
Ke esokan harinya rehan sudah terbangun ketika alarm yang sudah dia stel berdering dengan nyaringnya. Walau berat untuk membuka mata namun dia tetap berusaha duduk dan mengumpulkan nyawanya. Setelah itu dia bergegas untuk ke kamar mandi untuk menyegarkan diri dan melakukan ibadah sebelum turun dan berangkat ke bandara.
Tak lupa dia juga menghubungi amira. Segera di sambar benda pipih yang masih tergeletak di ranjang. Tak menunggu waktu lama sudah terdengar suara amira dari sebrang sana.
"Hallo" terdengar suara serak dari amira seperti orang yang baru bangun tidur
"Tumben kamu belum bangun" kata rehan
"Aku udah bangun tapi tidur lagi. Ada apa" tanya amira
"Aku hanya mengabarimu kalau nanti aku akan berangkat" jawab rehan
"Hmmb, kan kemarin udah" jawab amira sambil mengingat apa yang di bicarakan rehan tadi malam
"Aku takutkau merindukanku" kata rehan
"Haiss, siapa yang akan merindukanmu" kata amira
"Ya kamulah." jawab rehan
"ishh Pd amat nih anak" jawab amira
__ADS_1
"Nanti kalau aku rindu gimana ra?" tanya rehan
"Ya tinggal televon apa susahnya sih han" jawab amira tanpa sadar lalu segera menutup mulutnya.
"Tapikan selisih waktunya beda ra, aku nggak tahu kesibukan kamu dan aku disana juga kerja jadi nggak bisa kalau terus hubungi kamu" jawab rehan
"Kan aku nggak bilang harus terus hubungi aku. Ya kalau senggang aja" jawab amira
"Ya udah kamu tidur lagi ya. Aku mau diap- siap"kata rehan
"Baiklah" jawab amira
"Kamu nggak ada pesan buat aku?" tanya rehan
"Ra aku akan selalu merindukanmu. Semoga kamu selalu bahagia" batin rehan
Tak lama rehan segera menuju ke bawah untuk mencari papa.
"pa" sapa rehan saat mengetahui jika papanya rendi berada di kursi ruang tamu.
"Udah turun ayo sarapan dulu" ajak rendi pada rehan
__ADS_1
"Iya pa" jawab rehan lalu mengekori papanya
"Mama mana? kok nggak kelihatan" tanya rehan
"Masih di atas. Oh iya han sebelum berangkat nanti kamu mampir dulu ke kantor masuk ruangan papa ambil berkas yang ada di meja sekalian kamu bawa ya" kata papa rendi
"iya pa" jawab rehan lalu melanjutkan sarapannya.
"Kamu udah bilang sama amira kalau hari ini kamu berangkat ke luar negri" tanya papa
"Sudah pa, tadi sebelum turun aku baru selesai telvon sama amira" jawab rehan
Tak lama setelah selesai sarapan papa mengantar rehan sampai di teras lalu kembali lagi ke dalam serelah mobil yang di kendarai rehan menghilang dari pandangan.
"Semoga kamu berhasil nak, papa akan selalu mendoakanmu" batin papa
Di tempat lain amira masih nyenyak dalam tidurnya padahal kin waktu sudah menunjjukkan pukul 07.15 WIB.
Amira menggeliat ketika cahaya matahari mulai menembus tirai kamarnya. Amira langsung memoringkan badannya dan mengambil jam beker yang tergeletak di atas nakas.
Tak menunggu waktu lama amira langsung memelototkan matanya dan berteriak lalu segera berlari ke dalam kamar mandi. Tak menunggu waktu lama untuk membersihkan diri karena hari ini amira hanya mandi dengan ala kadarnya cuci muka dan gosok gigi lalu segera bersiap ke kantor. Yah walaupun waktu di kejar tak akan berhenti tapi amira akan tetap berangkat.
__ADS_1
Bagaimana kabar amira nanti? ataukah dia selamat dari semprongan meneger atau bahkan satpam yang selalu bertengger di depan? Simak kisah lanjutnya ya kawan.
Maaf jika upnya terlambat banget