
Saat rehan sudah masuk di rumah ternyata papa dan mama sudah menunggunya di ruang keluarga. Rehan langsung masuk dan menyalami mereka. Lalu duduk di lursi yang berhadapan dengan papa.
"Darimana aja nak?" tanya rendi ayah rehan
"Dari rumah amira yah" kawab rehan
"Setiap hari?" tanya rendi
Rendi hanya mengangkat bahunya
"Ada apa pa, tumben rehan disuruh pulang. Apa ada hal yang penting" tanya rehan
"Begini nak, karena papa nggak bisa jadi ini aku serahin ke kamu" kata rendi
"Apa sih pa, aku masih belum ngerti apa yang papa bicarain" kata rehan
"Maaf nak, papa ngirim kamu keluar negri besok. Pekerjaan di sana sedikit ada masalah. Jadi papa suruh kamu gantiin papa di sana" kata rendi
"Tapi yah..." kata rehan terpotong oleh rendi
"Nggak akan lama nak cuma dua minggu" kata rendi
"Ya sudah terserah papa saja" jawab rehan sambil terduduk lemas
"Semuanya udah papa siapin tinggal baju kamu nak. Pesawat take off pukul 9 pagi" kata rendi
"Secepat itu yah" tanya rendi
"Kamu lebib cepat datang dan lebih cepat mengatasi maka kamu akan lebih cepat pulang" jawab rendi
"Iya yah aku siapkan barang yang ku bawa besok" kata rehan lalu beranjal dari kursi tanpa ada minat sekalipun.
__ADS_1
"Bagaimana dengan mira. Ini aka menjadi kesempatan buat reno bisa lebih dekat sama dia terus gue di kemanain. Apalagi sekarang mira masih marah. Hp nggak aktif terus aku hubungi dia dengan cara apa dong" pikir rehan
Rehan segera mengemas beberapa barang yang dia butuhkan meskipun dengan berat hati. Dia langsung mengambil benda pipih yang ada di saku celeananya. Tak ada tujuan lain siapa lagi kalau bukan amira. Dia mencoba menghubungi amira dan keberuntungan berpihak pada rehan tak lama mira mengangkat telvon darinya
"Hallo mira" sapa rehan
"Ada apa?" tanya mira
"Aku tadi kerumah kamu kemana kok nggak ada" tanya rehan
"Jalan- jalan" jawab amira
"Tapi kenapa nggak izin ayah dulu" tanya rehan
"Ayah udah tahu" kawab amira
"Ra ada yang mau aku bicarain sama kamu" kata rehan dengan sungguh sungguh
"Maafin aku ya ra, aku besok harus pergi ke luar negri untuk masalah bisnis" kata rehan
"Lalu..." kata amira
"Harusnya aku selalu ada untuk kamu tapi aku nggak bisa ra" kata rehan terdengar parau
"Han kita belum ada hubungan apa- apa jadi kalau kamu pergi ya udah nggak papa" jawab rena dengan enteng
"Apa kamu nggak marah" tanya rehan
"Nggak, buat apa marah" jawab amira
"Yang ada malah aku bersyukur ngvak ada yang ganggu" batin amira
__ADS_1
"Nanti kalau rindu gimana ra" tanya rehan
"Udah han, kalau kamu mau pergi ya pergi aja." jawab amira karena mulai jenuh dengan rehan
" Ya udah, jaga diri baik- baik ya ra jangan lupa makan, jaga kesehatan. Aku akan cepat selesaikan semuanya dan pulang" kata rehan
"Hmmm" jawab amira
"Ya udah kamu segera istirahat udah malam" kata rehan lalu menutup sambungan telvon pada amira.
"Walaupun dengan berat hati tapi rehan harus tetap pergi dan akan berusaha untuk mempercepat semuanya agar dia bisa terus bersama dengan amira hingga waktu tunangan tiba
"Maafin aku ya ra, tapi aku ngvak akan biarin kamu dekat sama reno" pikir rehan
Tak lama dia segera menyelesaikan berkemasnya dan langsung merebahkan diri di kasur.
Maaf ya jika autor lama nggak menulis ππ.
Kali ini autor kasih tambahan deh buat kalian yang setia pada karya autor. Maaf kalau autor nggak bisa janji bisa up setiap hari karena banyaknya kesibukan. Bukan autor tak mau meluangkan waktu untuk berkarya. Dari pada tak membuat minat jadi kadang autor juga menunggu imajinasi duluππ.
Ini dia ilustrasi dari amira
Gimana nih pada suka apa nggak yaπ€π€ππ
Dan ini untuk rehan
Kalau kalian lebih suka yang lain bisa kasih saran buat autor. Soalnya autor sendiri juga masih bingung mau pilih siapa buat jadi ilustrasi pemeran iniπ€
__ADS_1