
Rehan madih berada di sana dia ikut masuk dan ikut duduk di kursi yang bersebrangan dengan amira dan reno. Namun dia dalam posisi membelakangi jadi reno dan mirs nggak tahu ddn akan berfikir kalau dia juga pengnjung yang mereka nggak kenal.
Tak lama mereka suah memesan makanan.
"Ra kamu nggak mau cobain ini" kata reno sambil memandang ke arah amira
"Nggak" jawab amira
"Bemeran nyar nyesel lo" kata reno lalu menyodorkan sendok ke depan amira
"Aaaa" kata reno
"Bener" tanya amira
"Iya cepet buka tuh mulut" jawab reno
Amira menuruti reno lalu membuka mulutnya. Namun sendok malah berbalik pada reno
"Kak reno nyebelin"lata amira
"Iya deh iya nggak lagi" kata reno
"Udah nggak mau" jawab amira ngambek
"Hey princess kalau cemberut ntar cantiknya ilang loh" kata reno
"Biarin" jawab amira lalu melanjutkan makannya
"Nih ra. beneran aku suapi" kata rehan
"Hmb" jaeab amira
"Buka mulutnya aaaa..."
Akhirnya amira menuruti reno membuka mulut setelah itu dia tersenyum
"Gimana enak?" tanya reno
"Lumayan" jawab amira
"Mau lagi" tanya reno
__ADS_1
"Boleh"jawab amira
Renopun menyuapi amira lagi.
Dibangku rehan masih menahan marahnya dengan mengepalkan tangan di atas meja. Dia sudah tak tahan mendengar itu akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke bangku amira dan reno.
"Udah kak nanti makanan mira nggak abis, kan masih banyak" kata amira
"Yaudah" jawab reno lalu memasukkan makanan ke mulutnya sendiri.
Saat tiba rehan langsung manarik tangan amira tanpa berbicara apapun.
"Ayo pulang" kata rehan
"Aku masih makan han" jawab amira
"Nanti kita cari makan" kata rehan
"Ayo sekarang ikut aku"sambung rehan
"Dia tadi berangkat sama gue pulang juga harus sama gue" kata reno
"Emang ada perturan kaya gitu" kata rehan sambil menatap reno dengan tatapan tajam
"Ayo ra" kata rehan
"Maaf ya kak ren, amira duluan" kata amira
"Hati hati ra, kalau ada apa apa hubungi aku"kata reno
"Tentu" jawab amira
"Dia akan baik baik saja loe nggak usah kawatir karena gue calon suaminya" jawab rehan
"Masih calon aja. Belum nikahkan"sindir reno
Rehan takenanggapi ucapan reno lalu kelur menuju parkiran
"Han lepasin sakit tahu" kata amira
Rehan tak mendengarkan kata amira dan tetap menarik tangannya sampai dia di parkiran dan mendorobg amira masuk ke alam mobil.
__ADS_1
"Sakit han" teriak amira namun rehan tetap sama hanya diam saja
"Maafin gue ra" batin rehan
lalu melangkah memasuki mobil dan melajukan mobilnya
Amira memegangi tangan yang tadi di cekal oleh rehan. Yang menampakkan semburat merah.
Rehan menepikan mobilnya lalu meraih tangan amira.
"Apa ini sakit?" tanya rehan" maafin aku ya ra"
"Aku benci sama kamu han. Reno itu udah seperti kakak kandung gue terus kenapa loe bersikap kaya gitu" kata amira dan tanpa persetujuannya air matanya meleleh
"Maafin aku mira. Aku nggak suka lihat kamu kaya gitu. apa lagi sama reno dia itu suka sama kamu apa kamu nggak bisa lihat itu" kata rehan sambil mengusap air mata amira
"Apa karna aku bertingkah seperti itu padanya dan mengabaikanmu kamu bersikap seperti ini" tanya amira
"Bukan seperti itu ra" lata rehan lalu menarik amira dalam dekapannya "Aku takut kehilangan kamu. Aku nggam ingin yang lalu terulang kembali hingga kamu jauh dariku bahkan tak dapat ku genggam lagi. Aku akan terus berusaha supaya kamu bisa nerima aku. Aku nggak marah jika kamu sama reno..."
"Terus tadi itu apa" potong amira
"Aku nggak akan marah kalau reno nggak suka sama kamu" sambung rehan
"Udah jangan nangis lagi ayo kita cari makan kamu tadi belum selesaikan makannya" kata rehan
"Udah nggak mood" jawab amira
"Ya udah gimana kalau kita jalan dulu ke mall" ajak rehan
"Nggak mau" jawab amira
"Kok jadi kamu yang marah sih ra" kata rehan
"Abis kamu nyebelin" kata rehan
"Ya udah kamu mau apa tapi jangan ngambek lagi" kata rehan lalu melepas pelukannya dan menatap amira
"Pulang" jawab amira
"Ya udah ayo sekarang kita pulang" kata rehan lalu melajukan mobilnya kembali
__ADS_1
"Kenapa rehan selalu berkata masalalu. Apa yang terjadi antara aku dan dia. Kenapa aku tidak ingat apapun. Tuhan kenapa dengan otakku. Kenapa aku tak bisa mengingatnya" batin amira