Sebuah Ikatan

Sebuah Ikatan
Curiga


__ADS_3

Dua hari setelah pertemuan malam itu. Rehan merasa semakin aneh dengan sikap reno. Dia tak seperti kakak bagi amira. Tapi rehan berpikir kalau reno punya rasa dengan amira.


Bagaimana tidak dilihat dari cara pandang dan sikap. Ah atau ini hanya pikiran dari rehan saja.


Seperti jari biasanya rehan selalu datang kerumah amira untuk mengantar dia pergi ke kampus. Dan ternyata kekecewaan yang rehan dapatkan. Karena hari ini amira sudah tak di rumah dan sudah berangkat dengan reno.


"Assalamualaikum" salam rehan


"Waalaikumussalam" jawab adira


"Amira mana yah?" tanya rehan


"Dia nggak bilang sama kamu kalau berangkat sama reno?" tanya adira


"Nggak yah. Mungkin lupa" jawab rehan


"Kamu idah sarapan. Ayo kita sarapan dulu" ajak adira


"Nggak usah yah rehan langsung berangkat saja" jawab rehan


Sungguh semangat rehan kali ini pidar tiba- tiba mendengar amira sudah berangkat dengan reno.


Rehan langsung keluar dari kediaman adira menuju ke kabtprnya dengan kecepatan sedang. Dijalan dia masih memikirkan hal itu. Bagaimana denfan usahanya kalau sekarang ada reno bisa- bisa dia menjadi rival baginya.


"Amira apa loe nggak lihat usaha gue buat dapetin hati loe. Harusnya loe sadar loe tuh calon istri gue. Kenapa juga pilih oeang lain" pikir rehan frustasi


Sesampainya di kantor rehan langsung berjalan menuju ruangannya tanpa menjawab sapaan dari orang yang ia lalui. Mereka menatap rehan dengan penuh pertanyaan. Soalnya tak biasanya bosnya bersikap seperti itu.


"Apa iya karna kita dijodohin terus loe nggak mikir perasaan gue ra?. Apa begitu jahatnya gue karna udah ninggalin loe berapa tahun yang lalu?. Bukannya loe dah lupa sama gue?. Gimana gue bisa fokus kerja kalau kaya gini?" pikir rehan


Tak lama kevin sahabat rehan masuk kedalam ruangannya.


"Han" spa kelvin


"Loe kebiasaan ya kalau dateng itu ketuk pintu dulu. untung gue nggak jantungan" kata rehan sambil memegangi dadanya


"Siapa suruh ngelamun" jawab kelvin dengan entengnya


"Loe nggak tau jangan asal ngomong" jawab rehan dengan ketus


"Makanya cerita loe itu punya sahabat jangan pikir masalah loe sendiri" kata kelvin


"Hah, gue bingung harus gimana" jawab rehan


"Ya makannya loe bilang" jawab kelvin


"Masalah amira?" tebak kelvin


"Gue curiga sama reno, Kayaknya dia suka sama amira.Dan gue nyesel kenapa dulu ikut sama orang tua gue dan tinggalin amira sehingga dia lupa sama gue" jawab rehan


"Loe takut mira jadian sama reno?" tanya kelvin


Rehan menganggukkan kepalanya


"Jalani dulu lah han, masak loe mau nyerah sebelum start. Gue lihat amira tuh bukan tipe orang yang mudah suka sama orang lain. Oh iya reno emang dia siapanya mira sih temen?" tanya kelvin


"Bukan dia kakaknya mira" jawab rehan


"Kakak?. Jangan ngaco loe masa iya cemburu sama kakaknya sendiri" jawab kelvin tak habis pikir dengan kelakuan rehan


"Bukan kakak kandung tapi udah di anggep kakak sama mira dan juga keluarganya" jawab rehan


"Terus masalah loe apa jangan bilang loe cemburu buta" tebak kelvin


"Gue nggak buta dodol. Mata gue masih bisa lihat" jawab rehan


"Ngomong sama loe nggak akan ada ujungnya" kata kelvin

__ADS_1


"Terus gue harus gimana vin?" tanya rehan


"Tadi loe bilang gue dodol terus sekarang minta bantuan sama gue. Hah, temen macam apa loe?" kata kelvin


"Nyesel gue tanya sama loe. Kalau ujungnya sama" jawab rehan


"Loe itu kenapa mudah ngambek sih han, heran gue jangan bilang loe lagi PMS." Kata kelvin


"Loe kalau ngmong jangan ngasal" jawab rehan dan kini dia berusaha mengalihkan pikieannya pada berkas yang menumpuk di depannya. Sedang kelvinasih setia di depan rehan tanpa melakukan apapun. Dia heran sama rmtemwnnya yang satu itu kenapa jadi orang yang aneh sekarang.


Di depan kampus amira


"Nanti pulang aku jemput ya" kata reno


"Nggak usah lah kak mira bisa pulang sendiri. Lagian kakak juga kerjakan" jawab amira


"Teneng aja. Perusahaan nggak bakal bangkrut meskipun gue nggak dateng" jawab reno


"Hah mulai sombong ya" kata amira


"Nggak gitu juga ra" jawab rehan


"Ya udah mira masuk dulu. Daaaa" kara amira lalu keluar dari mobil reno


"Ati ati jalan lihat depan" kata reno


Amira hanya menoleh kearah reno dan tersenyum


"Gue hanya ingin ada tetus fi dekat loe ra. Gue nggak ingin kehilangan loe. Emang kedengaran kalau gue egois tapi ini kenyataannya" batin reno


Setelah itu reno menjalankan mobilnya meninggalkan kampus amira.


Sesampainya amira di dalam ternyata teman temannya sudah ada di sana.


"Kebiasaan deh" kata keisya


"Hmb, biasa aja mak. Lagian belum masuk juga" jawab amira


"Sejak kamu bawel" jawab amira tanpa dosa lalu dusuk di bangkunya


"Dasar awas nanti" kata keisya yang masih bisa di dengar amira tapi dia biasa aja


Tak lama dosen pun masuk ke dalam kelas mereka dan memulai matkul hari ini.


Di kantor rehan


"Vin" kata rehan


"Apa" jawab kelvin


"Dasar loe" kata rehan


"Ngomong yang jelas" jawab kelvin


"Gue nitip kantor loe gantiin kerjaan gue bentar ya" kata rehan


"Terus loe mau kemana?" tanya kelvin


"Mau ke kampus amira" jawab kelvin


"Nggak ada. Gue kan kerjanya bebas kenapa harus susah susah gantiin loe" kata kelvin


"Loe sahabat gue apa bukan sih" kata rehan


"Giliran gini loe ngakui gue temen. Temen macam apa loe" kata kelvin


"Hah.. mending si vino kenapa loe yang dateng. Tuhan apa salah ane" kata rehan mendamalisir keadaan

__ADS_1


"Yah terserah apa kata loe. Sono cepetan pergi" kata kelvin


"Beneran vin" tanya rehan


"Iya sebelum gue berubah pikiran" jawab rehan


"Makasih vin. Tambah sayang deh gue" kata rehan


"Ih najis gue sayang sama loe" jawab kelvin sambil begidik ngeri melihat kearah rehan


"Gue juga ogah" kata rehan lalu segera keluar dari ruangannya


Rehan segera meluncur ke kampus amira. Saat tiba di sana rehan menunggu di dalam mobil. Namun amira tak kunjung keluar. Ya emang salah sendiri nggak nanya dulu main capcus aja hehe


"Amira kira kira masih lama nggak ya" batin rehan


Rehan memutuskan untuk keluar dari mobil untuk membeli air mineral. Selain itu dia ingin cari info tentang amira. Siapa tahu nanti ketemu sama anak kampus


Saat rehan baru keluar dari miniarket dia berpapasan dengan mahasiswa yang selesai fotokopi di sebelah.


"Mas boleh tanya?" kata rehan


"O iya mas ada yang bisa saya bantu?" tanyanya


"Anda kuliah di kampis depan" kata rehan


"Iya ada apa ya mas" tanya laki laki itu


"Emb.. jurusan pemasaran jam berpa kira kira pulangnya" tanya rehan


"Yang semester berapa mas"


"Semester 6"


"Oh itu mas.. kalau biasanya bentar lagi tergantung dosennya mas" jawabnya


"Ya idah mas terimakasih" kata rehan


"Sama- sama mas" jawab laki laki itu lalu pergi meninggalkan rehan


"Lebih baik aku kesana saja. Semoga bener kalau kelas amira sebentar lagi keluar" pikir rehan


Saat kembali ke parkiran rehan melihat amira bersama laki laki


"Siapa dia kok pakek jas. Masa iya dosen mira" pikir rehan lalu dia memutuskan untuk mendekat namun amira tak mengetahui keberadaan rehan


"Loh kak reno kok udah disini aja" kata amira


"Ya iyalah. Mau jemput princesnya kakak" jawab reno


"Ah senengnya" kata amira


"Ya udah yuk masuk" kata reno lalu membukakan pintu untuk amira


"Terimakasih abang ganteng" kata amira


Reno hanya menanggapi dengan senyum.


Rehan langsung merah padam. Gimana tidak kenapa dia selalu keduluan sama reno


"Oke aku akan ikuti kemana kalian" kata rehan lalu segera mengemudi mobilnya menyusul amira dan reno.


Sedang amira dan reno mereka tak menyadari kalau ada yang mengikuti. Sampai akhirnya mereka memarkirkan mobil di sebuah caffe.


"Kenapa juga harus kemari. Tapi nggak papa aku harus dengerin mereka. Siapa tahu semua ini nanti bisa menjawab hatiku" pikir rehan


Sebenarnya rehan nggak terima kalau amira jalan bareng sama reno. Tapi ya gimana lagi dia harus sabar biat dapetin amira

__ADS_1


"Gie curiga sama mira jangan- jangan dia juga suka sama reno" pikir rehan


""


__ADS_2