Sebuah Ikatan

Sebuah Ikatan
Rencana Perjodohan


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah hampir magrib amira terkejut karena belum mandi dan sebentar lagi waktu sholat telah tiba.


Dia langsung masuk ke kamar mandi dan menguyur dirinya disana.


Setelah selesai amira segera melaksanakan kewajibannya. menunggu waktu isya amira membaca buku yang ada di meja. Setelah sholat isya amira langsung bersiap dan turun kebawah menemui ayah. Ternyata ayah sudah menunggu di bawah. saat melihat aku turun dari tangga ayah langsung berdiri.


"Anak ayah udah cantik rupanya.. yuk berangkat" ajak ayah


Amirapun menyambut uluran tangan ayah, seperti seorang pangeran yang menyambut tuan putrinya.


"Ayah menunggu dari tadi?" tanya amira


"Tidak sayang"jawab ayah lalu merangkul pundak amira


'"ada apa yah" tanya amira karena dia merasa ada yang aneh dengan ayahnya


"Kita masuk kedalam dulu ya sayang" kata ayah sambil menuntun amira kedalam mobil karena mereka mengajak mang amin untuk mengantar mereka. Setelah ayah masuk amira menatap penuh curiga kepada ayahnya.


"Ada apa yah?" tanya amira

__ADS_1


"Sebenernya ayah berniat jodohin kamu dengan anak teman ayah nak" jawab ayah


"Secepat ini yah?" tanya amira


"Kamu bisa menolaknya sayang. Ayah hanya berencana" jawab ayah


"Amira akan mengikuti apa kata ayah" jawab amira


"Ini masih pertemuan sayang. Jadi kamu nggak usah pikir hal yang lain oke" kata ayah menenangkan amira


"Ayah mapanpun itu cepat atau lambat amira pasti akan menikah. Mira yakin kalau ayah nggak akan menjodohkan mira dengan orang yang sembarangan. Karna ayah sangat menyayangi mira, dan ayah pasti akan memilih yang terbaik untuk mendampingi mira" jawab amira


"Tapi ayah nggak akna lupain mirakan?" tanya amira ragu


"Itu nggak mungkin sayang. Ayah hanya punya kamu masa iya ayah mau lupain kesayangan ayah" jawab ayah


Amira langsung memeluk ayah yang ada disampingnya. Setelah mendengar hal tadi dunia seakan ambruk diatas amira. Akankah ini akan menjadi akhir buatnya??.


Bagaimana dengan harapan dan mimpi yang sudah dia rangkai dengan baik.

__ADS_1


"Sayang nanti kamu akan bertemu dengan dia dan ayah berharap kamu bisa menerimanya dengan baik" kata ayah "kalau kamu masih ragu kamu bisa menolaknya sayang. ayah tidak akan memaksamu"


Amira masih diam tak menjawab apa yang dikatakan sang ayah. Kini pikirannya kalut entah kemana. Bukan karna dia menyukai seseorang tapi mengenai harapan kedepannya.


"Sayang, bentar lagi kita sampai. Perbaiki dandanan kamu masa princessnya ayah kusut kaya gini" kata ayah


Amira mengangakt kepalanya tanpa memperdulikan tentang dirinya lagi.


"Sayang nanti bersikaplah sopan. Kalau kamu nggak suka nanti bisa bicara sama ayah" kata ayah


"Ayah amira udah bilang kalau akan menerima semuanya sesuai kata ayah. jadi ayah nghak perlu hawatir oke. Siapapun orangnya amira bakal terima" jawab amira sambil menunjukkan senyum terbaiknya


"Maafkan ayah sayang" batin ayah


"Ayo yah kita keluar. Mungkin mereka sudah sampai" kata amira


"Baiklah. Ayo sayang" kata ayah sambil menggandeng tangan amira.


Mereka menuju ruang VIV yang telah dipesan sebelumnya. Ternyata benar calon amira sudah menunggu disana bersama orang tuanya. Aira merasa pernah bertemu dengan mereka tapi entah dimana. Tak perduli dengan itu amira langsung menyalami mereka. Mereka menyambut baik kedatangan amira dan ayahnya.

__ADS_1


"Hai sayang, sekarang kamu udah besar ya. Tambah canti lagi" kata ibu paruh baya itu


__ADS_2