Sebuah Ikatan

Sebuah Ikatan
Belanja


__ADS_3

Siang ini amira berencana untuk berbelanja ke pasar tradisional karena amira melihat kebutuhan dapur sudah hampir habis. Amira mendatangi ruang kerja ayah untuk meminta izin.


Hal ini selalu amira lakukan, setelah bunda meninggalkan amiradan ayah untuk selamanya. Setelah itu amira mulai berusaha menjadi anak yang mandiri. Yah, walaupun masih ada bibi yang bisa kami andalkan. Namun hal itu tidak menjadikan amira selalu bergantung padanya. Karena dulu bunda selalu mengajarkan pada amira jika kita bisa mengapa kita harua bergantung dengan orang lain, jadi amira menjadi terbiasa melakukan hal ini setelah bunda tiada.


Flash back off


Saat usia amira memasuki 10 tahun ya mungkin saat aku masih duduk di kelas 4 SD. Mulai saat itu bunda selalu mengajak amira pergi berbelanja etah itu kebutuhan pokok ataupun hal pribadi.


Sangat senang ketika ikut jalan- jalan bagaimana tidak di sana banyak hal yang amira dapatkan ya berbagai hal- hal baru yang belum dia mengerti kini dia tahu hampir semunya.


Namun tak lama hal itu berlangsung bunda harus menghembuskan nafas terakhir karena penyakit yang di deritanya sudah cukup parah dan tubuh bunda tak sanggup untuk bertahan lagi. Saat itulah amira dan ayah merasa sangat kehilangan orang yang mereka sangat sayangi. Namun kehidupan mereka tidak berhenti di situ dan harus melanjutkan hidup mereka.


Flash back on


Ku ketuk pintu ayah yang masih agak tertutup.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk.." jawab ayah dari dalam


aku langsung membuka pintu dan masuk kedalam.


"Ada apa sayang?" tanya ayah setelah mengetahui aku masuk.


"Yah amira mau minta izin buat belanja kebutuhan dapur. Soalnya tadi amira lihat tinggal sedikit. Dan kebetulan mira lagi libur" jelas amira


"Silahkan sayang, atau perlu ayah yang antar?" tanya ayah


" Tidak perlu yah, ayah lanjutin aja kerjanya. Amira bisa berangkat sama mang amin"jawab amira


"Ya udah kalau begitu hati-hati ya sayang." kata ayah sambil mencium kepala amira


"Iya ayah"jawab amira lalu mencium tangan ayah


"Ini uang buat belanja"kata ayah


"Nggak usah yah, uang yang kemarin masih cukup" jawab amira


"Ya udah aku berangkat dulu. Assalamualaikum" sambung amira

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam" jawab ayah


Lalu amira keluar dan menutup pintunya kembali.


"Maafin ayah ya nak karena belum bisa membuat kamu bahagia. Semenjak bunda meninggal kamu harus melakukan semuanya. Walaupun itu kemauan kamu sendiri tapi ayah tidak tega melihatnya" batin ayah


*


Setibanya amira di pasar tradisional, dia langsung memilih apa saja yang akan dibeli. Amira memilih pasar tradisional karena kata bunda dulu ini lebih efisien dan kita bisa mengirit pengeluaran.


Amira dibantu oleh mang amin untuk membawa barang belanjaan yang telah dibeli. Setelah dirasa cukup amira langsung pulang kerumah.


Namun saat amira hendak melanjutkan langkah dia menabrak seseorang yang ada di depannya. Tapi dengan cepat orang itu menangkap tubuh amira sehingga dia tidak jadi jatuh.


"Amira kenapa kamu selalu ceroboh sih.. untung nggak jatuh.. Hah malu-maluin. untung pria ini langsung menangkapku"batin amira


"Hai, kamu tidak papa" tanya laki-laki itu membuyarkan lamunan amira


"I.. i.. iya aku tidak apa-apa" kata amira lalu menundukkan pandangannya


"Lain kali lihat jalan kalau lagi berjalan"kata laki-laki itu


Bukannya menjawab laki-laki itu malah pergi meninggalkannya.


"**** kenapa aku nggak nanya namanya siapa" batin amira


Tanpa berfikir panjang amira langsung melanjutkan langkahnya menuju mobil. Setelah sampai amira menyuruh mang amin untuk melajukan mobilnya.


"Ayo mang kita pulang" kata amira


"Baik non.. ini langsung pulang apa mampir mana dulu?" tanya mang amin.


"Emb.. kita mampir ke toko kue dulu deh mang. Beliin kue buat ayah" jawab amira


"Baiklah non" kata mang amin lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah sampai didepan toko mang amin langsung menepikan mobilnya.


"Mang tunggu disini aja ya. Saya hanya sebentar kok" kata amira


"Baik non" jawab mang amin

__ADS_1


Amirapun masukke dalam sendiri dan langsung masuk ke dalam untuk memneli kue kesukaan ayahnya. Tak menunggau waktu lama amira selesai dan kembali masuk kedalam mobilnya.


"Sudah non?" tanya mang amin


"sudah mang"jawab amira


merekapun melanjutkan perjalanan menuju kediamaan MAHENDRA.


Setibanya di rumah amira melihat ayah sedang duduk di sova ruang tamu


"Ayahhh..." amira memanggil dari pintu ayah langsung manoleh kesumber suara


"Udah pulang sayang pasti kamu capek, sini duduk disaping ayah" kata ayah


lalu amira mendekat dan duduk disebelah ayah lalu memberikan bingkisan yang ia beli tadi.


" Itu kue kesukaan ayah" kata amira


"Makasih sayang" jawab ayah lalu mengambil kue dan menyuapi amira, sebelum kue sampai kemulut amira menolaknya


"Yah,, itukan buat ayah nanti aku bisa ambil sendiri. Amirakan udah besar masa iya mau disuapin"elak amira


"Sebelum kamu punya suami kamu masih kesayangan ayah"jawab ayah lalu menyuapi amira


"Makasih ya yah" kata amira


"Untuk apa?" tanya ayah


"Untuk semuanya" kata amira


"Hmb.. ya udah kamu istirahat sana nanti habis sholat isya' kita makan malam diluar" kata ayah


"Baiklah komandan" jawab amira lalu hormat kepada sang ayah.


Amira naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar hal itu tidak luput dari pandangan sang ayah.


" Maafin ayah nak. Mungkin ini jalan yang terbaik untuk kamu. Semoga kamu mau menerima perjodohan ini" batin ayah


Setelah memasuki kamar amira langsung merebahkan diri diatas kasur yang empuk tak menunggu waktu lama amira sudah terlelap di dunia mimpi.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan ceritanya, apakah amira menerima perjodohan ini dan dengan siapa amira akan di jodohkan. Simak cerita selanjutnya ya kawan.


__ADS_2