Sebuah Ikatan

Sebuah Ikatan
Di buat pusing


__ADS_3

Kini amira sudah diantar pulang oleh rehan. Tak seperti biasanya, Setelah mengantar amira rehan langsung pulang karena masih ada pekerjaan kantor yang menunggunya.


"Assalamualaikum" salam amira saat masuk rumah


"Waalaikumussalam, udah pulang non" jawab bibi


"Iya bi, ayah mana?" tanya amira


"Tuan masih belum pulang" jawabnya


"Ya udah amira naik dulu ya" kata amira


"Silahkan non"


Amira langung menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya tanpa mengganti baju atau melepas sepatu amira langsung merebahkan diri di kasurnya. Amira menatap langit- langit kamarnya


"Sebenarnya rehan itu siapa sih?. Kenapa kaya gitu sama aku. Iya aku tahu kalau dia bakal jadi calon suami aku nanti tapi kenapa dia segitunya seakan aku akan pergi lagi meninggalkannya. Emang aku dan dia dulu sempat kenal?" pikir amira


Memikirkan hal itu membuat amira tetlelap dalam tidurnya dan melupakan masalahnya untuk sejenak.


Di kantor rehan


"Vin" sapa rehan


"Udah selesai urusan loe?" tanya kelvin


"Udah tapi gue tetep nggak nyaman kalau masih ada reno di dekat amira" jawab rehan


"Kenapa loe nggak kiri bodyguard aja buat amira" usul kelvin


"Ide loe bagus tapi apa aku harus segitunya" kata rehan


"Tersersh loenya aja" jawab kelvin


"Gue percaya sebenernya sama amira. Tapi kalau ada reno karna dia suka sama amira" cicit rehan


"Terus mau loe apa sih bingung gue" kata rehan


"Entahlah" jawab rehan lalu melangkahkan kaki menuju ke sofa


Kelvin memberi minum pada rehan


"Nih, tenangin dulu diri loe. Oh iya tadi ada orang yang ngirim berkas mau loe lihat sekarang atau nanti" tanya kelvin


"Ntar aja. " jawab rehan


"Oh iya loe nokah sama amira kapan sih bro" tanya kelvin


"Setelah dia lulus kita tunangan" jawab rehan


"Kelamaan kenapa nggak bulan dekat aja sih" jawab kelvin


"Dia yang mau" jawab rehan dengan nada frustasi


"Kenapa loe nggak usul" tanya kelvin


"Gue kasihan sama dia soalnya dia juga masih sekolah. Ngue nggak ingin membatasi waktunya buat ngusus gue " jawab rehan


"Yang pentingkan udah terikat" kata lkelvin


"Muah loe ngomongnya" jawab rehan


"Masa loe hanya gini aja mana usaha loe" kata kelvin


"Mending loe diam aja dulu deh tambah pusing nih otak" jawab rehan lalu bersandar di sofa dan memejamkan matanya


"Yah dateng- dateng molor dia" kata kelvin


"Gue masih denger vin" kata rehan


"Siapa yang bilang kalau elo tuli" kata kelvin


"Gue cabut" kata kelvin


Namun hanya di jawab deheman oleh rehan


Di rumah amira


Ke esokan harinya amira sidah bersiap untuk joging karena hari ini matkulnya jam setengah 11 jadi dia menyempatkan diri untuk mencari keringat dengan jalan kaki mengitari sekitar rumah sekalian cari suasana baru.


"Bi amira mana ya kok belum turun?" tanya adira saat sudah sampai di meja makan


"Itu tuan, tadi katanya non mira mau jalan jalan" jawab bibi

__ADS_1


"Oh ya sudah bi" jawab adira lalu meletakkan sarapan di piring kosongnya


Tak lama bel rumah berbunyi dan menampakkan wajah rehan disana


"Ayah ada bi?" tanya rehan


"Ada masih sarapan di meja makan den" jwab bibi


"Ya udah rehan kesana saja" jawab rehan


Tak lama rehan sudah di ruang makan


"Yah" sapa rehan


"Kamu nak, kapan sampai" tanya adira


"Barusan yah" jawab rehan


"Ayo duduk lota sarapan bersama" kata adira


"Baiklah yah, oh iya mira mana yah kok nggak ikut sarapan?" tanya rehan


"Dia lagi jalan- jalan mungkin bentar lagi juga pulang" jawab adira


Sedangkan rehan hanya menganggukkan kepalanya.


Tak lama amira sudah sampai di rumah dan langsung menuju ke dapur.


"Ayah" sapa amira lalu melihat ke sebelah dan ada rehan di sana


"kamu kapan nyampek sini?" tanya amira pada rehan. Lalu duduk di sebelah dan mengambil air untuk meghilangkan dehidrasi


"Udah dari pagi" jawab rehan


"Uhuk.. uhkk.. uhkk"


"Makannya kalau minum hati- hati" kata rehan sambil memijit tengkuk amira


"Ini tuh gara gara kamu" kata amira


"Iya iya. Maafin abang ya princess" kata rehan


"Hmm"


"Hari ini jamnya siang yah" jawab amira


"Ya udah entar ku anter" kata rehan


"Aku bisa sendiri han" jawab amira


"Nggak, aku vakal nungguin kamu" kata rehan


"Kamu nggak kerja?" tanya mira


"Nggak" jawab rehan


"Udah rapi kaya gitu bilang nggak kerja. Ckkk jangan bohong han. Udah deh kamu berangkat sana" kata amira


"Kamu ngusir. Nggak tetep nggak. Aku bisa kerjain pekerjaan aku disini" jawab rehan


"Terserah " kata amira dia malas kalau berdebat dengan rehan pasti tak ada ujungnya


"Baiklah" jawab rehan dengan senyum mengembang


"Sarapan dulu atau mandi?" tanya ayah


"Mandi dulu aja yah" jawab amira lalu meninggalkan mereka berdua


Saat amira sudah hilang dibalik pintu reno tiba di depan pintu


"Assalamualaikum" salam reno


"Waalaikumussalam" jawab bibi


"Mira ada bi" tanya reno


"Ada den di ruang makan silahkan masuk" kata bibi


"Makasih" jawab reno


Saat memasuki dapur reno tidak menjumpai amira tapi malah melihat rehan.


"Kenapa dia udah ada disini aja" batin reno

__ADS_1


"pagi yah" sapa reno lalu menyalami tangan adira


"Pagi nak. Kapan nyampek sini kok nggak kedengeran" tanya ayah


"Barusan yah" jawab reno


"Ayo sini ikutan gabung biar rame"ajak ayah


"Loh kak reno kapan dateng" tanya amira lalu duduk di seblah rehan


"Baru aja. Kamu nggak ke kampus" tanya reno


"Nanti siang kak" jawab amira


"Ya udah" kata reno


Merekapun sarapan dengan keheningan. Hingga akhirnya adira pergi ke cafe.


"Aku ikut ayah duluan ya" kata reno


"Hati- hati ya kak" kata amira


Setelah itu rehan dan amira duduk di ruang tamu. Rehan segera mengaktifkan labtopnya. Dia sudah mengabari sekertarisnya untuk mengirim berkasnya melalui email.Mereka hanya saling diam hingga jam menunjukkan pukul 10.30.


"Kamu jadi kuliah gak sih ra?" tanya rehan


"Ya jadi lah" jawab amira


"Terus kenapa masih disitu apa kamu nggak siap- siap. Atau dari tadi kamu merhatiin aku" goda rehan


"PD banget. Siapa yang ngeliatin kamu" jawab amira


"Nggak papa ra. Sama calon suami sendiri aku bakal berayukur banget kalau kamu sekarang suka sama aku"kata rehan


"Ngomong yang jelas jangan nglantur" kata amira lalu pergi meninggalkan rehan menuju ke kamar untuk bersiap siap


"Enak aja dia tadi bilang apa. Aku memperhatikan. OMG kenapa ada orang yang PDnya selangit" batin amira


"Aku yakin kalau kamu bakal cinta sama aku ra entah itu kapan aku akan terus berusaha aku nggak akan ngelepasin kamu walau itu buat reno" batin rehan


Setelah 20 menit amira sudah siap untuk berangkat ke kampus. Dia langgsung menuju ke samping rehan duduk


"Ayo jadi nganterin apa nggak" kata amira


"Ya jadilah, Bentar" kata rehan lalu menutup labtopnya


"Ayo" ajak rehan mengulurkan tangan pada amira


"Aku bisa jalan sendiri" jawab amira


"Iya" kata rehan lalu menarik tangan amira tanpa memperdulikan ucapan amira


"Kamu nanti pulang jam berapa biar aku jemput" kata rehan


"Entahlah han. Kayaknya jam 2" jawab amira tanpa melihat kearah rehan


"Ya udah nanti aku kesana jangan kemana mana oke" kata rehan


"Hmb" jawab amira


....


Saat amira pulang dia bertemu reno yang sudah ada di samping gerbang dan menyandarkan diri pada pintu mobil.


"Kak reno" sapa amira


"Ayo ku anter pulang" kata reno


"Ra ayo pulang" kata rehan


"Amira pulang sama gue"kata reno


"Nggak dia udah janji mau pulang sama gue" jawab rehan


"Yang dulukan gue" sangmal reno


"Uah ah pada berisik. Amira pulang sendiri aja" kata amira lalu meninggalkan rehan dan reno


"Ini gara gara loe" kata rehan sambil menuding reno


"Loe yang mulai" jawab reno tak mau kalah dengan rehan


"Hah.. gue nggak habis pikir sama mereka. Pusing gue lihat bisa bisanya cuma gara gara masalah sepele aja kaya gitu. Udah pada tua pada gak nyadar" geruntu amira lalu memghentikan taksi yang kebetulan lewat di depannya.

__ADS_1


__ADS_2