Sebuah Ikatan

Sebuah Ikatan
Andre


__ADS_3

Tanpa kata amira pergi meninggalkan aldi yang sedang duduk di hadapannya tanpa berbicara apapun.


" Ra dengerin dulu" kata aldi sambil mengejar amira


Tapi amira tidak mendengarkan apa yang di katakan aldi. Amira langsung berlari menuju parkiran menuju ke mobil yang ada di parkiran.


"Apa salahku al kenapa kamu muncul bersama dengan banyaknya masalah yang sedang aku hadapi" batin amira


Lalu dia melajukan mobilnya keluar dari halaman entah amira sendiri tidak tahubakan pergi kemana dia hanya ingin menenangkan hati dan fikirannya yang sangat terbebani.


Bagaimana tidak masalah cafe belum kelar dan baguan masalalunya kembali.


Kini amira sudah berada di taman, dia keluar menuju ke bangku kosong yabg ada di sana. Tanpa di minta buliran bening meluncur tiba-tiba. Tak ada yang harus di salahkan disini tapi apa boleh buat masalah hati tak ada yang bisa memahami.


Amira menumpahkan semua yang ada di hati dan fikirannya bersama dengan lelehan yang dia keluarkan. Fia berfikir setelah ini semuanya bisa tenang dan kembali seperti semula.


Tanpa amira sadari ada orang yang memperhatikan dia dari tadi. Ya sejak amira tiba di kursi itu hingga dia menangis bahkan sampai saat ini.


Prof Andre


Saat aku sedang memfokuskan fikiran untuk mncari sebuah inspirasi mengenai pembangunan yang akan di lakukan bulan depan. Tiba- tiba mataku melihat seorang wanita dengan pakain rapi tapi entah dengan dirinya. Sebab aku melihat dia langsung menangis ketika tiba di bangku kosong taman.


Entah apa yang membuatku ingin menghampiri dan menanyakan apa hal yang menimpanya. Hah bukan aku sok solid tapi entah aku sendiri tak tahu dengan diri ini.


Kini dia berjalan mendekat menuju tempat yang di duduki oleh perempuan itu, aku memberikan sapu tangan yang aku bawa tanpa mengatakan apapun.


Dia masih diam dan menatapku aku berfikir akankah dia akan menolakku atau perilakuku yang tidak sopan tapi entahlah.


Tanpa aku sadari dia mengambil sapu tangan yang aku berikan.


Prof Author


Amira terkejut tiba - tiba ada sapu tangan tepat berada di depan amira. Amira langsung mendongakkan kepala. Amira tak berkata apa - apa hanya diam, hingga amira sadar lalu menerima sapu tangan yang ada di berikan ke padanya.


Saat amira sadar dia langsung menanyakan padanya


"Maaf anda siapa?" tanya amira


"Hmb, namaku andre" jawab andre

__ADS_1


Amira menjulurkan tangan kepada andre


"Amira" kata amira sambil tersenyum


"Apakah dia benar- benar sudah kembali tersenyum secepat itukah" batin andre


Bagaimana tidak andre merupakan orang yang sangat keras dan dingin terhadap siapapun tapi entah saat melihat amira dia ingin menanyai seakan balok es itu mencair.


"Hmb, kamu darimana kok bisa ada disini?" tanya amira basa- basi


Bagaimana tidak amira bingung dengan kedatangan orang yang tiba - tiba. Dan kini amira bingung mau menanyakan apa.


"Hahaha.. ini taman ra siapa saja bisa kesini oke" kata andre


"Baiklah- baiklah" jawaba amira


"Boleh aku duduk di sini?" tanya andre


"Silahkan" kata amira


"Apa ada masalah?" tanya andre


"Hmb, mungkin anda bisa bercerita mungkin bisa membantu" kata andre


"Mungkin lain kali" jawab amira


"Baiklah" kata andre "Bagaimana kalau kita cari makanan dulu" ajak andre


"Terimakasih" jawab amira


"Sepertinya aku harus mencari informasi tentang amira. Hati ada apa denganmu aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya" batin andre


"Ya sudah kalau begitu, tunggu sebentar" kata andre


"Untuk?" tanya amira tapi andre sudah pergi dari hadapan amira


'Hah, membosankan" batin amira


Lalu amira menundukkan kepalanya di meja. Sejenak untuk meredakan pening yang kini dia rasakan.

__ADS_1


Di sisi lain andre sedang membeli air mineral untuk amira entahlah perasaan apa dia sendiri tidak tahu.


Dimana rasa penasaran andre semakin besar dia segera memanggil benda pipih dan menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari informasi mengenai amira.


"Cari tahu tentang amira data lengkap ku tunggu di rumah. Sebentar lagi ku kirim fotonya" kata ande to the point.


Tut.. telepon di matikan sepihak.


"Apa mungkin aku suka sama amira"pikir andre


lalu kini dia tepis perasaannya saat ini lalu kembali ke tempat dimana amira sekarang berada


Saat andre melihat amira sedang menundukkan kepala dia merasa ingin melindungi amira.


"Apa yang sekarang kamu alami ra, apa beban itu telalu berat" pikir andre


"Ra" panggil andre saat dia sudah berada di dekat amira


Lalu amira mendongakkan kepalanya


"Hmb"


"Nih" kata andre lalu memberikan botol itu pada amira


"Makasih" kawab amira sambil menerima botol yang di berikan oleh andre lalu meminumnya


"Setelah ini kamu mau kemana?" tanya andre


"Pulang" jawab amira


Karna waktu sudah hampir sore dan amira belum membersihkan diri dan dia juga harus kembali ke rumah sakit untik menemani ayahnya.


"Bisa aku antar" kata andre


"Makasih ndre, aku bawa mobil sendiri. Aki duluan dan terumakasih semoga bertemu kembali" kata amira


"Tentu, Hati - hati di jalan" kqta andre lalu menatap kepergian amira


"Aku tak tahu apakah ini obsesi atau cinta tapi mana mungkin marna dia sudah lenyap dan tak mungkin bisa kembali. Lebih baik aku pulang dan menunggu hasil semoga saja hari ini bisa selesai" batin andre

__ADS_1


__ADS_2