Sebuah Ikatan

Sebuah Ikatan
Pulang Bareng


__ADS_3

"Jangan lupa aku akan menjemputmu"


kata rehan


Amira hanya diam dan melanjutkan langkah kakinya. Yahhh.. sekarang dia jadi pusat perhatian untuk pertama kalinya dia diantar oleh laki laki.. Bukan itu yang membuat mereka bertanya tanya tapi bagaimana bisa seorang amira yang notabannya nggak pernah pacaran bisa diantar cowok ganteng lagi pikir mereka sudah kemana mana.


Amira segera pergi dari obrolan gosip itu menuju ke dalam kelas.. Sedang rehan segera kembali kerumah amira menukar mobil dan berangkat ke kantor papanya.


Sebenarnya dia sudah membuka usaha sendiri tapi papanya ngotot jadi ya gimana lagi pikir rehan.


Amira telah sampai dikelas dan menghempaskan tubuhnya dikursi. Kondisi kelas masih belum ramai jadi amira bisa meminimalisir rasa kesal yang sedang berkecamuk dalam hatinya saat ini.


Setelah menunggu dikelas amira dikejutkan oleh kedatangan sahabatny ya siapa lagi kalau buka keisya. Dia sengaja menepuk pundak amira untuk membuatnya terkejut.


"Hai. Pagi-pagi udah loyo aja sih. Kenapa nih kesayangan ayah mukanya di tekuk kaya gini?" tanya keisya


Keisya dia adalah sahabat amira sejak awal masuk di kampus ini. Mereka menjalin hubungan persahabatan kurang lebih sudah tiga tahun. Jadi yak heran jika kemana mana mereka selalu bersama.


"Hah.. tumben kamu baru dateng"kata amira sambil menghembuskan nafas kasar.


"Ada apa sih. cerita dulu sini mumpung dosen belum sateng" kata keisya sambil menarik kursi dan mendekatkan pada amira.


"Baiklah dengerin baik-baik dan jangan ember" kata amira


"Kaya gue siapa aja. Buran jangan banyak celotehan yang nggak penting" kata keisya.


Yah begitulah tuh anak kalau udah ada maunya nggak bisa di elak. Selalu saja maunya buru buru.


"Dengerin baik-baik tak ada pengulangan kalau kamu udah denger jangan teriak oke" pinta amira


"Iya bawel buruan" kata keisya


"Huh.... aku di jodohin"jawa amira


Hanya dua kata yang amira ucapin. namun mampu membuat keisya terbengong 5ak percaya. Ya bagaimana tidak, dia tahu kalau ayah sangat menyayangi amira. Lalu kenapa tiba- tiba amira harus di jodohin sedang amira punya cita cita kalau setelah kuliah dia ingin mengembangkan bisnisnya lalu menikah setelah usahanya berkembang dengan baik. Bukan menikah di usia masih muda selerti sekarang ini.


"Kamu nggak bohong ra?" tanya keisya


"Sejak kapan aku berbohong" jawab amira dengan muka sebelnya


"Loe udah tahu dia. atau pernah ketemu gitu?" tanya keisya


"Udah" jawab amira


"Kapan kok loe nggak pernah cerita" jawab keisya jengkel.


Apa amira sudah tidak menganggapnya sahabat lagi hingga masalah sebesar ini dia nggak tahu.


"Bukan aku nggak mau cerita sya. Aku baru tadi malam ketemu sama dia. Terus tadi dia yang nganterin ke kampus"jawab mira


"Apa?" jawab keisya sedikit berteriak


"Jangan kenceng kenceng juga kalau ngmong bisa tuli nih telinga" kata amira


"Sorry ra, gue kaget aja. Soalnya ini seperti mimpi bagi gue"jelas keisya


"iya-iya aku tahu kok" jawab amira


"Gimana orangnya menurut loe?" tanya keisya


"Maksud mu apa sih sya?" tanya amira


"Otak loe encer kalau lagi mikir pelajaran kalau masalah gini aja kenapa lemot sih" jawab keisya sebel


"Yah gimana lagi orang aku juga nggak ngerti maksud kamu apa?" jawab amira pasrah


"Ciri- ciri orangnya?" kata keisya


"Dia... dia.. emb" amira tampak sedang berfikir sedikit membayangkan rehan


" Tubuh tinggi, kulit putih, wajah lumayan, orangnya sekarang bekerja di perusahaan papanya" jawab amira


"Wah keren tuh ra. Kalu kaya gitu jangan diragukan lagi" jawab keisya


"Kamu kok gitu sih sya. Nggak dukung aku. Memang aku harus menjalani semua ini. Tidak ada orang yang menyayangiku" kata amira


"Hei jangan bicara seperti itu mira. Siapa bilang tidak ada yang menyayangimu?" tanya keisya


"Kamu, kenapa kamu belain dia bukan berpihak kepadaku"jawab amira dengan ketusnya


"Hei aku hanya berasumsi saja. Semua terserah padamu kalau kamu yakin sama dia ya terima aja kalau nggak ya bilang baik baik"kata keisya


"Tumben ni otak encer"ledek amira


"Awas loe ra, tadi nanya sekarang malah jatuhin harga diri gue"kata keisya dengan gemas pada amira bisa bisanya setelah melow malah ngledek orang

__ADS_1


"Hahha... kamu lucu kalau lagi marah sya"kata amira


"Nah gitu senyum jangan di tekuk aja tuh muka cepet tua entar tahu rasa." kata keisya


"Iya mak, ampuni anakmu ini" kata amira sambil menggenggam tangan keisya dengan gaya yang sedikit memelas


"Oke gampang gue maafin. Tapi makan siang loe bayarin gue oke" kata keisya


"Yah ada maunya. Jadi maafinnya nggak ikhlas nih" sindir amira


"Ya udah kalau nggak mau" ancam keisya dengan nada sinis dan menahan ketawa


"Baiklah untuk mak tersayang apa yang tidak. Kalau cuma makan siang anak masih sanggub" jawab amira.


Setelah itu mereka tertawa lepas. Seperti tak ada beban yang dipikulnya . Sejenak melupakan masalah yang sedang mereka hadapi.


Setelah itu pak doaen sudah masuk ke dalam kelas dan memulai matkul akuntansi.


 


\*


 


Tak terasa kini sudah waktunya pulang. Amira dan keisya serta kawan- kawan yang lain mulai mengemasi alat tulis mereka.


"Ra loe jadi di jemput sama cowok ganteng itu? duhhh salah calon suami kamu?" tanya keisya dengan tatapan menggodanya


" Entahlah. aku berharap tidak" jawab amira datar


"Kenapa begitu?" tanya keisya


"Aku nggak ingin sama dia untuk saat ini. Karma dia terlalu cerewet" jawab amira


"Sadar diri bro, loe sendiri nggak beda jauh sama dia" kata keisya


"Jadi sekarang kamu belain dia, padahal kamu belum kenal sama dia. Memang kamu bukan teman yang setia" kata amira


"Heh... baru di goda gitu aja sudah ngambek" ledek keisya


"Terserah apa katamu. Yuk kita pulang" ajak amira


"Giliran ada maunya loe baik sama gue" kata keisya


"Temen macam apa loe?" tanya keisya


"Embbb.. apa ya?? Yuk pulang jangan brisik aja" ajak amira


"Iya- iya, eh gimana loe jadi pulang sama dia?" tanya keisya sambil menaik tirunkan alisnya menggoda amira


"Ntahlah, semoga dia sibuk dan lupa"jawab amira


"Yuk kita kedepan"ajak keisya


Amira sudah jengah dengan ucapan keisya. Bagaimana tidak sudah berapa kali dia bertanya kaya gitu.


Tiba di karidor depan amira langsung menghentikan langkahnya. Orang yang berusaha dia hindari malah sudah ada di depan dan bersandar di pintu mobilnya. Gimana dia mau melarikan diri kalau gini keadaannya.


"Kenapa ra?" tanya keisya


"Dia ada di depan" jawab amira


"Yang bersender di depan itu?" tanya keisya


"Hmb... sial dia menghadap kesini. Gimana sya?" tanya amira


"Loe tinggal kedepan temui dia lalu pulang apa susahnya?" tanya keisya


" Kamu nggak akan tahu gimana rasanya semua ini sya" jawab amira


"Jalani dulu ra, jangan buru- buru ambil leputusan" pesan keisya


"Terserah apa katamu, telingaku udah panas mendengar itu. Gimana dengan dirimu sendiri " sindir amira


Tanpa mereka sadari rehan sudah berjalan kesana. Bagaimana reaksi mereka ketika sudah bertemu?


"Hai..."sapa rehan


Amira langsung menoleh dan membulatkan matanya.Bagaimana tidak dia sudah ada didepan mereka.


"Tuhan bagaimana nasib ku" batin amira


"Gadis kecil apa kamu nggak mau pulang?


apa kamu mau tidur disini?" tanya rehan

__ADS_1


"Aku pulang sama keisya" jawab amira


"Ooo.. dia yang namanya keisya. Hai keisya kenalin aku rehan calon suami amira" kata rehan memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan pada keisya


"Hai rehan" sapa keisya lalu menjabat tangan rehan


"Keisya untuk hari ini dan mungkin untuk seterusnya kalau saya tidak ada kepentingan amira yang antar pulang saya" kata rehan


"Tidak apa-apa rehan dengan senang hati"jawab keisya sambil tersenyum mengejek amira


"Rasain loe. Udah dibilangin ngeyel aja terus. Sekarang disamperin mau lari kemana lagi. Semoga ini awal yang baik" batin keisya


Amira menatap tajam kepada keisya seolah tatapanitu mengatan apa yang kamu katakan sya, sama aja kamu membuangku ke kandang macan.


"Ayo gadis kecil kasihan ayah nanti menunggu"ajak rehan


"Han, aku ada janji sama temen jadi aku nggak bisa" jawab amira masih dengan keputusannya.


"Ra aku udah janji sama ayah, kalau nanti jemput kamu masa iya aku pulang sendiri kalau ayah nanya gimana?" tanya rehan


"Kan kamu pulangnya nggak kerumahku han" jawab amira sambil menahan amarah yang sudah meletup-letup


"Ya udah aku anterin kamu aku tunggu di mobil sampai kamu pulang" jawab rehan


"Kenapa malah jadi seperti ini? harusnya dia pulang ke rumah. Hah seperti orang yang nggak punya kerjaan" pikir amira


"Gimana?? ayo ku antar" tawar rehan


"Nggak usah kita pulang saja" jawab amira dari pada dia nanti lebih lama bersama rehan.


"Nah gitu dong gadis kecil dari tadi kenapa nggak bilang gitu" pikir rehan


"Sya kita duluan ya" kata rehan


"Silahkan han, hati-hati di jalan" jawab keisya


"Kenapa kamu bersikap seperti itu?" tanya amira setelah rehan berjalan beberapa langkah


"Aku memberimu contoh bersikap manis"jawab keisya


"Najis" kata amira


"Jangan bilang loe cemburu" kata keisya


"Nggak ada kata cemburu sya, dia bukan siapa-siapa "jawab amira


"Baiklah kita buktikan nanti" ancam keisya


"Tentu aku tidak takut apapun" jawab amira.


"Kok masih disini sih ra. Ayo" kata rehan sambil menarik tangan amira


"Lepasin han" kata amira


"Tidak amira" jawab rehan


"Rehannnn...." kata amira


"Baiklah" jawab rrehan lalu melepaskan genggaman pada tangan mira "Maafin aku"


Akhirnya mereka pulang dan kini sudah mulai membelah kemacetan yang ada di kota.


Hening tak ada percakapan apapun


"Ra, kita mampir ke taman dulu yuk." ajak rehan


Percuma hanya akan sia- sia jika amira menolak ajakan dari rehan. Kalau amira tidak mau pasti akan tetap dipaksa.


"Ra..."panggil rehan


Amira masih fokus dengan jalan enggan menjawab panggilan rehan.


"Hemmm..."


"Setelah ini kita mampir sebentar ya?" tanya rehan


"Kemana?" tanya amira


"Suatu tempat..." jawab rehan


"Terserah...."


Hening kembali hanya musik dari radio yang terdengar


Rehan melajukan mobilnya dengan tenang. Setelah ini rehan berencana untuk mengajak amira ke danau dan menjelaskan semuanya yang berkaitan dengan perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2