sebuah cinta

sebuah cinta
namanya Qianzio attalla hiola


__ADS_3

bi,,, umi pengen ke bidan loh,,


malam abi bisa antar kan,, ?


soalnya kandungan umi,, sudah masuk minggu ke empat bulan di bulan ini. tapi,, umi jarang sekali kontrol. takutnya berojol tiba-tiba,,


em,,malam ? bisa kok abi antar,,


em,,tapi kontrolnya di bayar ? uang kita tinggal sedikit loh,,,


kalau di bayar kita tunggu gajian saja dulu baru kesana,,


ha ? tidaklah,,, kan ada kartu jaminan kesehatannya umi. abi lupa ?


ohh bukan lupa. tapi abi kira itu hanya berlaku buat bersalin dan rawat inap di rumah sakit. ya sudah,, malam jam 8 begitu yahh,,,


abi mau tiduran dulu, masih jam 5 sore kan ini ? abi capek,,,


ok,, nanti umi bangunkan kalau sudah mau pergi. pokoknya umi nanti mau periksa dalam. siapa tahu sudah dekat-dekat ini waktunya,,


..........


jam 7 malam


abi,,, bangunn,, katanya mau ngantar umi.


gimana sih ??


ku coba bangunkan abi yang tertidur.


dikit lagi mi,,, baru juga jam berapa,, abi capek,,


jawab abi yang agaknya setengah sadar


hhh,, ya sudah umi pergi sendiri,,


zhea umi bawa,,


aku mencoba pamit pada abi dan memutuskan pergi sendiri. kemungkinan abi bangun kayaknya tidak ada dan aku tau paling juga pas sadar dari tidurnya. abi mencari-cari keberadaanku juga zhea ckckckc,,


setelah ganti baju dan juga mengganti bajunya zhea. seperti biasa jika ingin bepergian kemana-mana membawa zhea ikut serta. aku tidak lupa membuatkan anakku susu di dotnya. buat bekal kalau tiba-tiba dia mau nyonyo ( mimi susu ).


saat membuatkan zhea susu ku lirik karet dotnya. aku lupa si karet itu sudah mulai rusak. aku jadi terpikir untuk singgah di swalayan sebelum pergi ke klinik bersalin. untuk membeli karet dot baru untuk menggantikan karet dotnya yang sudah tidak layak pakai ini.


setelah beres kami berdua pun bergegas pergi. aku sebenarnya agak tergesa-gesa sih,,. karna, takutnya di klinik nanti kena antrian panjang lagi.


jadi begitu aku masuk ke swalayan. aku langsung mencari karet dot yang cocok buat zhea. namun karena posisi display rak karet dot melewati susunan rak pakaian bayi. naluri keibuanku pun muncul. aku jadi agak sedikit tertarik melihat-lihat pakaian bayi itu. siapa tahu ada yang bagus buat babyku. tapi aku tidak membeli sekarang. uangku belum cukup. nanti saja kembali kesini pas abi sudah gajian .


setelah lama melihat-lihat aku memutuskan pergi ke kasir. rasanya mataku agak sakit. jatuh hati pada ini itu tapi belum punya uang hahahah,,


baru sadar sesampai di kasir ternyata antriannya sudah mulai panjang. padahal sebelum ke rak baju tadi belum sepanjang ini. yah,,, mau tidak mau aku harus menunggu giliranku membayar karet dot yang sudah aku ambil di rak tadi.


...........


15 menit mengendarai motor dengan membinceng zhea di bagian depan. alhamdulillah kami berdua sampai dengan selamat di klinik bersalin.


alhamdulillah sampai nak,,


ayok,, turun dari motor,,,


1,,2,,3,,,


ku angkat anakku melompat keluar dari motor


kami berdua pun langsung saja masuk ke dalam ruangan konsultasi. ternyata kliniknya lagi sepi. tidak seperti yang aku bayangkan sepanjang perjalanan kesini tadi. ada sih,,, tamu yang datang cuman sepertinya orang yang duduk di kursi tunggu itu adalah keluarga pasien yang sedang bersalin di dalam.


ku sapa si bidan cantik yang duduk diruangan itu.


haloo bidan,,


eh,, halooo,,,bu,,,,


haloo juga adik kecil ,, apa kabar? udah besar rupanya heheheheh,,


sapa bidan itu pada aku dan zhea


nak,, itu tante bidan panggil,,


iyaa,, tante. zheaaa sudah besar sekarang hehhehe,,


aku menjawab seolah aku menjadi zhea kecil


dan bidan cantik pun tersenyum mendengar jawabanku.


ok baik ibu,, ada keluhan yang ingin di sampaikan ? atau mau konsultasi soal kehamilan ?


iya ini say,, ini sudah bulan tenggang untuk persalinanku. tapi aku belum tau di minggu ke berapa kira-kira aku lahiran,,


ok,, dari pada usg mending kita langsung periksa dalam saja yah,, ?


baik,,, bidan,, terserah bidan bagaimana baiknya,,


oke,,


em,,ayo,, ikut aku keruangan yah bu,, kita periksa nya di dalam saja.


aku langsung segera berdiri mengikuti bidan cantik ke arah ruangan bersalin yang agaknya sedang tidak terpakai. ruangannya kosong. berati memang si klinik ini lagi sepi pengunjung. biasanya semua ruangan bersalin disini terisi full. berbeda dengan malam ini.


em,,maaf bu,, bisa celananya di buka dan di pakai selimut ini untuk menutupi,,


oh iyaa,, heheh,,


ku ikuti instruksi bidan, aku pergi ke toilet yang ada di ruangan ini. mengganti celanaku dengan selimut tanpa menggunakan dalaman lagi


setelah selesai di toilet. aku keluar lalu langsung rebahan di tempat tidur yang sudah disediakan di ruangan ini. ku beri ruang pada selangkanganku agar si bidan bisa leluasa melakukan pemeriksaan dalam di **** * ku.


baik bu,,, permisi yah,, aku cek sebentar


kata si bidan sambil mencoba memasukkan tangannya ke **** * ku. tidak lupa kalau si bidan memakai sarung tangan di tangan kanannya.


si bidan pun merenggang-renggangkan jarinya. mencoba memastikan apakah babyku sudah masuk ke panggul atau belum. dan dia terasa agak sedikit memaksakan membuka dua jarinya tujuannya untuk memberi rangsangan pada si baby menemukan jalan lahirnya( membuka jalan lahir ).


maaf bu,, sakitt ?


tanyanya


hm lumayan,,,

__ADS_1


aku agak sedikit meringis ketika tangannya dia tarik.


jadi gimana bidan ?


kapan kira-kira waktuku lahiran ?


em,,, ini sudah dekat bu,, bisa jadi beberapa hari ini. yang jelas tidak lewat dari minggu-minggu bulan februari ini. soalnya lendir dari **** * ibu tadi. sudah berwarna kuning tua hampir kehijauan. kayaknya si baby sisa menunggu hari buat keluar. tadi aku sedikit membantu membuka jalan lahirnya.


oh ok,,, terus apa tanda dari persalinan itu sendiri selain keluarnya lendir merah, atau pecah air ketuban, bidan ?


hm,,, tandanya ?


ada banyak tanda persalinan,,


misal salah satunya perut ibu akan terasa keras. sekeras dinding ini,,


bidan itu mengetuk tangannya yang bersih ke dinding di atas kepalaku.


ohh,, oke ,,,


terima kasih buat infonya,,


baik,, bu,,


silahkan bersih-bersih di toilet. nanti ibu langsung ke ruangan di depan yah. aku mau cuci tangan dulu,,


tanpa banyak bicara aku segera mengikuti instruksi bidan. dan turun pelan-pelan dari ranjang ini yang lumayan tinggi menurutku.


lalu setelah selesai berpakaian lengkap di toilet. aku juga pergi duduk kembali. menunggu si bidan cantik itu di ruang tunggu di depan.


sekitar 15 menit kemudian si bidan kembali,


maaf bu,, lama yah,,


tanya nya sambil melap tangannya yang basah memakai tissu kering


oh tidak kok,,hehhe,,,


aku berpindah posisi duduk di kursiku semula. duduk berhadapan dengan bidan cantik. untuk memudahkanku berkonsultasi dengannya.


oke bu,, bisa aku lihat kartu jaminan kesehatan milik ibu ?


aku mau cek dulu masa aktif kartu ibu.


pemeriksaan kali ini aku tidak meresepkan obat yah,, karna ibu tadi tidak punya keluhan,,


tapi obat vitamin milik ibu masih ibu minum ?


iya,, masih bidan,, masih ku minum,


oke,,


pokoknya nanti kalau sudah ada tanda lahiran ibu langsung ke sini yah,, walau tanpa rasa sakit.


baik ibu bidan,,


ku serahkan kartuku yang dia minta tadi dan menunggunya selesai mengurus data diriku. kemudian setelah selesai aku pun langsung pamit pulang dengan bidan cantik ini.


.........


jam 10 malam


saat menina bobokkan zhea perutku agaknya terasa lapar. jadi ku tunggui zhea tidur pulas. kemudian aku pergi ke dapur untuk membuat semangkuk mie instan hangat di campur nasi.


saat menyuap makanan entah kenapa perutku mulas. tapi aku acuh saja karna ku pikir ini mulas biasa. aku tetap menikmati makananku. walau dengan keadaan perut yang tidak enakkan. sebenarnya mulas yang ku rasa ini terjadi sejak tadi pagi. cuman aku merasa mungkin ini hanya mulas biasa. seperti pengalaman sebelumnya waktu hamil dulu. setiap aku makan pasti tiba-tiba perutku mulas. jadi bagiku mulas itu merupakan hal biasa bukan karena adanya kontraksi mau lahiran.


..........


jam 11 malam


aku ingin tidur tapi tidak agaknya susah. entah mengapa perutku rasanya seperti mengeras. aku mencoba membalik badanku kearah kanan juga kiri. bukannya nyaman aku malah merasa perutku terus mengeras.


tidak nyaman ku rasa aku berinisiatif mengambil bantal kepala untuk mengganjal belakangku. aku juga berusaha memeluk guling agar bisa mehanan nafasku yang agak sesak karna terdorong oleh ganjjalan bantal tadi.


tetap saja walau sudah ku ganjjal bantal akumakin tidak nyaman. untuk mengalihkan perasaanku. ku ambil hpku untuk main game online. game sejenis permainan kartu kocok.


aku mencoba terus main walau perutku serasa mau meledak. bahkan aku sengaja menunda-nunda niatku yang ingin keluar kamar untuk mengecek menit-menit jam dinding. dengan terus saja memainkan mainankan.


sampai akhirnya aku tidak sanggup. saat ku coba bangun dari tidur ku sambil melepaskan ganjjalan bantal yang ku taruh di belakangku juga melepas si guling yang ku peluk. saat itu juga perutku ini serasa mau meledak, keras, sesak, tidak nyaman juga agak sedikit sakit.


merasa makin tak sanggup aku terus menahan rasa sakitnya dengan aku berpegangan di dinding kamar. aku juga tetap berusaha keluar dari kamar. aku tetap ingin mengecek fase waktu kontraksiku di jam dinding di luar. aku tidak yakin malam ini sudah waktunya aku lahiran.


astagfirullah apa iya sudah waktunya. gimana ini ? kasihan zhea kalau aku harus bangunkan dari tidurnya. terus kalau tidak di bawa ikut. dia decakar.siapa disini ? di klinik sana juga tidak ada tempat buat zhea tidur malam ?


ahhh,,, perutku,,, kenapaa dengan kamu nak,,


tunggu pagi yah,, kasihan kakakmu,,,


.........


jam 11 malam


agak lama aku duduk di depan jam dinding ( duduk dengan menduduki bantal kepala ). aku terus memperhatikan menit jam. feellingku benar ternyata. kontraksi yang kurasakan datang pergi di setiap 10 menit jam berjalan. aku agak sedikit bimbang. karena bila aku pergi dan lahiran malam ini. bagaimana dengan zhea?


tanpa berpikir panjang lagi ku putuskan untuk membangunkan abi yang sedang tidur. aku lebih takut lagi jika beranak di sini. itu akan lebih menyusahkan abi.


abi yang ku bangunkan spontan duduk karna mendengarkan kalimat kontraksi. dia langsung mencuci muka. dan membantuku mengangkut barang-barang yang sudah ku persiapkan jauh hari untuk persalinanku.


mi,,, umi abi antar dulu kesana,,


nanti kalau memang cuman kontraksi palsu. kita balik lagi. tapi kalau ternyata umi sudah mau lahiran terpaksa umi ku tinggal dulu disana. abi mau pulang mengambil zhea. nanti dia titip di mamaku saja dulu malam ini. bisa begitu mi,,, ?


ya sudah,, ayoo cepat nanti zhea bangun,,


umi sudah tidak tahan ini,,


aku masih saja pegangan di meja karna tiba-tiba rasa sakitnya datang lagi


kami pun bergegas ke klinik bersalin itu. zhea kami putuskan tinggal di rumah. dan rumahnya sudah kami pastikan terkunci pintu kamar dan pintu depan ini.


sepanjang perjalanan kontraksiku makin mulai terasa. meski sakit tapi agak bisa ku kontrol sih,, karna abi terus mengajakku bercanda. hanya saja tetap ada moment-moment dimana aku harus benar-benar turun dari motor untuk menahan kontraksi yang hebat di perutku.


abi juga sadar bahwa dia tidak bisa berbuat banyak. dia hanya bisa melihatku saja dan menjadikan dirinya sandaran saat aku berdiri menahan sakit. dia memastikan agar aku tidak jatuh atau terduduk ke tanah saat kontraksiku datang-datangan.


setiba di klinik aku langsung di larikan ke ranjang untuk rebahan. bidan sekali lagi mengambil tindakan memeriksa dalam di bagian **** * ku.


hm,,,, ini sudah pembukaan 5 bu,,,

__ADS_1


untung ibu segera dibawa kesini,,


kata bidan saat memeriksaku


gimana ini abi ? abi pulang saja. titip zhea sama mama,,


aku panik mengingat anakku sendiri di rumah


iya,,


umi,, yang sabar,,


abi segera balik sini lagi setelah mengantar zhea sama mama,,


jawab abi segera dan bergegas memakai helmnya


bidan,, titip istriku sebentar,,


aku mau ambil anakku di rumah dulu,,


kata abi lagi pada bidan itu


baik pak,, di percepat yahh,, biar ibunya ada yang temani bicara disini,, kondisi kayak begini si ibu butuh pendamping,,


iya,,


kata abi sambil berlalu pergi.


ku dengar sayup suara motornya berlalu meninggalkan klinik ini. aku terus mencoba sabar dan bertahan dari rasa sakit yang kini mulai tidak hilang-hilang dari perutku. setidaknya berusaha dengan tidak emosi terhadap orang di sekitarku.


.........


jam 12 malam


kontraksi demi kontraksi ku lewati. rasa sakitnya agak cukup berbeda. kali ini sakit yang kurasa bukan di perut tapi di bagian tulang belakangku. bidan yang mengatasi persalinanku juga orang yang berbeda bukan bidan cantik yang dinas malam tadi. mungkin tugas jaga mereka sudah berganti sift. aku agak sedikit kecewa karna pelayanan bidan ini dengan bidan cantik itu berbeda. dulu waktu lahiran zhea si bidan cantik itu yang membantuku. jadi ketika di tangani dengan tangan yang berbeda rasanya ada yang kurang menurutku.


..........


ketika mulai memasuki fase kritis. aku yang tadinya di temani bicara oleh bidan praktek. kini sudah menyuruh bidan ini memanggil abi yang masih setia duduk di ruang tunggu di luar. aku menyadari aku ini orangnya sangat emosian. jadi mungkin saja bidan ini tidak akan sanggup mengatasiku. untuk itu aku perlu abi menemani kesakitanku saat masuk ke tahap-tahap bersalin. bersama abi di saat begini. sekalipun dia ku cakar abi tidak akan marah atau emosi. tapi jika dengan bidan yang mungkin saja belum pernah merasakan yang namanya lahiran. aku jadi tidak tega mengerasi mereka. sementara kontraksi ini selalu membuatku sering lepas kendali. karena bila ku tahan juga. akan berdampak tidak baik buat syaraf-syaraf di tubuhku. fase his memang membutuhkan kekuatan extra yang harus di lepaskan melalui teriakan, pelukan, atau juga dengan tindakan mencakar mungkin. namun ibu hamil juga harus tetap mengontrol kalimat yang di keluarkan dari mulut. menjaga agar orang yang niatnya tadi ingin membantu malah menjadi marah atau tersinggung.


............


alhamdulillah,,, cowok anaknya bu,.


kata bidan yang membantu persalinanku


jam berapa ini ?


tanyaku


02.22 jawab abi sambil memperhatikan jam dinding di depannya


ohhh,, cuman 2 jam kontraksiku ? wahh,, luar biasa. cepat sekali anak ini lahir. tapi sakitnya masya allah. kayak orang yang sudah di ambang kematian. ya Allah,,, untung aku selamat


ya sudah tolong bersih kan babynya, jangan di kasih mandi, di lap basah saja. jangan lupa di bungkus. aku mau bersihkan perut ibu ini dulu,,,


kata bidan yang membantuku untuk mengajari bidan pembantu lainnya. sambil membersihkan perutku dari ari-ari dan sisa gumpalan darah yang belum keluar semuanya bersama baby tadi.


..........


setelah proses imd berlangsung. bidan pun memberi info kalau anak lelakiku terlahir dengan berat 3,2 gram dan panjang 52cm


dan kondisi tubuhnya sehat.


aku sangat bahagia karena persalinan kali ini meski besar kepala baby. tapi persalinan ku sekali lagi tanpa tindakan menggunting perineum. jadi aku lumayan bebas bergerak. ada rasa perih sedikit sih,, tapi tidak membuatku takut untuk pipis nanti.


..........


keesokan harinya kami sudah di perbolehkan pulang. aku diantar oleh suamiku dengan di temani iparku beserta anak dan suaminya. cukup lama kami menunggu abi untuk menyelesaikan prosedur pemulanganku ke rumah dan tentu saja baby boyku ikut serta ku bawa bersamaku.


...............


ka,,


nama anaknya kakak siapa ?


tanya piko padaku sesampai di rumah


namanya ?


namanya,,, qianzio attalla hiola. dia dipanggil zio


wah,,, zhea dan zio,,,


bagus hehehhe,,,


arti namanya kak ?


tanyanya lagi


qianzi artinya keberuntungan . kakak plesetin jadi zio. biar ketahuan adik zhea hehehe,,


terus attalla itu anugerah dari allah. dan hiola marganya kalian.


jadi qianzio attala itu artinya adik zhea keturunan hiola. anak pembawa keberuntungan yang dianugerahkan oleh Allah swt.


oh,,, masya allah,,,kak,,,


aamiinnnn ya allah ,,


semoga berkah namanya yah,,


iyaa,,aamiin,, semoga jadi doa yang di jabah oleh allah swt


lama bercerita dan bersenda gurau. piko pun pamit pulang. aku juga terlalu lelah hari ini untuk menerima tamu kunjungan. sedangkan abi, dia langsung tertidur di sebelah zio.


abi,,, sore nanti jangan lupa jemut zhea yah,,


ku ingatkan pada abi sebelum dia benar-benar tertidur


hm,,, iyaa sore saja,,


abi mau tidur dulu,,


aku tak menjawab abi lagi. aku tau dia sangat lelah pasti. tenaganya banyak juga terkuras semenjak kemarin malam. dia butuh istirahat juga.


beruntung ya Allah aku lahiran dua kali bisa di dampingi suamiku. dan terima kasih ya Allah,, anak keduaku cowok berparas tanpan. hihihi,,

__ADS_1


copy paste rangkap 3 dari bapaknya dan kakaknya.


ah,,,, zheaa,,, aku rindu anak itu. coba saja sudah bisa aku kendarai motor. mungkin sekarang langsung aku jemput dia. biar bisa temu kangen sama adiknya. zhea pasti senang punya teman baru. yang akur yah nak,, insya allah kalian jadi anak mama dan papa yang sholeh dan sholehah,, aamiin,,.............


__ADS_2