Sebuah Ikatan

Sebuah Ikatan
Di rumah


__ADS_3

Setelah selesai reno mengantar amira pulang sekalian menyapa calon mertua pikirnya.


"Ra gimana kalau kita mampir kemana dulu cari sesuatu untuk ayah" ajak reno


"Emb... apa ya kak. Jam segini ayah pasti sudah makan" kata amira


"Gimana kalau kue kesukaan ayah?" tanya reno


"Baiklah" jawab amira


Rehan lalu melajukan mobilnya menuju toko kue. Dia segera menepikan mobilnya.


"Biar mira yang turun aja kak" kata amira


"Nggak. aku ikut yang mau beliin buat ayah kan aku. Kamu cuma bilang mana kue kesukaan ayah" kata reno


"Baiklah tapi aku ikut kedalam" kata amira


"Bolah ayo kita turun" ajak reno


Reno segera keluar dari mobil amira dan membukakan pintu untuknya


"Kak aku bisa sendiri" kata amira saat reno sudah membuka pintu untuknya


"Ayo keburu malam ntar di cariin ayah" kata reno sambil menarik tangan amira


"Iya bawel" jawab amira


Amira menyusul reno dan segera menemui pegawai untuk memesan kue


"Mbak Chocolate log cake nya ada?" tanya amira


"Sebentar ya mbak. Silahkan tunggu disini"


"Kamu nggak ingin apa gitu?" tanya reno


"Nggak masih kenyang " jawab mira


"Baiklah"


"Chocolate log cakenya masih ada mbak. Tapi tinggal dua" kata mbak tadi


"Bungkus semua" kata reno


"Ayah nggak boleh makan manis banyak- banyak kak kenapa semua" kata amira jengkel


"Kan cuma dua" jawab reno santai


"Kebanyakan kak. Satu aja itu bisa di bagi" kata amira


"Ya gak papa lah nanti di bagi seluruh isi rumah kalau nggak abis" jawab reno


Amira hanya mengendus kesal


"Berapa semua mbak?" tanya reno


"Ini mas notanya" kata mbak tadi sambil menyodorkan kertas kecil


"Oh iya ini" kata reno sambil memberikan beberapa lembar uang


"Sebentar saya ambil kembaliannya dulu..."


"Nggak usah mbak. Maaf kami sedang buru- buru. Kembaliannya buat mbak aja" kata reno


"Kamu bohong" selidik amira


"Ini udah malam. Kasihan ayah lagian kamu juga nggak pernah seperti ini" jawab reno


"Ya udah ayo"kata amira berjalan mendahulaui reno


"Ngambekkah dia?" pikir reno


"Ra tunggu" kata reno lalu segera menyusul amira


Reno segera meraih tangan amira supaya dia berhenti


"Ra tunggu" kata reno


"Apa lagi sih kak" kata amira


"Kamu marah" tanya reno


"Nggak katanya tadi ngajak pulang ayo tunggu apa lagi"kata amira segera masuk kedalam mobil


"Iya.. jangan marah lagi oke" kata reno lalu membuka pintu untuk amira


"Ra, biasanya ayah lagi ngapain kalau jam segini?" tanya reno


"Biasanya sih nonton tv. Kalau nggak gitu baca koran" jawab amira


"Jadi nanti kalau aku mampir dulu nggak nganggukan?" tanya reno


"Nggak kak lagian masih jam segini. Pasti ayah seneng kalau kakak dateng" jawab amira


"Yaudah kalau gitu"


Tak lamereka sudah memasuki gerbang keluarga MAHENDRA. Reno memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk rumah. Amira segera tirun dan disusul oleh reno mereke masuk bersamaan. Ayah yang ada di ruang tamu langsung melirik le arah pintu.


"Baru pulanga sayang" kata ayah lalu menyipitkan matanya melihat siapa yang bersama amira


"Malam om" sapa reno lalu mencium tangan adira


"Apa lamu reno?" tanya ayah

__ADS_1


"Iya om, om apa kabar?" tanya reno


"Om baik- baik saja. Ph iya kamu udah selsai kuliahnya?" tanya ayah


"Alhamdulillah, sudah om" jawab reno


"Setelah ini kamu mau kemana? kerja atau masih mau merantau cari ilmu?" tanya adira


"Kerja dulu aja om. Kalaupun mau nanti juga bisa bagi waktu" jawab reno


"Kak aku masuk dulu ya udah gerah nih" kata amira lirih di samping reno


"Yah aku naik dulu ya" kata amira


"Ya udah cepat mandi, ganti baju tetus kesini lagi ya sayang" kata ayah


"Siap bos." jawab amira sambil mengangkat tangannya


"Kamu udah makan belum?" tanya ayah


"Udah ayah nggak usah hawatir slal itu" jawab amira lalu berjalan naik ke lantai dua


"Aagghhh" teriak amira setelah memasuki kamarnya dan meregangkan otot yang sudah minta untuk istirahat.


"Ah, aku harus segera mandi dan turun dibawah masih ada kak reno" pikir amira


Dia langsung berjalan masuk kekamar mandi


Rehan Prov


Aku harus segera menyelesaikan semua ini. setelah itu aku akan kerumah ayah mertua" pikir rehan


"Pak ini berkasnya, ditaruh dimana pk?" tanya asisten rehan namanya sinta


"Taruh saja di meja. Kalau kamu sudah selesai bisa pulang sekarang. " kata rehan


"Baik pak. Lalu bagaimana dengan bapak?" tanya sinta karena dia merasa sungkan dengan rehan


"Aku jugq akan pulang setelah membereskan ini"jawab rehan


"Baik pak. Saya keluar dulu" kata sinta


"Hmb" jawab rehan tanpa menoleh kearah sinta


"Lebih baik aku selesaikan ini dirumah saja. Aku harus segera kerumah ayah mertua sebelum hari semakin malam" batin rehan


"Loh bapak sudah selesai?" tanya sinta yang berpapasan dengan rehan


"Saya ada kepentingan" jawab rehan


Tak menunggu waktu lama. Rehan segera meluncur ke rumah adira. Dia tidak tahu jika orang yang tadi dicari berada si rumah bersama calon mertuanya.


Di kediaman Adira mahendra.


"Kamu kapan kembali ke sini, kok nggak beri kabar?" tanya adira


"Kenapa baru dateng sekarang? Udah lupa sama om?" tanya adira


"Bukan begitu om, saya masih urus berkas- berkas oindahan rumah ke sini om" jawab reno


"Bukannya kamu tinggal dirumah nenek?" tanya adira


"Iya om, tapi reno ingin tinggal sendiri biar bisa mandiri" jawab reno


"Kasihan nenekmu dia pasti berharap kamu menemaninya


"Iya om, sebenarnya nenek juga bilang begitu tapi yah gimana lagi" jawab reno


Tak lama tetdengar suara mobil masuk ke halaman rumah. Mereka tak tahu jika itu rehan


"Baru pulang dari kantor pk?" tanya supir adira


"Hmb, iya. Ayah mertua ada di dalam?" tanya rehan


"Ada den silahkan masuk" jawab pak sopir


Rehan langsung melangkahkan kakinya


"Assalamualaikum" sapa rehan saat di pintu


Dia penasaran dengan laki- laki yang kira-kira seumuran dengan dia yang sekarang berhadapan dengan ayah mertua


"Waalaikumussalam, masuk nak." kata ayah


"Ayah belum tidur" tanya rehan basa - basi sambil melangkah mendekat pada adira


"Hmb, belum apa kamu baru saja pulang kerja?" tanya ayah


"Iya yah, aku baru saja pulang langsung kesini" jawab rehan


"Kamu jangan terlalu menyiksa diri nak. Kalau udah waktunya istirahat segera pulang. Kamu masih muda memang tapi jangan gila dengan pekerjaan. Kerja ya kerja tapi ada batas waktunya" nasehat ayah


"Iya yah, besok nggak akan terjadi lagi" kata rehan


Rehan melihat ke arah reno penuh tada tanya soalnya dia tidak tahu siapa dia. Dan dia adalah laki- laki yang menarik tangan amira tadi pagi, iya benar kini rehan ingat.


"Kenalin nak dia reno, dia seperti kakak bagi amira. Dia yang selalu ada saat ayah sibuk dengan pekerjaan" kata ayah


"Reno" kata reno sambil mengulurkan tangan pada rehan


"Rehan" sambut rehan dengan baik.


Toh dia hanya kakak jadi tak ada yang perlu fi takutkan dia bukan saingan untuknya pikir rehan.

__ADS_1


"Oh iya nak, kamu sudah makan?" tanya ayah


"Nanti aja yah" jawab rehan


Tap.. tap.. tap


suara langkah kaki turun dari tangga. Ya amira siapa lagi kalau bukan dia.


Amira berjalan menuruni tangga sorot matanya terhenti pada rehan


"Sejak kapan tuh anak nyampek disini?. Hah menghilangkan mood saja" batin amira


Amira tetap meneruskan langkahnya. Dan mendaratkan diri di sebelah ayah.


"Sudah selesai?" tanya ayah


"Sudah" jawab amira lalu tersenyum


"Nak temani rehan makan dulu. Dia belum makan" kata ayah


"Tapi aku idah yah" jawab amira


"Udah sana nggak usah nunggu lama. Kasihan nak rehan" kata ayah


"Nak rehan makan disini saja biar amira temani kamu makan" sambung ayah


"Nggak usah repot- repot yah. Aku bisa makan nanti aja" jawab rehan


"Sudah lah nak. Semua sama saja kalian anak ayah sana udah malam kasihan cacing di perutmu" canda ayah


"Ayo" ajak amira mendahului rehan


"Ya sudah kalau begitu" jawab rehan lalu menyusul langkah amira


"Tuh anak pasti seneng banget. Ahhh.. ayah kenapa harus aku" batin amira


"Nggak mau makan lagi nak?" tanya ayah pada reno


"Masih kenyang yah, oh iya yah. karena udah malam reno pulang dulu ya" kata reno


"Kenapa buru- buru"tanya ayah


"Besok reno pasti kesini lagi yah. Ayah segera istirahat ya" kata reno


"Kamu nggak pamit dulu sama amira?" tanya ayah


"Salam aja yah" jawab reno lalu menyalami tangan ayah lalu beranjak pulang


"Ada apa dengan perasaanku. kenapa rasanya sesak banget lihat amira sama rehan" batin reno


Reno membiarkan rasa itu. Dan segera berlalu pergi meninggalkan kediaman MAHENDRA.


Di ruangan lain


"Kamu mau makan apa?" tanya amira


"Terserah kamu" jawab rehan


"Baiklah, kamu makan saja yang ada" jawab amira menuju meja makan


"Kau tak ingin memasak sesuatu untukku?" tanya rehan


"Kau sendiri yang bilang makan apa yang ada, lagian aku nggak bisa masak" jawab amira berbohong karena dia tak ingin masak untuk rehan


"Kau pasti bohongkan ra? mana mungkin kau tak bisa masak? masakan bunda aja tak kalah sama koki pasti kamu juga bisa " elak rehan


"Terserah apa katamu. kalau kamu mau makan cepat makan kalau tidak ya sudah" jawab amira makin jengkel dengan ulah rehan


"Aku akan makan, tapi kamu yang ambilkan makanan untukku. Lalu aku akan memakannya" jawab rehan dengan senyum kemenangan


"Dasar manja" kata amira


Amira menaruh nasi di piring hingva penuh biar tahu rasa tuh rehan siapa suruh mengerjainya


"Stop ra. Aku tidak bisa makan banyak saat malam hari" kata rehan


"Baiklah" jawab amira lalu menyodorkan piring pada rehan


"Habiskan" kata amira


Meskipun dengan perasaan dongkol dengan amira karena mengambilkan makan terlalu banyak tapi rehan tetap berusaha untuk menghargainya.


Selesai makan mereka menuju ke ruang tamu mata amira mencari keberadaan reno tapi naas dia sudah tak ada di tempatnya


"Sudah selesai nak?" tanya adira


"Sudah yah" jawab rehan


"Sayang tadi nak reno pulang dulu katanya sudah malam dia ingin segera istirahat" kata adira


"Iya yah mira tahu kok" jawab amira


"Nak rehan kamu tinggal disini saja untuk malam ini. Sudah malamkasihan kamu harus isirahat" kata ayah


"Nggak usah yah, terimakasih banyak. Jam segini itu biasa untuk anak laki-laki. Lagian rehan juga bukan anak kecil lagi " jawab rehan


"Ayah hanya kasihan padamu pasti dari tadi belum isirahat" kata adira


"Aku baik- baik saja yah. Tenang saja setelah pulang nanti aku langsung istirahat. Dan sekarang sudah waktunya ayah tidur rehan pamit dulu yah" jawab rehan


"Hati- hati di jalan nak." kata adira


Maaf ya teman- teman jika autor lama.

__ADS_1


Dan maaf jika ceritanya kurang memuaskan.


Soalnya autor masih belajar dukungan dari teman- teman yang setia membaca sangat diperlukan untuk menambah imajinasi autor.


__ADS_2