
"Hai sayang, kamu sekarang kamu udah besarya. Tambah cantik lagi" kata ibu paruh baya itu
Amira hanya menggapi dengan tersenyum lalu duduk disamping ibu itu.
"Udah lama nggak ketemu mungkin kamu lupa sama mama" kata ibu itu
"Mama?"amira mengulangi kata ibu tadi
"Iya sayang mama. Setelah kamu berusia 7 tahun mama sekeluarga pindah keluar negri dan baru kembali kesini beberapa hari yang lalu"jelas ibu tadi.
Amira hanya tersenyum dan berusaha mengingat tujuh tahun itu usia yang masih sangat kecil bukan. Bukan tapi dia tidak ingat apapun.Hingga pelayan telah menghantarkan makanan yang telah dipesan mereka melanjutkan ngobrolnya seusai makan.
"Ya udah kita makan dulu aja ya." kata ibu tadi. Dia melayani laki-laki di sebelahnya dengan sebelum dia menyiapkan punya dia sendiri. Saat itulah aku tak sengaja melihat anak laki-laki yah usianya mungkin tak begitu jauh dariku. Tapi entahlah, satu kata yang ingin ku ucapkan TAMPAN.
"Amira, kamu masih sekolah sayang?" tanya ibu tadi
"Iya tante."jawab amira
"Kamu ambil jurusan apa nak?" tanya laki laki disebelahnya
"Manajemen bisnis om" jawab amira
"Bagian apa sayang?" tanya ibu tadi
"Pemasaran tan" jawab amira
"Sekarang kamu udah semester berapa?" tanya ibu itu lagi
"Semester 6 tan"jawab amira
"Berati kurang 1 tahun lagi ya"kata ibu tadi
Amira mengangguk membenarkan jawaban ibu itu tadi
"Gimana kalau setelah wisuda kita ngadain tunangan?" tanya ibu itu tadi
Amira langsung tersedak
__ADS_1
"Uhuk.. uhuk.. uhuk"
"Pelan - pelan makannya sayang" kata ayah sambil menyodorkan minum kepada amira.
"Makasih yah"kata amira
"Kamu nggak papakan sayang?" tanya ibu tadi.
"Aku baik baik saja tante. Hanya sedikit terkejut saja" jawab amira berusaha tersenyum.
"Bukannya apa apa. Ini adalah masalah besar buat ku. Ayah kenapa kamu tidak mengatakan jauh - jauh hari. Kalau dia menerimaku dengan baik kalau kebalikannya bagaimana nasibku. jatungku seakan berhenti berdetak" batin amira
Tiba- tiba pintu terbuka dan menampakkan wanita yang lumayan cantik dan imut dengan pakaian yang sangat sapi. Dia lansung mencium laki-laki didepan amira. lalu duduk disebelahnya.
"Tidak tahu malu" batin amira
"Mama maafin stela, tadi jalanan sedikit macet jadi terlambat datangnya" kata stela sambil mengedipkan mata untuk merayu sang ibu.
"Itu sudah kebiasaanmu ste. Lain kali jangan diulangi lagi. jaga sikap kamu didepan orang lain. Kalau orang lain lihat kamu mencium kakakmu ditempat lain apa kata mereka. Sayang jangan berpikir macam-macam oke" kata ibu tadi sambil mengenggam tanganku
"Itu sangat manis bu" jawab amira
"Kak itukah wanita yang dipilihkan bunda untukmu?" tanya stela berbisik dengan kakaknya
"Apa kamu menyukainya" kini di jawab oleh rehan dengan berbisik pula
"Kalau kakak bahagia aku akan mendukungmu" jawab stela
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya mama
"Bukan apa apa ma. Bukan hal yang begitu penting" jawab stela
"Mama tidak percaya padamu" kata mama lalu melirik ke arah rehan.
"Baiklah. setelah ini aku beri kelonggaran untuk kalian saling mengenal. silahkan pergi kemanapun kalian mau"kata ibu tadi
"Tapi tan... "kata amira terpotong ibu
__ADS_1
"Tidak ada tapi tapian. Kalian tinggal jalan berdua apa itu susah?" tanya ibu tadi
"Berhenti memanggil tante. Panggil mama wilna sama papa rendi" kata mama wilna
"Baiklah ma.. ma" amira belum terbiasa memanggil begitu jadi lidah amira agak kelu.
" Silahkan nikmati waktu kalian sayang" kata mama wilna
"Jam 10 kalian harus pulang" kata papa rendi "Bukan begitu pak" sambil melirik adira
"Iya. jaga putri kesayangan ayah baik baik ya nak " kata ayah
"Tentu om" jawab rehan
"Ayo.."ajak rehan pada amira.
Lalu amira berjalan dibelakang rehan. Mengikuti kemana dia pergi. Tak menunggu waktu lama mereka sudah sampai di parkiran.
"Kita mau kemana?" tanya amira
"Kalau aku beritahu sekarang bukan kejutan" jawab rehan
"Memang harus membuat aku terkejut? nanti kalau aku jantungan gimana?" tanya amira
Rehan langsung berhenti dan menoleh ke belakang. Tanpa sengaja amira menubruk rehan.
"Kalau berhenti bisa bilang nggak sih, ini tuh nggak ada remnya"kata amira sewot
"Makannya kalau jalan tuh lihat pakek mata jangan nunduk aja" ejek rehan
"Terserah apa katamu" jawab amira
Rehan langsung membukakan pintu untuk amira dan bergegas menuju tempat kemudi.
__ADS_1
"Gue nggak yakin kalau harus nikah sama nih cewek. Cantik sih lumayan tapi sikapnya ya ampun bikin orang cepet tua" batin rehan