sebuah cinta

sebuah cinta
masalah kita !


__ADS_3

hari ini cukup cerah terlihat dari terangnya dunia yang disinari pancaran matahari siang ini. sinar matahari yang sudah sejak pagi mulai menyeruak dan aku sudah sejak jam 8 pagi tadi duduk termenung diteras rumahku. memandang kosong ke arah jalan raya membayangkan ucapan abi semalam berulang kali. mencoba mencari solusi padahal aku tau untuk saat ini solusi itu tidak ada. dari semalam rasa sesak yang kurasa menjadi-jadi membuatku malas melakukan apa-apa hari ini. padahal aku tau hari ini jadwalku untuk mencuci baju, membersihkan kamar dan luluran. bahkan tidak ada satu pun sebenarnya aktivitas tadi yang bisa ku tunda. hanya hari minggu waktuku bisa melakukan semua itu. wanita kantoran sepertiku tidak punya waktu lain selain hari minggu. tapi, otakku sudah terlalu mumet membuatku malas melakukan apapun selain duduk diteras rumah. ponakanku yang menemani sejak tadi juga sudah pergi bersama kakakku ke rumah mertuanya. seperti nya mereka prepare sejak tadi malam. seperti biasa menyingkir dari rumah jika keadaan semakin pelik. tetapi tidak perlu dijemput cukup dalam kurun waktu seminggu pasti balik tinggal disini lagi.


liburan,, aku butuh liburan. baju ku titip dilaundry saja. kamar dan luluran bisa minggu depan. tapi kemana ? budgetku pas-pasan juga. gajian masih satu minggu lagi. eh,, pokoknya jangan dirumah. bisa gila aku membayangkan kalimat itu terus.


dengan penuh malas aku beranjak dari kursi. mengambil handuk dan mandi. mandi disaat galau begini adalah aktivitas yang memalaskan . walau tak ku pungkiri efeknya bisa mengurangi strees di otakku. terbukti setelah mandi aku malah menghubungi sumber kegalauanku. menanyakan posisinya ada dimana. semenjak dengannya aku tidak pernah terbiasa pergi sendiri. sakit sekalipun dia orang terdepan yang selalu ada saat ku butuh. apalagi galau, jika dia sumbernya dia juga obatnya.


.....


sepertinya hpku bunyi


ku dengar sayup suara hp, ku coba matikan air karna bunyinya percikan air membuatku tidak fokus. ketika benar yakin itu suara hpku. segera aku keluar dari kamar mandi dan berjalan langsung menuju meja didalam kamarku tempat dimana ku letakkan hp yang ku charge tadi. tanpa perduli keadaan tubuh basah dan tidak menggunakan handuk.


abi,, dimana ? hari minggu ini,, kita jalan ayo.


begitu bunyi pesan dari wanita cerewet yang akhir-akhir ini maunya banyak sekali.


ya Allah mi,, panas begini mau kemana ?


abi,,,, jalan kek, makan kek, atau kemana yang penting kita keluar rumah


umi ini,, kalau maunya tidak diikuti pasti marah berujung nangis kayak anak kecil. hhhhh,,,


ku tatap lama hpku kemudian kembali mengetik balasan


iya iya,,,ya sudah tunggu disitu abi jemput.


tidak bi,, umi yang ke situ, abi di kost kan ?


iya,, ya sudah abi lanjut mandi.

__ADS_1


astaga dia mau kesini ! kamarku berantakkan


aku kembali ke kamar mandi lalu mempercepat mandiku.


bersihkan kamar karna nyonya cerewet mau datang. malas sekali rasanya dengar dia mengomel. senyumku menyeringai


.......


abiii,,,,,, ayolah bujukku dengan nada yang sudah meninggi


mii,, sore saja please. panas ini mi,,,


terus,, kita ngapain begini ini ?


kita pesan makanan online saja. bagaimana? ice cream kayaknya enak.


kita nge waffle saja tapi di tempatnya langsung lebih bagus.he,,he,, masih dalam kegigihan membujuk


abi,,,


hmm,, sudah abi pesan. tunggu saja! jawabnya ketus


bukan itu,, ih,,,


apalagiii??? menarik badanku berhadapan dengannya.


abi,, terus kelanjutan hubungan kita bagaimana ? menatapnya penuh harap semoga ada jawaban yang membuat hatiku tenang


tapi sepertinya manusia didepanku tidak bergeming hanya menatapku kosong. membuatku semakin gusar. cukup lama ku biarkan dia dengan posisi seperti itu sampai akhirnya hpnya berbunyi dan orderan kami datang.

__ADS_1


.......


ini sudah potongan waffle yang ketiga yang ku masukkan ke mulutku . dia bahkan belum berkomentar apapun.


bii,,, aku menatapnya


mii,, tiba-tiba dia memegang pundakku


refleks aku mendekat tiduran dipundaknya dan melepas waffleku diatas meja


restu orang tua hal yang utama dari pernikahan. mungkin saat ini kita belum diberikan itu. kita fokus ke persiapan saja. sesuai adat dari keluargamu kita siapkan seserahan. kalau itu rampung baru kita coba bicara lagi sama mamaku,,, umi setuju?


terus aku harus jawab apa ke mamaku. abi tau sendirilah mama selalu menyerang dengan pertanyaan yang sama. dan umi bosan,,mama tidak akan mengerti. sudah cukup kita disidang sepihak waktu itu. umi malu sama keluarga bi,, umi kan tidak dalam keadaan hamil tapi mama sudah kayak orang kebakaran jenggot. mengumpulkan keluarga dengam asumsinya sendiri . abi,, lihat sendirikan bagaimana kita dipojokkan mereka semua. padahal yang mereka tuduh sama sekali tidak kita lakukan,,


kali ini aku mulai menitikkan air mataku mengingat sidang istimewa sepihak itu. sidang yang tidak satu orang pun membela kami berdua. aku menyebutnya istimewa karna kami dijebak untuk datang kerumah tante tini. katanya ada acara bakar-bakar ikan. padahal acara membakar hati kami berdua.


sabar,, kita pelan-pelan insya allah ada jalan mi,,


sekali lagi abi memelukku dan menenangkan hatiku. kali ini kita berdua hanya bisa saling menguatkan. saling memberi dukungan karna tidak bisa berbuat lebih lagi.


setelah puas dia peluk aku bangun dari dudukku dan menghabiskan waffleku yang sudah lembek, ice creamnya sudah mencair.


.....


sementara dirumah besar itu ada seorang ibu yang sedang merenung di kamarnya. memikirkan yang terjadi di rumahnya. sepeninggalan suaminya semua bebannnya terasa berat. perannya sebagai ibu sekaligus ayah di saat anak sudah besar justru lebih parah. anak-anak yang semakin hari semakin sulit diatasi. tanpa ia sadari bahwa anaknya sudah membesar dan memiliki kepentingan masing-masing. ego besar dari semua penghuni didalam rumah itu meledak dan saling bertabrakan. rumah yang dulunya nyaman kini sudah tidak terasa. ditutupi pertengkaran kecil yang selalu membesar. tindakkan anak-anak yang pergi dari rumah berhari-hari menjadi tanda bahwa rumah ini sangat tidak nyaman ditinggali.


rumah ini di bangun sebesar ini agar kita bisa berkumpul nak. tapi kalian terlalu sibuk dan tidak bisa mama kendalikan. mama hanya ingin yang terbaik. apa mama jual saja dan membeli rumah lebih kecil di area perumahannya tini. uangnya juga lumayan bisa membayar sisa utangku. aku tidak butuh rumah besar ini kalau kalian toh tidak perduli padaku . ya Allah jadikan anak-anakku menjadi anak yang sholehah dan bermanfaat bagiku kelak diakhirat. mudahkan urusan mereka,,,


orang tua ini menarik selimutnya dan mencoba untuk tidur. karna tidak ada lagi yang bisa membuatnya tenang selain membawa tidur masalahnya.

__ADS_1


dia tidak pernah tau bahwa anak keduanya yang dia besarkan sejak baru lahir sangat menyayanginya. dibalik sikap introvert anaknya menyimpan sejuta masalah dikepalanya sendiri. tidak pernah mencoba berbagi karna tau diri atas posisinya hanya seorang anak angkat. anak keduanya bahkan saat ini sedang memikirkannya juga ditempat lain, memikirkan akankah ada ujung dari masalahnya dan bagaimana dia harus bersikap ke mamanya yang terus mendesak. apakah harus marah atau terus diam.....


__ADS_2