
Setelah itu rehan mengantarkan amira pulang. Di jalan mereka diam. Rehan memikirkan bagaimana rencana selanjutnya. Sedangkan amira masih berfikir apakah hal itu memang benar terjadi dimasa lalu karna dia tak ingat apapun yang terjadi. Tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di depan rumah amira.
"Nggak terasa ya. Sekarang udah nyampe" kata rehan
"Makasih ya han, maaf udah ngerepotin" kata amira
"Nggak ada yang di repotkan ra, masa sama calon istri nggak boleh kaya gini"jawab rehan
Amira hanya diam karena dia malas untuk membicarakan hal itu.
"Nggak mampir dulu?" tanya amira
"Ya harus dong masa aku nggak nyamperin ayah mertua" jawab rehan lalu keluar dan membukakan pintu untuk amira
"Terimakasih, tapi aku bisa sendiri rehan" kata amira
"Aku tak akan membiarkanmu berjuang keras mira" jawab rehan
"Dan aku bukan anak kecil lagi rehan, aku bisa melakukan hal itu sendiri" jawab amira dengan kesal
Karena mendengar keributan ayah memutuskan untuk ke teras depan. Ternyata putri kesayangannya dan juga rehan.
"Sudah pulang sayang, masuk dulu han" ajak ayah
Amira langsung menyalami ayah dan masuk kerumah. Baru disusul oleh rehan dan ayah dari belakang. Amira langsung naik ke atas untuk membersihkan diri.
"Duduk dulu nak. Mau minum apa?" tanya ayah
"Nggak usah repot repot yah, rehan cuma sebentar kok" jawab rehan
"Kalian sudah makan?" tanya ayah
"Sudah yah, masa iya rehan tega lihat calon istri kelaparan. Udah di culik nggak dilasih makan lagi" canda rehan
" Yah, semoga saja amira bisa nerima kamu nak. Kamu itu anak yang baik, dan perjuanganmu sangatlah panjang untuk sampai hal ini" ucap ayah
"Nggak usah terlalu dipikirin yah, rehan lihat amira tersenyum aja udah bahagia. Kalau mira belum nerima rehan, rehan akan berusaha sampai mira mencintai rehan"jawab rehan
"Ayah salut sama kamu nak, kalau mira memang jodoh mu pasti nggak akan kemana tinggal nunggu waktu. Kalaupun bukan semoga kamu dapat yang lebih dari mira" jawab ayah
"Tapi rehan inginnya mira yah" jawab rehan
"Semoga saja nak"jawab ayah
Setelah itu tedengar suara orang menuruni tangga. Ya siapa lagi kalau bukan amira. Amira berjalan pelan menuju samping ayahnya. Dia mengira kalau rehan sudah pulang tapi ternyata dia masih asik ngobrol dengam ayahnya.
"Ya sudah yah, rehan pamit dulu udah malam. Besok rehan keaini lagi" kata rehan
"Baiklah nak. Silahkan hati hati di jalan" jawab ayah
Mar ayah antar" kata ayah
"Tidak usah yah, rehan bisa pulang sendiri silahkan anda beristirahat" jawab rehan sambil tersenyum lalu melirik amira
Ayah yang mengetahui itu langsung menyuruh amira mengantar rehan kedepan. Awalnya amira.mebolak namun karna tetus di paksa ayahnya membuat dia tidak bisa berkutik.
"Amira" panggil rehan
Amira hanya menatap rehan tanpa menjawabnya.
"Besok aku akan mengantarkanmu berangkat ke kampus" kata rehan
"Aku bisa sendiri han. aku bukan anak kecil yang harus selalu di antar kemana mana" jawab amira
"Aku tak bisa di bantah amira. Apa susahnya tinggal duduk dan ikut" jawab rehan dengan ketus
"Terserah apa katamu" jawab amira denvan kesal
"Kamu tak ingin berpesan apapun sebelum aku pergi?" tanya rehan
" Memangnya harus?" tanya amira
Rehan mengendus kesal lalu berjalan ke arah amira dan mengecup keningnya singkat. Sedang amira hanya diam di tempat tanpa bicara apapun serasa disengat listrik.
__ADS_1
"Segera naik dan tidur. Jangan mikir yang nggak- nggak. Sampai jumba besok" kata rehan lalu meninggalkan halaman rumah amira menuju mobilnya.
" Iya bawell" jawab amira lalu masuk ke dalam rumah.
" Rehan udah pulang?" tanya ayah
"Udah yah" jawab amira
"Ya udah buruan tidur besok kamu masuk kan, ayah juga ongin istirahat" kata ayah
"Baiklah ayah" jawab amira lalu mendekat pada ayah untuk melakukan ucapan selamat malam dengan mengecum kening amira dan mencium kedua pipinya.
Memang terlihat aneh untuk dilihat orang. Karna amira bukanlah anak kecil lagi. Dan itu adalah kebiasaan mereka sebagai bentuk kasih sayang seorang ayah pada anaknya
Sesampainya di kamar amira langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Dia teringat akan benda pipih lalu dia mencari benda itu.
Tertera notif pesan lalu amira langsung membuka pesan tersebut.
Rehan
Gadis kecil cepat tidur ya. Sampai jumpa besok. Jangan lupa mimpikan aku.
Kenapa sih nih anak kurang kerjaan apa?" pikir amira
Amira langsung meletakkan hpnya di nakas lalu beranjak ke dunia mimpi.
* * *
Keesokan harinya.
Amira sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Sebelum itu dia ke dapur untuk mengambil sarapan ternyata sudah ada ayah di meja makan.
"Selamat pagi ayah" kata amira sambil mencium pipi ayahnya.
" Nggak sarapan sayang?" tanya ayah karena mengetahui amu berjalan kearah dapur.
" Aku ingin makan salad aja yah" jawab amira
" Biar bibi yang buatin nak" kata ayah
Tiba-tiba rehan sudah datang menghampiri mereka.
"Assalamualaikum ayah" sapa rehan
"Waalaikumussalam. Loh kapan sampai nak?" tanya ayah
" Barusan yah. tadi kata bibi di depan kalian masih sarapan ya udah rehan langsung nyusul kesini" jawab rehan
" Ikut sarapan sini yuk, pasti kamu belum sarapankan" kata ayah
"Belum yah" jawab rehan
"Ra cepetan sini buruan makan sayang, nak rehan udah sampai sini" kata ayah
Karna terkejut pisau yang di pegang amirapun jatuh kelantai. Dengan cepat rehan berjalan ke arah dapun lalu di ikuti oleh ayah.
"Ada apa ra?" tanya rehan sambil membalik tubuhku kesana kemari namun aku hanya diam karna merasa aneh dengan dia.
"Sayang kamu nggak papa?" tanya ayah
"Ini tadi cuma kesenggol yah, amira baik- baik saja. Mari kita makan" kata amira
"Baiklah ayo"ajak ayah lalu berjalan menuju meja makan
Dan rehan masih menahan tangan amira yang akan beranjak pergi dari sana.
"Ra, kamu beneran nggak papa?" tanya rehan
"Ih apaan sih han? aku baik- baik saja" jawab amira
" Terus kenapa tadi pisaunya bisa jatuh?" tanya rehan
"Karna ada hantunya"jawab amira asal
__ADS_1
"Yuk kita sarapan" ajak amira tanpa sadar menarik tangan rehan
Awalnya rehan kaget dengan tingkah amira yang tiba- tiba menariknya. Namun setelah itu dia tersenyum karena dia merasa kalau amira mulai perhatian padanya.
"Ayo nak" kata ayah
"Yah nanti amira aku yang ngantar sekalian berangkat ke kantor"kata rehan
"Terserah kamu aja nak. Tapi bawa putri ayah dengan baik jangan sampai kesayangan ayah kenapa napa" kata ayah
"Itu tentu yah"jawab rehan sambil tersenyum
"Sudah selesai nak?" tanya ayah
Amira hanya menganggukan kepala.
"Ayo berangkat" ajak rehan sambil mengulurkan tangannya pada amira. Namun amira malah berdiri sendiri dan meninggalkan rehan.
"Kamu harus sabar han" kata ayah sambil tersenyum
"Pasti yah"jawab rehan namun ketika hendak menyusul amira kedepan dia malah kembali
"Ada apa ra?" tanya rehan
"Ada yang tertinggal" jawab amira lalu berlari ke meja makan menemui ayah sedang rehan masih berdiri di tempat lalu menyusul
Amira menghampiri ayah yang masih minum teh di tempatnya.
"Ayahhh... hampir saja aku lupa" kata amira
"Apa yang tertinggal sayang"kata ayah sambil menaruh gelas di meja.
Amira langsung mencium tangan ayah dan berlanjut ke pipi.
"Assalamualaikum"kata amira
"Walaikumussalam" jawab ayah "udah sana cepetan berangkat sudah di tunggu rehan"
Lalu amira segera ke depan dan rehan sudah berdiri di dekat pintu. Amira mendekat lalu rehan membukakan pintu untuknya.
" Terimakasih" kata amira
"Rehan masih bingung dengan tinggak amira kali ini tidak seperti biasanya. Namun ia tak ingin berpikir lebih lama dan segera masu kedalam lalu menjalankan mobilnya menuju kampus amira.
"Hari ini kelihatan seneng banget ada apa?" tanya rehan
"Hmb.. emang kelihatan gitu?? aku mah biasa aja" jawab amira
" Beneran" jawab rehan
"Tapi aku suka kamu yang seperti ini ra, karna dengan begitu aku mudah mengambil hatimu" pikir rehan
"Nggak ada apa- apa han"kata amira
" Aku percaya padamu" jawab rehan
Tak terasa mereka sudah sampai di depan kampus
" Nanti pulang jam berapa? aku jemput ya" katq rehan
" Entahlah aku tak tahu. Soalnya kemarin katanya mau ada seminar" jawab amira
" Kalau udah waktunya pulang kabari aku. Ntar aku yang jemput" kata rehan
Amira tak menjawab rehan lalu keluar dari mobil. Rehan masih diam disana memperhatikan amira yang berjalan masuk melewati gerbang.
Namun saat hendak menjalankan mobilnya rehan melihat ada laki- laki yang menarik tangan amira. Setelah utu amira masih terdiam dan tiba- tiba memeluk laki- laki itu.
Dalam hati rehan sangat benci melihat hal itu tapi dia tak ingin marah- marah disini. Dia cemburu melihat amira memeluk laki- laki lain daan rehan belum pernah melihat wajahnya.
" kelihatannya dia masih asing bagiku" batin rehan
" Tapi siap dia" pikirnya" ahhh.. sial ntar aku cari tahu sekarang aku harus kekantor karna ada metting dengan karyawan"
__ADS_1
lalu rehan segera memajukan mobil meninggalkan kampus amira menuju ke kantornya.