Sebuah Ikatan

Sebuah Ikatan
Mengungkit Masa Lalu


__ADS_3

"Ra..."panggil rehan


Amira masih fokus dengan jalan enggan menjawab panggilan rehan.


"Hemmm..."


"Setelah ini kita mampir sebentar ya?" tanya rehan


"Kemana?" tanya amira


"Suatu tempat..." jawab rehan


"Terserah...."


Hening kembali hanya musik dari radio yang terdengar


Rehan melajukan mobilnya dengan tenang. Setelah ini rehan berencana untuk mengajak amira ke danau dan menjelaskan semuanya yang berkaitan dengan perasaannya bukan hanya itj dia akan menceritakan trntang masa lalu brrsamanya yang mungkin kini amira telah melupakannya.


Setibanya di danau rehan membuka seabeltnya dan membuka milik amira.


"Apa yang kau lakukan rehan?" tanya amira karna kini tubuh rehan berada di depan amira hingga amira harus menahan nafas agar tidak terlihat grogi.


"Diamlah sebentar" kata rehan lalu memundurkan dirinya


"Aku bisa sendiri rehan" kata amira dengan tatapan sinisnya


Ada apa dengan pikiranku? aku berharap dia melakukan lebih? oh, Tuhan kenapa aku berpikir sejauh itu. Hati jaga dirimu baik- baik. Jangan sampai kau sampai suka kepada pria yang tak jelas dia itu siapa. Oke berhati- hatilah dalam masalah ini.


Amira masih diam di tempat hingga tak sadar rehan sudah ada disampingnya.


.


.


.


.


"Hai, sayang aku sudah membukakan pintu untukmu apa kamu senang didalam hingga enggan untuk keluar"kata rehan


"Hah..." amira melepas nafas dengan kasar lalu keluar dari mobil tanpa berbicara apalun lalu pergi meninggalkan rehan begitu saja.


"Memang susah berurusan sama gadis, selalu ada maunya dan kita selalu salah. Memang benar wanita adalah maha tahu sampai orang dibuat pusing dengan tingkah lakunya" batin rehan


Rehan langsung menyusul amira dan menyamai langkah kakinya. Kini keduanya sudah berjajaran.


"Kenapa kau meninggalkanku?" tanya rehan


"Apa itu penting?" tanya amira


"Ya, sangat penting karna aku calon suamimu" jawab rehan


"Apa aku pernah bilang aku menerimamu?" tanya amira


"Untuk saat ini belum entah besok" jawab rehan sambil melebarkan senyumnya.


"Itu hanya akan terjadi dalam mimpimu" kata amira


"Dan aku akan berusaha untuk mewujudkannya" jawab rehan dengan senyum uang mengembang


"Saat kau terbangun semua itu tak akan pernah terjadi TAK AKAN" kata amira dengan penuh penegasan


"Baiklah tapi aku akan menunggi sampai kau benar benar jatuh cinta kepadaku"kata rehan


"Sampai kau menua dan hanya membuang waktumu dengan sia- sia" kata amira


Dia sudah jengkel dengan rehan selalu ada saja yang dia bicarakan seakan dia adalah penguasa segalanya. Yah seperti itu.


"Ayo kita kesana" ajak rehan sebuah jembatan yang di kelilingi lampu yang kerlap-kerlip


"Apa ini rencanamu?" tanya amira


"Hmb.... terserah bagaimana pendapatmu." jawab rehan


"Yah ini di sediakan oleh pihak taman" kata amira dengan pelan tapi rehan masih bisa mendengarkan


"Ra...."


"Hmb...."


"Ra...."


"Apa sih han" jawab amira lalu menoleh ke arah rehan


"Aku ingin bicara semuanya padamu" kata rehan


"Semua?? maksudmu apa han?" tanya amira


"Hmb, baiklah akan ku mulai dari saat kita masih kecil" kata rehan


"Baiklah akan aku dengarkan"jawab amira


"Tapi jangan disini"ujar rehan


"Kamu ada aja maunya. Tadi ngajak kesini giliran udah disini kamu ngajak ke tempat lain" kata amira dengan nada kesalnya


"Nanti kakimu capek kalau berdiri terus disini" jelas rehan lalu rehan menarik tangan amira mengajaknya menuju bangku yang kosong


"Lepasin han aku bisa berjalan sendiri" kata amira


"Iya-iya..."lalu rehan melepas tangan amira


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya amira setelah mereka sampai di tempat yang sudah rehan siapkan


"Hah..." rehan membuang nafas dengan kasar


"Mengenai kita..."


"Kita....? aku nggak merasa ada apapun jadi tidak ada kata kita antara aku dan kamu han" jawab amira


Rehan berusaha menahan semuanya walau bagaimanapun wanita yang ada didepannya adalah orang yang sangat ia cintai dan dia tak ingin kehilangan untuk yang ke dua kalinya. Karena dulu bukan dia yang berniat meninggalkan tapi keadaan yang memaksanya untuk berjalan di jalan yang berbeda.


"Ra, aku minta maaf atas semua yang terjadi dimasa lalu...."kata rehan

__ADS_1


"Kenapa kamu minta maaf rehan?"tanya amira


"Ya semua ini memang salahku ra, jika saja aku tidak meninggalkanmu mungkin tak akan jadi seperti ini..." jawab rehan


"Han aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan" kata amira karena usaha mengingatnya sia-sia dia tak ingay apapun


"Baiklah dengarkan aku baik-baik." pinta rehan


"Akan aku beritahu semua dari awal"


"Dulu sekali... Papa mengajakku dan mama untuk menghadiri pesta ulang tahun teman kerjanya, pada saat itu aku pertama kali melihatmu. Aku bertanya pada papa dan mama namun dia tak mengetahui apapun tentangmu."


"Apa waktu itu aku masih kecil?" tanya amira


"Ya sangat kecil."jawab rehan sambil menerawang akan kejadian itu


"Lalu kenapa baru sekarang kamu mencariku?" tanya amira


"Dengarkan aku dulu ra, kalau sudah baru kamuboleh bertanya"kata rehan


"Iya- iya"jawab amira dengan nada kesal


"Setelah itu aku terus berusaha mencarimu. Hingga suatu ketika aku melihatmu lagi di mall. Kamu sedang mencari mainan aku ingin menghampirimu tapi mama mengajakku pulang karena nenek baru saja sampai dari luar kota. Setelah itu aku terus berusaha tapi aku tak pernah menemukanmu lagi"


"Apa dia benar- benar mencintaiku, bahkan sejak aku masih kecil. Hah, ini memang terlalu rumit" pikir amira


"Aku hampir pitus asa ra, karna aku tak menemukanmu. Aku lelah dengan perjuangan ini. Dan saat itu pula aku bertemu denganmu disebuah taman bermain, aku menghampirimu dan menanyakan namamu, kau bilang namamu rara. Aku tak percaya saat itu ketika aku mampu melihatmu kembali"


"Han..."


"Dengerin dulu ra..."


"Kau tahu apa yang terjadi setelah itu. Kita jadi sering bersama. Karna mama sama bunda adalah sahabat waktu mereka masih SMA. Aku sangat bahagia ra, hingga suatu ketika nenek menyuruh papa untuk pindah ke luar kota. Dan kau ingatkah, saat kau menangis waktu aku pamit saat akan pergi?"tanya rehan


"Tapi aku tak ongat apapun han..."


"Baiklah, itu bukanlah masalah. Yang penting sekarang kita bisa bersama..."


"Nggak bisa secepat itu han, aku butuh waktu. Untuk mengingat semuanya dan untuk menanyakan bagaimana perasaanku" jawab amira


"Apa waktu selama itu kurang untukmu percaya jika aku nggak main- main?" tanya rehan


"Bukan seperti itu han, sekarang hanya kamu yang memiliki rasa itu apa akan ada lebahagiaan didalamnya setelah ini?" tanya amira ragu


"Baiklah ra, aku akan menunggumu lagi dan aku akan membuatmu merasakan hal yang sama" jawab rehan


"Han..."


"Ada apa ra...?"


"Emb... boleh aku bertanya?"


"Apapun untukmu gadis kecil..."


"Aku bukan anak kecil lagi han..."


"Baiklah apa yang ingin kamu ketahui tentangku....?" tanya rehan lalu menghadap kearah amira memperhatikan setiap apa yang dia lakukan


"Han, apa selama ini kamu nggak pernah dekat dengan cewek manapun?" tanya amira dengan ragu


"Auahh..."jawab amira sambil mengalihkan pandangannya kearah lain


Rehan tersenyum meligat tingkah gadianya itu. Mungkin nggak akan sulit buat mendapatkan hatinya.


"Jangan nfambek dong ra..."


Lalu rehan mengenggam bahu amira lalu meraih kepalanya supaya menghadap rehan sepenuhnya. Tak ada penolakan, regan menatap amira yang ditatappu sama mata mereka bertemu seolah sedang memjelaskan semuanya.


Akhirnya rehan memulai berbicara saat dirasa amira sudah tak marah lagi.


"Ra meskipun aku disana tapi pikiranku dan hatiku tetal untukmu. Kalau kau menanyakan aku pernah dekat sama wanita itu hanya sekedar teman biasa tak lebih. Karena aku tak pernah merasa nyaman saat bersama mereka hal ini lain ketika aku ada di dekatmu" jelas rehan


"Kata- kata seperti itu nggak akan mempan han.."jawab amira sekenanya.


Amira nggak suka banyak bicara apalagi seperti ini. Kata yang hanya diucap dan belum jelas bagaimana buktinya.


"Terserah padamu ra, aku mengatakan ini sangat jujur. Dari dalam hati yang terdalam. Aku mencintaimu" kata rehan


"Lepaskan tanganmu han"kata amira


Hampir saja hampir, untung dia masih bisa menahan supaya tidak tertawa di depan rehan lucu ketika melihat dia berbicara seperti tadi. Tapi entah kenapa saat mendengar dia mengucapkan rasa cintanya.


"Kenapa ra?" tanya rehan dengan wajah serius tapi takelepas tangannya dari kepalaku


"Ishh... kau membuatku tak bisa bergerak" kata amira sambil memukul tangan rehan


"Maafkan aku sayang" kata rehan lalu membawa kepala amira ke dada rehan dan memeluknya erat. Hingga dia bisa mendengar detak jantung rehan.


"Han, lepasin...." kata amira


"Biarkan seperti ini untuk beberapa saat" jawab rehan


"Hah..." amira membuang nagas dengan kasar ia membiarkan rehan. Hingga akhitnya amira mencubit perut rehan.


"Raaa..." teriak rehan agak memgendorkan pelulannya dan menatap bola mata amira


"Salah sendiri siapa surub pegang - pegang pkek meluk segala lagi" kata amira dengan jengkel


"Iya- iya aku minta maaf" kata rehan


"Percuma memberi maaf kalau kau mengulanginya lagi" jawab amira dengan ketus


" Ayo kita cari makanan. Udah waktunya makan malam " ajak rehan lalu berdiri dan mengulurkan tangan menyambut amira tapi amira tak mengindajka hal itu. Bahkan dia langsung berdiri sendiri


"Aku bisa sendiri han. Ayo" kata amira


Lalu mereka.berjalan beriringan menuju ke parkiran.


Disela sela jalan ir menanyakan banyak hal pada amira.


"" Kamu mau makan apa re?" tanya rehan


"Kalau kamu ikut aku nanti kamu nggak akan suka" jawab amira

__ADS_1


"Lalu" tanya rehan sedang berfikir apa yang di inginkan amira.


"Aku ikut kamu aja" jawab amira


"Baiklah kita meluncur kesana" jawab rehan.


setelah 10 menit kita sampai disebuah cafe yang di desain gaya tradisional dan pada dindingnya menggunakan kayu yang membatasi dengan samping lalu ada pemandangan indah di sekitar. Diiringi dengan suara gemricik air yang ada di sungai. Sungguh terasa asri dan sangat nyaman.


"Kamu suka?" tanya rehan


"Suka banget..." jawab amira lalu tersenyum pada rehan


"Oh iya kamu tadi ingin kita makan dimana?" taya rehan


"Di tukang bakso tepi jalan tadi"jawab amira


"Oke.lain kali kita akan kesana, sekarang kita makan dulu" ajak rehan


" Tentu. aku pegang janjimu tuan" jawab amira


"Tenang gadis kecil aku tak akan mengingkari janjiku" jawab rehan


"Kamu sering kesini?" tanya amira


"Yah lumayan. Aku kadang kesini sama temen kalo nggak gitu sendiri aja. Oh iya disini ada satu menu faforit yaitu gurami ada macem macem sih kamu mau pilih yang mana?" tanya rehan sambil menyodorkan buku menu


"Waw banyak banget" batin amira


Ada gurame bakar, gurame goreng, gurame goreng saus mangga, gurame tahu tausi, gurame ubi padas, gurame sambel ijo, gurame terbang sambel pencit dll.


"Ini serius semuanya ada?" tanya amira


"Bukan hanya serius tapi dua rius. Kamu suka semuanya?"tanya rehan


"Ya mana mungkin aku bisa makan semuanya rehan, perut aku nggak bakal muat" kata amira sedikit berbisik


"Oh iya mbak gureme yang jadi langganan sini yang apa ya?" tanya amira


"Ohh itu mbak. Biasanya sih gureme pesmol, gurame sambel ijo, samagurame ubi pedas" jawab mbak-mbak


"Ya udah saya pesen gurame sambel ijo, gurame asam pedas sama sparkling tea " jawab amira


"Masnya?" tanya mbak-mbak tadi


"Samain aja minumnya hot chocolate aja" jawab rehan


" Jadi gurame sambel ijo 2, gurame asam pedas 2, minumnya sparkling tea sama hot chocolate itu aja mas, mbak?" tanyanya kembali


"Mbak tambah avocado split" jawab amira


"Yaa. jadi semua yang diatas tadi ditambah avocado split"kata mbak- mbak " Silahkan menunggu sebentar" sambungnya lalu pergi


"Katanya tadi nggak habis" sindir rehan


"Kan masih ada kamu" jawab amira


"Hmb... kalau tahu gitu aku tadi nggak pesan apa- apa" kata rehan jengkel


"Gitu aja ngambek" sindir amira


"Biarin. Gini- gini juga calon suami" jawab rehan dengan entengnya


"Siapa bilang aku mau?" tanya amira


"Tuh tadi kamu bilang"jawab rehan


"Apa?" tanya amira


"Kata terakhir sebelum itu"jawab rehan


" Apa?" tanya amira


"Haisss.. yang tadi ra" kata rehan sedikit mendesak


"Siapa bilang aku mau?" kata amira


"Kata terakhir" paksa rehan


"Mau" jawab amira dengan polosnya


"Tuh kan kamu udah bilang. Calon istri yang baik" ucap rehan sambil mengacak poni amira.


"Rehannn..." teriak amira serasa kesel karna habis dikerjain


"Huuustt..... sayang banyak yang lihat malu tahu" kata rehan sambil tersenyum karena telah berhasil menjahili amira


Setelah cukup puas akhirnya pesanan mereka datang.


"Cuci tangan dulu dan jangan lupa baca do'a"kata rehan


"Iya bawel" jawab amira lalu melakukan seperti yang di ucapkan rehan


"Gadis pintar, oh iya makasih panggilan sayangnya kamu ke aku unik, aku suka karna itu lain dari yang lainnya"kata rehan sambil tersenyum


"Apa sih han, cepet makan sono. Dasar cowok nggak jelas" kata amira


"Ya Tuhan mipi apa aku kemarin hingga bertemu orang yang sangat menyebalkan" pilir amira


"Gimana rasanua?" tanya rehan


"Yah lumayan" jawab amira


"kalau kaya gini lumayan terus yang enak masakan siapa dong?" tanya rehan


"Alarhum bunda" jawab amira lalu dia terdiam untuk sejenak berusaha menguasai diri dan tidak menjatuhkan air matanya


Mengetahui perubahan sikap amira rehan langsung berusaha mengembalikan mood amira.


"Jadi kamu pasti juga pandai masak. Duh senengnya punya calon istri udah cantik, pinter, jago masak pula. Bagai ketimpa durian runtuh" kata rehan


"Siapa bilang aku bisa masak?" tanya amira


"Kalau bunda jago berarti hal itu akan menurun pada anaknya aku yakin suatu saat kamu pasto bisa" kata rehan

__ADS_1


"Entahlah han, aku tak tahu" jawab amira.


__ADS_2