
"Ahh.. kenapa jalanan ramai sekali sih" kata amira
"Sabar ra nggak akan lama kok" kata keisya
"Tapi aku nggak bisa tenang sya" jawab amira
"Minum ini dulu tenangkan pikiran kamu ayah pasti baik baik saja" kata keisya sambil menyodorkan air mineral
"Aminnnn" jawab amira
Sesampainya di rumah sakit amira langsung lari menuju ke resepsionis.
"Mbak pasien kecelakaan dengan nama bapak adira?" tanya amira
"Sebentar ya mbak" jawab petugas
Tak lama laki laki berjas hitam mendekati amira
"Non mira" kata laki laki tersebut
"Iya" jawab amira
Lalu memandang ke orang yang memanggilnya
"Maaf bapak siapa ya?" tanya amira
"Saya pengacara yang menelepon anda tadi mari saya antar ke ruangan pak adira" kata laki laki tadi
"Iya pak" jawab amira
"Ra tunggu" kata keisya
"Maaf sya aku lupa" kata amira
"Nggak papa ayo" kata keisya lalu berjalan mengikuti laki laki berjas tadi.
Tak lama kami sampai di ruangan uang di maksud bapak tadi. Sungguh mengenaskan keadaan ayah sekarang ada perban di kepala, lengan dan selang infus yang menggantung di sebelahnya.
"Ayah " kata amira lirih bersamaan dengan butiran bening yang keluar tanpa permisi
"Yang sabar ya ra. Kamu harus kuat, ayah pasti baik baik saja" kata keisya
Aku berjalan dengan lemas mendekati bangkar yang di tempati ayah. Ku genggam tangan yang tidak ada selang infusnya.
__ADS_1
"Yah kenapa bisa begini. Ayah cepat bangun nanti amira sama siapa yah" kata amira sambil menangis sesunggukan
"Yang sabar ya non" kata laki laki tadi
"Ra yang sabar ya. Do'akan ayah semoga cepat sembuh" kata keisya
Amira hanya mengangguk pasrah. Kini hening semua kalut pada pikiran masing masing.
Tiba tiba ponsel laki laki tadi berdering
"Saya keluar sebentar non" kata alki laki itu
"Iya" jawab amira
Cerklek suara pintu di tutup. Amira kemabli memandangi ayahnya
Di luar ruangan
"Hallo, iya pak bagaimana?" tanya laki laki itu
"Begini nak karena perusahaan mengalami penurunan mau tidak mau non amira harus menggantikan posisi pak adira menjalankan cafe. Karena pelayan sekarang tergantung dengan hal ini. Kasihan mereka yang sudah berjuang sejak awal berdirinya cafe. Maafkan papa karena menyerahkan urusan ini padamu" kata penelepon
"Tidak apa apa pa. Aku akan membantu semaksimal mungkin bagaimanapun ini adalah tugas untukku" kata laki laki itu
"Baik pa hati hati jangan lupa istirahat" kata laki laki itu
"Iya nak kamu juga. Oh iya mama tadi pesan kalau kamu nggak boleh telat makan" kata penelepon
"Baik pa. Salam kembali untuk mama" kata laki laki tadi
"Ya sudah selamat bekerja" kata penelepon
ceklek suara pintu di buka namun penghuni mengabaikannya.
"Nona ada yang perlu kita bicarakan sebentar" kata laki laki tadi
"Baiklah mari kota bicara di luar. Biarkan ayah istirahat" jawab amira sambil menghapus air matanya
"Apa yang ingin anda bicarakan pak?" tanya amira
"Perkenalkan saya Adrian Winarta. Saya pengganti papa saya bapak Andi winarta" kata laki laki itu
"Oh pak andi. Iya ada masalah apa" tabya amira
__ADS_1
Aku harus jawab apa ini. Aku tak tahu apa apa mengenai apapun" batin amira
"Begini nona amira. Sekarang perusahaan mengalami penurunan dan gaji pegawai belum di berikan jadi anda selaku penerus dari bapak adira diharapkan bisa memimpin cafe untuk kedepannya" kata pak adrian
"Pak aku tidak tahu apaun mengenai cafe itu" jawab amira
"Di coba dulu non. Nanti saya akan membantu anda" jawab pak adrian
"Jadi apa yang harus saya lakukan?" tanya amira
"Besok datang ke perusahaan dan memimpin rapat tentang pembaharuan produk dan kinerja pagawai" kata pak adrian
"Ta.. tapi aku tidak bisa berkata kata saat di depan" kata amira
"Pecayalah non anda pasti bisa" kata pak adrian
"Apa ada beberapa hal yang harus di pelajari?" tanya amira
"Ada non nanti akan saya bawakan berkas berkasnya kesini" kata pak adrian
"Baiklah terserah bapak saja. Tapi pak saya mohon bantuannya untuk membimbing saya" kata amira
"Baik non"
Lalu amira kembali kedalam.
"Ra aku ambilin baju ganti buat kamu ya sekalian nanti cari makanan" kata keisya
"Nggak perlu sya" kata amira
"Nggak papa ra bentar aja deh janji. Kamu di sini aja temenin ayah" kata keisya
"Ya udah kamu hati hati ya di jalan " kata amira
"Tentu jangan nangis terus entar cantiknya hilang" kata keisya sambil menepyk pundakku ku paksakan tersenyum ke arahnya
"Da aku duluan" kata keisya
"Ya hati hati" jawab amira
Kini tinggal amira, pak adira dan pak adrian yang ada di ruangan itu. Tak tersa amira terlelap sambil memegang tangan ayahnya.
"Kasihan gadis itu" batin pak adirian
__ADS_1