
kalau memang tidak bisa dibantu,, aku hanya minta restu ! nadaku mulai meninggih
bukan begitu nak, tapi dipikir kan dulu,, ucap bapak tiriku
aku pun langsung masuk ke kamar tanpa memperpanjang lagi. ku biarkan mama dan bapak berpikir pada keadaan yang sudah rumit itu. semoga dengan begitu mereka tidak akan memperumit lagi. ku dengar sayup suara mereka saling adu pendapat. tapi aku memilih tidur saja. demi menyelamatkan mataku yang akan ku pakai berjaga di post penjagaan nanti. jadwal pemadaman kota ini yang belum juga berakhir membuatku lelah.
ku lirik jam dikamarku. ah,,sudah jam 5 sore rupanya,,, aku harus tidur. kalau tidak tidur bisa-bisa piket nanti aku ketiduran lagi di post. malas aku mendengar bosku berceramah. semoga ada titik terang dari mama dan bapak. aamiin ya Allah.
.........
mana zul ? tumben jarang kesini,, mama popon menghilangkan konsentrasiku yang asik menonton acara favoritku di tv keluarga milik popon.
dia ada jadwal pemadaman tante. jadi lebih sering dikantor,, biasanya kesini kalau kita mau pergi makan diluar saja.
ohhh,,, itu,, tante perhatikan ella berat badan nya turun yah ?
ehh,, masa sih tante ?? aku agak sedikit cemas rahasiaku terbongkar
hmm,,, ini pipi mu tirus kelihatannya. tunjuk tante ke arah pipiku
aku hanya tersenyum pada tante. tak mau ku jawab obrolan itu. bagiku belum saatnya untuk menjawab. biar aku, abi dan Allah swt dulu yang tau. mama popon sebenarnya orang yang bisa ku percaya. tapi aku takut pernikahanku batal sepihak. setidaknya jika batal tante tidak tau kalau aku hamil.
sementara kebenarannya aku tidak menyangka kalau seisi rumah abi sudah gempar dari semalam membahas perihal kehamilanku. abi nyatanya tidak banyak cerita padaku. belakangan ini dia sangat sibuk dengan kerjaannya. hal itu membuatku galau tentunya.
......
mana sih abi ini ?? sambil memperhatikan orang-orang yang naik motor lalu lalang di depanku.
asam lambungku sudah mulai naik ke leherku rasanya. sedari tadi aku duduk di depan jalan ini. membuatku menghirup segala macam aroma. mulai dari bau masakan dari arah rumah tetangga, menebak jenis bahan yang dipakai memasak apa, tambah lagi bau gorong jalan yang menyekat tenggorokanku, bahkan bau knalpot pengendara yang lewat semuanya bisa ku cium dengan jelas. entahlah kehamilan macam apa ini ? normalkah atau tidak ? aku hanya mencoba ikhlas menjalani hari-hari mengidamku.
aku pun bisa berada disini karna menghindar dari bau masakan mama yang menyengat. mama saat ini sedang memasak menu makan malam rumah kami. niatku yang tadinya mau mandi ku batalkan. aku mencoba menahan rasa mau muntah di dalam kamar mandi tetapi tak sanggup. malah suara tarikan muntah pada tenggorokanku membesar dan hampir kedengaran. panik aku segera memakai lagi bajuku dan lari kesini.
jangan sampai mama curiga. matilah aku !!
rasa mual ku berasal dari bau tumisan saat mama memasukkan bawang-bawangan itu ke kuali wajan yang sangat menusuk di dalam hidungku. aku bisa tau semua bahan apa yang mama pakai untuk memasak. beberapa kali diriku berusaha muntah tanpa mengeluarkan suara . untuk menutupi agar tidak terdengar maka ku coba nyalakan keran air. tapi aku tidak yakin mama tidak mendengarnya bisa saja mama dengar lalu mengetuk pintu kamar mandi untuk mengecek apa yang terjadi. aku takut, akhirnya aku keluar dari kamar mandi dengan alasan shampoo habis dan harus ku beli. tapi naas baru juga sampai dirumah popon eh taunya,, mamanya malah lagi asik membakar ikan di samping halaman rumahnya.
alhasil aku duduk termenung di depan jalan ini. sambil menunggu abi datang membawakan snack-snack manis dengan cita rasa coklat yang ku minta. rasa manis di snack itu juga membuatku agak merasa enakkan. mualku akan sedikit teratasi.
sebenarnya lewat lidah ku yang sudah semamput pahit nya ini lah pencetus keinginanku makan berbagai makanan. namun asam lambung yang selalu tiba-tiba naik tanpa tau waktu membuatku sering bersendawa kecil . setiap kali ada makanan yang baru saja ku telan bau aroma sisa makanan bahkan masih terasa di dalam mulut ku sampai berjam-jam. dan sudah dapat di pastikan aku akan segera memuntahkannya. muntahan ku itu tidak akan berhenti rasanya bila tenggorokanku belum perih dan perutku kosong ( ini juga bukan mauku sebenarnya ). jangan heran kenapa mama popon menegurku terlihat kurus. apa sih memangnya yang dapat kuserap selain sisa energi dari makanan yang ku telan itu. energi itu juga masih akan dibagi dengan cadebay di dalam rahimku. iya,, hanya energi barangkali. vitaminnya hilang bersama makanan yang keluar dari mulutku.
........
kupandangi kakiku dan tanganku ditemaram cahaya lampu milik tetangga yang menyeruak hingga ke poros jalan ini. ku raba rambutku yang acak-acakkan, ku lihat lagi kulitku mengusam,. ahh,, aku sedih pada diriku ini. aku benci bercermin ! ku pegang pipiku yang kasar akibat munculnya beruntusan komedo disana.
aku kini tidak cantik lagi ,, ahhhhhh....
pernah sekali ketika aku ingin nonton di bioskop. kucoba untuk berdandan cantik seperti biasanya. saat berdandan ku coba tancap alis dan lipstik di wajahku. bukannya cantik malah aura gelap pada wajahku yang nampak di cermin.
semenjak hamil aku jarang mandi, sehari satu kali. aku juga tidak pernah membawa alat makeup ku kemana-kemana seperti dulu. apa lagi memakai bedak,, bagiku tidak perlu. toh mukaku kusam dan tidak ada perubahan. kulit ku yang tidak lagi ku rawat kini makin kusam dan gelap. semuanya berubah membuatku tidak percaya diri.
ahhh,, hanya satu doaku saat aku hamil ini. please,, tolong jangan sampai ketemu teman-teman lamaku. aku maluuuuu,,,
......
seperti biasa subuh ini diriku masih saja mengalami morning sickness. aku butuh cemilan untuk mengeluarkan rasa eneg dari tenggorokanku.
ku dengar suara adzan subuh mulai berkumandang dari arah mesjid dekat rumahku. setelah makan cemilan aku mencoba meluruskan badan. kupandang seluruh bagian kamarku. ku lihat disana, dil
langit-langit kamar ku terasa masih sama saja belum ada yang berubah bagiku. aku masih sendiri yang berubah hanya status ku kini menjadi calon seorang ibu. hmm,, aku memulai lagi merenung di dalam kamar ini. merenungkan mimpi-mimpi yang ku dambakan di dalam hidupku.
........
ahh,,,rumah ini lusa akan sah pindah kepemilikkan. mama meminta aku turut bertanda tangan selaku anak yang menyetujui penjualan rumah ini di kantor notaris tanah hari rabu lusa. lalu bagaimana nanti kalau sementara proses berjalan di ruangan itu. aku tetiba muntah. hahahahha,, aku yakin pasti diriku tidak bakal tahan ada di ruangan kantor itu. ac nya akan membuatku menggigil, pusing, dan mual.
__ADS_1
ada rasa geli dihatiku membayangkan hal konyol yang bisa saja terjadi di kantor notaris nanti. sepertinya memang harus ku bawa vitaminku sebagai penangkal rasa mual ku yang berlebihan.
mungkin aku butuh vitamin penghilang rasa mual untuk mengantisipasi keadaan parah itu. hm,,,, nanti malam bisa ku suruh abi membelinya. sebab stoknya di kotak obat ku sepertinya habis.
tapi akhir-akhir ini abi susah sekali diajak main keluar. jika durasinya agak lama abi pasti menolak. alasan dia , dia hanya curi waktu sebentar untuk keluar kantor. entah betul atau tidak, abi saat ini suka sibuk sendiri menurut ku. dia juga jarang menghubungi ku kecuali aku yang duluan.
hmm,, abi ini kenapa selalu tidak ada kabar ? apa dia sudah ngomong ke orang tuanya?
timbul rasa khawatir didalam hatiku. aku takut dia ingin lari dariku.
siapa tau kan dia berubah pikiran ? mana tau dia di tekan orang rumahnya. apa lagi abi sayang pada mamanya. aku mau kepastian ! bagaimana ini ? mumpung aku ada uang yang dibagi hasil penjualan rumah mama 10℅ . itu bisa jadi modalku. janin ini bisa saja aku gugurkan kah atau di pertahankan tapi aku tidak mau di kota ini. jika ku pertahankan tanpa bapaknya aku harus hijrah ke kota lain dulu. eh,, atau jika berhasil aku bisa menambah uang pernikahan ku. uang nya bakal ku pakai sebagai biaya tambahan menyewa gedung pernikahan nanti.
pikiranku kalut saat itu. penyakit anxiety disorderku mulai lagi muncul dipermukaan bumi. di picu dari tidurku yang selama hamil ini tidak pernah tenang. hormon ku juga tidak pernah stabil, asam lambungku terus meningkat. belum ada tanda kapan mengidam jahat ini berakhir.
seketika saja ku ambil hp ku untuk googling mengenai masa kehamilan trimester pertama. aku ingin tau masa berakhirnya mengidam itu sebenarnya berapa lama.
yup,,, semenjak aku berbadan dua hanya google tempat ku bertanya. google tidak akan pernah bisa membuatku malu. kecuali jika hp ku kedapatan orang lain. jadi bagiku jangan pernah sembrono menyimpan hp . waspada dengan siapa saja.
........
sudah sejak tadi aku tiduran di kursi ruang tamu popon. menunggu abi datang membawa susu kotak coklat. lama rasanya dia datang aku pun jangankan mencoba bangun duduk, membalik badanku saja sudah membuat kepalaku pusing.
ya allah,,, mana abi ini ?? bisa curiga inii,, mama popon padaku karna kelihatan tidur terus. beli dimana sih susu itu ?
ku dengar suara motornya datang , sempoyongan aku bangun. dengan cepat ku ambil susu itu di tangan abi. ahh,, untung saja abi sudah membuka kemasan susu kotak itu. jadi aku tidak bakal keduluan muntah sebelum meminum. abi seperti nya sudah terbiasa dengan perilaku anehku selama hamil. dia sudah banyak belajar mengantisipasi hal yang tidak di mungkinkan.
ohh,,, iya dia harus ku ingatkan lagi. jangan sampai dia lupa atau tidak punya waktu.
hmm,,abi,, ingat jadwalku usg itu besok yah,, jangan sampai lupa lagi. bisikku pelan agar tidak terdengar siapapun.
iya,, abi besok off day pasti abi ingat
abi,, umi mau bicara serius,, kita bicara di kursi luar sana tunjukku
kami pun menuju tempat aman yang aku tunjuk tadi.
mi,, sabar dulu,, abi masih ada jadwal pemadaman lagi. mungkin terakhir minggu ini. baru abi bisa bergerak leluasa untuk urus semuanya
abi sudah bicara sama mama ?
belum,, nanti kita dua naik ke rumah untuk minta restu langsung.
haa? berdua ? kenapa bukan abi saja?
supaya ada titik terang umi,, aku mau orang tuaku juga bisa hadir di acara pentingku.
ohh ok. besok saja gimana ? setelah dari usg di dr. M ,,,
abi berpikir dan mengangguk. aku pun agak lega. namun, ku teruskan uneg-unegku padanya.
abi,,, harus ada kejelasan hubungan kita ini. mumpung umi ada uang . akankah kita menikah atau umi pergi dari kota ini ?,,. umi mau diperjelas tidak mau seperti ini.
iyaa umi cerewett,, senyumnya menatap ku
kenapa abi hanya senyum begitu ? apa yang lucu ?
lagian umi, pikirannya kemana-mana. kalau mau pergi bukan sekarang ini mi,, sudah dari dulu saat kita kena sidang istimewa itu. lucu deh umi ini,,,
aku memeluk lengan abi dengan erat. lalu seperti biasa dia pasti menawarkan makan, di warung mana, dan makan apa ?. selama kami berhubungan tidak pernah dia yang memutuskan persoalan makan, selalu bertanya padaku.
setelah sepakat kami pun bersiap pergi. aku memakai masker penutup mulut, membawa sekotak susu coklat tadi, tidak lupa di tasku sudah ada roti tawar coklat untuk ku telan bila tiba-tiba rasa eneg menghinggapiku. malam itu kami menyusuri kota ini. pergi ke tempat warung makan langganan kami.
.......
__ADS_1
mana sisirku yah,, ? ckckck,, bukan main kamar anak ini. kotornya masya Allah,,,,
aku rapikan yang bisa ku rapikan. hanya saja ada yang aneh dengan deretan cemilan di atas meja rias itu.
banyak sekali cemilan anak ini. ini susu apa ? ku coba teliti toples kaca berisi susu coklat itu.
ahh,, curiga aku!!! apa dia hamil ? bukannya dia sering sekali tiduran di kamar beberapa bulan ini. dan susu ini? ella kan paling malas minum susu. kenapa sekarang rajin? ini pasti ada yang dia sembunyikan.
ella,, siksaaa kamu nak,,, jangan kamu sembunyikan dari mama.
dengan perasaan cemas ku sapu bersih kamar ini. berberes seadanya saja . lalu ku tutup kembali pintu kamar itu.
sisir yang ku cari masih belum ketemu juga. mungkin cucu ku buang entah dimana sisirku. otak ku masih terus berpikir dan menduga-duga. karna jauh di dalam hatiku ini. aku gusar mengingat susu di kamar tadi.
aku yakin itu susu pasti susu hamil, diriku terus membatin sambil memotong bawang didapur.
........
alhamdulillah,,, cair uang rumahku,,. emm,, aku ingin beli tas baru atau sepatu baru online. emm,, ohh,, tidak !! apa sekalian saja jalan-jalan liat jenis minuman jus di toserba yang recomended untuk ibu hamil di tahap mual muntahnya berlebihan.
tiba-tiba suara mama memanggilku dari luar kamar.
ellaa,,, temani mama pergi beli tas sebentar di toko barang import yang kamu bilang itu.
ohh iyaa maa,, sekalian aku juga ada yang ingin aku beli.
nanti mama yang belikan yaa, kamu ulang tahun kan hari ini?
ku buka pintu kamarku dan ku pandang mama lama.
ini,,sekalian daster ini untukmu. mama menyodorkan daster polkadot pink hitam selutut.
ku pandang daster itu lalu ku tatap mama.
ini pasti ada yang mau mama tanya padaku.
lla kamu hamil? kalau hamil dan mengidam jahat jangan ditahan. masuk rumah sakit saja,
haa? hamil ? tidaklah ma, orang baru minggu lalu aku haid
oh,, ya sudah! nanti dasternya dipakai yah.
mama, tunggu di luar. kamu ganti baju gih sana,,
ahaaa,,,sungguh aku terkaget-kaget akan reaksi mama. setenang itu orang tua ini. apa karna mungkin rumahnya sudah terjual. reaksinya sangat diluar dari dugaaan ku.
melihat reaksi mama yang baik. spontan ku tarik tangan mama lalu ku ajak duduk. aku mulai mencoba jujur. ku ceritakan semua yang ku alami saat itu tentang kehamilanku, seemuaanya. mama hanya mendengar dan tidak ada kalimat memarahi. padahal sempat ku bohongi mama tadi. malah yang mama ucap hanya secepatnya disegerakan. aku hanya dipesan oleh mama agar orang tua abi datang dan meminta baik-baik.
aku bahagia sekali tentunya mendengar ucapan mama. jadinya aku ingin segera mengabarkan berita baik itu pada abi.
mendengar berita itu respon abi juga bahagia. aku sangaaaaat senang, kini kami maju selangkah lagi menuju pasangan yang halal.
.......
ada yang berubah dengan mama. semenjak mama tau semuanya. mama menjadi orang yang paling mengerti kondisiku. terkadang sengaja mama pergi pagi sekali mencari makanan yang aku request. dia juga memperhatikan pola makanku.
ah,, tiba-tiba saja rumah yang sudah terjual itu terasa hangat. sayangnya kami sudah terlanjur menjual nya. malah perencanaan pindahan sudah diatur. hanya menunggu rumah baru mama selesai di finishing. yah,, semoga ketika menikah kami masih bisalah merasakan kehangatan rumah ini. aku masih mau berada dalam kamar kesayanganku.
.........
tak terasa hari berganti hari. persiapan kami hampir 90% . aku pun menanti keputusan kedatangan pihak lelaki naik ke rumah guna menentukan tanggal pernikahan kami.
selama menunggu sebenarnya banyak terjadi polemik antara aku dan kakakku. dia masih saja menuduhku yang tidak-tidak.beruntung mama menyembunyikan kehamilanku padanya. mama tidak ingin ada perang sampai semua rencana terlaksana.
__ADS_1
diam dan jangan cari masalah. apapun yang kakakmu tuduhkan jangan ditanggapi. semua kamu sikapi kepala dingin. sampai kalian sah sebagai suami istri,, ingat itu nak,,
ucapan mama tempo hari selalu menguatkan aku untuk sabar ketika emosi sudah di ujung kepala menghadapi manusia itu.........