sebuah cinta

sebuah cinta
gempa, tsunami dan likuifaksi


__ADS_3

bi,,, kita jalan-jalan ke anjungan ayok,,


zhea gimana ?,,


titip mama sebentar, aku mau cari popon. kabar terakhir yang ku tahu kan dia disana ?


kata tetangga kitakan, di anjungan juga terjadi tsunami bersamaan dengan gempa kemarin bi,,


ha,,, masa ? salah informasi kali kamu mi,,,


astaga betulan ini bi,, semalam kan aku juga di kasih nonton video tsunami yang menghantam sekitar bibir pantai masuk ke dalam mall XX,,,


masa,, se update itu ?? semalam kan jaringan rusak juga,,


ada kok provider yang masih berfungsi,, makanya ayok kita cek popon ada dimana sekarang? selamat atau tidak ? kita ke rumahnya dulu,,


hmm,,ya,, sudah ayok,, ganti baju mu,, bawa zhea sama mama di dapur,, abi mau cek bensin motor dulu,,


aku segera mengganti baju dan menitipkan zhea pada mama mertuaku. ku susul abi di luar yang sudah duduk di motor sejak tadi menungguku.


gimana bi,, bensinnya cukup ? sekalian kita nanti cari pampers untuk zhea.


lumayan lah kalau cuman mau kesana,, nanti,, kita sekalian cari bensin botol saja


kami pun pergi ke rumah popon. sepanjang perjalanan kami bercerita sambil melihat-lihat situasi kota palu di pagi hari pasca gempa bumi kemarin. tapi begitu melewati jalan dan hampir mendekati tempat pom bensin. kami terpana melihat pemandangan di depan kami. banyak warga yang sedang berkumpul untuk mendapatkan bensin. tetapi bukan untuk mengantri. mereka berebutan masuk ke dalam tangki kilang minyak bensin yang ada di dalam tanah. kami pun langsung segera saja berhenti di pom bensin itu. abi tetap menunggu di motor dan aku mencoba mendekat ke dalam kerumunan warga.


kulihat ada dua orang di dalam tangki yang berusaha menyedot bensin memakai pipa paralon saluran air yang kecil. kemudian hasil sedotannya itu di bagi-bagi kepada warga yang sudah menunggu diatas dengan botol-botol besar bekas kemasan minuman. wauww,, seketika aku serasa berada di dalam kota zombie yang terisolasi. yang tersisa hanya warga yang saling berebut apapun yang menurut mereka berharga. hanya untuk demi bisa bertahan hidup.


agak gaduh di dalam kerumunan ini. akhirnya ku coba untuk mundur keluar dari kerumunan itu. mengingat juga kondisiku yang sedang hamil. saat berdiri diriku hampir saja jatuh karna terus terdorong-dorong oleh bapak kekar di belakangku.


aku berjalan kembali ke motor lalu menceritakan kepada abi. semua yang ku lihat barusan di sepanjang perjalanan kami menuju rumah popon.


.......


jauh mata memandang sepanjang jalan terlihat lenggang di tengah kota ini, mata abi menyusuri beberapa kabel yang tiang listriknya agaknya rusak parah, begitu pun aku. jalan aspal yang ku lihat banyak yang bergeser dari posisi sebelumnya. membentuk posisi patahan-patahan tak beraturan.


umi,, ini berarti semalam gempanya bukan seperti tahun 2005 dulu. ini pasti lebih besar skala nya,,


ucap abi membuatku tersadar dari pandanganku ke arah gedung perkantoran di depanku.


hm,,,kayaknya sih iya,,


liat saja bi,, kantor dinas itu dan yang di sebelahnya. itu bagian penahan bangunannya agak miring,, kacanya juga hancur,, ya Allah kota kita porak poranda bi,,, jawabku sambil menunjukkan abi gedung yang ku ceritakan padanya.


......


setiba di jalan raya yang menuju area rumah lamaku. ku lihat lingkungan itu agaknya sepi. dari sepanjang poros jalan besar yang kami lewati tadi sampai ke ujung pertigaan jalan ini semua rumah kosong. warganya tidak ada terlihat beraktivitas.


bi,, ini warga tidak ada loh,, apa semua orang disini pergi mengungsi ?


iya mungkin,, itu pagar rumah popon juga tertutupkan. sepertinya disini aman kok. tidak ada bekas-bekas material yang di bawah air kesini. berarti tsunami tidak sampai kesini,,, tapi kok warga pada pergi semua ?


hm,,, tau,,


ya sudah kita lanjut lagi ke anjungan. umi pengen lihat jembatan yang kata tetangga kita roboh di terjang tsunami.


iya,, abi juga penasaran,, abi mau lihat langsung,,


kami pun melaju dengan pelan-pelan sembari memperhatikan fasilitas umum yang mungkin saja hancur atau siapa tau terlihat ada bekas material yang terbawa air hingga kesini. tapi semua aman saja. ada beberapa sih yang agak hancur seperti rumah warga yang kacanya pecah. tapi jika dikatakan seperti kena tsunami, itu terlalu lebay.


.......


tibalah kami di jalan raya panjang yang mengarah ke bibir pantai. disini barulah kelihatan jelas semuanya. bukan lagi hancur tempat ini tapi porak poranda. tidak ada akses untuk masuk kecuali berjalan kaki turun dari motor.


dan siapa juga yang mau turun ?


disana ada beberapa orang tim sar yang masih sedang mencari korban. seperti cerita yang ku dengar dari tetanggaku tadi pagi. sudah sejak subuh tadi mulai banyak orang berdatangan kesini membantu tim sar. dan sudah hampir 30% mayat di evakuasi untuk larikan ke rumah sakit terdekat dari area ini.


kondisi jalannya yang sudah tidak lagi berbentuk di tambah lagi jalanannya yang becek, batu material di mana-mana, seng bekas atap rumah orang berhamburan di tengah jalan, bahkan pakaian yang mungkin milik warga sini juga ikut terhanyut terbawa arus air laut kesini. ngerinya lagi masih banyak sisa-sisa bercak darah terlihat di beberapa bagian tempat. mungkin tadi ada korban disana tergeletak. dan bukan tidak mungkin di sekitar kami masih ada mayat yang belum di temukan. sungguh hanya pemandangan mengerikan ini yang terlihat sejauh mata memandang sampai ke arah laut sana.


kami pun setuju untuk berbalik arah menuju mall yang digadang-gadang di hantam tsunami oleh tetangga-tetanggaku semalam. karna tidak ada akses jalan yang bisa dilewati makan kami akan melewati akses jalan sebelah yang agak jauh berputar jika ingin pergi ke arah mall XX tersebut.


jembatan besar nan megah itu juga sepertinya sudah tidak ada lagi. jembatan itulah yang menghubungkan antara anjungan, taman juga dermaga dengan wisata hiburan masyarakat di seberang jalan sana. yah,, banyak wisata malam di seberang jalan sana seperti jejeran cafe-cafe kecil, karaoke tempat favoritku untuk nongkrong dulu, hotel bintang 5 dan bintang 4 yang bersebelahan, mesjid terapung, universitas islam, tempat pom bensin ke sekian di kotaku, mall megah XX, dan serentetan ruko di bibir pantai yang beberapa diantaranya sudah di kontrak oleh pengusaha di kota palu untuk menjual barang-barang brended.


.......


sepanjang jalan yang kami lewati di akses jalan sebelah atau berputar arah melewati jembatan lain. yang kami liat hanyalah pemandangan biasa-biasa saja. walaupun mungkin memang para warganya juga sudah kabur mengungsi di tempat ketinggian.

__ADS_1


barulah ketika mulai memasuki area perumahan-perumahan kecil yang struktur bangunan nya sudah tua menurutku. disini terlihat banyak sekali genangan air laut yang masih setinggi lutut orang dewasa. rumah warga di bagian sisi kanannya hampir 90% terendam air. untung saja kami tidak memaksa masuk ke dalam. begini mungkin kami akan terjebak dengan kepungan air laut. kami sengaja menaiki motor pelan-pelan karna tahu area sini sudah barang pasti tenggelam bila memang tsunami itu kejadian semalam. pokoknya belum sampai ke tikungan. jalannya sudah mulai berantakan seperti jalan-jalan yang hancur sebelumnya. dan di genangi air yang makin jauh mata memandang makin dalam memenuhi rumah warga sekitar.


ah,, padahal jalan ini akses terdekat yang biasa kami lewati. perumahan-perumahan ini jika bisa secara normal di lewati maka kita akan tembus langsung ke arah bawah jembatan yang hancur itu. jadi melihat tidak ada juga akses jalan untuk bisa kami lewati disini. sekali lagi kami berbalik arah menuju akses jalan terjauh menuju mall. jalannya besar sekali. maka pemerintah akhirnya membagi menjadi dua bagian ( jalur dua ).


jalan besar ini di bagi menjadi dua arah. mungkin juga karena alasan seringnya terjadi lakalantas di bagian perempatan jalan ini. jalur dua ini juga sudah tidak lagi bersinggungan langsung dengan bibir pantai.


biasanya jalur dua ini akan di lalui oleh masyarakat yang ingin mudik atau bepergian jauh ke luar kota maupun ke arah dalam kota. dan kami jarang sekali memilih akses jalan ini jika ingin pergi ke mall. jaraknya yang lumayan sangat jauh dari tempat tinggal kami. membuat kami malas melewatinya. kecuali kalau memang kebetulan kami berada di posisi sekitaran sini. barulah kami melewati jalan ini untuk menuju ke mall XX.


mall megah XX itu sendiri berdiri pas di tengah-tengah antara jalan raya jalur dua ini dengan jalan raya jalur dua di bagian bibir pantai. jadinya jalan raya jalur dua yang dekat dengan bibir pantai itulah yang dulunya sering kami lewati bila ingin cepat sampai pergi ke mall XX. jalannya sangat indah bernuansa keindahan wisata kota palu. di penuhi lampu jalan yang memiliki daya tariknya sendiri. pokoknya jalan itu merupakan jalan tercepat dan bebas macet untuk di lalui.


........


kami terus menelusuri jalur dua yang senggang ini hingga ke arah bagian atas jalan. tapi belum juga sampai di dekat mall. yah,,, persis di bagian pom bensinlah,,. sudah mulai terlihat banyak puing-puing barang juga pepohonan yang tumbang di tengah jalan.


kami juga melihat banyak kekacauan disini. seperti barang rumah tangga, material bangunan yang rusak, ranting kayu yang berhamburan di pinggir dan ditengah jalan, tiang listrik yang berjejer juga hampir semuanya posisinya miring bahkan kabelnya ada yang tergantung-gantung lepas di jalan.


jadi merasa susah juga untuk di lewati maka


abi pun mencoba berbelok masuk dari arah jalan antara universitas islam yang ku sebut tadi dengan pom bensin yang berada di jalan sini. jalan kecil itu juga sudah hancur total. melewatinya juga agak susah dikarenakan jalan yang sangat becek dan banyak batu-batu besar menghalangi ban motor kami ketika lewat. kami menelusuri jalan hancur itu menuju jalur dua yang bersinggungan langsung dengan bibir pantai. terlihat kini si jalur dua ini hanya tinggal satu sisi bagian kanan saja. ketika hendak ke arah kiri kami liat akses ke mall juga masih saja susah di lewati jadinya kami batalkan niat ke mall sana. abi dan aku berbelok ke kanan menuju ke arah jembatan kuning yang rubuh. tentu saja melewatinya tidaklah mulus, butuh perjuangan hanya demi ingin melihat jembatan itu dengan mata kepala sendiri.


.........


akhirnya setelah perjuangan panjang di jalan rusak ini. kami sampai juga pas tepat di depan tempat karaoke favorit ku. karaoke ini, hotel dan semua bangunan yang bertingkat disini nampaknya tidak layak pakai lagi. mungkin jika ingin di gunakan kembali harus ada tindakan pemugaran dulu barulah di bangun kembali.


ku lirik hotel bintang 5 di sebelah karaoke favorit ku. hotel ini yang tadinya 4 tingkat ke atas kini terlihat hanya tinggal sisa 2 tingkat. bagian tingkat paling bawahnya hilang tertanam masuk ke dalam tanah. kacanya juga sudah tidak ada. yang nampak hanya kamar-kamar hotel yang di dalamnya propertinya rusak semua.


pembatas air laut juga yang biasa diduduki warga menikmati udara sore dan malam di kotaku kini semuanya hancur rata dengan tanah. mesjid terapung tempat dimana aku dan abi melakukan proses pra wedding akses jalan ke bagian utama mesjidnya telah hilang. yang tertinggal sisa bagian mesjid utama sebatang kara di tengah laut itupun dengan posisi hampir setengah badan penyangga mesjidnya terendam air laut.


dan jembatan ? jembatan itu hilang bagai di telan bumi, yang tertinggal sisa puing-puing berwarna kuning di ujung jembatan. kini besi kuningnya juga terlihat agak penyot. mungkin saat di hantam tsunami atau gempa sisi kanan dan kiri saling berbenturan. dan akhirnya tumbang tenggelam ke dalam laut. entahlah aku juga tidak tau kronologis pasti jatuhnya jembatan ini. aku hanya bisa menduga-duga perkiraan kejadian dari sisa puing-puing yang aku lihat.


kini yang bisa ku pandangi hanya sebuah pemandangan yang mengerikan. air mataku yang sudah sejak tadi berkaca-kaca. melihat semua kekacauan yang terjadi mulai menetes. yah,,bayangkan saja hanya dalam hitungan beberapa detik. emm,, mungkin tidak sampai sejam gempa itu terjadi. pada akhirnya semua keagungan di kota ini hilang tenggelam dengan air laut. menyisakan korban ratusan jiwa dan kesedihan yang mendalam bagi masyarakat kota palu.


betapa beruntungnya aku tidak menginjak tempat ini saat kejadian. jika itu terjadi mungkin saat ini aku sudah tiada atau bisa jadi aku masih hidup tapi dalam keadaan kondisi terpisah dengan suami dan anakku.


hmm,, padahal seperti belum pernah lagi aku bermain kesini semenjak pindah dari rumah lama. terakhir kali ketika masih sering ngumpul dengan kanis. kini yang terlihat hanyalah puing-puing tidak berguna. tidak ada lagi tempat indah, pemandangan malam, keramaian sore hari di tempat ini, tempat mainan anak di anjungan sana. semua telah musnah bersama terjangan air laut. air laut itu yang ku lihat dulu sangat indah dan menenangkan kini menjadi begitu sangat mencekam. semua kenangan pergi bersama hempasan ombak tingginya. mungkin bukan cuman kenanganku saja. mungkin semua kenangan masyarakat kota palu.


.....


tiba- tiba perasaanku tidak enak setelah melihat terjangan kecil ombak di laut. rasanya aku ingin pulang. aku takut air laut itu akan mengamuk lagi. jarak kita berdua dengan laut terlalu dekat. aku tidak ingin tertimpa bahaya karna kebodohan kami berdua yang memberanikan diri kesini. masih ada anak dan orang tua yang ingin aku bahagiakan.


hm,, ayok,, kita balik lewat situ saja,, hanya disitu yang agak longgar. di sebelah sana sebenarnya longgar tapi masih banyak tim sar yang bergerombolan kan,,. takutnya kita mengganggu aktivitas mereka lagi,,,


tunjuk abi ke tugu bundaran bola dunia yang kini bola dunianya hilang entah kemana.


abi mencoba mendorong motornya karna bagian tanah di dekat bundaran sini sangat lembek sekali. roda ban motor abi jadinya tidak mau terputar. aku pun mengikuti abi berjalan kaki hingga ke tepi jalan yang beceknya agak mendingan dari tempat yang lain. kemudian aku langsung naik lagi ke atas motor sembari memandang dengan penuh kesedihan ke arah laut.


.........


abi,,,


tiba-tiba aku memecahkan konsentrasi abi saat mencoba membawa motor dengan baik keluar dari area pom bensin yang tadi kami lewati.


hm,, kenapa ? jawabnya datar


emm,, sisa mall satu-satunya bangunan yang berdiri kokoh disana. itupun abi lihat sendiri kondisinya sudah pasti sama hancurnya dengan bangunan yang lain. kayaknya arsitek yang mendirikan mall itu sangat pintar yah bi,,


tapi kan bi,, walaupun kokoh,, mall itu tidak mesti bisa langsung di gunakan lagi,, pasti butuh waktu lamaa,,,


iya,, mi,, kita seperti di kota mati. semuanya porak poranda. entah kapan kota ini akan bangkit lagi. bisa jadi satu atau tiga tahun ke depan. itu pun kalau gerakan pemerintah secepat itu. investor pasti kapok membangun usaha di kota kita,,


coba deh umi liat tiang-tiang listrik yang miring itu. itu bukan lagi miring tapi hampir rubuh. jadi umi tau sendirikan sangat tidak mungkin pln langsung bisa segera memperbaiki. prosesnya berbulan-bulan itu,,. pemadaman lampu masih terus berlanjut. yah,, kota palu jadinya terasa seperti di desa jika malam hari mi,,,


hm,,, seperti tidak ada kehidupan disini.


emm,, oh,, iya hp nya kita kan belum diambil bi,,ayok ke sana bi,,umi mau cari informasi teman yang lain atau info toko yang jualan pampers di grup . siapa tahu ada toko yang masih beraktivitas,,


besok lah mi,, abi masih trauma masuk ke dalam kost itu. lagi pula provider jaringan juga belum bagus kan,, hp juga pasti dalam kondisi mati,, mau kita charge dimana itu hp,, ?


aku hanya diam mendengar kalimat penjelasan dari abi barusan. berpasrah diri adalah salah satu hal yang paling tepat ku lakukan saat ini. sungguh masih bisa bernafas saja sudah syukur alhamdulillah. jangan banyak mengeluh. di jalani saja semuanya.


tiba-tiba sekilas mataku mengawasi salah satu indomaret yang terlihat mulai hampir dekat dengan kita berdua.


ehh,, abi,, itu kenapa para warga sana ?


tunjukku ke indomaret yang kacanya di lempari oleh sebagian warga disitu.


haa?? iyaa,, kenapa mereka? kita singgah di bawah pohon situ ayok,,

__ADS_1


abi dan aku berhenti di pohon besar seberang jalan dari indomaret. kita berdua duduk di motor menyaksikan kegaduhan yang dibuat warga. mereka terlihat saling mengompori satu sama lain. ada yang terlihat melempar batu ke arah kaca ada juga warga yang bersatu berusaha menerobos pagar.


satu,,,dua,,tiga,,,, doroongggg,,,,,,


satu,,dua,,tiga,,, dorong,,,,


satu,,,dua,, tigaaa,, dorong,,, iyaaaaak,,,,


gubrak,,,,,,,,, gumpalan debu di jalan menebal akibat pagar indomaretnya terbuka dan roboh.


warga pun masuk berbondong-bondong. mereka mencoba lagi mematahkan gembok pintu biola indomaret itu. kaca dinding yang mereka lempar agaknya tidak terlalu begitu besar untuk bisa di lewati oleh badan seorang manusia. jika memaksa mungkin bisa terluka.


agak lama juga usaha mereka membobol pintu itu. dan begitu bisa terbuka tanpa aba-aba semua berlarian masuk ke kedalam dengan saling tabrak-tabrakan. indomaret yang sudah agak miring bangunannya itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menjarah bahan makanan.


aku dan abi saling menatap dan sempat tertawa. kami berdua tiba-tiba mengingat salah satu film hollywood yang kisahnya mirip dengan apa yang kami alami sekarang ini. warga sepertinya sudah mulai ganas dan saling sikut menyikut untuk bisa bertahan hidup.


15 menit kemudian kami memperhatikan ada sebagian warga yang sudah pada pulang membawa hasil jarahan mereka. bahkan kereta belanjaan milik indomaret pun juga ikut di dorong pulang. sepertinya kali ini warga menang banyak. bukan cuman bahan makanan saja, mainan anak-anak pun terangkut di salah satu kereta indomaret yang di dorong warga.


.........


setiba di rumah ku ambil zhea dan ku ganti bajunya yang sudah di penuhi keringat akibat suhu derajat matahari pasca gempa yang rasanya memuncak hingga ke ubun-ubun. saat mengganti baju zhea sekilas ku dengar obrolan mama dan tetangga di luar rumah.


sepertinya mereka ngobrol tentang desa petobo. ada apa yah ?


ku coba berpindah posisi duduk di warung untuk mencuri dengar obrolan mereka.


iyaa,, bude,, itu di perumahan petobo tanahnya katanya jalan sendiri loh,, menurut warga sekitar yang selamat dan masih bertahan disitu. katanya juga ada sebuah desa bergeser beberapa meter dari posisinya. ada juga desa yang hilang akibat pergeseran tanah tersebut.


ih,, pasti banyak korban jiwa yang tertanam hidup-hidup disana. ngeri yah bude,,


haa? masaa? kata anakku juga tadi mereka dari melihat anjungan yang dihantam tsunami bersamaan dengan gempa kemarin ituloh,,,


oaalahh,, berarti ada tiga bencana alam yang terjadi sekaligus toh,,,


haa? tiga? memangnya adalah lagi ? ,, dimana?,,


loh,, iya,,, di bagian perumahan balaroa di seberang sana. katanya tanahnya itu berputar seperti di blender bude,,


banyak warga yang disedot ke dalam tanah,,


astagfirullah ,,, masaa,,, banyak toh berarti korban di palu ini ya allah,, pikirku cuman gempa biasa saja,,


iyaa,, kayaknya perekonomian kita ini juga ambruk. pasti sekarang kita sudah diberitakan di tv-tv nasional. cuman kita aja yang tidak tau,, wong lampunya tidak tau mau nyala kapan?,,,


iya,, apalagi kasian juga sama cucuku. jatah susu sama pampersnya menipis. wong tidak ada yang jualan,, malah itu anaknya si mbok sana tadi katanya ikut ngejarah toko-toko. kalau semua toko di jarah. biar ada uang ditangan kita. yah,,, tetap tidak bisa membeli juga.


astagfirullah,,, bakal lama ini kita bangkit kayaknya. pemerintah harus cepat bergerak. tapi,,, yah,,semoga secepatnya pulih kota kita yah bude,,,


iya,,, utamanya listrik dan perekonomian. kasian anak-anak makannya mie instan teruss,,,


setelah puas mendapat informasi dari mencuri dengar obrolan mereka berdua. aku kembali ke kamar untuk mengayun zhea. ku lihat abi sedang berusaha untuk tidur siang. di tangannya dia memegang sebuah buku tulis yang di kebas-kebas. abi sibuk mengipas-ngipasi seluruh bagian tubuhnya yang kepanasan.


ku rebahkan kepalaku di bantal. sejenak aku berpikir dampak dari bencana alam ini pada diriku.


ahh,, tidak ada listrik, stok susu dan pampers menipis, sejak semalam hanya makan mie instan. panasnya ya Allah,,,


mau mandipun air nya terbatas,, hiks,,hiks,,


ku usap perutku sambil ikut mengipas seluruh badanku. aku merasa kasihan dengannya.


kasian juga cadebayku ini nutrisinya tidak ada. padahal uang kami ada, tapi mau beli dimana ? semua bahan makanan di kota ini habis di jarah warga hiks,, hiks,,,


lla,, makan sana nak,, belum makan kan tadi,,, teriak mama tiba-tiba


iyaa,, ma,, sedikit lagi,,


iya,, jangan lama-lama kamu itu ngisi loh nak,,


hm,, iya maa,,


ahh,, mama masak apa lagi ? mungkin sisa bahan jualannya kali yak,, alhamdulillah punya mertua yang perduli juga padaku. aku pikir pas mama tau aku hamil waktu seminggu lalu. mama bakalan marah padaku. ternyataaa tidak, malah mama bilang tidak apa sekalian aja capeknya. wkwk,,


padahal aku sudah pakai acara rahasia segala ke mama,,,


ah,, untung juga motornya abi sudah duluan keluar baru bencana terjadi. begini mau kemana-mana kan bingung pakai motor siapa. hh,,, semoga motorku yang hilang itu. sudah di telan tsunami sama si iki. aamiin,,,,


aku pun beranjak dari tidurku menuju dapur. sepertinya anak di dalam perutku juga mulai kelaparan. terasa dari tendangannya yang agak kuat ketika aku memikirkan masakkan mama tadi. benar saja menu special mama masih tetap sama. ikan yang sudah dua hari di freezer serta sayur yang terbuat dari mie intan. walau begitu aku bersyukur aku masih bisa makan, bernafas dan hidup. alhamdulillah.........

__ADS_1


__ADS_2