah abi bagiku sudah lumayan melegakan.
sementara abi ? seperti biasa dia pergi berpindah tidur di ruang tamu. Dia sering melakukannya akhir-akhir ini jika dia marah padaku. Berpisah tempat tidur baginya adalah hukuman kecil buatku agar mau merenungi kesalahanku ( hal ini pernah kita bahas di awal nikah ). Tapi bagiku itu adalah hal teregois yang dia lakukan. Harusnya walau marah kita tetap mesti sama-sama tidurnya. Karna kini sudah menjadi orang tua harus pintar-pintar menahan diri. Jadi, harus banyak-banyak mengalah dalam segala kondisi. Bukan bertindak egois semaunya.
........
Paginya aku bangun dan segera memasak bekal nasi goreng buat abi ke kantor. Aku selalu memposisikan diriku sebagai istri sekalipun dalam masa permusuhan dengan abi. tapi sekali lagi dia dengan sengaja menyakiti hatiku. Dia tidak memakan makanan yang ku masak. Setelah siap on the way ke kantor abi tidak berpamitan padaku apalagi mencium keningku seperti biasanya. Justru zhea yang masih tertidur malah abi coba bangunkan untuk pamit pergi bekerja.
papa pergi kerja dulu yah nak,,,
pergi cari uang buat zhea,, zhea dirumah jangan rewel,,
abi menciumi pipi zhea lalu pergi tanpa berpesan apa-apa padaku. Aku merasa diabaikan dan benci di sakiti dengan sengaja seperti itu. Yahh,, meski terlihat konyol aku cemburu melihat abi lebih sayang pada zhea. Padahalkan seharusnya tidak boleh begitu. Apalah daya perasaanku tak bisa ku tahan.
__ADS_1
ya allah, apa benar itu dia ? dia berubah ,, dia tak sayang padaku lagi. hanya anaknya yang dia sayang hikss,,hikss,,,
.......
Benar saja, moodku menjadi berubah lagi. pengaruh dari adegan kecil tadi membuatku dingin terhadap zhea selama seharian itu. aku memang tetap memberinya makan dan mengurusinya. tetapi aku tak mau menggendong dan mengajaknya main. jika zhea menangis minta susu bukannya langsung ku buatkan malah kuteriaki dan sengaja berlama-lama saat membuatkan zhea susu.
Rasa sakit hatiku melihat aku tak di anggap sungguh tak ku sadari. Aku bersikap dingin. Sekali lagi aku tak sadari aku mengulangi kesalahan yang sama. melampiaskan kecemburuan itu pada anak sendiri.
Padahal keadaan menjadi terbalik. coba saja jika zhea yang ingin ku gendong atau ku cium berlari pada abi justru, abi yang ku benci. Aku tak suka anak yang ku lahirkan lebih dekat dengan bapaknya. entahlah mengapa aku ini ? Apa mulai kurang waras? Karna Keseringan di rumah membuat aku tidak mengenali diriku sendiri.
.......
suatu hari aku merenung dan merasa ada yang aneh pada diriku. beberapa minggu setelah kejadian kecil yang sering kali menjadi membesar. Memicu perasaan sedih, padahal aku bingung sendiri sumber kesedihannya darimana?,,. Terkadang malah merenung hal-hal yang tidak penting. Seperti misal perceraian dan kematian.
Saat tengah asyik menghayal kan itu semua. tiba-tiba aku bingung mengapa aku berubah-ubah sifat. seperti ambigu yang kurasa. Sesaat aku merasa diriku jahat, sesaat aku rasa aku adalah seorang ibu yang bijak. Dan masih banyak lagi kesadaranku yang terlalu ambigu. Aku mencoba mencari penjelasan pada diriku sendiri tapi tidak dapat inspirasi apa-apa.
Barulah setelah sejam lamanya aku merasakan aku ini bukanlah aku. Seperti selalu ada gejolak di hatiku dan agaknya memaksa membuatku melakukan hal-hal yang tidak mungkin kulakukan.
Aku sadri betul di lubuk hatiku terdalam zhea adalah anak yang kusayang. Bahkan semenjak tau dia seorang anak perempuan ketika usg di salah satu klinik bersalin. Akulah orang yang paling bahagia. Tapi mengapa aku merasa kadang-kadang zhea menjadi beban bahkan menghalangi waktu me timeku dengan abi.
Aku juga menyadari sebanyak apapun ku pukuli zhea bahkan sampai berdarah sekalipun. anak itu takkan pernah bisa membalas padaku. Cubitan itu takkan membuat dia berhenti terjaga tengah malam dan mengangguku. Dia tetap akan kembali tersenyum padaku. Dia akan tetap menjadi anakku. Dan aku akan tetap cemas melihatnya terluka.
Ohh,, yah,, baby blues? apa mungkin aku terkena baby blues ?hm,,, baby blues sebenarnya apa yah ? Emang apa yang salah dalam diriku ?
..........
Sudah sejak tadi zhea tertidur. Tapi tanganku masih mengayunnya sambil mencari info apa itu baby blues dan bagaimana penanganannya. Ketika ku baca aku mencoba mengingat apa semua gejala yang kubaca terjadi padaku. Emmm,, dan jawabannya iya. Semua gejala itu mirip seperti apa yang aku rasakan. Seperti perubahan mood, gampang tersinggung, sering menangis, sering menyalahkan diri sendiri, sering juga menyalahkan orang lain bahkan cenderung berbuat kasar pada anak.
Ada yang ngeri di beberapa part penjelasannya. Baby blues bisa berubah ke post partum syndrom ( ppd ) apabila si ibu sudah bertindak melukai diri sendiri atau orang sekitar tidak terkecuali anak dan suami dengan menggunakan barang tajam. Pencegahannya tak kalah ngerinya saat ku baca. Katanya Kalau itu sudah terjadi penanganannya si ibunya harus dipisahkan dengan anak. Dan mesti di tindak lanjuti dengan penanganan khusus.
Apa bahasa lainnya berarti aku sudah gila? Ih,,, ngerinya,,,
Jadi sebelum itu semua terjadi dan menjadi ppd. Ibu sangat dianjurkan menjadi waras. Seorang ibu harus menjadi bahagia dulu agar bisa menularkan kebahagiaannya kepada orang sekitar. Itu berarti kuncinya dukungan penuh dari keluarga utamanya suami menjadi bagian penting. Karna pemicu utama baby blues adalah tindakan penolakan atau tidak mendukungnya keputusan yang di ambil si ibu untuk anaknya. Rasa stress tadi diiringi dengan lonjakan hormon pasca lahiran membuat kepribadian si ibu tidak stabil.
Berarti kalau mau jadi ibu yang baik harus selalu mewaraskan diri toh? Ckckckck,,,
Nanti kapan-kapan aku akan bahas ini sama abi ah,,,, biar kita bisa saling menguatkan satu sama lain.
Ah,,, zhea ternyata jadi seorang ibu itu susah-susah gampang. Pantas saja dulu ketika mamaku, ku bantah dia menjadi emosi. Pantas juga kakak sering berteriak dan kasar keanaknya. Gimana dia mau waras jika perekonomiannya agak susah.
Aku menjadi merasa bersalah mengingat dulu aku sering menghinanya jika adu mulut. Aku baru tau ini mungkin yang kakak rasakan. Bahkan dengan gampangnya dulu ku komentari anaknya
Pokoknya lla,,,,mulai sekarang stop baby shamming, body shamming dan home shamming pada siapapun. Karna rasanya sesakit itu ketika dikatain orang lain. apalagi tentang anak yang sudah mati-matian kita rawat. Rasanya sakiittt sekali.
Ku bulatkan tekadku untuk mewaraskan diri dan mengunci mulut rapat-rapat ketika berbicara kepada sesama ibu. Demi keamanan bernegara.......
__ADS_1