Secret Wife Tuan Lim

Secret Wife Tuan Lim
s e b e l a s


__ADS_3

Terkuak fakta yang mencengangkan lagi-lagi mengenai seorang Anindhita. Selain dia anak pengusaha kaya raya yang tiba-tiba harus terlilit hutang dan terjerat fitnah kejam. atas dalang orang yang menjadi tersangka saat ini adalah Austin. Orang yang terobsesi pada gadis dengan paras cantik nan manisnya.


Ternyata ada sebuah fakta lain yang menyebabkan seorang Austin terobsesi pada Anin. Bukan hanya sekedar rasa penasaran saja yang membuat Austin jatuh dan ingin memiliki seutuhnya Anin. Tapi karena ada alasan lain dan motif balas dendam dibaliknya. Ada sebuah kebenaran yang sedikit orang ketahui. Bahwa seorang pengusaha sukses bernama Austin yang cukup terkenal dan pamor itu memiliki saudara tiri yang bernama Agam Pasutrio Dirgantoro, anak dari selingkuhan papanya. Papanya sendiri dikabarkan baru saja meninggal.


Agam sendiri adalah sesosok orang yang lemah lembut, pribadi yang baik, dan sosok pria yang di idam-idamkan banyak wanita. Karena selain parasnya yang tampan. Tapi prilakunya juga baik kesemua. Atau biasa kita sebut Friendly. Sekian banyak, mungkin wanita mengejar-ngejar dirinya. namun Agam lebih tertarik pada satu gadis yang begitu manis dan dingin sikapnya. Agam hanya tertarik, bukan berarti dia berniat serius kan? Seiring berjalannya waktu. Agam berkesempatan berkenalan dengan Anin yang ternyata tidak seperti dugaannya.


Dia pikir Anin itu galak karena memiliki muka judes, tapi kalau udah kenal beda. ya meskipun sifat dinginnya masih terasa. Tapi lama kelamaan mencair juga. Tapi saat batu es itu mencair, mengapa perlahan Agam menjauh dari Anin. Gadis itu sudah merasa berwarna hidupnya, saat ada seorang pria yang ramah mau menjadi temannya dan begitu baik. Tapi tiba-tiba dia menghilang bagai ditelan bumi.


Sampai saat ini, pertemuan setelah sekian lama berpisah. Dengan keadaan mengenaskan, situasi yang membingungkan, dan berbagai misteri yang belum terungkap dibalik teka-teki permasalahan ini. Masih banyak kejadian yang terlewatkan yang harus kita usut bersama dengan mengungkap keburukan masing-masing karakter tokoh yang begitu dengan kontra nantinya.


Misteri saat ini, masih menjadi rahasia mengapa Agam tiba-tiba meninggalkan Anin dan sudah menjadi seperti saat ini. Dan bagaimana nantinya akan terkuak kejahatan yang dilakukan siapa dan mengapa.


"AGAM!"


Anin melepas pelukannya, dan berhambur memeluk Agam yang berbaring tidak sadarkan diri diatas brangkar. Kondisinya sangat memperihatinkan banyak selang yang menempel di badannya. Tubuhnya yang dingin semakin menambah kepiluan Anin yang memeluknya dengan terisak. Entah mengapa, melihat orang yang dulu menghiburnya dan sempat mengisi hari-harinya dengan keceriaan. Kini hanya terbaring lemah.


"Agam! Kamu kemana aja selama ini? Pas kita ketemu, kenapa kondisi kamu kayak gini? hiks!" isak tangis Anin pecah. Entah mengapa hatinya mencelos, merasakan sakit. Padahal Anin dan Agam tidak memiliki hubungan. Tapi keduanya memang dulu sangat dekat.


Mungkin orang yang akan melihat keduanya pertama kali, pasti akan mengira keduanya pasangan yang serasi. Keduanya saling melengkapi, terlihat begitu serasi dan nyambung dalam segala hal. Anin yang terkenal dingin, cuek dan terkadang jutek. Dan Agam yang terkenal humoris dan friendly.

__ADS_1


"Enggak inget ya dulu? Sebelum kamu menghilang tanpa jejak, kamu dulu pernah janji bakal setia tetap ada disamping aku. Sampe masing-masing dari kita sukses kamu bakal ungkapin satu hal ke aku. Hal itu apa?? jangan bikin aku di hantui rasa penasaran, Agam!" serunya, dengan isak tangis yang kian mendera. Kenangan dan memori tiga tahun belakangan bersama pria yang kini berbaring lemah, seolah berputar kembali.


Mungkin bagi sebagian suasana di ruangan itu haru. Tapi tidak bagi sebagian yang sudah menyadari, dan menangkap sinyal keburukan saat melihat raut wajah Griffin yang tegas. dengan rahang yang mengeras, nampak menahan amarah. Bagaimana bisa ia menyaksikan dengan biasa saja posisi Anin yang berstatus sebagai istrinya ya meskipun Anin sendiri tidak tahu. Tapi hatinya tetap sakit menyaksikan momen yang menurutnya terlalu lebay.


"Kamu itu dingin, tapi aku suka kamu meskipun kamu bersikap acuh pada kehadiranku," kalimat itu adalah kalimat pertama kali Agam bertegur sapa dengan Anin yang awal-awal masih sangat dingin dan cuek sifatnya.


"Sampe kapanpun aku nggak akan nyerah, deketin kamu, buat kamu senyum sama aku," kalimat manis yang sering Agam ucapkan. kembali terngiang.


"Tetap gini terus, ya? Kamu itu tambah cantik kalau senyum, Anindhita!" kalimat manis yang diucapkan pria itu. Saat pertama kali melihat senyum tulus nan menghangatkan dari Anin.


"Hari esok atau nanti, aku bakal tetap suka sama kamu. Aku harap, suatu saat nanti jawaban kamu nerima perasaan aku." entah kalimat itu sangat sulit dicerna oleh Anin, apa maksudnya? Agam mengucapkannya penuh dengan kata yang mungkin sulit untuk dipahami hanya dengan ucapan, mungkin seharusnya dengan tindakan. Tapi belum sempat ada tindakan. Agam perlahan mulai tidak ada kabar dan menghilang tanpa pamitan.


"Anin. Kamu ikut saya! Pulang ke apartemen saya, dan kamu nggak usah pulang ke rumah papa kamu, dan satu hal-" ucapannya menggantung. Ini bukan waktu yang terlalu tepat untuk memberitahu gadis itu. Apalagi kini dia menatapnya tajam.


"Pak! Jelasin sama saya dari awal gimana ceritanya? kok bapak bisa kenal sama, Agam? Dan kenapa Agam jadi seperti ini?" Anin menatap tegas sorot matanya menuntut penjelasan dari Griffin yang masih terbawa emosi.


"Hufft," Griffin menghela nafasnya gusar. Mulai mengamati mata Anin yang sembab. Wajahnya agak sedikit pucat, mungkin karena terlalu syok dan terlalu larut dalam kesedihan. "Saya akan jelaskan di apartemen saya nanti."


"Kelamaan, Pak! Saya butuh jawabannya sekarang!" sentak nya, untuk pertama kali bicara dengan nada tinggi didepan bosnya. sekaligus suaminya.

__ADS_1


"Saya nggak yakin setelah kamu tau semuanya. kamu benci saya apa tidak," ujarnya melemah. Tapi tangannya menuntun Anin ke ruangan dalam yang tadi tertutup rapat, melewati brangkar yang ditempati Agam. Semua asisten atau bodyguard Griffin hanya menunduk hormat dalam diamnya, tidak ada yang bersuara dan ikut campur akan masalah yang terlalu rumit.


Perlahan langkah keduanya semakin dekat dengan pintu yang menjadi tujuannya. Dengan berat hati dan lapang dada Griffin mulai mensejajarkan jarinya ke sidip jari pendeteksi pintu tersebut sudah berhasil mendeteksi telapak tangan orang tertentu saja yang bisa masuk. Anin sedikit termenguh dengan pemandangan ini, sungguh bukan hal yang baru pastinya menyaksikan hal ini. Mengingat bosnya itu bukan orang biasa. Dan tentunya membawa dirinya menyaksikan kekayaan dan fasilitas yang masih asing bagi sebagian orang.


Detik-detik saat pintu itu terbuka otomatis. Menampilkan seseorang yang tengah berbaring lemah sama halnya seperti Agam. Tapi sepertinya kondisi orang ini lebih parah, berbaring dengan lebih banyak selang ditubuhnya. Ada tabung oksigen yang membantunya bernafas, ada infus darah yang mengalir di kedua tangannya. Infus biasapun ikut serta. Anin tidak mengenali orang itu. Sampe pada saat Griffin menuntunnya. Agar lebih mendekati brangkar.


Satu langkah, dua langkah, mulai dilewati. dengan jantung yang berdebar kencang, harap-harap cemas. Griffin mengengam erat tangan gadis yang dirasa suhu tubuhnya dingin tetapi berkeringat, sepertinya dia sama halnya. keduanya sama-sama tegang, sebisa mungkin Griffin terlihat biasa saja. Sampe pada saat Anin yang semakin menatap tegas dan lekat, detik berikutnya. Betapa terkejutnya gadis itu...


"AUSTIN!"


Pria itu sudah bersiap dengan segala konsekuensi yang akan ia terima nantinya. Ia menatap balik tatapan penuh tanya dari istrinya, yang belum mengetahui status resminya itu.


"PAK! APA MAKSUD DARI SEMUA INI?" cerca Anin, "SAYA MAU PENJELASAN DARI BAPAK, PAK!"


Pria itu terdiam. Tidak tahu harus menjawab apa. Dia bingung, kalau dia jujur sekarang. Rencana yang ia susun pasti bakal berantakan. Kalau dia bohong. Mau sampe kapan menutupi hubungannya sendiri dengan Anin.


Anin mencengkeram kuat lengan Griffin, seolah tahu apa yang ada dipikiran pria dihadapannya. Dia sudah menerka-nerka suatu kebenaran yang tidak pernah ia bayangkan dan tentu tidak ingin terjadi dalam hidupnya. Cairan bening kembali menetes dari kelopak indah mata gadis itu. Hatinya mendadak dihantam bongkahan batu saat menyaksikan suatu pemutaran video yang berputar di tembok. Pantulan dari laptop sedang berputar kejadian kemarin malam. yang ternyata dilewatkan Anin begitu saja.


"JADI BAPAK?—"

__ADS_1


__ADS_2