
Kini jam sudah menunjukkan pukul 18.00. Amira mulai menggerakkan tangannya karena merasa tangannya kesemutan. Amira melirik jam yang ada di dinding.
"Sudah jam 6. Lebih baik aku sholat dulu" batin amira
Amira melihat sekitar namun tiddak menemukan dimana pak adrian berada.
"Mungkin dia keluar" batin amira
Meski malas amira segera menuju ke mushola.
Ketika sampai di pintu amira bertemu dengan keisya.
"Mau kemana ra?" tanya keisya
"Ehm.. mau ke mushola sebentar. Kamu kapan sampai?" tanya amira
"Barusan. Oh oya ini baju untuk ganti perlatan mandinya juga barusan aku beliin. udah gih sana buruan mandi bau busuk" canda keisya
"Awas kamu sya. Ya udah aku duluan, tungguin ayah bentar ya sya" kata amira
"Baiklah untukmu apa yang tidak" kata keisya
"Kamu memang yang terbaik" kata amira lalu pergi meninggalkan keisya
Setelah selesai sholat.
"Ya Allah hanya kepada_Mu lah aku meminta pertolongan. Segera sembuhkan ayah, sadarkanlah dia dari sakitnya saat ini. Aku tak tahu harus berbuat apa. Apalagi sekarang masalah sedang bertambah aku tak tahu harus berbuat apa. Ya Allah mudahkanlah jalan hamba. Amin"
Amira langsung kembali keruang dimana ayahnya sedang di rawat.
"Kamu sudah selesai?" tanya keisya saat amira sudah memasuki ruangan
__ADS_1
"Sudah" jawab amira lalu mendekat ke sofa dimana keisya sedang duduk
"Bagaimana besok?" tanya keisya
"Entahlah aku juga tak tahu" jawab amira sambil menerawang ke depan
Tak lama pintu di buka munculah pak adrian dari sana
"Non mira sudah makan?" tanya pak adrian
"Ini saya bawakan makanan" sambungnya sambil memberikan satu kotak nasi dan satu botol air mineral juga satu cup jus alpukat
"Terimakasih" jawab amira
"Maaf saya cuma bawa satu" kata pak adrian
"Tidak apa apa pak. Saya tadi sudah makan" kata keisya
"Iya pak silahkan. Tapi saya mohon bantuannya" kata amira
"Tentu non, saya permisi" kata pak adrian
"silahkan" jawab amira
Setelah berpamitan dengan amira pak adrian langsung undur diri.
"Ra besok kamu izin?" tanya keisya
"Kelihatannya begitu. Aku masih bingung gimana besok harus berhadapan dengan karyawan ayah" kata amira
"Semangat ya ra kamu pasti bisa" kata keisya
__ADS_1
"Terimaksih kamu memang yang terbaik" kata amira sambil memeluk keisya
"Uluh uluh manisnya. Buruan makan dulu nanti sakit baru tahu rasa" kata keisya
"Iya iya" jawab amira lalu mengambil bingkisan yang di bawakan oleh pak adrian
Setelah merasa lama di sana keisya pamit pada amira jika dia akan pulang dan akan kembali besok. Saat keisya keluar dari ruangan dia berpapasan dengan pak adrian
"Malam pak" sapa keisya ramah
"Malam, sudah mau pulang?" tanya pak adrian
"Iya pak, mari" kata keisya lalu pergi meninggalkan pak adrian
Pak adrian langsung masuk kedalam ruangan
"Ini non beberapa yang harus nona pelajari untuk meeting besok" kata pak adrian
"Baik pak" jawab amira sambil menerima berkas yang di bawa pak adrian
"Pak saya masih belum mengerti tentang ini bisa bapak jelaskan" kata amira
"....."
Jam kini sudah menunjukkan pukul 01.00 pagi dan amira sudah terlelap dengan buku yang masih dia pegang.
"Kasian anak ini masih usia segini sudah di bebani banyak hal apalagi dia tak pernah tahu menahi tentang cafe. Semoga urusan anda di permudah nona" batin pak adrian
Setelah semalam berkutat dengan banyak berkas yang amira pelajari dengan pak adrian. Kini amira sudah berada di gerbang cafe jangan lupakan pak adrian kawan, dia masih setia menemani amira.
"Pak saya takut" kata amira
__ADS_1
"Tidak apa apa nona. Saya yakin anda pasti bisa" jawab pak adrian