
Dalam hati rehan sangat benci melihat hal itu tapi dia tak ingin marah- marah disini. Dia cemburu melihat amira memeluk laki- laki lain daan rehan belum pernah melihat wajahnya.
" kelihatannya dia masih asing bagiku" batin rehan
" Tapi siap dia" pikirnya" ahhh.. sial ntar aku cari tahu sekarang aku harus kekantor karna ada metting dengan karyawan"
lalu rehan segera memajukan mobil meninggalkan kampus amira menuju ke kantornya.
Setibanya di kantor rehan segera masuk kedalam ruang rapat yang dimana hampir semua sudah memasuki ruangan.
Amira Prov
"Aku sangat membenci hal ini. Kenapa dia selalu seperti itu. Sejak ada rehan jariku terasa begitu lama dan aku merasa tak bisa bergerak dengan bebas. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? Kenapa semua ini harus terjadi" pikir amira
Tak menunggu waktu lama aku segera merebahkan dirj dan terleleap. Berharap hari esok tak akan cepat sampai.
Saat aku bangun aku teringat kalau rehan akan menjemputku kali ini. Ralat bukan kali ini tapi seterusnya. Aku segera kekamar mandi dan menjalankan kewajiban umat islam lalu segera mengemas apa yang nanti akan aku bawa dan kembali untuk mandi.
Saat aku sudah selesai aku segera turun ke bawah ternyata sudah ada ayah di sana. Aku berpikir untuk membuat salad karena kalau makan nasi aku selalu lama. Aku tak ingin rehan sampai disini dan aku masih di rumah. Ya aku berrencana untuk menghindar darinya.
Saat aku hampir selesai tiba- tiba aku mendengar suara yang begitu familiar. Aku mencoba menepis bayangan buruk itu. Aku berusaha tetap tenang hingga ayah memanggilku.
Dan karena kecerobohanku aku menjatuhkan pisau yang ada di sampingku. Aku merutuki diriku sendiri. Hingga tiba - tiba rehan sudah ada di depanku dan memutar tubuhku memastikan aku tak terluka sedikitpun.
Aku mengajak mereka untuk segera sarapan agar hal yang menurutku terlalu di lebih- lebihkan segera usai.
Setelah selesai sarapan aku berangkat ke kampus dan tentunya diantar oleh rehan.
Entah kenapa aku sangat benci dengan hal ini, lain dengan perempuan yang lain. Yang akan bahagia jika diantar oleh orang yang tampan dan akan menjadi suaminya.
Saat di jalan aku tak ingin nerkata apapun. kita hanya diam dalam kalut pikiran masing. Aku berencana untuk terbebas dari rehan. Sebenarnya dia orang yang baik tak menuntut apapun dariku. Tapi mana mungkin orang mau menikah dengan orang yang tidak dia kenal dan tidak di cintainya.
Tak terasa kini aku sudah sampai di kampus. Dia selalu antusias untuk mengantar dan menjemputku aku masih berfikir untuk mencari alasan yang tepat.
Saat aku turun dan mulai memasuki gerbang, aku terkejut ketika ada tangan yang menarikku. Ingin rasanya aku marah dan mengantamkan pukulan kearahnya. Namun setelah aku melihat dengan jelas aku sangat terkejut dia adalah kak reno. Orang yang selalu ada saat aku mengalami masa sulit. Dan aku pernah mencintainya.
Tanpa berpikir panjang aku langsung memeluk tubuhnya dan dia membalas pelukanku.
"Kak ren, kenapa baru dateng?" tanya amira dengan mata yang sudah berkaca kaca
"Kamukan tahu sendiri ra, aku masih meneruskan studiku dan sekarang audah selesai aku akan menetap disini"jawab reno
"Bener janji. Kan emang rumah kak reno disini terus kemana bilangnya kaya gitu?" tanya amira
Aku masih penasaran dengan apa yang di katakan kak reno padahal orang tuanya berasal dari sini.
"Apa kamu lupa aku disini di rumah nenek, ibuku berasal dari kota X dan ayah dari kota Y" jawab reno
"Baikalah... ayo kita masuk" ajak amira
"Aku akan tunggu di luar kalau udah kamu bisa telvon"kata reno
"Nggak lama kak ren, ayo" ajak amira sambil menarik tangan reno
"Kebiasaan nih anak ternyata nggak berubah ya. Selalu maksa, walau bagaimanapun aku tak bisa berbuat apa- apa. Amira tunggu waktu yang tepat aku akan melamarmu"pikir rehan
Amira tidak melepas cengkraman tangannya pada kak reno. Dia terus menariknya. Dan amira tidak sadar karena menjadi tontonan anak - anak. Pasalnya amira yang selalu cuwek dengan lawan jenis hari ini malah menarik tangan orang yabg asing menurut mereka.
Reno langsung menyamai langkah amira dan mendekatkan kepalanya
"Apa kamu suka menjadi pusat perhatian. Tolong lepaskan tanganku" kata reno sedikit berbisik
"Baiklah, maaf" kata amira dan terus melangkahkan kakinya menuju ke kelas.
"Apa aku harus ikut masuk?" tanya reno
"Iya" jawab amira
Dia duduk di kursi dan menarik kursi satu lagi untuk kak reno.
"Sini kak" kata amira
Reno hanya bisa menuruti permintaan gadisnya.Dari pada dia kena omelan lebih baik di menurut saja.
Saat kelas hampir penuh datanglah temen amira yang menyapanya.
"Siapa ra?? kurasa dia bukan pria yang kemarin" tanya keisya
"Nanti akan ku beritahu"jawab amira sedikit berbisik pada keisya
"Aku duduk disana" kata keisya sambil menunjuk bangku kosong yang ada di seberang bangkunya.
"Baiklah"jawab amira
Amira menghadap kedepan kembali
"Ra apa itu tadi temanmu?"tanya reno
"Iya nanti kalau sudah keluar kelas aku kenalin sama dia. Apa kak reno suka sama dia?" tanya amira
"Nggak jangan bicara sembarangan" kata kak reno
"Gimana bisa aku jatuh cinta sama dia orang yang aku tungguin dari dulu ada didepan mata kenapa harus cari orang lain" batin kak reno
"Ya kali aja" jawab amira
"Ini nanti lama apa nggak?" tanya kak reno
__ADS_1
"Kenapa sih kak? atau jangan- jangan kamu jarang masuk dulu saat di kampus?" tanya amira
"Enak aja kamu bilang. Asal kamu tahu aku dapat gelar mahasiswa terbaik disana" ucap kak reno
"Nggak sombong lho yaa"cibir amira
"Aku hanya ingin kamu tahu itu supaya tidak meremehkanku lagi"jawab reno
"Ya ya baiklah" jawab amira
"Nanti pulang kita ke mall dulu yuk jalan- jalan"ajak reno
"Terserah kak reno aja aku ikut" jawab amira
"Baikalah nanti aku akan traktir ice krim" kata kak reno
" hanya itu?" tanya amira
"Apapun yang kamu mau" jawab reno
"Baiklah kakak terbaik"kata amira sambil mengacungkan dua jempolnya
"Aku senang bisa lihat kamu bahagia. Apapun akan aku lakukan untukmu ra" pikir rehan
Tak lama dosenpun memasuki ruangan. Reno juga ikut memperhatikan apa yang dijelaskan oleh beliau walapun dia bukan mahasiswa disana.
Reno prov
Setelah sekian lama aku menunggu hari ini datang juga. akan ku tunjukkan padamu amira jika aku sangat menyayangimu. Aku tak ingin kamubpergi dariku. Setelah semuanya siap aku akan melamarmu.
Aku tak sabar menanti hari itu tiba. Semoga kamu menjawab iya. Aku ingin kita bahagia bersama keluarga kecil kita nantinya. Dan tak akan ada orang lain.
Amira semoga kamu mempinyai rasa yang sma terhadapku. Aku hanya ingin itu darimu tak lebih.
.
.
.
.
○○○
Tak terasa pelajaran sudah usai. Jam sudah menunjukan waktu makan siang.
"Kak ren, ayo ke kantin aku lapar" ajak amira
"Baiklah. Apa kamu nggak ingin keluar?" tanya kak reno
"Emb.... disini saja 30 menit lagi udah ganti matkul jam 2 kita udah keluar. Sekalian sholat dulu" jawab amira
"Ra kamu makan dimana" tanya keisya
"Di kantin aja. Ayo ikut sekalian" ajak amira
"Emang nggak papa?"tanya keisya
" Tentu tidak emang siapa yang keberatan?" tanya amira
Amira langsung menarik tangan keisya lalu di ikuti oleh reno di belakang mereka.
"Oh iua sya, udah 3 hari kita nggak lihat lula kamu tahu dia kemana?" tanya amira
"Dia sakit ra" jawab keisya
"Kok kamu nggak bilang sama aku?" tanya amira
" Kamu masih sibuk ngurusin orang aku nggak mau ganggu waktu kalian " jawab keisya
"Besok kalau dia belum sembuh kita jenguk dia oke"ajak amira
"Baiklah" jawab keisya
Merekapun tiba di kantin amira duduk sebelahan dengan keisya sadangkan reno berada dihapan amira.
"Kak mau makan apa? biar aku yang pesenin" tanya amira
"Terserah kamu saja. Aku bisa makan semuanya kok" jawab reno lalu mengalihkan pandangannya dengan bermain ponselnya.
"Baikalah... kamu sya?" tanya amira
"Samain aja" jawab keisya
Amira pergi ke stan untuk memesan makanan dan berharap mereka berkenalan agar lebih akrab. Namun hal itu tidak terjadi mereka saling diam karena nggak ingin tahu satu sma lain.
Bukan seperti itu tapi karna mereka masih sangat gengsi untuk memulai dari mana. Akhirnya mereka menunggu amira memperkenalkan mereka berdua.
Tak lama amirapun kembali.
"Kenapa diam aj. apa mereka dari tadi seperti ini?" pikir amira
Amira segera duduk di tempatnya tadi.
"Oh iya kak ren," kata amira memecah keheningan yang ada di antara mereka.
"Ada apa ra, kamu ingin sesuatu?" tanya reno
__ADS_1
"Nggak kak. Hmb kenalin ini keisya " kata amira " Dan sya kenalin dia kak reno" sambung amira
"Reno" kata reno sambil mengulurkan tangannya
" Keisya" kata keiya sambil menjabat tangan reno
Tak lama makanan mereka sampai.
"Akhirnya makanannya sampai" kata amira tersenyum lega seperti menahan sesuatu.
"Apa kamu tadi tidak sarapan? " tanya reno dengan tatapan penuh selidik
"Sudah" jawab amira tanpa melihat kearah reno dan bersiap menyantap makanannya.
"Apa ada yang kamu sembunyikan?" tanya reno lagi
"Nggak ada kak ren, beneran aku tadi sudah sarapan. Aku tadi makan salad jadi tak begitu menganjal perutku. Kalau kakak masih nggak percaya bisa tanyakan pada ayah" jawab amira
"Kamu suka sekali makan tapi nggak pernah berubah sedikitpun" kata reno
"Itulah yang aku suka jadi aku nggak perlu diet dan segala macam " jawab amira
"Nanti aku antar ke rumah sekalian bertemu ayah" kata reno
"Terserah kakak saja. Ayo makan aku sudah lapar" kata amira
"Oh iya sya, kamu nanti ada acara tidak setelah ini. Gimana kalau ikut kita jalan - jalan ke mall"tanya amira
"Nanti aku ada janji sama shella jadi aku nggak bisa maaf ya ra"kata keisya
" Ya sudah kalau begitu" jawab amira lalu melanjutkan makan
"Hah.. untung dia nggak mau. Aku hanya ingin ada waktu untuk kita ra. Aku sangat merindukanmu. Aku nggak ingin ada orang lain untuk saat ini" batin reno
"Maafkan aku ra, bukan aku tak mau. Melihat tatapan kak reno padamu aku merasa dia menyukaimu. Aku takut nanti tumbuh rasa dan menjadikan renggang di antara kita. Meskipun aku tahu kalau kamu selarang sudah di jodohkan. Walau kamu tak menjawab iya" batin keisya
Kini mereka sudah selesai makan dan memutuskan untuk sholat terlebih dulu lalu kembali ke dalam kelas.
"Kak reno bisa sholat di sana dan di sana ada lemari itu ada sarung yang bisa kakak pakai kalau nggak mau pakai celana" kata amira
"Terimakasih adikku sayang. Meskipun kamu nggak bilang aku kan bisa tanya mereka" kata reno sambil mengacak poni amira dan berjalan meninggalkannya sebelum dia marah
"Ihhh.. kak reno kebiasaan deh" ucap amira lalu berjalan ke tempat wudhu
"Dariman ra?" tanya keisya yang sudah selesai wudhu
"Nganterin kak reno" jawab amira
"Aku tungvu di dalam"kata keisya lalu pergi meninggalkan amira
○○○○
Saat pulang rencana mereka adalah ke mall. Namun amira hampir saja lupa kalau dia selalu bersama rehan saat berangkat ataupun pulang. Dia segera mencari barang pipihnya untuk menghubungi rehan.
"Bentar ya kak ren" kata amira
"Ada apa. apa ada yang tertinggal?" tanya reno
"Nggak ada kak. Aku mau beli minum dulu kakak bisa masuk ke mobil duluan"kata amira
"Baiklah aku tunggubdi dalam mobil. Apa perlu aku antar" tawar reno
"Nggak perlu kak cuma sebentar" jawab amira lalu berjalan meninggalkan reno
"Maaf kak sebenarnya tujuanku bukan ini tapi untuk menghubungi rehan. Bukan aku tak mau jujur. Tapi aku belum siap dan aku belum bisa menerimanya. Aku berharap kakak yang menjadi suamiku nanti tapi itu tak akan mungkin" batin amira
Amira segera membuka tasnya dan mengeluarkan benda itu. tapi ada beberapa panggilan dan pesan tapi dari siapa? pikir amira.
Amira segera membukanya. Ternyata dari rehan.
Gadis kecil maaf ya saat ini aku ada metting dengan clien. Kamu bisa pulang sendirikan. Nanti malam aku akan kerumahmu. Jangaan merindukan aku😘😘
Amira merasa lega karena rehan sedang ada urusan jadi dia nggak perlu cari alasan apapun.
Amira lalu berjalan ke mini manimarket yang ada di sebelah dan membeli dua botol minuman. Satu untuknya dan untuk kak reno. Dan tak lupa beberapa camilan. Setelah cukup dia langsung kembali.
"Udah?" tanya reno
Amira hanya mengangguk.
"Kamu beli apa aja sih ra?" tanya reno
"Minuman sama snak. Aku takut bosan kalau hanya diam" jawab amira
"Apa kamu nggak mau cerita atau tanya apa gitu sama aku. Kita udah lama lo ra nggak ketemu" kata reno
"Kalau hanya cerita aja aku nanti takut ketiduran" jawab amira
"Hahh.. aku lupa selain doyan makan kamu juga ratunya tidur. Tapi awas saja kalau kamu tidur di sembaramg tempat atau berasama orang yang tidak kamu kenal" ancam reno
"Itu tak akan terjadi. Aku nyaman dengan orangnya baru aku bisa tidur dengan nyenyak " jawab amira
"Baiklah aku percaya padamu" jawab reno.
lalu menancap gas pergi meninggalkan kampus menerjang kepadatan jalan menuju mall terdekat.
Terimakasih 😊😊😊 untuk pembaca yang sudah setia membaca apa yang author tulis.
__ADS_1
Dan maaf kalau lama. Soalnya autor juga bingung bagi waktu buat kuliah dan ngaji juga. Kalau udah libur autor janji bakal update setiap hari.
Sekali lagi maaf ya. Sebenarnya author waktu nulis ini hanya iseng saja jadi maaf kalau ceritanya kurang menyenangkan karena dari awal nggak ada niatan buat bikin ini cerita. Tapi karena banyak yang membaca jadi author akan berusaha terus lajutin ceritanya sampai akhir. Dan jangan lupa untuk terus dukung authot ya teman teman. Karena kalian adalah motivasi bagi kami.