
"Udah?" tanya reno
Amira hanya mengangguk.
"Kamu beli apa aja sih ra?" tanya reno
"Minuman sama sneck. Aku takut bosan kalau hanya diam" jawab amira
"Apa kamu nggak mau cerita atau tanya apa gitu sama aku. Kita udah lama lo ra nggak ketemu" kata reno
"Kalau hanya cerita aja aku nanti takut ketiduran" jawab amira
"Hahh.. aku lupa selain doyan makan kamu juga ratunya tidur. Tapi awas saja kalau kamu tidur di sembaramg tempat atau berasama orang yang tidak kamu kenal" ancam reno
"Itu tak akan terjadi. Aku nyaman dengan orangnya baru aku bisa tidur dengan nyenyak " jawab amira
"Baiklah aku percaya padamu" jawab reno.
lalu menancap gas pergi meninggalkan kampus menerjang kepadatan jalan menuju mall terdekat.
"Ra, saat aku nggak ada di dekatmu apa masih ada orang yang jail sama kamu?" tanya reno sambil meĺrik sekilas kearah amira
"Nggak ada kak. Ya syukur sih.... tapi tenang ada keisya"jawab amira
"Emang dia bisa jagain kamu?" tanya reno
"Ya setidaknya masih ada orang yang ku ajak curhat" jawab amira
"Embb... baiklah. setelah ini kamu mau lanjutin kemana atau mau kerja gitu?" tanya reno
"Entahlah, aku belum tahu kak aku sebenarnya masih ingin melanjutkan tapi melihatannya ayah menyuruhku menggantikan dia menjaga caffe. Da juga dengan kondisi ayah yang sekarang sudah seharusnya berhenti bekerja" jawab amira
"Tapi aku yakin ayah selalu mengutamakan kebahagiaan kamu. Jadi aku yakin kalau kamu bisa lanjutin sesuai apa yang kamu inginkan" jelas reno
"Tapi aku.... ah entahlah. Terus kalau kak reno gimana?" tanya amira.
Dia mencoba mengalihkan pembicaraan supaya tak terlalu menyinggung kehidupannya.
"Maksud kamu gimana ra?" tanya kak reno
"Ya dengan aktifitas kak reno sendiri sekarang?" tanya amira
"Aku bekerja" jawab reno singkat
"Hmb..." Amira malas menjawab karena bukan ini yang dia ingin tahu.
Tak terasa perjalan mereka karena keasikan ngobrol mereka.Setelah sampai di mall. Mereka mulai menyusuri anak tangga untuk melihat lihat dan memutuskan mereka akan pergi kemana.
"Mau kemana dulu?" tanya reno
"Terserah aku ikut kakak saja" jawab amira
"Baiklah, ayo sini" ajak reno langsung menarik pergelangan tangan amira.
"Ngapain kita ke toko baju?" tanya amira
"Ya beliin sesuatu untukmu" jawab reno
"Haishh... aku tak membutuhkan apapun kak." jawab amira" Lebih baik kita keluar" sambung amira lalu menarik tangan reno
"No mira. Kamu tadi bilang terserah kakak jadi kami harus ikut oke" kata reno lalu kembali berjalan masuk kedalam toko tersebut.
Setelah masuk reno memilih mana yang cocok dan terlihat imut untuk amira. Namun dia sendiri bingung karena ini untuk pertama kalinya dia belanja pakaian untuk perempuan.
"Kamu suka yang mana ra?" tanya reno
"Tadi katanya terserah jadi kakak suka yang mana bakal amira terima asal cocok" jawab amira.
Sebenarya dia malas untuk belanja hal semacam ini jika dia tidak membutuhkan. Dan sengaja di paksa oleh bunda atau ayah yang membelikannya.
"Ayolah mira. Aku tak tahu mana seleramu" jawab reno
Amira sudah kesal larena hampir setengah jam tapi kakak reno masih kelilibg dan tidak mendapatkan apapun. Akhirnya dia meninggalkan kak reno sendiri saat dia sedang bertanya pada pegawai.
"Maaf mbak boleh tanya?" kata reno
Pegawai disitu tidak segera menjawab karena terpesona dengan reno. Renoasih bingung dengan sikap orang yang ada di depannya.
"Hallo mbak" sapa reno sambil melambaikan tangan didepan mukanya
Pegawai tadi langsung terkejut.
"I.. i.. iya mas ada yang bisa saya bantu?" tanya mbak tadi
"Carikan baju keluaran terbaru disini" kata reno
__ADS_1
"Baik silahkan tunggu sebentar" kata mbam tadi lalu pergi meninggalkan reno
"Dimana amira" pikir reno karna tak mendapati amira di sekitarnya.
Tak menunggu waktu lama reno langsung mengitari toko lagi untuk menemukan amira. Dari kejauhan reno melihat sekilas dan mencoba mendekat. Ternyata benar dia amira. Reno langsung menghampirinya.
"Kau disini" kata reno mengejutkan amira
"Kak reno bikin kaget aja" kata amira sambil memegang dadanya
"Lagian kamu main pegi saja ngvak bilang dulu sama kakak" jawab reno
"Maaf habis kakak lagi sibuk bicara sama pegawai tadi" jawab amira sambil mengecutkan bibirnya
"Kamu mau beli ini?" tanya reno sambil melirik baju yang dibawa amira
"Iya. Gimana kak imut nggak?"tanya amira sambil mengangkat baju yang iya pilih.
Baju berwarna navy yang panjangnya selutut di padukan dengan pernak pernik di bagian leher membuat amira terlihat makin cantik.
"Bener kamu pilih ini?" tanya reno
"Ya sudah suruh bungkus nanti kakak yang bayar" kata reno
"Terbaik" kata amira sambil tersenyum kearah reno
Pegawai yang tadi menghampiri reno dan membawa beberapa potong baju di tangannya.
"Maaf mas ini yang di minta tadi. Bisa di coba" kata mbak mbak
"Ra cobain yang ini" kata reno
Amira segera mengalihkan pandangannya menatap reno. An disampingnya nampak orang membawa beberapa baju.
"Harus semuanya?" tanya amira degan mata sedikit melotot karena tidak percaya
"Pilih yang kamu suka sayang" kata reo sambil mengacak poni amira. Sedang amira hanya mengangguk patuh. Toh hal itu tidak merugikan untuknya
Orang yang berada di sekitar sangat terpukau dengan reno. Bagaimana tidak melihat dia sangat perhatian kepada gadis yang sedang bersamanya, di tambah dengan wajah tampan yang membuatnya semakin mendapat nilai plus.
Amira segera maauk ke ruang ganti dan mencoba baju tadi. Setelah itu dia keluar dan menunjukkan pada reno.
"Bagaimana kak?" tanya amira
"Hmb..." jawab amira
Amira sudah bosan disitu tapi reno masih betah dan tetap ngotot buat beli barang - barang untukku.
"Kita cari yang lain tas, sepatu atau apa?" tanya reno
"Nggak kita keluar. Aku lapar" kata amira
"Baiklah kalau begitu" jawab reno" tapi kita bayar ini dulu oke"
"Aku tunggu diluar" kata amira
"Kok gitu?" tanya reno sambil mengerutkan dahinya
"Hah... baiklah kita bayar dulu lalu pergi" kata amira
Setelah itu mereka menuju kekasir dan berjalan keluar dari toko. Melihal paper bag yang di bawa oleh reno, amira hanya menggelebgkan kepala. Bagaimana tidak semua itu hanya punya amira. Yang notabandnya nggak suka belanja. Dan sejak kapan lal reno menyukai hal ini. Sangat aneh bukan.
"Ayo" kata reno
"Sejak kapan kak reno suka belanja kaya gini?" tanya amira
"Entahlah..menurutku baru kali ini" jawab reno
"Beneran?" tanya amira
"Iya. Oh iya kamu mau makan apa?" tanya reno
"Terserah kakak aja" jawab amira
"Yaudah lama nggak makan menu india. Gimana kalau kita kesana?" tanya reno
"Baiklah aku juga lama nggak kesana" jawab amira
"Aku akan selalu mengingat apa saja yang kamu suka ra" batin reno
'Kita duduk disini" kata reno lalu menarik kursi untuk amira
"Makasih" kata amira
"Kamu mau makan apa?" tanya reno
__ADS_1
"Emb... aku ingin katri roll, paratha, samosha, minumnya lassi" jawab amira
"Udsh itu saja?" tanya reno
"Iya" jawab amira
"Mbak katri rollnya dua, paratha satu, jalebi satu, samosa satu, minumnya lassi dua" kata reno
"Silahkan tunggu sebentar" kata pelayan tadi lalu pergi
"Rasanya udah lama ya ra kita nggak jalan kaya gini" kata reno
"Hmb, emang benar kak reno aja yang nggak pernah ingat pulang" jawab amira sambil cemberut
"Jangan gitu dong ra. Kan kakak disana masih melanjutkan study nggak aneh- aneh. Oke mulai sekarang aku akan selalu ada untukmu" kata reno
"Apa aku bisa percaya sama kakak?" tanya amira
"Kenapa tidak?" tanya reno
"Kalau kakak pergi lagi?" tanya amira
"Kau bisa menghukumku kalau tidak aku akan membawamu ikut bersamaku" jawab reno
"Emang aku barang yang bisa dibawa kemana- mana" amira merajuk
"Jangan gitu dong ra jelek tahu" kata reno
Tak lama pesanan mereka sudah sampai dan mereka masih diam menggu semua selesai disediakan untuk mereka.
"Selamat menikmati" kata mbak tadi tersenyum ramah
"Ayo makan ra, katanya udah lapar" kata reno
"Tanpa kakak suruh aku juga makan. Jangan lupa cuci tangan" kata amira
"He..he..he.. iya adikku sayang" jawab reno
Amira tak menjawab dia asyik dengan makanannya. Karena sudah lama lidahnya tak menyentuh makanan ini jadi dia begitu menikmatinya.
"Hmb.. kamu kaya nggak makan berapa hari aja ra" ledek reno
Amira hanya mencibirkan bibirnya tanpa mengindahkan ucapan reno.
Di sisi lain resto itu ada rehan .Dia disana bersama dengan kliennya. Mereka hampir saja selesai. Ketika tak sengaja pandangan rehan menuju pada seorang gadis dan laki laki yang ada di depannya. Karna tempat yang tidak tepat rehan tidak bisa melihat siapa yang bersama amira.
Rehan ingin berdiri dari tempatnya tapi dia tidak enak dengan kliennya. Ingin menghampiri tapi sebentar lagi dia juga masih ada rapat. Ahh sial waktu tak berpihak padanya.
"Oke tunggu aku nanti malam gadis aku akan lerumahmu" batin rehan
Kembali ke amira.
Saat sedang asyik makan reno tetap menatap pada amira. Amira tahu tapi dia berusaha bersikap biaasa saja. Hingga akhirnya dia merasa risih terus di pandang seperti itu.
"Kak reno mau coba?" tanya amira mencoba menghilangkan rasa jengkelnya
"Nggak kamu makan saja" kata reno
"Beneran kak coba dikit aja" kata amira lalu menyodorkan tangannya pada reno.
"Ini parathanya beda kak. Sausnya membuat rasa makin embb nyammm" kata amira
"aaaa.. buka mulutmu" perintah amira
Reno pun menuruti kata amira.
"Gimana enak kan?" tanya amira
Reno masih mengunyah suapan amira, dan hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya.
Diseberang rehan tampak sangat marah. Bisa bisanya calon istrinya menyuapi laki laki lain di tempat umum. ya meskipun di tempat sepi dia juga akan marah.
"Kenpa dia bertingkah seperti itu pada orang lain. Sedan padaku tak peenah sama sekali. Atau mungkin amira menyukainya?"pikir rehan
Tenang rehan jernihkan pikiran kamu. Mensing nanti aja tanya langsung pada amira.
Setelah itu rehan segera kembali ke kantor karena masih ada rapat.
"Setelah ini kita kemana?" tanya reno
"Pulang aja deh kak. Aku sudah capek" jawab amira
"Baiklah tapi habiskan itu dulu" kata reno
"Tentu"
__ADS_1