
Dengan kecepatan tinggi amira melajukan mobil kesayangannya. Tak butuh waktu lama karena kebetulan jalanan yang di tempuh lenggang bebas dari kemacetan hanya ada beberapa kendaraan saja yang berlalu lalang.
Ketika sampai di kampus tak ada satpam yang berjaga di depan merasa selamat dari masalah amira langsung masuk ke dalam. Tanpa sengaja amira menabrak dosen yang di gadang gadang selalu dingin dan tak pernah memperlihatkan senyumnya di hadapan semua orang.
Bruk..
"Aduh.." kata amira sambil menggosok kening yang terasa sedikit pening.
Laki-laki yang di depan langsung memutar punggung ke belakang dan memasang wajah datarnya
"Heh, maaf pak" kata amira
"Kamu dari mana?" tanya pak adrian
"Dari depan pak" jawab amira
"Segera kembali ke kelas " kata
"Baik pak" jawab amira lalu pergi meninggalkan dosen yang dingin seperti es kutup itu
"Huh.. untung saja aku masih selamat hari ini kalau tidak mungkin sudah di jemur di halaman" batin amira
"Ra sini" teriak keisya dari ujung lorong sambil melambaikan tangannya
"Ada apa sih tuh anak" pikir amira
" kamu dari mana kenapa baru dateng?" tanya keisya saat mereka sudah berdekatan
"Biasa" jawab amira
"Ayah nggak marah?" tanya keisya
"Nggak tadi ayah udah ke cafe duluan" jawab amira
"Kenapa kamu disini?" tanya amira
"Mau ke kantin" jawab keisya
"Emang dosen nggak hadir" tanya amira
"Istrinya melahirkan" jawab keisya
"Ah tahu gini nggak lari lari" jawab amira
"Ya udah yuk kita ke kantin dulu" ajak keisya
"Tapi kamu yang traktir" kata amira
"Ya udah kalau masalah itu gampang" jawab keisya
Kami menuju ke kantin untuk mengisi cacing yang sejak tadi aku biarkan karena takut dengan dosen kiler.
"Bu pesan bakso dua minumnya jeruk peras aja" kata keisya
"Iya neng sebentar" jawab ibu asih
"Kalau jam segini kantin masih sepi ya" kata amira
"Ya iyalah kan yang lainnya lagi pada pelajaran" jawab keisya
__ADS_1
"Sya nanti pulang sekolah anterin aku ke toko buku yuk" kata amira
"Kamu mau cari novel?" tanya keisya
"Iya. nanti sekalian cari buku yang memarin disuruh bu desi" jawab amira
"Oke" jawab keisya
"Ini neng pesanannya" kata ibu asih
"Makasih bu" jawab keisya
"Emb.. udah nggak sabar" kata amira lalu segera menuang bumbu dan mulai menikmati baksonya
"Eh ra gimana kabarnya doi?" tanya keisya
"Siapa?" tanya amira
"Siapa lagi pageran rehan"jawab keisya
"Uhuk huk huk..."
"Makanya hati-hati kalau makan" kata keisya
"Kamu ih"
"Emang kenapa sih. Tumben dia nggak hubungin kamu" kata keisya
"Dia ke luar negri" jawab amira datar tanpa memperhatikan keisya
"Lho kenapa kok mendadak banget?" tanya keisya
"Oh.. wah calon istri yang baik harusnya dukung calon suaminya dong" kata keisya
"Maksudmu apa sih sya" kata amira
"Masa kamu nggak kasih semangat atau apa?" tanya keisya
"Buat apa?" tanya amira
"Tambah vitamin" jawab keisya asal
"Terserah apa katamu deh sya. Kalau kamu mau rehan boleh buat kamu" kawab amira
"Lah mana bisa gitu sih ra. Yang di jodohin sama rehan kan kamu" jawab keisya
"Kan aku nggak mau" jawab amira
"Emang kriteria calon imammu seperti siapa sih ra?" tanya keisya
"Ya seperti ayah. Orangnya baik tidak sombong rajin beribadah nggak pernah marah marah" jawab amira
"Kayanya rehan udah maduk deh di tambah dia tampan dan juga udah sukses" jawab keisya
"Ahh.. kamu menghilangkan anganku sya. Aku nggak suka sama rehan" kata amira
"Awas kalau nanti aku yang jadian sama rehan" kata keisya
"Dengan senang hati saya berikan buat sahabat tersayang" jawab amira sambil mengedip ngedipkan matanya
__ADS_1
"Iih.. amit amit" kata keisya sambil begidik ngeri
Tiba tiba ponsel amira berbunyi
bip.. bip.. bip..
"Siapa ra?" tanya keisya
"Entahlah nomor baru" jawab amira
"Buruan angkat entar rehan" kata keisya
"Udah ah diam bentar ya" kata amira
"Hallo" kata amira
"....."
"Dengan siapa?" tanya amira
"Maaf apa ini dengan nona amira" tanya orang disebrang sana
"Oh iya benar dengan saya sendiri. Maaf ini siapa ya" tanya amira
"Ini dari pengacara cafe ayah anda mengalami penurunan dan sekarang ayah anda sedang di larikan ke rumah sakit karena kecelakaan " kata laki laki di sebrang sana
Preng
handphone amira terjatuh
"kenapa ra?" tanya keisya
Amira hanya menangis lalu keisya mengambil ponsel amira
"Hallo nona amira?" tanya penelepon
"Iya pak ada apa" jawab keisya
"Bisa anda sekarang menuju ke rumah sakit permata?" tanya penelepon
"Oh iya pak sebentar lagi saya kesana" jawab keisya
"Cepat ya non kedatangan anda sangat di butuhkan" kata penelepon
"Baik pak" jawab keisya
Tut.. telepon di matikan lalu di taruh di atas meja
"Ra ayo sekarang kita ke rumah sakit" kata keisya
"Tapi sya aku takut" kata amira
"Nggak papa ayo aku ikut sama kamu kok tenang aja" kata keisya
"Tapi kamu tahukan ayah sekarang dimana?" tanya amira
"Iya di rumah sakait permata" jawab keisya
Mereka segera menuju ke parkiran dan masuk kedalam mobil keisya
__ADS_1