Secret Wife Tuan Lim

Secret Wife Tuan Lim
duapuluhtiga.


__ADS_3


Penampakan kapalnya Griffin setiba di pulau Phuket Thailand.


📍Hotel.



Pak Griffin, ganteng begete yakk?




Sekretarisnya juga cantekkk kaleee gays.



Ini si Tay.


"Kamu atau saya duluan yang mandi?"


"Sekalian aja mandi berdua, biar cepet!"


Saran Tay yang tak gubris oleh Griffin. "Sekalian kan, Fin, lo mau rasain keluar di dalam ya?"


Apa coba maksudnya? Anin sampe geleng-geleng kepala. Nggak mungkin kan? Kalo cewek dewasa ngga ngerti sama ucapan Tay.


"Biar cepet oiii, gua laper mau makan."


"Ya duluan aja."


"Nggak bisalah, kan lo yang bayarin," ucap Tay dengan cenggiran kuda. "Buruan ya, 20 menit harus udah selesai, nyicil dulu lah, Fin! Gesek-gesek gitu."


Sudah tidak heran bukan? Seorang Tay sering banget diberi kekerasan oleh Griffin berupa pukulan dan tendangan. Ya karena emang kalo ngomong frontal sekali.

__ADS_1


"Lo yang kebelet gitu, bukan gua ya... buru-buru sana nikahin, Nain!"


"Modalin lah, minimal sponsori dari WO sampe gaun-gaun Bridesmaids Nya."


"Yang mau nikah gua apa lo?!"


"Lah, yang nyuruh cepet-cepet nikah siapa??"


"Pak Kamarnya kelewatan," pungkas Anin. Berhasil menyudahi perdebatan kedua pria itu. "Sini!"


Anin sudah berdiri di ambang pintu nomor 1753, kamarnya dan Griffin. Sedangkan milik Tay di sebelahnya, 1752.


Setelah sudah di dalam kamar. Anin membantu Griffin melepas jasnya. Bukan menjadi yang pertama kali seperti ini, Pas statusnya belum jadi istri pun. Dia sebagai sekertaris sering membantu Griffin melepas jas. Pas di kantor dan apartemen pria yang kini sudah sah menjadi suaminya.


Griffin yang sudah dibantu pun berucap, "makasih!" sambil membuka satu persatu kancing kemejanya. "Saya atau kamu duluan yang masuk?"


"Hah?" ini pertanyaannya agak gimana yak, sulit dimengerti. "Seenaknya bapak aja," putusnya.


"Ya udah kamu dulu, saya mau istirahat sebentar."


"Okeii!" Anin buru-buru masuk ke kamar mandi dan meninggal kan Griffin yang sudah merebah kan tubuhnya.


"Sambil di elus, terus di teken-teken, wufff!" Anin meredamkan tubuhnya pada bathtub. yang sudah terisi air hangat. "Badannya aja bagus, tinggi, putih, nggak kebayang si, barangnya pasti bagus!!"


"Astaghfirullah... gua ngomong apasih? kok ngelantur gini?!" Ia menoyor kepalanya sendiri, saat membayangkan hal-hal yang panas dengan Griffin. "Tapi gapapa juga, nggak si gini? sama Suami sendiri masa ga boleh?"


"Pas rasain bibirnya aja lembut, gimana kalo rasain yang bawahnya? ehhh tangannya aja gede berurat, gimana?—"


"Arghh! Apasih, pemikiran gua kotor banget!"


Sekitar 17 menit. Waktu yang dihabiskan oleh Anin untuk membersihkan diri, hingga tibalah ia menuntaskan mandinya. Dan baru teringat ia tidak membawa handuk apalagi baju.


"Oh shitt! gimana ini?? Mana bajunya udah basah lagi," gumamnya yang melihat pakaian di gantung dengan sedikit percikan air. Dari air shower yang tadi membersihkan badannya. "Masa iya gua langsung keluar gini aja si? Ya ampun! Ini minta tolong, Pak Griffin aja kali yak??"


Tidak mau berlarut-larut berpikir. Anin segera mendongakkan kepalanya dari ambang pintu.

__ADS_1


Anin melihat. Griffin sedang tengkurap, tidak ada pergerakan atau apapun. Selain dengkuran halus dari pria itu. Sudah dipastikan beliau tertidur.


"Masa iya gua ngacir gitu aja ke lemari buat ambil kimono?! arghh, bego! pake acara lupa segala!"


"Tapi kalo, Pak Griffin tidur, ga mungkin liat! Kalo di bangunin juga nggak sopan, jadi—"


Grek! dalam hitungan detik Anin sampai pada tempat tujuan. Didepan lemari, tapi kok? arghh sial! lagi-lagi Anin harus mendapat kesialan. Kalo lemari itu terkunci, dan kuncinya pasti ada di Griffin. Ini dia harus gimana coba??


Ditengah kebingungannya yang sedang berpikir keras. Anin dikejutkan dengan Griffin yang menggeliat hendak berbalik arah pandang kearahnya. "Arghhh! Allahuakbar," Anin buru-buru berlari kearah Griffin dan menutupi tubuhnya yang telanjang dengan selimut. yang juga menjadi penutup setengah badan pria itu. "Pak!".


"Bapak jangan melek dulu, ya? Saya nggak lagi pake baju." Anin berucap dengan polos. Menekan kepala Griffin agar terus menghadap arah jendela dan dia menutupi badannya dengan selimut. Sialnya, kulit Anin yang masih setengah basah bersentuhan dengan badan Griffin. Diakan telanjang dan...


"Anin! Why??"


"arghhh," teriaknya tak karuan saat pandangan Griffin tepat menengok pada pangkuannya. Ini kalo di bayangkan posisinya ambigu. Anin yang bersimpuh dan Griffin dengan posisi seperti itu. Kayaknya ini sebuah peluang, mari buat Anin menjadi ketar-ketir dengan ide gila Griffin yang berniat... "Pak, bapak mandi sana! tinggalin kunci kamar nya ke saya!" pinta Anin.


Bukannya terbangun dan menurut atas ucapan Anin. Griffin malah menyanggah dagunya, lalu berkata. "Melihat kamu seperti ini, kayaknya saya berubah pikiran mau mandi."


"Hah?" Anin semakin menarik selimut tersebut. untuk menutupi dadanya. Ia juga memeganginya dengan erat. Takut melorot, tapi kok?? rasanya kayak ada sedikit pergerakan tarik dari selimut itu. "Pakkk, jangan senyum-senyum gitulah, saya merinding!"


Anin tidak berbohong. Ia gemetaran saat Griffin malah menatapnya dengan lekat, dan menaik turunkan alisnya. Apa maksudnya? Menggoda Anin kah? Padahal tanpa digituin pun Anin sudah tergoda. Kalo Griffin dengan terang-terangan melihat dari atas sampe bawah Anin. Maka Anin dengan malu-malu melirik dada sixpack nya Griffin, terlalu ahhajwjebs. Saltinggg. Anin salting baru liat gituan doang.


Doang?


Nggak cok, ini Griffin malah seolah-olah meregangkan otot, dan sengaja tiduran di paha Anin dengan terlentang. dan sesekali memandangi wajah istrinya dari bawah. Tanpa disadari, Griffin malah melepas gesper, satu kancing celana, dan... srettt! dengan jelas Anin mendengar suara resleting. Ia merotasi pandangan ke bawah. "Liat," dengan jail Griffin menunjuk asetnya yang kalian pikirkan saja. seorang pria kalo abis bangun tidur, ada juga kan yang ikutan bangun?


Yap! semoga kalian paham, si Griffin teh Ng*Ceng.


"Mau liat saya Ng*cok apa kamu yang mau ganti Ng*cokin, hm?"


...****...


hayo, pada mikir apa? lanjutannya gimana?? apa mau lanjut situ apa lanjut kejar-kejaran sama Albert ddk. buat ngungkap masalah?


hayo komen dong, jangan lupa vote jugaaaa.

__ADS_1


follow akunnya yakk.


se u papaiiii semuaaaa!!


__ADS_2