Sebuah Ikatan

Sebuah Ikatan
Sedikit Ruang


__ADS_3

Setelah memasuki kemudi rehan langsung menjalankan mobilnya membelah kemacetan kota. Dalam mobil suasana sangat hening tak ada yang berniat untuk memulai pertanyaan. Namun amira tak bisa tahan dengan situasi seperti ini. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara.


" Kenapa kamu mau menerima perjodohan ini?" tanya amira sambil mengubah posisi menhadap pada rehan.


Rehan hanya menoleh pada amira lalu tersenyum tanpa menjawab apa yang ia tanyakan.


"sudah kuduga dia akan bertanya tentang ini. walau aku mencoba menjelaskan untuk saat ini mungkin dia juga tidak akan percaya" batin rehan


"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku apa kau sakit gigi?" tanya amira lagi


"Apa itu penting" jawab rehan tanpa menoleh pada amira


"Sangat menyebalkan" kata amira dengan suara yang pelan namun rehan masih bisa mendengarnya


"Apa katamu?" tanya rehan


"Bukan apa apa, nggak penting" kata amira sambil mengecutkan bibirnya lalu membuang pandangannya keluar jendela


"Lucu juga nih anak kalau lagi ngambek.. nggak ada yang berubah. setelah sekian lama kita nggak ketemu. Andai kamu mengingatku mungkinkah ada ruang untukku dihatimu" batin rehan


"Rehan.." panggil amira


"Hmm..." jawab rehan


"Sungguh menyebalkan" batin amira


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya amira


"Mungkin"jawab rehan asal


"Aku bertanya sunguh sungguh rehan" kata amira


"Apa kamu pikir aku bohong" jawab rehan mencoba meyakinkan amira


"Terserah apa katamu" kata amira


"Yuk turun" ajak rehan yang ternyata sudah ada di samping amira dan membukakan pintu untuknya


"Sejak kapan kamu di sini?" tanya amira


"Apa itu penting. Ayo sebelum pukul 10. aku harus mengantarmu pulang" kata rehan lalu menarik tangan amira


Mereka menuju bangku taman yang kosong. Setelah mereka mendapat tempat duduk amira memandang wajah rehan tanpa kata apapun.


"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya rehan


"Siapa yang melihatmu. Jangan ke Pd an"kata amira


"Lakukan apapun sesuka hatimu" jawab rehan


"Itu tentu"jawab amira


"Kenapa kamu menerima perjodohan ini?" tanya rehan

__ADS_1


"Siapa bilang aku menerima perjodohan ini? Aku belum menjawab seperti itu. ayah masih memberi aku waktu untuk mempertimbangkan semuanya. jadi kamu jangan ke pd an kalau aku nerima perjodohan ini" jawab amira


"Teraerah apa katamu. Yang jelas aku akan membuatmu jatuh cinta kepada ku. Entah harus dengan cara apa aku memulainya"kata rehan


"Rehan, aku tanya serius sama kamu."kata amira memandang kearah rehan tajam


"Bicaralah aku akan menjawabnya" jawab rehan


"Kenapa tadi mama bilang dulu waktu aku kecil pernah bertemu. Yah saat aku usia 7 tahun. Emang kita pernah bersama?" tanya amira


"Kau pasti lupa gadis kecil. Kamu menangis saat acara ulang tahun reza karna bajumu terkena tumpahan jus"jawab rehan dia memberi waktu amira untuk berpikir.


"Apa itu benar ? aku masih belum ingat" kata amira


"Kamu pasti lupa. kamu menangis dan aku menenangkanmu dengan memberikanmu lolipop dan sebuah boneka panda berukuran sedang" jelas rehan


"Sebentar boneka panda?" tany amira


"Hmb.. kamu ingat?"tanya rehan


"Belum. tapi aku ingat laki laki yang memakai kemeja putih celana biru.. Aaa... iya iya aku ingat. anak yang lebih tinggi dariku menghampiriku dan menenangkanku. Itu kamu?"tanya amira


"Menurutmu?" tanya rehan


"Beneran han?" tanya amira


"Hmb....dua hari setelah kejadian itu aku pergi keluar negri bersama keluargaku kita memutuskan untuk menetap disana. Dan setelah kejadian itu aku baru kembali sekarang. Mungkin kamu idah lupa. Padahal sebelum aku pergi kamu pernah bilang kalau kamu mencintaiku. Hal itu yang membuatku ingin kembali kesini. Karnamu" jelas rehan lalu menatap kearah amira


"Kamu nggak sedang bercanda kan rehan. Mana ada anak kecil bilang kaya gitu. Cinta ahh.. rasanya hal itu sunghuh tidak mungkin. Apa kamu mencoba menipuku?" tanya amira


"Tapi rehan.. emb, bukankah ini lebih dari 10 tahun yang lalu bahkan hampir 15 tahun rehan. Kau tahu itu? umurku sekarang bahkan hampir 21 tahun" kata amira


"Lalu apa hubungannya dengan hal ini? apa aku salah jika aku memperjuangkan apa yang harusnya aku miliki " jawab rehan


" Rehan apa itu nggak berlebihan? aku masih kecil bahkan aku tidak mengetahui apa itu mencintai" elak amira


"Tapi sekarang kamu tahukan" jawab reham dengan entengnya


"Apa kamu meminta pertanggung jawaban dari apa yang aku katakan saat aku sendiri tidak mengetahui hal itu? " tanya amira


"Yah bisa di bilang seperti itu. Tapi kamu mengatakan hal itu dengan sadar mira, kamu tidak tidur" elak rehan


"Terserah apa katamu rehan, tapi bagaimana kalau aku tiak menyukaimu" tanya amira


"Kan aku sudah bilang kalau aku akan membuatmu mencintaiku" kata rehan sambil memegang tangan amira


"Rehan ini bukan hal yang bisa di buat main main. Penikahan itu bukan hal sepele han" kata amira lalu menundukkan kepalanya dia merasa telah mencapai jalan buntu karna usahanya sia-sia.


"Aku bersungguh-sungguh ra, apa kamu tidak bisa melihat kesungguhanku? apa kamu tidak yakin kalau aku akan membuatmu bahagia nantinya?" tanya rehan


"Maaf rehan, bukan aku tak percaya padamu. Tapi aku hanya meyakinkan saja kalau hal ini sudah benar supaya tak ada penyesalan nantinya" jawab amira


"Ya aku memahamimu. aku akan berusaha mayakinkanmu. Beri aku sedikit ruang dalam hatimu agar aku bisa memilikimu mira" kata rehan sambil memegang erat kedua tangan amira

__ADS_1


"Aku percaya padamu rehan" jawab amira lalu menarik tangannya lalu melihat jam di pergelangan tangannya


"Kenapa?" tanya rehan


"Hampir jam setengah sepuluh rehan" jawab amira


"Hmbbb.. baiklah tapi kita beli ice krim dulu" ajak rehan


"Tapi han" elak amira


"Kenapa kamu nggak setuju?" tanya rehan


"Bukan begitu" kata amira


"Lalu...?" tanya rehan


Amira hanya diam tak menjawab.


"Kalau kamu nggak mau kita nggak akan pulang" ancam rehan


" Kamu nyebelin. Ya udah ayo" jawab amira


"Nah gitu dong nurutkan gampang jadinya"kata rehan


"Iya bawel" jawab amira lalu berjalan meninggalkan rehan.


Rehan langsung mengejar amira. Kini rehan dan amira sudah sejajar. karena entah langakh amira yabg terlalu pendek atau rehan yang jalannya cepat. Hanya autor yang tahu. hhha


Kini mereka sudah sampai di parkiran. Rehan langsung menjalankan mobilnya menuju mini market terdekat. Dia membeli ice krim tiga rasa satu untuk dirinya dan satu untuk amira. Sedang amira masih menunggu didalam mobil karena rehan tidak memberi izin untuk keluar.


"Ini untukmu. Maaf aku nggak tahu mana yang kamu sukai" kata rehan lalu menyetahkan ice krim itu tadi


"Aku suka semuanya. tapi aku lebih suka rasa vanila dan coklat" jawab amira


" Baiklah tuan purti lain kali aku akan mentraktirmu" kata rehan


"Ya ya.. aku akan aku tagih janjimu" kata amira


"Tentu apa sih yang nggak buat kamu. Kalau aku lupa kamu ingatin ya"kata rehan


"Ya tentu, dengan senang hati" jawab amira lalu tersenyum


"Giamana kita pulang sekarang?"tanya rehan


"Bukan tapi tahun depan"jawab amira jengkel


"Baiklah kalau nanti ayah tanya akan ku jawab kamu nggak ingin pulang dan kamu ingin yerus bersamaku" kata rehan


"Yee siapa juga yang bilang gitu?" tanya amira " Emang ayah percaya sama kamu"


"Kenapa nggak percaya sama calon muntu."


tanya rehan

__ADS_1


"Ayo rehan kita pulang. Nanti ayah menungguku" kata amira


"Katanya tadi mau pulang tahun depan" goda rehan


__ADS_2