
Setelah itu rehan mengantarkan amira sampai kedalam rumahnya untuk berpamitan pada calon mertua. Haha mungin ini masih jauh pikir orang orang. Tapi rehan akan terus berjuang untuk mendapatkan apa yang harus dia miliki. Bukannya itu terdengar egois bukan. Yah seperti itulah rehan,bahkan ini adalah hubungan yang ia jaga sampai bertahun tahun lamanya apa mungkin ia akan melepaskan dengan mudah.
"Tak akan ada yang menolak pesonaku nona. Jadi jangan harap kau bisa berpaling dariku. karena hanya kamu yang aku iginkan" batin rehan
"Selamat malam om" sapa rehan
"Hai rehan. Kau mengantar putri kesayanganku dengan selamat?" tanya ayah
"Tentu om.. aku akan menjaganya sebisaku dan aku tidak akan membiarkan amira sedih atau terluka sedikitpun" jawab rehan
"Baikalah. Terimakasih rehan. Karna sudah malam sebaiknya kamu segera pulang"kat ayah
"Baiklah. Terimakasib karena anda sudah perhatian terhadap saya" jawab rehan
"Tentu nak hati hati di jalan" kata ayah
Amira di kode oleh ayah untuk mengantarkan rehan sampai pintu depan. Amira hanya mengangguk pasrah dan mengikuti rehan
"Terimakasih sayang, karna kamu mau mengantarku sampai sini" kata rehan
"Jaga bicaramu rehan. Aku tidak ingin punya suami sepertimu"jawab amira
"Tentu sayang aku juga mencintaimu"balas rehan lalu berjalan menuju mobilnya
Tak disangka dia berbalik menemui amira kembali.
"Capat tidur gadis kecil.Semoga mimpi indah"kata rehan sambil mengacak ngacak rambut amira
__ADS_1
Sungguh, apakah amira akan tetap berpegang pada pendiriannya. Mengingat laki laki gila ini tak akan diam di tempat saja. Semoga Tuhan berbaik hati padanya
"Hah kenapa jadi seperti ini. Ya Allah semoga kau memberikan jodoh yang terbaik untukku" batin amira
"Ayah" sapanya lalu dudum dan memeluk ayahnya dari samping
"Kenapa sayang. Apa kamu memilih dia?" tanya ayah sambil mencium kening amira
"Mana bisa secepat itu sih yah" jawab amira
"Ya ya ayah tahu sayang" jawab ayah
"Yah bagaimana ayah bertemu dengan bunda dulu?" tanya amira
"Hmb.."ayah seperti sedsng menerawang masa lalunya
"Yah.." kata amira membuyarkan lamunan ayah
"Ahh... ayah kok gitu sih. Ayah nggak sayang sama mira"tanya amira
"Bukan begitu sayang ini sudah malam. Lain kali oke" bujuk ayah
"Aku oegang janji ayah. Kalau sampai ayah mengingkari awas" ancam amira
"Iya sayang ayah janji" jawab ayah
"Segera beraihkan diri dan tidur sayang"
__ADS_1
"Baik ayah. Selamat malam"kata amira lalu mencium pipi ayah dan berjalan menuju kamarnya.
"Semoga kau rehan bisa menyayangimu dan mencintaimu seperti ayah terhadapmu nak" batin ayah
"Ahhh lelah.. "kata amira saat sampai dikamar dan merebahkan diri di atas kasur empuknya
"Kenapa ini tiba- tiba. Nggak ada sejarah kalau aku bakal nikah di usia yang cukup muda dan meninggalkan cita cita yang telah ku rangkai dari dulu. Apa kata dunia coba. Dan melihat calon suami seperti dia Ya Tuhan apa aku bisa? melihat sikapnya seperti itu membuatku mauak. Apa dia juga berlaku sama pada semua wanita yang ia jumpai. Ahh.. terserah aku nggak perduli" batin amira
Amira memuruskan untuk segeamra masuk kamar mandi dan menguyur tubuhnya lalu berganti baju dan terjun kadalam dunia mimpi.
Setelah keluar dari kamar mandi amira mengambil ponsel yang ada didalam tasnya tadi.
"Nomor baru?? Siapa ya perasaan aku nggak pernah ngasih nomor ke orang lain" pikir amira
Tak menunggu waktu ia langsung membuka isi pesanitu.
"Selamat tidur gadis kecil semoga kau memimpikanku dalam tidurmu😙😙"
Darimana dia mendapat nomorku oh Tuhan kenapa dunia ini terasa sesak baginya.
Tak menunggu waktu amira langsung meletakkan ponselnya di atas nangkas dan beranjak untuk tidur.
"Semoga hal itu tadi hanya sebatas mimpi yang tidak akan ada di dunia nyata." pikir amira
Gak menunggu waktu lama amira sudah terlelap di alam yang lain. Memang setelah belanja tadi siang dia belum tidur. Sehingga kini kantuk sudah melanda.
Disana rehan belum mendapat respon dari amira akhirnya dia mengirim pesan padanya lagi.
__ADS_1
"Gadis kecil apa kamu sudah tidur aku akan mengantarkanmu kesekolah besok jadi bersiaplah😙😙"
"Hah tak ada jawaban. Mungkin dia sudah tidur. Baiklah aku akan tidur dan menyiapkan diri untuk besok. Semoga kamu tidak menghinghindar dariku gadis kecil" gumam rehan