Sebuah Ikatan

Sebuah Ikatan
Mencoba kabur


__ADS_3

"Udah ah pada berisik. Amira pulang sendiri aja" kata amira lalu meninggalkan rehan dan reno


"Ini gara gara loe" kata rehan sambil menuding reno


"Loe yang mulai" jawab reno tak mau kalah dengan rehan


"Hah.. gue nggak habis pikir sama mereka. Pusing gue lihat bisa bisanya cuma gara gara masalah sepele aja kaya gitu. Udah pada tua pada gak nyadar" geruntu amira lalu memghentikan taksi yang kebetulan lewat di depannya.


Setelah itu amira merasa aman tanpa diikuti dua pria menyebalkan itu. Bagaimana dia tidak berkata menyebalkan walau itu pada kakak dan calon suaminya kalau mereka bertingkah seperti itu.


Setelah puas berdebat mereka baru menyadari kalau amira sudah nggak ada di dekatnya merekapun mulai panik.


"Ini semua gara loe" kata rehan


"Enak aja yang nyamperin amira dulu itu gue bukan loe" elak reno


"Kalau loe nggak ngajak debet amira pasti udah pulang sama gue" cicit rehan mencoba menahan emosinya


"Ngomong sama loe nggak akan ada habisnya" kata reno


"Emang gue sudi bicara sama loe" kata rehan lalu pergi meninggalkan reno menuju ke dalam mobilnya


"Ah sial ini gara- gara tuh anak gue nggak jafi jalan bareng sama mira. Padahal gue udah siapin lejutan untuknya" kata reno lalu memukul setirnya


Disisi lain rehan juga tak kalah mengucap sumpah serapah untuk reno


"Siala* si reno awas aja gue nggak akan biarin loe dekat sama calon istri gue"


"Gue akan buat loe menjauh dari amira"


"Awas saja kalau dia masih berani macam- macam" lalu rehan segera melajukan mobilnya kerumah amira dia berfikir amira akan segera pulang karena amira bukan orang yang suka jalan- jalan kalau nggak ada ajakan dari teman- temannya.


Di taksi


"Pak berhenti di taman depan ya" kata amira


"Iya neng" jawab pk supir


Tak lama amira sudah sampai tempat tujuan.


"Sudah sampai" kata pak supir


"Makasih pak. Ini pak" kata amira sambil mengeluarkan selembar uang ratusan


"Ini kembaliannya neng" kata pak supir


"Makasih pak" kata amira


"Sama sama" jawab bapak tadi


Amira segera turun dan duduk di kursi taman


"Mereka pasti akan mencariku di rumah lebih baik aku disini dulu menghilangkan jenuh dan juga lelah" pikir amira


Saat di taman tak sengaja amira melihat keisya. Mira langsung memanggil keisya


"Sya" teriak amira


Karna merasa ada yang memanggil keisya mengedarkan pandangannya keliling dan menemukan amira. Amira melambaikan tangan pada keisya tak lama mereka sekarang sudah berdua


"Tumben disini kenapa nggak langsung pulang"tanya keisya


"Males" jawab amira dengan muka betenya


"Udah jelek nggak usah di jelek- jelekin tuh muka" kata keisya


"Teman lagi susah malah di hina" kata amira


"Bentar gue bilang ke lula kalau aku disini" kata keisya


"Emang lula kemana?" tanya amira


"Dia lagi cari minum" jawab keisya


"Sekalian suruh beliin aku capucino" kata amira

__ADS_1


"Siapppp" jawab keisya lalu mengangkat jempolnya


"Eh, gue tadi tanya belum loe jawab ra" kata keisya


"Apa?" tanya anira


"Tumben disini ada apa ada masalah?" tanya keisya


"Nggak ada cuma lagi kesel sama orang" jawab amira


"Mending loe cerita dulu deh" Kata keisya


"Ntar aja kalau moodnya udah baik" jawab amira


Tak lama lula datang dengan membawa satu cup capucino dan satu cup jus wortel


"Nih pesenannya" kata lula sambil menyodorkan cup pada amira


"Makasih sayang" kata amira


"Hmb" jawab lula


"Loe nggak gila kan ra" tanya keisya


"I'am oke baby" jawab amira sambil tersentum pada keisya


"Jij** gue lihat loe kaya gitu" kata keisya


"Kalian kenapa sih?" tanya Lula


"Tanya tuh sahabat loe" kata keisya


"Kalian emang sama- sama nggak beres" kata lula. Lula palibg benci kalau dia tanya terus di perpanjang suruh tanya sana sini


"Aku pulang dulu" kata amira


"Hei raa, loe belum jelasin ke gue" kata keisya kesal sama amira


"Tunggu entar malam" jawab amira. Dia nggak serius karena nggak ingin tambah jenuh dengan kedatangan keisya.


Amira segera melangkahkan kaki pulang dan mencari taksi. Sesampainya di rumah dia sudah di sambut oleh bibi tumben bangetkan.


"Siang non" jawab bibi "Oh iya non tadi ada yang dateng ke sini cari non. Orangnya laki- laki kayaknya tadi pagi juga kesini deh " kata bibi


"Biarin aja bi. Yaudh bi amira mau mandi dulu" kata amira


"Ya gue yakin kalian pasri dateng ke rumah. Aku harus kabur setelah ini karena nanti mereka akan datang lagi" pikir amira


Amira langsung menuju ke kamar dan membersihkan diri lalu mengemas beberapa pakaian dan barang yang di butuhkan besok untuk ke kampus.Setelah selesai amira langsung keluar lagi tanpa memberitahu siapapun.


Tujuan amira kali ini adalah rumah lula karena disana mira sudah akrab dengan orang tuanya bukan dia tidak dekat dengan keluarga keisya tapi kalau dirumah keisya terlalu mencolok ayahnya pasti tahu kalau dia ada di sana.


Amira mengetik pesan untuk lula


To: lula


La, nanti aku nginep dirumah kamu ya


Setelah mengetik pasan amira langsung mencari taxi dan meluncur ke rumah lula.


Saat mira masuk di mobil balasan pesan dari lula masuk pada amira


To: amira


Iya aku tunggu di rumah. Langsung masuk kamarku aja ra. Mama lagi keluar sama tante rena.


Setelah membaca pesan itu amira tersenyum lebar. Nanti tinggal izin pada ayah kalau sudah sampai di rumah lula.


"Berhenti di depan pak" kata amira lalu memasukkan ponsel dan mengambil uang untuk membayar ongkos


"Makasih mbk" kata pk supir


"Sama- sama pk hati hati" jawab amira lalu keluar dan langsung masuk ledalam rumah lula.


Ayah sudah pilang hari ini dan langsung menuju ke kamar tanpa memperhatikan sekitar dan baru turun ketika akan makan malam.

__ADS_1


Sesampainya di meja makan adira tak melihat keberadaan putri tersayangnya dan menanyakan pada bibi


"Bi kok nggak lihat amira. Apa dia belum pulang" tanya adira pada bibi yang menyiapkan kopi di sampingnya


"Maaf tuan, tadi non mira udah pulang lalu berangkat lagi dan nggak bilang apa apa" jawab bibi sambil menundukkan kepala karena takut dengan tuannya


"Ya udah bi" kata adira


"Iya tuan" jawab bibi lalu pergi meninggalkan adira di ruang makan.


"Mungkin mira di rumah keisya nanti setelah makan akan aku telvon" pikir adira lalu melanjutkan makan malamnya. Terasa sepi memang karena putri kesayangannya nggak ada.


Setelah selesai afira menuju ke ruang keluarga untuk mengistirahatkan diri sambil menonton tv.


Di depan rumah adira nampak ada dua mobil yang masuk ke halaman rumahnya tak lain reno dan rehan. Kenapa mereka bisa samaan datengnya. Reno langsung melangkahkan kakinya dan disusul oleh rehan di belakangnya


"Assalamualaikum" salam reno


"Ngapain loe kesini" tanya rehan dengan pandangan yang tak bersahabat


"Suka- suka saya ini bukan rumah anda" jawab reno tanpa melihat ke arah rehan


"Assalamualaikum" kata reno lagi


Adira yang mendengar orang mengucap salam langsung menghampiri ke depan


"Waalaikumussalam. Kalian kenapa nggak langsung masuk aja ayo sini jangan hanya diluar" kata adira lalu mempersilahkan mereka masuk dan menyuruh bibi untuk membuatkan minum untuk tamunya.


"Tumben datengnya barengan" tanya ayah larena melihat aneh pada keduanya soalnya mereka tak pernah akur kalau di hadapan adira


"Dia ngikuti rehan yah" jawab rehan


"Enak aja. Loe tuh yang ngikuti gue" jawab reno


"Udah jangan bertengkar kalian udah pada besar kaya anak kecil aja" kata adira sambil menggelengkan kepala


"Yah mira mana?" tanya rehan


"Entahlah nak. Dia tadi udah pulang tapi kata bibi dia berangkat lagi dan juga nggak bilang kemana" jawab adira. Sebelumnya tadi adira sudah berusaha menghubungi amira tapi tak bisa. Dia juga menanyakan pada keisya tapi katanya dia tak ada di sana. Jafi adira memutuskan untuk menunggu disana


"Ayah nggak khawatir" tanya rehan


"Sebenarnya iya tapi nomer amira nggak bisa di hubungi" jawab adira


"Kenapa dia nggak berubah sih yah suka main kabur aja" kata reno


"Entahlah mungkin ada masalah" jawab adira. Dia sengaja tak memberi tahu mereka agar tak mencari amira karena pasti dia besok pagi udah kembali.


"Maaf yah mungin ini gara- gara kita" jawab reno


"Kita. Loe aja kali jangan libatin gue dalam masalah loe"jawab rehan yang tak mau di salahkan oleh reno


"Kan loe juga dari tadi ikutin mira" jawab reno


"Sudah- sudah pusing ayah denger kalian" kata adira


"Maaf yah ya sudah rehan pulang dulu ya yah. Barusan dapat pesen dari papa suruh segera pulabg" kata rehan lalu menyalami tangan adira.


Setelah kepergian rehan tak lama renopun menyusul untuk pulang agar adira bisa istirahat. Setelah tamunya pergi ada panggilan di hp adira tak lain dari amira


"Halo sayang kamu dimana" tanya adira


"Ayah maafin mira ya, jadi bikin ayah khawatir" kata mira merasa bersalah karena tak izin pada ayahnya dulu


"Kamu dimana? kapan pulang" tanya adira


"Maaf yah mira nggak bisa pulang sekarang. Tapi mira janji akan pulang besok" kata amira


"Ya udah hati- hati. Jangan keluar segera isirahat" kata adira


"Yah jangan fikirin mira ya. Mira ada di rumah lula. Beneran sekarang mira ada di sini. Kalau ayah nggak percaya mira bisa ganti vc aja" kata amira karena takut ayah masih mencemaskannya


"Ayah percaya kok sama kamu. Ya udah buruan tidur besok ada jadwal kuliah pagikan" kata ayah


"Iya yah setelah ini mira langsung istorahat" kata amira

__ADS_1


"Selamat malam sayang" kata adira


"Malam yah.. Muachh" kata amira lalu memutuskan sambungan telvonnya


__ADS_2